Mengenal Festival Mengerikan, Ekstrim dan Aneh Yang Ada Di Thailand

May 27, 2018 2546 Views

Ketika mendengar kata “Thailand” apa yang terfikirkan di benak kalian tentang negara yang satu ini? Mungkin yang terfikirkan bentuk negaranya kerajaan. Dan juga ada yang membayangkan dengan patung Budha dan gajah putih sebagai icon dan tempat persembahan mereka.

Ibu kota dari Thailand adalah Bangkok yang merupakan salah satu negara yang letaknya berada di kawasan Asia Tenggara yang menjadi bagian dari negara ASEAN. Thailand memiliki iklim yang hampir sama dengan Indonesia. Selain itu, Thailand juga memiliki ragam kebudayaan dan memiliki ragam festival setiap tahunnya yang banyak menarik wisatawan untuk berkunjung ke Thailand.

Salah satu festival rutin yang dilakukan oleh rakyat Thailand setiap tahunnya adalah festival vegetarian. Pastinya yang terfikirkan adalah acara yang di adakan dan memakan sayur-sayuran. Tetapi Anda salah, festival vegetarian yang di maksud terjadi di Phuket yaitu sebuah pulau yang ada di Thailand. Namun festival ini sangat bertolak belakang dengan apa yang Anda pikirkan.

Acara ini biasanya di lakukan setiap tanggal 30 September – 10 Oktober. Festival ini di lakukan sesuai dengan keyakinan masyarakat China yang tidak boleh, bahkan pantang memakan daging dan berbagai makanan lainnya selain memakan sayuran selama 9 bulan dalam kalender lunar (kalender cina).

Festival ini bertujuan agar mereka mendapatkan kesehatan yang baik dan pikiran yang tenang. Asal usul dari festival ini tidak jelas. Namun, banyak orang yang percaya bahwa awal mula festival ini dulunya adalah sekelompok opera dari China yang terkena penyakit malaria saat tampil. Akhirnya mereka melakukan diet vegetarian yang rutin dan berdoa pada sembilan dewa.

Memang Thailand terkenal familiar karena berbagai festival yang di lakukan oleh masyarakatnya. Tetapi tradisi festival yang satu ini sangat berbeda. Pasalnya kegiatan yang di lakukan sangatlah ekstrim, dimana upacara yang dilakukan untuk memanggil dewa dengan cara ekstrim seperti menindik badan, menusuk pipi dengan pisau, pedang atau barang tajam lainnya dengan pertanda bahwa dewa akan melindungi orang tersebut dari mara bahaya.

Nah, jika kalian penasaran tentang apa sebenarnya “Festival Vegetarian” itu, sebaiknya kalian kali ini menyimak benar-benar artikel yang satu ini. Tanpa basa-basi, langsung saja kita simak penjelasanya di bawah ini.

Awal Kisah Perayaan Festival Vegetarian

Festival vegetarian Thailand merupakan salah satu festival yang paling bergengsi di Phuket. Di mana festival vegetarian di rayakan di dalam dan di luar kuil-kuil Cina di seluruh kota. Setiap kuil terdapat tiang yang dinamai dengan go teng atau tiang lampu. Yang berguna untuk menyambut Sembilan Dewa Kaisar agama Tao di Cina. Setiap tiang yang dihiasi dengan sembilan lilin sebagai cahaya yang diletakkan di setiap sisinya.

Para penyembah membawa sesajian yang di bawa dari rumah mereka sendiri ke kuil untuk mendapatkan energi spiritual. Setiap kuil memiliki sembilan kursi untuk para dewa duduk. Beberapa kuil menaruh patung-patung dan di letakkan di kursi-kursi untuk menghormati dewa-dewa yang tak terlihat. Sembilan Dewa Kaisar ini berasal dari lautan dan mungkin di dasarkan pada bajak laut dalam sastra Cina kuno. Pukulan drum yang keras di sekitar kuil dan sepanjang rute prosesi berguna untuk menakuti roh jahat.

Perayaan selanjutnya adalah prosesi di jalan, dimana para peserta turun langsung ke jalanan untuk melangsungkan kegiatan festival dengan cara terang-terangan. Di tempat lain ribuan peserta berjalan melewati bara api,  atau memanjat tangga setinggi delapan meter dengan anak tangga berupa pisau-pisau tajam. Setelah menonton, para pengunjung dapat menyantap makanan khusus yang telah  disiapkan untuk perayaan ini, yang tersedia di warung makanan atau supermarket yang ada di sepanjang jalan.

Perayaan ini di perkirakan sudah ada sekitar 150 tahun yang lalu. Walaupun asal-usul dari perayaan ini belum di ketahui secara pasti, namun kebanyakan orang menganggap bahwa perayaan ini awalnya di bawa oleh sekelompok opera keliling dari Cina ke Phuket yakni sebuah pulau yang ada di Thailand yang tiba-tiba menderita sakit malaria ketika mereka sedang melakukan pertunjukan.

