Enuresis, Kebiasaan Mengompol Yang Tidak Hanya Terjadi Pada Anak-Anak

February 15, 2018 1727 Views

Saat kita masih kecil, seringkali secara tidak sadar kita buang air kecil di malam hari. Hal ini biasa terjadi pada usia bayi hingga usia 3 tahun. Keadaan seperti ini biasa disebut oleh masyarakat umum dengan sebutan ngompol. Ya, di Indonesia terutama, istilah ini selalu digunakan dalam menjelaskan keadaan dimana ada anak yang buang air kecil di malam hari ketika tidur.

Namun, ternyata tidak hanya pada usia anak kecil saja yang mengalami hal ini. Sebagian orang dewasa bahkan ada juga yang pernah merasakan kejadian yang bisa dibilang memalukan ini. Saat ditanya, sebagian besar orang dewasa yang mengalaminya mengatakan pada awalnya hanya bermimpi sedang buang air kecil, tapi ternyata malah benar-benar buang air kecil ketika tertidur. Dalam hal medis, kondisi mengompol ini disebut dengan Enuresis. Apa itu enuresis? Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Enuresis

Istilah enuresis ini bukan lagi hal yang asing di kalangan masyarakat terutama para ibu. Bagaimana tidak, merekalah orang yang bertangung jawab untuk menangani keadaan dimana terjadinya enuresis atau “mengompol” ini. Enuresis merupakan keadaan dimana keluarnya kencing yang umumnya sering terjadi pada anak–anak yang umumya terjadi pada malam hari. Enuresis yang biasa dikenal dengan istilah mengompol ini, jika terjadi di malam hari disebut dengan enuresis nocturnal dan jika terjadi pada siang hari disebut dengan enuresis diurnal. Hal ini masih dianggap normal bila terjadi pada balita dan apabila masih dialami anak usia di atas 5 tahun perlu mendapat perhatian khusus. Kasus ini tejadi hanya sekitar 1 diantara 100 anak yang tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Pada sebagian besar kasus ngompol dapat sembuh sendiri sampai anak mencapai usia 10-15 tahun.

Biasanya, anak yang mengalami enuresis ini umumnya menyadari bahwa dirinya basah oleh air seninya sendiri melalui mimpi seolah sedang buang air kecil di kamar mandi. Anak akan terbangun dan kemudian sudah mendapati pakaian tidurnya basah oleh air seninya sendiri. Mengompol bisa berulang dengan frekuensi 5-6 kali dalam satu minggu. Kejadian enuresis bisa bervariasi yang disebabkan oleh kebiasaan atau oleh kondisi tertentu, misalnya saat anak merasa dirinya sedang sangat tertekan. Mengompol merupakan persoalan yang sering didiskusikan dan menimbulkan perbedaan pendapat mengenai kejadian dan perawatannya. Mengompol adalah akibat dari pengeluaran air kemih normal tetapi pada saat dan tempat yang tidak diinginkan. Enuresis umumnya terjadi pada anak-anak namun kadang-kadang juga pada remaja dan orang dewasa.

Enuresis atau mengompol sebenarnya dapat dianggap normal, karena hal ini pasti terjadi pada setiap anak. Tetapi tidak jarang hal yang biasa ini masih terjadi secara tidak normal yaitu terjadi diluar umur normalnya hal ini terjadi. Sudah jelas terlihat bahwa telah terjadi suatu yang tidak normal jika hal ini terjadi.

Pada umumnya definisi enuresis ialah suatu kelainan fungsional dalam mengendalikan pengosongan kandung kemih. Dari kelainan fungsional tersebut di atas, muncul masalah yang diakui merupakan salah satu faktor kesulitan untuk memberikan definisi enuresis. Masalah tersebut ialah batasan umur anak yang dianggap telah dapat mengendalikan pengosongan kandung kemihnya. Pengertian lain menyebutkan bahwa enuresis adalah pengeluaran urin yang tidak di sadari oleh anak berumur 5 tahun atau lebih baik siang maupun malam hari.

