Alat Pemadam Api Atau “Fire Extinguisher”, Mari Kita Ketahui Penjelasannya

May 29, 2018 269 Views

Pencegahan kebakaran adalah langkah yang paling utama dan wajib di lakukan oleh setiap orang. Kebakaran adalah hal tidak di inginkan semua orang, baik itu di rumah maupun di tempat kerja. Penyebab dari kebakaran sendiri sangatlah beragam, dari hal yang sepele ataupun hal yang lebih besar. Contohnya seperti membuang puntung rokok sembarangan, membiarkan tabung gas yang bocor, sampai-sampai terjadinya korsleting listrik.

Contoh-contoh di atas merupakan beberapa penyebab dari terjadinya kebakaran yang sering kita jumpai. Di Indonesia sendiri, kebakaran adalah masalah yang berat. Salah satu penyebabnya itu di karenakan perubahan iklim yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Di berbagai provinsi di Indonesia saja sering sekali terjadi kebakaran.

Faktor utama penyebab terjadinya kebakaran yaitu korsleting listrik. Apalagi bangunan rumah masyarakat yang terbuat dari kayu. Hal ini merupakan “Triangle of fire” di mana sumber api itu berada. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui tentang bagaimana cara mencegah kebakaran itu terjadi.

Ketika rumah atau perusahaan sudah kebakaran dengan api yang sudah membesar, apa yang akan segera kalian lakukan? Pastinya menyiram api dengan air. Dan ada juga yang memadamkan api dengan kain basah. Di zaman sekarang ini, bertambah tahun perkembangan semakin canggih. Alangkah mudahnya dan akan sangat membantu bila setiap rumah memiliki alat pemadam kebakaran.

Di zaman modern seperti yang sekarang ini, ada alat pemadam kebakaran yang lebih praktis. Yakni “fire extinguisher”, alat yang satu ini sangat efektif dan kita bisa melihatnya di berbagai pusat perbelanjaan ataupun kantor-kantor. Namun tahu kah kalian tak hanya tempat umum seperti itu saja yang haru memiliki fire extinguisher, di rumah kita juga harus memilikinya, sebagai alat jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Apa Yang Dimaksud Dengan “Fire Extinguisher”?

Sebuah alat pemadam kebakaran atau fire extinguisher adalah alat proteksi kebakaran aktif yang di gunakan untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran kecil dan sering di gunakan dalam situasi darurat. Menurut awal sejarah alat pemadam kebakaran ini di temukan, alat ini tidak di anjurkan untuk kebakaran yang besar. Seperti ledakan yang besar atau membutuhkan keahlian dari pemadam kebakaran.

Alat pemadam kebakaran ini terdiri dari bejana yang mempunyai tekanan silinder genggam dan mengandung agent yang berfungsi untuk memadamkan api. Ada dua jenis utama alat pemadam kebakaran, yaitu stored pressure dan cartridge-operated. Pada stored pressure, propelant di simpan dalam ruang yang sama sebagai agen pemadam kebakaran itu sendiri. Jenis propelant tergantung dari jenis agent yang di gunakan.

Jenis pemadam seperti bubuk kering misalnya seperti propelant yang di gunakan adalah nitrogen. Air dan busa biasanya menggunakan udara alat pemadam kebakaran. Jenis stored pressure adalah jenis pemadam yang paling umum. Pemadam operated-Cartridge mengandung propelant, yang di dalam cartridge terpisah dan tertusuk sebelum di buang.

Tipe ini tidak umum di gunakan, terutama di daerah-daerah seperti industri. Tidak seperti jenis stored pressure, alat pemadam ini biasanya menggunakan karbon dioksida sebagai propelant bukan nitrogen. Meskipun kartrid nitrogen di gunakan pada suhu rendah yaitu -60 C.

Jenis-Jenis Alat Pemadam Api

Berikut di bawah ini berbagai jenis perbedaan alat pemadam kebakaran beserta fungsinya. Masing-masing jenis alat pemadam dapat dengan mudah di kenali dengan nama-nama mereka, warna, dan bisa juga berdasarkan bentuk. Mari kita identifikasi dari jenis-jenis mereka dari satu sama lain. Alat pemadam api dapat di bedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan jenis bahan yang terbakar. Berikut ini penjelasan mengenai pembagian jenis alat pemadam kebakaran beserta fungsinya, seperti:

1) Alat Pemadam Api Ringan atau APAR

 

APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan alat pemadam kebakaran yang mudah untuk di bawa dan dapat di operasikan untuk satu orang. Yang di lengkapi dengan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge) yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan pada tabung. Hal tersebut dapat membantu memudahkan kita untuk dapat mengontrol kinerja dari tabung pemadam. Untuk ukurannya alat pemadam api ringan memiliki berat dari 1-9 kg. Khususnya untuk tabung pemadam ppi berisi Carbon Dioxide memiliki berat 2-7 kg.

