Seperti yang kita tahu bahwa orang Indonesia sangat menyukai masakan pedas. Bagi mereka kalau makan tanpa cabai seperti hidup yang hampa tanpa kekasih (lebay banget ya). Tapi memang seperti itulah ciri khas dari orang Indonesia. Rasa pedas ini tentunya didapat dari cabai-cabai pilihan yang akan membuat masakan menjadi semakin nikmat. Nah, disini kita akan membahas tentang cabai dan tentunya dampak jika terlalu sering makan cabai.

Seperti Apa Cabai Itu?

Cabai atau chili adalah buah dan tumbuhan yang termasuk dari anggota genus Capsicum. Ini dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana bentuk penyajiannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai “bahan makanan pokok” ke sepuluh. Rasanya akan sangat sulit jika masakan Padang disajikan tanpa adanya cabai. Duh, pasti rasanya benar-benar kurang deh.

Karena cabai memiliki nilai jual yang tinggi, cabai kini telah menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan. Selain fungsi utamanya sebagai penguat rasa, cabai juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.

Pada buah cabai terkandung antioksidan yang sangat baik untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Cabai juga mengandung zat capcaisin yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit kanker. Selain itu, juga terdapat vitamin c yang cukup tinggi pada buah cabai.

Namun, meskipun memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, kalian tetap juga tetap harus memperhatikan banyaknya cabai yang kalian komsumsi supaya tidak menimbulkan gangguan pada lambung .

Di beberapa daerah di Indonesia, cabai memiliki sebutan yang berbeda-beda. contohnya seperti cabe dan cengek (Sunda), lombok (Jawa), cabhi (Madura), campli (Aceh), lasina (Batak Karo), lado (Minangkabau), tabia (Bali), sebia (Sasak/Lombok), rica (Manado), bisa (Sangir), lada (Makasar), siri (Ambon), maricang (Halmahera), rica lamo (Ternate Tidore), maresen (Papua Barat), riksak (Papua Barat).

Beberapa Jenis Cabai Dari Seluruh Dunia

Di Indonesia sendiri saja cabai yang digunakan untuk membuat suatu masakan ada beberapa jenis, begitu juga di luar negeri. Nah, disini mimin akan memperkenalkan kepada kalian beberapa jenis cabai dari seluruh dunia.

  • Rocoto

Cabai rocoto ini banyak ditemukan di Peru, Bolivia, Argentina Utara, Chile dan Ecuador. Ciri cabai rocoto ini adalah berbentuk hampir bulat, memiliki daging yang tebal seperti paprika. Cabai ini terasa sangat pedas jika bijinya berwarna hitam. Tanaman cabai rocoto dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki iklim sedang dampai dingin. Kebanyakan cabai rocoto berwarna merah, tetapi di Negara Meksiko dan Kanbia terdapat cabai rocoto yang berwarna oranye dan kuning.

  • Cabai Kathur

Disebut dengan nama cabai kathur karena buah cabainya tumbuh menjulang menghadap ke langit (dalam bahasa Jawa disebut ngathur). Cabai ini berwarna hijau ketika muda dan berubah warna menjadi merah tua ketika sudah masak.

Jika ditekan, cabai kathur ini agak terasa keras karena cabai ini memiliki jumlah biji yang sangat banyak. Jenis cabai ini dapat disimpan hingga 12 hari setelah dipetik sehingga aman saat dilakukan pengangkutan jarak jauh. Ini dikarenakan kadar air dari cabai masih rendah. Biasanya cabai ini digunakan sebagai campuran pada berbagai macam masakan pedas.

  • Cabai Rawit

Cabai rawit ini berukuran lebih kecil dari cabai keriting dan cabai merah. Tetapi cabai rawit memiliki tingkat kepedasan hingga 50.000-100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit sangat populer di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indoneia dan sekitarnya. Cabai rawit dalam bahasa Inggris yaitu bird’s eye chili pepper atau thai pepper.

Di Indonesia sendiri, cabai rawit banyak digunakan untuk bahan dasar dari pembuatan sambal, rujak dan makanan pedas lainnya. Selain itu, cabai rawit juga dapat dimanfaatkan menjadi chili oil dan digunakan sebagai pelengkap makanan gorengan.

  • Cabai Merah Besar

Cabai merah ini rata-rata berbentuk runcing dan mengerucut, tetapi ada pula yang berbentuk membulat. Memiliki kulit yang tebal dan rasanya kurang pedas. Cabai merah banyak digunakan untuk bahan baku berbagai macam sambal dan saus atau sebagai campuran masakan lain yang tidak terlalu pedas.

  • Cabai Numex Twilight (Bolivian Rainbow)

Merupakan salah satu varietas cabai yang tidak biasa. Cabai numex dikembangkan oleh New Mexico State University. Tanaman cabai numex dapat tumbuh hingga tinggi 18 inch. Buah cabai numex berwarna ungu pada awalnya, kemudian akan berubah warna menjadi oranye dan kuning, ketika sudah masak cabai ini berwarna merah. Saat ditanam cabai ini akan menghasilkan perpaduan warna seperti pelangi di atas daun yang berwarna hijau.

  • Cabai Keriting

Sama seperti namanya , jenis cabai yang satu ini memang berbentuk keriting, kurus dan panjang. Ada dua jenis cabai keriting yaitu cabai keriting merah dan juga hijau. Cabai keriting ini berukruan lebih kecil daripada cabai merah besar. Umumnya cabai keriting ini digunakan pada olahan makanan yang pedas.