Tipe – Tipe Enuresis

Enuresis atau mengompol ini dibagi lagi menjadi dua jenis atau tipenya. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, enuresis ini juga terjadi pada siang hari. Berikut adalah penjelasannya :

  • Enuresis noktural / Noctural enuresis ( mengompol di malam hari)

Tipe enuresis yang pertama adalah yang paling sering kita jumpai, yaitu Enuresis Noctural. Enuresis Noctural merupakan pengeluaran air kemih yang tidak disadari pada malam hari oleh seseorang yang pengendalian kandung kemihnya diharapkan sudah tercapai dan hal ini terjadi pada malam hari. Noctural Enuresis terjadi pada anak-anak yang tidak bisa menahan buang air kecil dalam waktu yang lama seperti pada saat tidur. Ngompol pada malam hari atau Noctural Enuresis itu sendiri terbadi menjadi dua jenis yaitu Nocturnal Enuresis Primer (NEP) dan Noctural Enuresis Sekunder (NES).

Seseorang dikatakan mengalami Noctural Enuresis Primer (NEP) bila kebiasaan mengompol sudah terjadi sejak bayi dan berulang terus-menerus tanpa ada suatu periode waktu berhenti. Hal ini disebabkan saraf yang mensarafi kandung kemih masih belum sempurna, sehingga anak tidak terbangun saat urin (air seni) sudah memenuhi kandung kemih.

Sedangkan seseorang dikatakan mengalami Noctural Enuresis Sekunder (NES) bila kebiasaan mengompol terulang kembali setelah 3 sampai 6 bulan berhenti. Hal ini bisa terjadi karena adanya depresi yang beremosional ataupun karena adanya penyakit yang mendasarinya, seperti diabetes dan infeksi pada kandung kemih. NES juga bisa terjadi akibat kurangnya perhatian orangtua, seperti kehadiran anak kedua dalam keluarga yang menyebabkan anak pertama merasa tersaingi. Hal ini akan mempengaruhi fisik si anak dalam bentuk depresi, sehingga akan memicu terjadinya ngompol.

  • Enuresis Diurnal (Mengompol di siang hari)

Merupakan pengeluaran air kemih yang tidak disadari pada siang hari oleh seseorang yang pengendalian kandung kemihnya diharapkan sudah tercapai dan hal ini terjadi pada siang hari. Sekitar 1% anak sehat berusia 5 tahun mengompol di siang hari dan kebanyakan dari mereka tidak mengompol di malam hari.

Masalah ini lebih umum ditemui pada anak perempuan dan biasanya disebabkan inkontinensia urgensi (ketidakstabilan kandung kemih). Setengah dari anak perempuan yang mengompol disiang hari mengalami bakteriuria. Bakteriura menyebabkan ketidakstabilan kandung kemih dan inkontinensia uregensi yang mengakibatkan celana dalam lembab dan bau yang merupakan predisposisi terhadap infeksi. Terdapat peningkatan insidensi gangguan emosional pada anak yang mengompol dan disertai infeksi dibandingkan dengan anak yang hanya mengompol. Dengan pertambahan usia, terdapat kecenderungan alami untuk tidak mengompol dan hal ini dipercepat dengan eradikasi bakteriuria dan penatalaksanaan cepat yang member tanggung jawab pada anak untuk buang air lebih sering dan menjaga kebersihan.

