Penjelasan Mengenai Sushi, Makanan Khas Dari Jepang Yang Banyak Diminati

January 11, 2018 25419 Views

Berbicara mengenai Jepang, pasti tidak terlepas dari kebudayaan mereka yang memang terbilang unik. Disamping busananya yang unik tersebut, Jepang merupakan salah satu negara yang sangat disiplin dalam kehidupannya. Selain kehidupan dan budayanya, ada satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari Jepang, yaitu kulinernya. Dan salah satu kuliner yang sudah tidak asing lagi dengan Jepang adalah Sushi.

Hampir semua orang pasti tahu dengan makanan yang satu ini. Bisa dibilang sushi adalah ikon kuliner yang berasal dari Jepang. Tiap kali jika ditanya mengenai kuliner yang berkaitan dengan Jepang, pasti hampir semua orang menjawabnya dengan Sushi, makanan yang biasanya disajikan dengan daging ikan mentah.

Sebenarnya gimana sih asal usul adanya sushi ini, apa manfaat dari mengkonsumsi sushi? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Sushi

Sushi merupakan makanan khas asal Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk yang berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras (mizkan), garam, dan gula.

Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas dalam nasi adalah karena cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi menguraikan asam amino pada daging ikan. Hasilnya salah satu dari lima rasa dasar yang menyehatkan.

Asal usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi. Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan yang disebut dengan gyoshō yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).

Asal Usul Sushi

Pada dasarnya, sebenarnya sushi pertama kali dibuat oleh penduduk asli China pada abad kedua sebelum masehi. Awalnya, sushi muncul berkat kebiasaan dari penduduk China yang kerap memiliki kebiasaan untuk mengawetkan makanan.

Pada saat itu, ikan memang secara sengaja ditempatkan didalam beras sebagai bentuk proses fermestasi. Cara ini memungkinkan seseorang untuk menjaga kondisi dan rasa ikan selama beberapa waktu. Ketika ingin menyantapnya, hanya tinggal buang beras dan ikan pun siap untuk disantap.

Seiring berjalannya waktu, metode ini berhasil menyebar ke seluruh daratan China, bahkan hingga sampai ke Negeri Sakura Jepang. Mereka mengambil konsep tersebut dan memodifikasinya lebih lanjut.

Awalnya, hidangan yang disajikan hanya berupa nasi beserta dengan ikan saja. Namun, pada awal abad ke-18, distrik Matsumoto Yoshiici Edo (sekarang bernama Tokyo) mulai membumbui nasi dan ikan dengan cuka anggur. Hal ini memungkinkan para pembeli untuk langsung menyantapnya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan seperti yang dilakukan penduduk asli China.

Pada awal abad ke-19, seorang pria asal Jepang yang bernama Hanaya Yoheii melakukan sebuah perubahan besar dalam proses pengolahan dan penyajian sushi. Ia tidak lagi membungkus daging ikan dengan nasi, Yohei justru menyajikan potongan daging ikan segar di atas sepotong nasi berbentuk persegi panjang.

Teknik tersebut dikenal dengan sebutan ‘nigiri sushi’ atau ‘edomae sushi’. Hingga saat ini, hampir seluruh restoran sushi di Jepang menyajikan produk mereka dengan teknik tersebut. Dulu, sushi banyak dijajakan oleh warung-warung yang terdapat di pinggir jalan sebagai camilan ringan saja. Oleh karena itu, makanan ini dikenal sebagai makanan cepat saji pertama yang ada di Jepang.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, warung sushi mulai banyak yang ditutup, dan ada juga yang dipindahkan pada kawasan yang lebih layak dan bersih. Konsepnya pun mulai berubah. Lebih banyak tempat duduk formal yang disediakan, dan secara tidak langsung, cara ini juga berhasil mengubah mindset semua kalangan bahwa sushi menjadi salah satu makanan ‘mewah’ yang ada di negara tersebut.

Pada perkembangannya sampai sekarang ini, sushi tidak hanya dikaitkan sebagai salah satu makanan tradisional asal Jepang saja, makanan ini sendiri sudah mulai berevolusi ketingkat yang lebih modern, dan bahkan jauh lebih kompleks dari sebelumnya.

Sudah banyak pengaruh budaya Barat yang melahirkan gaya pengolahan sushi dengan tampilan dan nuansa terbaru. Kita sebut saja salah satunya yaitu california rolls. Ini merupakan jenis sushi modern (fusion) yang dapat ditemukan di restoran-restoran sushi kelas atas.