Ada tiga jenis Alat Pemadam Api Ringan, seperti:

  • Foam (AFFF)
  • Dry Chemical Powder
  • CO2 (Carbon Dioxide)

Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam (AFFF)

 

APAR, jenis busa ini adalah jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang di sembur dan akan keluar menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk dalam proses kebakaran. Jenis busa APAR AFFF ini sangat efektif dan berfungsi untuk memadamkan api yang di timbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet dan lain sebagainya. Serta kebakaran lainnya yang di sebabkan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti minyak, alkohol, solvent dan lain sebagainya.

Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry Chemical Powder

 

Jenis APAR merupakan serbuk kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher yang terdiri dari serbuk kering kimia dan merupakan kombinasi dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering kimia yang di keluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR jenis Dry Chemical Powder ini merupakan alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

APAR jenis Dry Chemical Powder ini tidak di sarankan untuk di gunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder pada umumnya sering di gunakan pada mobil.

Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)

 

APAR jenis karbon dioksida (CO2) adalah jenis APAR yang menggunakan bahan dasar karbon dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya. Karbon Dioksida pada APAR sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (Instalasi listrik yang bertegangan).

2) Alat Pemadam Api Portable

 

Firestop adalah salah satu sistem proteksi kebakaran yang terbuat dari berbagai komponen yang di gunakan untuk memadamkan api yang terletak di dinding atau lantai dan di nilai tahan terhadap api. Kabel penetrasi yang biasa disebut dengan Multi kabel transit (MCT). Firestops telah di rancang untuk memadamkan api dan juga berfungsi menghambat penyebaran api dan asap.

3) Thermatic System

Thermatic System atau Alat Pemadam Api Thermatic merupakan alat pemadam api yang otomatis. Untuk System Thermatic biasanya terpasang secara modulair yang terdapat di plafon. Pemasangan firestop dan banyaknya cara yang dapat di sesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan ruangan yang akan di lindungi. Alat pemadam api otomatis ini akan berfungsi jika ada asap atau adanya api yang menyala dan terdeteksi oleh sensor.

Alat pemadam api otomatis yang terpasang dalam satu ruangan akan berfungsi secara bersamaan di karenakan pada ujung sprinkler untuk alat ini sudah di lengkapi dengan Actuator yang merupakan sistem elektronik. Alat ini memiliki fungsi sebagai Thermatic yang dapat di aritikan bila adanya kegagalan fungsi elektronik, maka akan tetap bekerja dari panas temperatur ± 68°C.

4) Trolley atau Alat Pemadam Api Berat (APAB)

Trolley merupakan Alat Pemadam Api Berat (APAB) yang memiliki roda. Alat pemadam api ini di lengkapi dengan regulator yang berfungsi untuk mengatur tekanan dari gas CO2/N2. Alat pemadam api ini umumnya di tempatkan di area pengisian bahan bakar. Untuk tabung pemadam api ini memiliki berat dari 20-80 kg dan harus di operasikan oleh 2 orang atau lebih. Lebih khusus lagi bagi alat pemadam api yang memiliki isi Carbon Dioxide dan memiliki ukuran berat dari 9-45 kg.

5) Hydrant

Hydrant merupakan alat pemadam api yang berfungsi sebagai sumber air untuk memadamkan api saat terjadinya kebakaran. Umumnya Hydrant terletak di area-area tertentu seperti di trotoar. Hydrant memiliki bentuk standar dan memiliki tanda khusus untuk setiap Hydrant.

 

 

 

Bahan Yang Terdapat Di Dalam Fire Extinguisher

Berdasarkan bahan pemadam api yang biasa di gunakan adalah APAR atau Alat Pemadam Api Ringan. Dan dapat di golongkan menjadi beberapa jenis. Diantaranya terdapat 4 jenis APAR yang paling umum digunakan, yaitu :

1)  Dry Chemical Powder

Merupakan kombinasi dari fosfat mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang berfungsi mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api padam. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering dan membentuk penghalang sehingga oksigen tidak dapat masuk. Sehingga dapat menutupi area kebakaran (api), akhirnya api tidak akan menyala di karenakan sudah ditutupi oleh Dry Chemical powder.

APAR DRY CHEMICAL POWDER

Kelas Kebakaran A – Benda Padat (Kain, Kayu, Kertas)
Kelas Kebakaran B – Benda Cair (Minyak, Bensin, Solar)
Kelas Kebakaran C – Benda Gas (Elpiji, Tinner)
Kelas Kebakaran E – Electrikal (Dinamo, Motor Listrik)

  • Merupakan media pemadam api yang serbaguna, aman dan luas pemakaiannya. Karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.
  • Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.
  • Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).
  • Kimia kering tidak beracun (Non Toxic).
  • Tidak berbahaya bagi makhluk hidup.
  • Tabung pemadam api adalah salah satu produk yang menggunakan bahan Dry Chemical Powder, karena memiliki tingkat kelas
  • kebakaran A, B, dan C. Alat pemadam api ini di gunakan untuk kebakaran kelistrikan.

2) Carbon Dioxide (CO2)

CO2 adalah Senyawa / bahan kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon + 2 atom oksigen, yang dapat di hasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia.