  • Cabai Jalapeno (Capsicum Annuum)

Cabai jalapeno ini berasal dari Meksiko, berwarna merah dan hijau tua. Bentuk cabai ini hampir mirip seperti peluru. Jenis cabai ini dipasarkan dalam bentuk utuh atau segar dan berupa cabai kering (chipotles). Jenis cabai ini memiliki rasa yang sangat pedas. Oleh karena itu, cabai jalapeno biasanya dijual dalam bentuk acar dan dikemas dalam botol. Tingkat kepedasan cabai jalapeno mencapai 2500-8000 skala scoville. Biasanya digunakan untuk membuat acar, mustar dan dimasak menggunakan minyak sayur.

  • Cabai Setan

Cabai setan merupakan jenis cabai yang terpedas di dunia. Tingkat kepedasannya mencapai 1.001.304 skala scoville, melebih tingkat kepedasan cabai rawit. Cabai setan berasal dari timur laut India dan Bangladesh. Penduduk Assam memiliki kepercayaan bahwa cabai setan dapat membantu mengobati penyakit reumatik, osteoporosis, kanker, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Cabai setan ini berbentuk gemuk, keriput dan kecil.

  • Cabai Gendol / Gendot

Disebut cabai gendot atau cabai gendol karena memiliki bentuk yang bengkak menggembung. Di Indonesia, jenis cabai ini banyak ditemukan di perkebunan di daerah Bandung dan Dieng. Cabai gendol berasal dari Semenanjung Yucatan, tingkat kepedasannya mencapai 100.000-350.000 skala scoville.

Penghasil cabai gendol terbesar di dunia yaitu negara Meksiko. Cabai ini banyak tumbuh di sekitar Yucatan, Quintana Roo dan Campache. Cabai gendol mempunyai aroma yang unik, seperti perpaduan aroma buah dan bunga. Selain itu, cabai gendol juga mempunyai beragam warna seperti kuning, orange terang, hijau dan orange.

  • Paprika / Bell Pepper

Paprika memiliki empat varian warna yaitu kuning, hijau, merah dan oranye. Cabai jenis ini termasuk ke dalam golongan cabai kurang pedas (sweet peppers) bahkan terasa cenderung manis tetapi jika dimasak rasa manisnya akan berkurang. Yang warna hijau terasa lebih pahit daripada jenis paprika lainnya.

Paprika ini memiliki bentuk yang cukup unik, seperti lonceng, besar, dalamnya berongga dan bertekstur renyah atau keras. Paprika dipasarkan dalam bentuk utuh atau segar dan ada yang telah diolah menjadi bubuk yang digunakan untuk memberikan efek pedas sedang pada makanan.

  • Pimento / Cabai Cheri

Cabai ini berwarna merah, berbentuk seperti hati, berukuran besar. Panjangnya sekitar 7-10 cm dengan lebar 5-7 cm. Daging cabai cheri bercita rasa manis, berair dan lebih beraroma dibandingkan paprika merah. Cabai cheri biasanya digunakan sebagai campuran acar.

Apakah Manfaat Dari Mengkomsumsi Cabai?

Seperti tadi yang sudah mimin jelaskan tadi kalau cabai ini memiliki manfaat juga untuk tubuh. Inilah manfaatnya cabai untuk tubuh.

  • Mempercepat metabolisme tubuh : Cabai rawit bisa mempercepat metabolisme tubuh kalian. Oleh karena itu berbahagialah bagi kalian yang tahan dengan rasa pedas cabai rawit. Karena cabai dapat mempercepat metabolisme tubuh, maka cabai rawit termasuk makanan yang dapat membantu menurunkan berat badan.
  • Membantu jantung: Cabai rawit juga berguna bagi jantung kalian loh, karena ini dapat mencegah serangan jantung yang mematikan dalam hitungan detik. Hal ini karena karakteristik cabai rawit yang dapat membuka arteri di jantung.
  • Membantu Pertumbuhan Rambut : Cabai ternyata juga dapat membantu pertumbuhan rambut . Salah satu alasan utama dari masalah kebotakan adalah karena penurunan sirkulasi darah (darah tak lancar). Cabai bila dioleskan pada kulit kepala akan meningkatkan sirkulasi darah dan dengan demikian dapat membantu pertumbuhan rambut. Memang hal ini akan menyebabkan iritasi pada kulit kepala, akan tetapi ini akan memberikan manfaat yang baik (wadoh panas donk ntar kepalanya).
  • Membantu Meringankan rasa nyeri : Cabai rawit dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Banyak orang yang menderita sakit kepala dan mengkonsumsi cabai rawit akan memberikan manfaat untuk mengurangi rasa sakit kepala migren. Makan cabai juga akan membantu orang yang menderita gejala sinus. Cabai rawit juga dapat membantu untuk mengurangi sakit gigi dan sakit gusi.
  • Membantu menurunkan Berat Badan : Cabai rawit juga memiliki kemampuan untuk membantu menurunkan berat badan. Hal ini karena capsaicin yang pedas pada cabai rawit akan membakar lemak dan mengeluarkannya bersama keringat. Selain itu juga karena cabai rawit yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Makan cabai rawit juga akan menurunkan nafsu makan, sehingga cocok jika kalian ingin membatasi makan saat diet.

Nah, begitulah beberapa manfaat serta penjelasan tentang cabai, semoga bermanfaat bagi kita semua ya gaess :). Terima kasih