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Enuresis

Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penyebab terjadinya kondisi enuresis ini. Dan ternyata enuresis ini juga bisa terjadi berdasarkan keturunan. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak uraiannya berikut ini :

Penyebab Enuresis Pada Anak-Anak

  • Faktor Genetik / Familial

Hallgren dalam Suwardi (2000) menemukan sekitar 70% keluarga dengan anak enuresis, salah satu atau lebih anggota keluarga lainnya juga menderita enuresis dan sekitar 40% sekurang-kurangnya satu diantara orang tuanya mempunyai riwayat enuresis. Penelitian pada anak kembar menunjukkan bahwa anak kembar monozigot 68% akan mengalami enuresis dan kembar dizigot sebesar 36%. Bila kedua orang tua anak mempunyai riwayat enuresis maka 77% kemungkinan anak mereka mengalami hal yang sama. Jika hanya salah satu orang tua yang mengalami enuresis maka terdapat sekitar 44% kemungkinan anak akan terpengaruh. Namun jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat enuresis maka hanya 15% kemungkinan anak mengalami enuresis.

  • Hambatan perkembangan

Dasar keadaan ini adalah kesulitan mekanisme hambatan yang mengatur pengosongan kandung kemih. Pengendalian kandung kemih merupakan keterampilan yang dipelajari sendiri, anak akan belajar mengkoordinasi penggunaan otot-otot levator ani, diafragma dan otot-otot abdomen yang menghasilkan voluntary mechanism berkemih. Melalui mekanisme ini anak dapat menggandakan kapasitas kandung kemihnya 4,5 tahun dibandingkan dengan kapasitas kandung kemihnya pada umur 2 tahun. Anak yang gagal menggandakan kapasitas kadung kemihnya akan menjadi anak enuretik.

  • Faktor Psikologis

Anak yang sulit menahan kencing sewaktu tidur malam berhubungan erat dengan gangguan psikologis anak. Enuresis sekunder bisa terjadi akibat faktor psikologis, biasanya terjadi ketika anak tiba-tiba mengalami stres kejiwaan seperti pelecehan seksual, kematian dalam keluarga, kepindahan, mendapat adik baru, perceraian orang tua atau masalah psikis lainnya. Langkah awal yang harus diambil dalam mengatasi enuresis sekunder adalah mengenali perubahan-perubahan mendadak yang terjadi dalam kehidupan anak. Bila anak mengalami stres kejiwaan, penanganan secara psikologis lebih dibutuhkan. Penanganan anak yang mengalami enuresis memang tidak mudah. Tapi setidaknya kasih sayang, kesabaran serta pengertian orang tua untuk tidak memarahi atau menghukum ketika anak mengompol akan membantu membangun kepercayaan dirinya. Pengaruh buruk secara psikologis dan sosial yang menetap akibat ngompol akan mempengaruhi kualitas hidup anak sebagai seorang manusia dewasa kelak.

  • Pola Tidur

Pola tidur nyenyak pada anak berperan penting untuk terjadinya enuresis, pola tidur yang nyenyak, umumnya ditemukan pada anak enuresis primer dan kebanyakan laki-laki, penelitian menunjukkan bahwa anak dengan enuresis cenderung tidur lebih nyenyak secara bermakna dibandingka dengan saudaranya yang tidak enuresis. Terdapat hubungan antara lingkungan anak dengan enuresis, dilaporkan bahwa enuresis lebih sering terjadi pada anak-anak dari lingkungan sosial ekonomi rendah. Saat yang baik untuk memberikan latihan berkemih pada anak yaitu pada umur antara 18 – 30 bulan, saat tingkat pematangan pskologis anak mulai berkembang.

Penyebab Enuresis Pada Orang Dewasa

  • Efek Penggunaan Obat

Ada beberapa jenis obat yang bisa menjadi penyebab terjadinya ngompol pada orang dewasa, contohnya adalah efek dari penggunaan obat hipnotik. Hipnotik adalah jenis obat yang biasanya digunakan dokter untuk mengobati insomnia, obat penenang, dan prosedur operasi. Efek samping dari obat ini akan membuat orang tidur nyenyak, sehingga membuat seseorang tidak menyadari keinginan alami untuk buang air kecil. Hal inilah yang menyebabkan orang dewasa bisa ngompol saat tidur.

  • Kandung Kemih Terlalu Katif

Seperti yang diketahui, otot detrusor terletak di sepanjang dinding kandung kemih bagian dalam. Untuk mengosongkan kandung kemih, otot detrusor berkontraksi untuk memeras urin supaya keluar. Terkadang, otot detrusor berkontraksi secara spontan, akibatnya kandung kemih jadi terlalu aktif. Sebanyak 70-80 persen orang dewasa yang menderita enuresis nokturnal memiliki kandung kemih yang terlalu aktif.

  • Prostat Yang Membesar

Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian bawah kandung kemih sebelum uretra pada sistem reproduksi pria. Pertumbuhan kelenjar ini dalam isitilah medisnya disebut benign prostatic hypertrophy atau BPH. Menurut Badan Klasifikasi Informasi Ginjal dan Informasi Urologi AS, BPH bisa ini juga jadi penyebab ngompol pada orang dewasa. Pasalnya pembesaran kelenjar prostat akan berdampak pada pembesaran otot kandung kemih yang menyebabkan fungsi kandung kemih tidak stabil.

  • Infeksi Kandung Kemih

Cystitis, atau infeksi kandung kemih disebabkan oleh bakteri yang ada di dalam kandung kemih. Wanita lebih berisiko menderita infeksi kandung kemih dibandingkan pria. Pasalnya, letak uretra wanita berdekatan dengan vagina. Nah, salah satu gejala infeksi kandung kemih adalah mengompol.

  • Diabetes insipidus

Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan seseorang sering buang air kecil dan mengalami rasa haus yang berlebihan. Hal ini terjadi karena penderita diabetes mengalami kerusakan saraf bagian kandung kemihnya sehingga daya kontrol terhadap keluarnya urin melemah. Diabetes insipidus bisa membuat tidur Anda terganggu karena terlalu sering buang air kecil, dan tidak dipungkiri hal ini juga yang bisa menyebabkan seseorang mengompol saat tidur.

  • Gangguan tidur

Pada umumnya, orang akan terbangun ketika ada desakan ingin buang air kecil saat tidur. Namun orang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea keinginan untuk buang air kecil ini malah masuk dalam mimpinya. Hal ini membuat seseorang secara tidak sadar buang air kecil saat tidur.

Bagaimana Cara Mengatasi Enuresis

Keadaan enuresis ini sendiri dapat diatasi dengan menggunakan obat khusus ataupun juga bisa diatasi dengan cara terapi. Berikut penjelasannya :

Mengatasi Enuresis Pada Anak

  • Dessmopressin

Penanganan pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan obat dessmopressin. Dessmopressin adalah obat yang merupakan sintetik analog arginin vasopresin, yang mana dapat bekerja untuk mengurangi produksi air kencing dimalam hari dan mengurangi tekanan dalam kandung kencing (intravesikular). Efek samping yang sering adalah iritasi hidung bila obat diberikan melalui semprotan hidung dan sakit kepala bahkan menjadi agresif dan mimpi buruk, tapi hilang dengan pemberhentian obat. Dessmopresin dapat diberikan sebelum tidur. Dan ingatlah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini.

  • Imipramin

Sama seperti obat sebelumnya, untuk menggunakan obat ini, diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Obat yang bersifat antikolinergik tapi mekanismenya belum dimengerti. Ada teori yang mengatakan obat ini menurunkan kontraktilitas kandung kencing sehingga kemampuan pengisian kandungkencing dan kapasitanya diperbesar. Imipramin mempunyai efek yang buruk terhadap jantung.

  • Kayu Manis

Bubuk kayu manis adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu menghentikan masalah ngompol pada anak. Mengunyah kulit kayu manis adalah salah satu cara untuk mendapatkan manfaatnya, namun jika anak tidak mau mengunyah begitu saja, ada cara lain. Gunakan kayu manis bubuk dan campurkan dengan sedikit gula, lalu taburkan di atas roti panggang untuk sarapan anak.