APAR CO2
Kelas Kebakaran B – Benda Cair. Contoh: minyak, bensin, solar
Kelas Kebakaran C – Benda Gas. Contoh: elpiji, tinner
Kelas Kebakaran D – Logam. Contoh: magnesium, misiu
Kelas Kebakaran E – Electrikal. Contoh: dinamo, motor listrik

  • Dapat di gunakan untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C karena merupakan bahan gas, CO2 tidak bersifat merusak, dan dengan daya guna yang efektif dan bersih.
  • Sangat efisien serta efektif di gunakan dalam ruangan seperti kantor, lab dan ruangan lainnya.
  • Carbon Dioxide (CO2) dapat menyerap panas dan sekaligus juga mendinginkan.
  • Konstruksi tabung di rancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan sudah di lengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong.
  • Tidak berbahaya untuk tumbuhan, hewan terutama manusia.

3) Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam)

Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam) adalah bahan pemadam yang berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, fluoro surfactant seperti: fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Bahan ini memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol resistant aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa / foam yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dan dapat membentuk lapisan / segmen pelindung ketika di pakai atau di semprot.

APAR FOAM
Kelas Kebakaran A – Benda Padat. Seperti kain, kayu, kertas, dll
Kelas Kebakaran B – Benda Cair. Seperti minyak, bensin, solar.
Kelas Kebakaran D – Logam. Seperti magnesium, misiu.

  • Dapat di gunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila di gunakan untuk kelas B.
  • Bersifat konduktif (Penghantar Listrik). Tidak dapat di pakai untuk memadamkan api kelas C.
  • Foam bersifat ringan, dan sangat efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen serta menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar (meluas) kembali.
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

4) Gas Pengganti Hallon (Clean Agent)

Gas Pengganti Hallon (Clean Agent) adalah senyawa kimia yaitu hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts.

  • Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu.
  • Sangat efektif untuk di gunakan pada semua kelas kebakaran A, B dan C.
  • Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.
  • Alat pemadam api gas pengganti halon ini sangat bersih dan ramah lingkungan, dan
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api

  1. Tarik kunci pengaman. Saat mencabut kunci pengaman yang perlu di perhatikan jangan menekan kedua tuas yaitu tuas atas dan tuas bawah secara bersamaan hal ini akan membuat pin atau kunci pengaman susah di lepas karena pin tertekan.
  2. Pegang bagian ujung selang. Jangan sekali kali menekan bagian tengah atau pangkal selang. karena akan mengakibatkan media tidak terarah dengan baik.
  3. Arahkan selang ke sumber api. Mengarahkan selang tepat ke sumber api akan mempercepat proses pemadaman. Kesalahan yang sering di lakukan, yaitu pengguna mengarahkan ke bagian atas sumber api atau tepatnya yang di tembak bagian lidah apinya sehingga kebakaran lama padam bahkan resiko terburuk api tidak padam.
  4. Tekan tuas (katup) ke bagian atas sepenuhnya. Lakukan hal ini dengan benar karena dengan menekan tuas secara penuh akan lebih cepat mengeluarkan seluruh isi media alat pemadam kebakaran, sehingga api segera padam.
  5. Sapukan dari satu sisi ke sisi lainya. Hal ini di lakukan agar media merata dan kebakaran dapat di padamkan dengan cepat dan mudah.

 

Unsur-Unsur Penyebab Terjadinya Kebakaran

Kebakaran sering terjadi akibat bertemunya 3 unsur, yaitu : bahan yang dapat mudah terbakar, suhu penyalaan / titik nyala dan zat pembakar (O2 atau udara). Untuk mencegah terjadinya kebakaran adalah dengan mencegah bertemunya salah satu dari dua unsur tersebut. Yaitu dengan cara melakukan identifikasi bahan bakar tersebut. Adapun tiga elemen tersebut adalah :

Oksigen
Dalam udara normal, kandungan oksigen adalah sebanyak 20 %. Dimana dapat di lepaskan oleh zat kimia sebagai pengoksidasi seperti pupuk nitrat.

Bahan bakar
Bahan bakar yang dimaksud disini adalah bahan apa saja yang dapat terbakar, diantaranya :

  • Dalam bentuk padat, semakin kecil bentuknya, semakin mudahlah bahan tersebut menyala atau terbakar.
  • Dalam bentuk cair, semakin rendah titik nyalanya, semakin mudahlah bahan tersebut menyala.
  • Dalam bentuk gas dengan kosentrasi yang di perlukan dalam batas penyalaan.

Penyalaan
Penyalaan yang di sebabkan oleh berbagai sumber yang akan menaikkan temperature di atas titik nyala yang meliputi :

  • Puntung rokok
  • Percikan listrik dan hubungan singkat dari listrik
  • Listrik statik
  • Perlengkapan yang memanas dan bantalan yang mengalami panas berlebih
  • Pipa pemanas
  • Percikan api dari operasi pengelasan atau proses pembakaran.

Demikianlah penjelasan kami mengenai alat pemadam kebakaran ringan maupun kebakaran berat yang mudah dan lebih praktis di zaman modern sekarang ini. Semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya.