Halo sobat! Kali ini kita akan membahas tentang demensia. Nah, apa sih itu demensia? Sejenis apakah itu? Pertanyaan seperti ini pasti muncul dibenak kita. Sering terdengar dari telinga ke telinga bahwa demensia itu merupakan sejenis penyakit yang menyebabkan korbannya mengalami kurangnya daya ingat, kekuatan berpikir yang kurang dan sebagainya. Demensia juga termasuk penyakit sindrom yang paling sering terjadi pada orang-orang lansia berusia di atas 65 tahun.  Untuk mengetahui lebih lanjut tentang demensia, ikuti terus artikel di bawah ini ya.

Pengertian Demensia

Dementia atau demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya. Sindrom ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kemampuan fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat, berkurangnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, serta menurunnya kecerdasan mental. Orang yang mengidap demensia tidak langsung serta merta mengalami penurunan fungsi otak secara drastis. Melainkan, penyakit ini berkembang secara progresif.

Demensia merupakan sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan fungsi kognitif otak dalam mengingat/memori, berpikir, bertingkah laku, dan berbicara (berbahasa). Demensia bukanlah sebuah penyakit sungguhan, melainkan istilah untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mengganggu fungsi otak. Atau biasa disebut juga sebagai gangguan neurokognitif mayor. Gangguan ini bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sekelompok gejala yang disebabkan oleh kondisi lainnya.

Gejala Demensia

Gejala demensia sangat bervariasi, setidaknya dua dari fungsi inti mental berikut ini harus signifikan terganggu sehingga seseorang dapat dipertimbangkan terkena demensia. Seseorang dapat dikatakan normal apabila sesekali lupa terhadap sesuatu. Gangguan memori atau daya ingat sederhana tidak serta merta dikatakan demensia. Namun, ada perbedaan yang nyata antara lupa normal dan sering lupa akibat demensia. Karena sifatnya yang progresif, gejala demensia terbagi menjadi :

Tahap Pertama

Pada tahap ini, kemampuan fungsi otak penderita masih dalam tahap normal, sehingga belum ada gejala yang terlihat. Namun, Pada demensia ringan seseorang dapat mengalami penurunan kualitas hidup sehari-hari tetapi tidak bergantung pada orang lain. Gejala itu bisa dilihat sebagai berikut :

  • Salah menaruh benda atau kelupaan
  • Perubahan kepribadian, termasuk kemarahan atau depresi
  • Kesulitan dalam memecahkan suatu masalah
  • Penyimpangan memori jangka pendek
  • Sulit mengekspresikan ide.

Tahap Kedua

Gangguan yang terjadi pada tahap ini belum terlalu memengaruhi aktivitas sehari-hari penderita, namun beberapa dampaknya sudah mulai terlihat. Contohnya, penderita menjadi sulit melakukan beragam kegiatan dalam satu waktu, sulit membuat keputusan atau memecahkan masalah, mudah lupa akan kegiatan yang belum lama dilakukan, dan kesulitan memilih kata-kata yang tepat. Gejalanya meliputi :

  • Kehilangan memori yang mencapai lebih jauh ke masa lalu
  • Perubahan kepribadian yang signifikan
  • Frustasi dan mudah kebingungan
  • Membutuhkan sedikit bantuan seperti aktivitas mandi dan berpakaian
  • Penilaian yang buruk

Tahap Ketiga

Ketika sudah masuk di tahap ini, gejala mental dan fisik dari kondisi tersebut terus menurun. Seseorang dengan demensia berat, sulit dimengerti dan sudah tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Kondisi ini berjalan minimal selama 6 bulan. Gejelanya dapat kita lihat sebagai berikut :

  • Tidak mampu untuk mempertahankan fungsi tubuh, termasuk berjalan dan akhirnya menelan dan mengendalikan kandung kemih
  • Sedikit membutuhkan bantuan orang lain
  • Sulit berkomunikasi secara lancar
  • Meningkatnya resiko infeksi

Tahap Keempat

pada saat di tahap ini, penderita mulai membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berpakaian dan mandi. Ia juga akan mengalami perubahan pola tidur, kesulitan dalam membaca dan menulis, menarik diri dari lingkungan sosial, berhalusinasi, mudah marah, dan bersikap kasar. sama halnya seperti gejala pada tahap ketiga, namun gejala ini sudah semakin memburuk. Gejala tersebut adalah :

  • Sulitnya mengenali orang-orang terdekat
  • Sering berhalusinasi
  • Lupa terhadap hal apapun
  • Pola pikir menjadi sangat rendah

Tahap Kelima

Ketika sudah berada di tahap terakhir ini, seseorang dapat dikatakan mengalami demensia berat. Dementia atau demensia pada tahap ini menyebabkan penderita tidak dapat hidup mandiri. Penderita akan kehilangan kemampuan dasar seperti, berjalan atau duduk, tidak mengenali anggota keluarga, dan tidak mengerti bahasa.