Selama berhari-hari mereka merasakan sakit yang tak tertahankan dan bahkan banyak dari antara mereka meninggal dunia. Mereka heran mengapa penyakit tersebut bisa tertimpa kepada mereka, sampai akhirnya mereka sadar bahwa mereka lupa untuk memberi persembahan dan penghormatan kepada Sembilan Raja Dewa (Kiu Ong Iah) pada sembilan hari pertama dalam sembilan bulan. Itulah yang menyebabkan para dewa mengutuk mereka. Kemudian salah satu pemain di kirim ke China untuk memanggil Kiu Ong Iah ke Phuket.

Untuk menebus kesalahan mereka, maka mereka telah sepakat untuk tidak makan daging dan segala macam makanan yang berasal dari hewan dan berdoa kepada Sembilan Raja Dewa yang akan menjamin kesucian tubuh dan jiwa mereka. Setelah mereka sembuh, mereka merayakan dengan menyelenggarakan perayaan yang dinamai dengan Festival Vegetarian yang dimaksudkan untuk menghormati para Dewa.

Sekaligus mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mereka karena mereka telah di sembuhkan dari sebuah penyakit yang mematikan itu. Sejak saat itu perayaan ini diselenggarakan setiap tahunnya pada sembilan hari pertama bulan ke sembilan dalam penanggalan Cina.

Festival vegetarian di Phuket di anggap sebagai festival yang paling ekstrim dan aneh yang ada di Thailand. Dimana mereka memutilasi diri mereka sendiri dengan cara menusuk pipi mereka dengan pedang, berjalan di atas bara dan memanjat tangga terbuat dari pisau pisau. Perayaan ini sangat tidak di sarankan untuk di tonton oleh kalian yang mempunyai nyali kecil dan berperasaan halus karena acaranya akan sangat menyiksa perasaan.

Ritual Yang Dilakukan Sebelum Perayaan

Banyak ritual yang harus di lakukan sebelum berlangsungnya festival, di karenakan festival tersebut melibatkan para dewa dan memanggil mereka turun dari surga yang kemudian mengirim mereka kembali. Berikut di bawah ini beberapa ritual yan harus di lakukan untuk memanggil para dewa:

  1. Sebelum festival di mulai, pada sore hari sebuah tiang besar yang biasa disebut Go Teng di berdirikan di setiap kuil. Kemudian setelah masuk tengah malam, mereka menggantungkan sembilan lentera di tiang yang menandakan pembukaan festival. Ini juga berguna sebagai gerbang sebagai tempat masuknya para dewa.
  2. Ada beberapa ritual yang dilakukan di sekitar kuil selama festival berlangsung. Kebanyakan dari mereka melibatkan Mah Song yang berguna untuk menahan rasa sakit seperti berjalan di atas bara api atau memanjat tangga pisau.
  3. Ritual yang terakhir adalah di mana mereka mengundang para dewa untuk naik kembali ke surga.

Apa saja tata upacara yang di lakukan dalam perayaan festival tersebut? Berikut di bawah ini pembagiannya:

  • Berdoa kepada dewa, baik untuk orang yang masih hidup ataupun sudah meninggal
  • Mendoakan dewa, dengan cara memegang poto dewa
  • Mandi dengan minyak panas, panjat tebing berbilah dan berjalan di atas api
  • Festival ini di akhiri dengan upacara pemberian pahala kepada para peserta yang berdoa di setiap kuil (sadoh kroh) dan pengiriman para dewa di malam terakhir.

Festival ini selalu jatuh pada hari pertama bulan ke Sembilan dalam penanggalan Cina dan selama sembilan hari para peserta harus mengikuti peraturan-peraturan berikut ini:

  1. Kebersihan tubuh selama perayaan
  2. Membersihkan peralatan dapur dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.
  3. Mengenakan pakaian putih selama perayaan
  4. Berperilaku baik jiwa dan raganya
  5. Menghindari makan daging
  6. Menghindari hubungan sex
  7. Menghindari mengkonsumsi alkohol
  8. Tidak berbohong
  9. Tidak membunuh

Namun demikian, ada perkecualian dalam perayaan ini. Ada beberapa orang yang tidak diperkenankan mengikuti perayaan ini. Mereka adalah:

  • Orang yang sedang berduka cita
  • Perempuan hamil atau yang sedang menstruasi

Nah, sekian pembahasan dari artikel kai ini mengenai Festival Vegetarian yang ada di Thailand. Jangan di tiru adegan berbahayanya ya teman.. Mengikuti tradisi boleh, tetapi jangan terlalu berlebihan.