Jenis – Jenis Sushi

Untuk kamu yang belum tahu, sebenarnya sushi memiliki banyak jenis dengan tampilan dan dan rasanya yang berbeda. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis sushi yang mungkin belum kamu ketahui :

  • Maki Sushi

Yang pertama ada Maki Sushi. Maki sushi sendiri merupakan salah satu jenis sushi yang cukup banyak digemari. Sushi gulung ini terdiri dari bahan-bahan segar seperti ikan dan irisan tipis sayuran yang digulung dalam nori panggang atau yang lebih dikenal sebagai nori, kemudian dibentuk menjadi silinder sebelum dipotong-potong kecil. Walau terlihat hampir sama Maki Sushi memiliki perbedaan dengan Futomaki Sushi. Futomaki Sushi memiliki bentuk yang lebih besar, dan lebih tebal dari Maki Sushi.

  • Uramaki Sushi

Merupakan variasi lain dari Maki sushi, uramaki sushi kadang-kadang disebut juga sebagai ‘inside-out’ atau luar dalam. Karena biasanya nasinya berada diluar, sementara potongan sayur, ikan, dan nori berada di dalam.

  • Norimaki Sushi

Sushi berjenis norimaki ini memang sangat sering ditemukan di Indonesia tapi jarang ada di Jepang. Sushi ini terdiri dari beras yang kemudian dibalut dengan nori atau rumput laut yang kemudian di dalamnya berisi rumput laut kering dan juga potongan-potongan daging ikan salmon, tuna, gurita, cumi-cumi, udang dan lainnya.

  • Nigiri Sushi

Nigiri merupakan sushi yang memiliki tampilan elegan, yang membuatnya memiliki harga jauh lebih mahal daripada jenis sushi yang lainnya. Perpaduan antara irisan tipis ikan mentah segar, juga udang matang dan telur dadar. Diolesi pasta wasabi kemudian dibentuk menggunakan nasi hangat. Kalau kamu nggak suka makanan mentah, sebaiknya kamu menjauhi sushi ini deh karena kamu bakalan merasa mual.

  • Sashimi Sushi

Sashimi sushi merupakan Irisan tipis ikan mentah tanpa nasi. Sushi Jenis ini cukup populer untuk orang-orang yang tengah menjalani program diet namun ingin menikmati sushi yang lezat. Sushi ini populer karena menggunakan irisan tuna yellowfin atau yang lebih dikenal sebagai hamachi, dan irisan fillet salmon segar.

  • Temaki Sushi

Temaki sushi merupakan sebuah sushi yang berbentuk roll panjang dan kerucut. Terlihat seperti cone es krim namun lapisan luar temaki berasal dari nori, di dalamnya di si nasi hangat dengan irisan ikan atau telur ikan.

  • Gunkan Sushi

Sushi jenis ini berbentuk kayak cangkir kecil yang kemudian diisi dengan nasi khusus sushi dan digulung dengan rumput laut. Di atas nasi, biasanya diberi toping rumput laut dan juga beberapa jenis telur ikan mentah atau landak laut. Lagi-lagi kalau kamu nggak suka makanan mentah, kamu jangan makan sushi ini.

Manfaat Mengkonsumsi Sushi

Sering ada yang bertanya, apa sebenarnya aman mengkonsumsi sushi? Karena pada dasarnya sushi sendiri menggunakan daging mentah sebagai bahan utamanya. Dan ternyata, mengkonsumsi sushi itu bermanfaat lho. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya :

  • Memiliki Kandungan Omega 3
    Salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sushi adalah daging ikan dan jenis ikan yang dipakai yakni ikan tuna atau ikan salmon yang kaya akan kandungan omega-3. Ikan yang masih mentah dan segar, masih memiliki kandungan omega-3 yang sangat tinggi, sehingga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, menyehatkan otak, dan mencegah hipertensi.
  • Mencegah Hipertensi
    Manfaat mengkonsumsi sushi selanjutnya adalah mencegah hipertensi. Penggunaan cuka beras pada nasi dalam pembuatan sushi, bertujuan untuk memberi sedikit rasa asam pada nasi. Sehingga rasa dari daging ikannya dapat lebih terasa nikmat dan lezat. Manfaat dari cuka beras itu sendiri bagi kesehatan adalah sebagai antibakteri tinggi yang memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan
    Mengkonsumsi sushi juga ternyata baik untuk sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya sushi itu sendiri, makanan pendamping sushi yang disebut gari memiliki manfaat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga terhindar dari berbagai serangan penyakit sistem imun, seperti flu dan batuk. Gari merupakan acar yang berbahan dasar jahe.
  • Melancarkan Pencernaan
    Melancarkan pencernaan juga merupakan salah satu manfaat yang akan kamu dapatkan dari mengkonsumsi sushi. Kecap asin atau soyu memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan lambung dari bakteri jahat. Sebab, soyu memiliki kandungan zat besi dan protein yang cukup tinggi. Jadi, lengkapi mengkonsumsi sushi dengan tidak lupa soyu sebagai pelengkap.
  • Meningkatkan Metabolisme
    Selain melancarkan pencernaan, sushi juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme. Sushi dapat meningkatkan metabolisme tubuh karena adanya nori sebagai pembungkusnya. Nori merupakan sejenis rumput laut yang berbentuk seperti kertas tipis. Selain itu, nori juga memiliki kandungan mineral, vitamin dan iodine yang bagi kesehatan tubuh.
  • Mengandung Zat Antibakteri
    Sudah tahu kalau sushi ternyata mengandung zat antibakteri? Wasabi merupakan bahan pembuatan sushi yang memiliki rasa pedas dan menambah cita rasa. Selain itu, wasabi juga bermanfaat membunuh kuman bakteri dalam tubuh dan tinggi kandungan vitamin C.
  • Mencegah Kanker
    Minuman pelengkap sushi yang patut untuk tidak dipisahkan adalah ocha. Ocha merupakan minuman teh hijau khas Jepang yang tinggi kandungan antioksidan. Manfaat antioksidan itu sendiri adalah menangkal radikal bebas akibat polusi yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker atau tumor dalam tubuh. Selain itu, ocha juga melancarkan pencernaan dan membunuh bakteri yang mengakibatkan keracunan makanan.

Cara Mengkonsumsi Sushi Yang Benar

Nah, ada hal lain lagi nih yang harus kamu tahu, yaitu tata cara mengkonsumsi sushi yang baik dan benar. Walaupun terkesan ribet, tetapi ada penjelasan mengenai tata cara mengkonsumsi sushi lho. Berikut penjelasannya :