Penyebab Demensia

Otak memiliki banyak daerah yang berbeda, masing-masing bertanggung jawab untuk fungsi yang berbeda misalnya, memori, pertimbangan dan gerakan. Ketika sel-sel di daerah tertentu rusak, daerah tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya secara normal.

Demensia disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Kerusakan ini mengganggu kemampuan sel-sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Ketika sel-sel otak tidak dapat berkomunikasi secara normal, maka fungsi otak seperti berpikir, berperilaku dan mengatur perasaan dapat terpengaruh.

Salah satu jenis demensia yang terkait dengan kerusakan sel otak adalah Alzheimer. Ketika protein tertentu dalam sel-sel otak mengalami peningkatan, hal itu membuat sel-sel otak sulit untuk tetap sehat dan berkomunikasi satu sama lain.

Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling sering terjadi. Penyebab Alzheimer masih belum diketahui, namun perubahan genetik yang diturunkan dari orang tua diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Selain faktor genetik, kelainan protein dalam otak juga diduga dapat merusak sel saraf sehat dalam otak.

Demensia vaskular
Demensia vaskular disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak. Stroke berulang merupakan penyebab tersering dari demensia jenis ini.

Penyebab Lain
Wilayah otak yang disebut hippocampus adalah pusat pembelajaran dan memori di otak, dan sel-sel otak di daerah inilah yang pertama kali mengalami kerusakan. Itu sebabnya kehilangan memori menjadi salah satu gejala awal Alzheimer. Sementara itu berikut beberapa penyebab dari demensia. Antara lain sebagai berikut :

  • Kekurangan vitamin
  • Masalah tiroid
  • Kelebihan penggunaan alkohol
  • Efek samping obat
  • Depresi

Cara Mengatasi Demensia

Pengobatan demensia tergantung pada penyebabnya. Dalam kasus yang progresif, termasuk penyakit Alzheimer, tidak ada obat dan tidak ada pengobatan yang memperlambat atau menghentikan perkembangannya. Tetapi ada perawatan obat sementara yang dapat memperbaiki gejala. Obat yang sama digunakan untuk mengobati Alzheimer adalah salah satu obat yang kadang-kadang diresepkan untuk membantu jenis lain demensia. Selain itu, terapi non obat juga dapat meringankan beberapa gejala demensia.

Beberapa faktor risiko demensia, seperti usia dan genetik tidak dapat diubah. Namun para peneliti terus mengeksplorasi dampak dari faktor risiko lain pada kesehatan otak dan pencegahan demensia. Beberapa hal yang paling aktif dari penelitian dalam pengurangan risiko dan pencegahan meliputi faktor kardiovaskular, kebugaran fisik, dan diet.

  • Faktor risiko kardiovaskular: Perubahan pembuluh darah di otak terkait dengan demensia vaskular. Demensia vaskular sering hadir bersama dengan perubahan yang disebabkan oleh jenis lain dari demensia. Perubahan ini dapat berinteraksi untuk menyebabkan penurunan lebih cepat atau membuat gangguan lebih parah. Anda dapat membantu melindungi otak Anda dengan beberapa strategi yang sama untuk melindungi jantung, seperti: tidak merokok, menjaga tekanan darah, kolesterol dan gula darah dalam batas yang direkomendasikan dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Latihan fisik: Latihan fisik secara teratur dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis demensia. Bukti menunjukkan olahraga dapat bermanfaat langsung bagi sel-sel otak dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak.
  • Diet: Apa yang Anda makan dapat berdampak pada kesehatan otak melalui kesehatan jantung. Bukti Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang sehat untuk jantung, seperti diet Mediterania, juga dapat membantu melindungi otak. Diet Mediterania termasuk relatif sedikit mengonsumsi daging merah dan memperbanyak biji-bijian, buah-buahan, sayuran, ikan, kerang, kacang-kacangan, minyak zaitun serta lemak sehat lainnya.

Para ilmuwan juga menyelidiki berbagai faktor yang dapat menyebabkan demensia, seperti faktor genetik, berbagai neurotransmiter, proses peradangan, faktor yang mempengaruhi kematian sel terprogram dalam otak, peran tau (protein yang ditemukan dalam neuron pada sistem saraf pusat), dan kemungkinan peran stres oksidatif ( yaitu, reaksi kimia yang dapat merusak protein, DNA, dan lipid / lemak di dalam sel).

Penelitian tersebut dapat membantu dokter dan ilmuwan lebih memahami penyebab-penyebab demensia, dan diharapkan dapat menemukan cara terbaik untuk mengobati dan mungkin mencegah demensia. Ada juga bukti bahwa faktor gaya hidup, seperti berolahraga secara teratur dan menjaga hubungan sosial, merupakan cara yang efektif untuk mengurangi risiko terkena demensia. Sekian kali ini untuk pembahasan mengenai demensia. Terima kasih.