  • Minyak Zaitun

Satu lagi ramuan alami yang sangat baik untuk mengatasi masalah mengompol pada anak adalah minyak zaitun. Cara menggunakannya yaitu dengan memanaskan minyak ini secukupnya, lalu setelah mendingin dibalurkan ke perut anak bagian bawah sambil dipijat perlahan. Efek dari pemanasan minyak tersebut akan dapat menahan proses keluarnya air seni saat anak sedang tidur malam.

  • Terapi motivasi (motivational therapy)

Kita juga bisa menangani atau mengatasi kebiasaan enuresis ini dengan cara memberikan dorongan motivasi seperti misalnya dengan memberikan hadiah pada anak bila tidak ngompol, hal ini dilihat dari catatan harian ngompol anak, bila dalam 3-6 bulan tidak berhasil maka dicari cara lain.

  • Terapi alarm (behaviour modification)

Terapi ini menggunakan alat yang bisa mengeluarkan alarm ketika anak mulai mengompol. Alat ini diletakkan di dekat alat kelamin anak , tepatnya di pakaian dalam atau bisa juga di seprai. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kelembaban di pakaian dalam anak. Ketika anak mulai mengompol, alat tersebut akan berbunyi atau bergetar sehingga anak terbangun dan bisa melanjutkan buang air kecil di kamar mandi. Cara ini dapat dikombinasikan dengan terapi motivasi. Perubahan positif akan terlihat sekitar 2 minggu atau beberapa bulan. Cara ini memiliki keberhasilan 50 % hingga 70%.

Mengatasi Enuresis Pada Orang Dewasa

  • Konsumsi Biji Labu

Para peneliti kesehatan dari Jepang memberikan informasi bahwa ternyata ekstrak biji labu bisa mengurangi resiko ngompol sebesar 80% dan bahkan bisa mengurangi kebiasaan buang air kecil sebesar 70%. Hal itu bisa terjadi karena biji labu bisa menjaga kesehatan ginjal serta memperkuat otot-otot dasar panggul. Bukan hanya itu karena biji labu mengandung sterol dan asam lemak yang bisa melindungi prostat dan meningkatkan kapasitas kandung kemih dengan lebih maksimal.

  • Senam Kegel

Menurut ilmu medis dari Timur kebiasaan ngompol terjadi karena ketidaksempurnaan dari kemampuan untuk mengendalikan keluarnya air kemih. Air kemih yang keluar tidak bisa dikendalikan dengan baik karena panggul, bagian bawah badan memiliki hawa “dingin”. Sedangkan senam kegel merupakan jenis senam yang memiliki fungsi untuk memperkuat otot panggul. Dengan rutin melakukan senam kegel maka otot-otot panggul kamu akan menjadi lebih kencang dan kuat sehingga kamu akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan keluarnya urine.

  • Berjemur Matahari Pagi

Tulang membutuhkan asupan vitamin D yang bisa berasal dari makanan namun kamu bisa mendapatkannya secara gratis dengan cara berjemur di sinar matahari pagi. Semua bagian tulang kamu termasuk tulang panggul akan menjadi lebih kuat, dimana nantinya tulang panggul kamu akan menjadi lebih kuat untuk menahan dan mengendalikan keluarnya urine.

  • Menggunakan Telur Ayam Kampung

Kamu bisa memanfaatkan telur ayam kampung untuk menghilangkan kebiasaan ngompol. Caraya cukup mudah yakni siapkan sebutir telur ayam kampung yang masih segar kemudian salah satu ujung telur lubangi lalu masukkan tujuh butir lada ke dalam telur. Tutup lubang telur tadi lalu kukus atau rebus hingga matang, kemudian kamu bisa mengonsumsi telur rebus tersebut untuk menghilangkan kebiasaan ngompol ataupun untuk mengurangi kebiasaan buang air kecil di malam hari.

Nah, itulah penjelasan mengenai enuresis. Ternyata enuresis atau mengompol ini juga terjadi pada orang dewasa. Apakah kamu termasuk orang yang masih mengompol? Semoga artikel ini bermanfaat ya.