  • Pastikan Sushi Yang Kamu Pesan Lengkap Dengan Cuka
    Yang harus kamu tahu, sushi itu berasal dari kata ‘shu‘, yang artinya ‘cuka’, dan ‘meshi‘, yang berarti nasi. Jadi, pada dasarnya sushi itu adalah nasi yang dibumbui dengan cuka. Nah, kalau sushi yang kamu temui tidak disertai dengan cuka, kamu berhak untuk protes pada orang yang membuatnya. Makanan yang disajikan ke kamu itu belum memenuhi hakikat yang pas untuk disebut sushi.
  • Upayakan Agar Nasi Sushi Tetap Dalam Keadaan Kering
    Untuk yang satu ini merupakan salah satu peraturan yang masih sering dilanggar oleh para penikmat sushi. Ketika kamu memakan makanan ini, jangan pernah mencelupkan, apalagi merendam nasinya ke dalam cocolan kecap asin di atas meja. Jagalah agar nasimu tetap kering dan tak berwarna kecokelatan.
    Jika kamu menyantap nigirizushi, celupkanlah sushi secara terbalik sehingga bagian yang akan menyentuh kecap adalah protein, bukan nasinya. Sedangkan kalau kamu memakan makizushi, kamu bisa sih mencelupkan bagian bawah makananmu. Tapi jangan berlebihan! Jangan sampai rumput laut dan nasinya menjadi lembek atau terlalu asin sehingga cita rasa bahan lainnya hilang.
  • Gunakan Sumpit Agar Terlihat Lebih Sopan
    Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penggunaan tangan untuk makan sushi itu terlihat tidak sopan, dan hanya para ahli yang benar-benar mengerti saja yang dapat memegang sushi dengan benar. Tapi jangan salah, penggunaan sumpit untuk makan sushi pun juga tidak boleh sembarangan. Pertama, kamu hanya boleh menggerakkan sumpitmu mendekati makanan ketika sudah benar-benar yakin sushi mana yang akan kamu ambil. Jika ujung sumpitmu telah menyentuh salah satu sushi, maka sejatinya kamu harus memakan sushi yang sudah disentuh itu. Jangan dikembalikan lagi ke piring.
    Kamu juga tidak boleh membersihkan sumpit yang kamu gunakan selama kamu masih dalam keadaan makan. Jika kamu mau istirahat sebentar dari mengunyah, letakkanlah sumpitmu di atas hashioki, yang terlihat seperti semacam balok kayu atau keramik khusus untuk menempatkan sumpit.
    Jika kamu berbagi sushi dengan orang lain, jangan pernah sekali-sekali kamu menggunakan sumpit untuk memberikan sushi pada temanmu. Perbuatan tersebut sangat dilarang keras, karena mirip dengan tindakan memindahkan abu kremasi dalam pemakaman tradisional Jepang. Sebaiknya, berikan saja sushi bersama piringnya sekaligus kepada temanmu.
    Dan jika sudah selesai makan, jangan pernah mencoba untuk menggeletakkan sumpitmu di meja atau piring. ‘Istirahatkan’ sumpitmu dengan rapi di atas cawan saus kecap.
  • Jangan Campur Wasabi Dengan Kecap Asin
    Ketika kamu sedang makan sushi, jangan campurkan parutan wasabi dengan celupan saus kecap. Jika kamu ingin memakan wasabi, taruhlah parutan wasabi itu langsung di atas sushi. Hati-hati, lho walaupun warnanya hijau, wasabi ini memiliki rasa yang pedas sekali.
  • Jangan Meminta Tambahan Wasabi Ataupun Saus Kecap Pada Chef
    Meminta tambahan wasabi atau saus kecap di restoran sushi di Jepang merupakan salah satu tindakan yang dianggap kasar, terutama di mata chef atau master sushi. Mereka akan beranggapan bahwa racikan mereka, termasuk jumlah wasabi dan saus yang dipersiapkan untuk setiap pelanggan, adalah ukuran yang paling sempurna agar cita rasa sushi itu terjaga. Nah, jadi jika kamu meminta tambahan, hal itu sama saja seperti kamu mengatakan bahwa sushi mereka tidak enak.
  • Makan Sushi Dengan Hanya Sekali Lahap
    Sushi sejatinya merupakan makanan yang sudah dirancang khusus untuk dinikmati dalam satu gigitan atau sekali lahap. Jika kamu meninggalkan setengah gigitan, sushi akan mudah pecah dan sulit untuk dimakan kembali. Jadi, usahakanlah untuk selalu menghabiskan sushi dalam gigitan pertamamu.

Cara Membuat Sushi Sendiri

Setelah mengetahui segala hal tentang sushi yang sudah dijelaskan di atas, apa kamu penasaran bagaimana cara membuat sushi? Jika iya, berikut ini adalah cara untuk membuat sushi yang bisa kamu coba sendiri dirumah :

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • 100 gram Beras pulen
  • 50 gram Beras Ketan
  • 4 lembar Nori
  • secukupnya Cuka
  • 2 sendok makan Gula Pasir
  • 1 sendok teh Garam
  • 3 sendok makan Air
  • 4 buah Sosis Sapi
  • 8 buah Kentang
  • 4 buah Nugget
  • 3 butir Telur Ayam
  • 1 buah Wortel

Cara membuatnya :

  • Siapkan bahan isi, rebus wortel sampe matang , dadar telur jadi 3-4 buah.goreng nugget ,kentang dan sosis, disini saya gunakan nugget oval,krn cuma itu yang ada didapur ada baik nya nugget bentuk stik.
  • Aron nasi sebentar setelah itu kukus sampe matang, tambahkan campuran gula ,cuka dan garam yang telah dilarutkan dengan 3 sdm air tambahkan kedalam nasi yang dikukus tadi, cicipi agar rasa asam manis dan asin terasa.setelah matang angkat sisihkan.
  • Ambil 1 lembar nori atur nasi panas diatasnya kurang lebih setebal 1/2 cm usahakan jangan menutup nori keseluruhan sisa kan nori di sisi atas bawah tidak isi nasi agar saat menggulung nori dapat terekat dengan baik.
  • Atur dadar telur diatas nasi Kemudian susun isi dipinggir nasi yang telah ditata di nori mulailah menggulung sushi dengan perlahan sambil dipadatkan. oya alasi dengan plastik dibawah nori agar lebih gampang digulung, tidak harus dengan bambu yg biasa digunakan untuk mengulung sushi.
  • Selanjutnya sushi siap dihidangkan dan dinikmati bersama orang terdekat ataupun bersama keluarga.

Nah, setelah membaca artikel ini, apakah kamu tertarik untuk mencicipi sushi?