Menggunakan Plastik Untuk Kegiatan Sehari-hari, Apa Anda Tau Akibat Yang Di Timbulkan?

May 28, 2018 280 Views

Pada zaman sekarang ini, plastik sudah sering sekali di gunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan plastik di zaman sekarang, telah banyak menggantikan material rumah tangga yang terbuat dari bambu, kayu, rotan dan masih banyak yang lainnya.

Contohnya saja dalam kehidupan berumah tangga kita lebih sering menjumpai langsung dengan barang- barang yang terbuat dari plastik dari pada barang-barang yang terbuat dari bambu, kertas, kayu dan bahan lainnya yang dulu biasa kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Contoh barang-barang yang sering kita jumpai dari plastik seperti sandal, piring, sendok, gelas, kipas angin, baskom dan masih banyak yang lainnya.

Masyarakat lebih memilih alat rumah tangga yang terbuat dari plastik untuk kebutuhan mereka di karenakan plastik di rasa lebih mudah di dapat dan awet. Selain itu harganya yang bisa di jangkau menjadi salah satu alasan yang paling kuat mengapa mereka lebih memilih plastik. Di balik kemudahan untuk mendapatkannya awet dan harganya yang murah, apakah plastik dapat menimbulkan masalah bagi manusia? Mengapa hal itu bisa terjadi? Lalu bagaimana cara kita supaya dapat meminimalisir hal seperti itu?

Untuk mengetahui zat yang terkandung dalam plastik dan untuk mengetahui bahaya plastik bagi kesehatan serta mengetahui cara mengurangi bahaya plastik, maka pada artikel kali ini kita akan membahasnya. Mari kita lihat bersama-sama!

Seperti Apakah Plastik Itu?

Untuk mengurangi kekeliruan pemahaman kita tentang plastik, sebaiknya kita ketahui dulu apa pengertian, jenis, manfaat, bahaya penggunaan, dan penjelasan lainnya mengenai plastik.

Plastik merupakan polimer rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang-ulang, atau monomer. Plastik yang sering kita lihat atau pada umumnya adalah terdiri dari polimer karbon. Tetapi ada juga yang terdiri dari oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang yang terletak di tulang belakang. Yang di maksud dengan tulang belakang ialah satuan dari rantai yang berada di jalur utama yang dapat menyambungkan unit monomer menjadi satu kesatuan.

Definisi yang mudahnya ialah plastik sebagai polimer yang bercabang atau linear yang dapat di lelehkan atau di lunakkan dengan menggunakan api atau dengan menggunakan suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah dari pada serat.

Material plastik pertama kali di gunakan sejak abad ke-19. Hal ini bisa di lihat dari banyaknya plastik yang di buat dan dicetak. Akan tetapi pada tahun 1990-an, plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat di inginkan orang zaman dulu. Hal ini terbukti dari banyaknya material plastik yang di buat dan di cetak.

Tiap tahunnya, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005, plastik di cetak sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik? Sebab hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan dalam sehari-hari itu terbuat dari plastik. Misalnya botol, sandal, tas, keranjang, ember, gelas, dan lain-lainnya. Plastik menjadi primadona kebanyakan orang karena di anggap lebih awet, kuat, dan ringan.

Meski sifatnya hampir sama dengan logam yaitu awet dan kuat, tetapi kebanyakan orang menganggap logam terlalu berat dan mahal. Hal itulah yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi. Akibatnya sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap tahunnya. Sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastik.

Asal Usul Plastik

Awalnya plastik yang berasal dari bio bahan-bahan seperti telur dan darah protein yang merupakan polimer organik. Pada tahun 1600 SM, kebanyakan orang mesoamerika menggunakan karet alam untuk menjadikan bahan dasar sebagai bahan pembuatan bola, band, dan patung-patung. Pada tahun 1800-an, plastik sebagai bahan kimia industri yang di kembangkan selama revolusi industri. Pengembangan plastik juga di percepat oleh Charles Goodyear yaitu penemuan yang di lakukan dari proses vulkanisasi termoset yang terbuat dari bahan yang berasal dari karet alam.

Kemudian pada tahun 1897, Hanover jerman pemilik wilhelm krische yang di tugaskan untuk mengembangkan sebuah alternatif untuk membuat papan tulis. Resultan tanduk seperti plastik yang terbuat dari susu protein kasein dan di kembangkan dengan cara bekerjasama dengan kimiawan austria yaitu Friedrich atau Adolph Spitteler. Pada hasil akhirnya adalah dengan tidak cocoknya tujuan asli yang tidak tercapai.

Pada tahun 1893, kimiawan perancis Auguste Trillat menemukan cara untuk insolubilize kasein dengan pencelupan dalam formalin untuk memproduksi bahan yang akan di pasarkan sebagai galalith. Pada awal 1900-an, bakelite sepenuhnya terbuat dari bahan sintetis yang merupakan termoset pertama dan telah di laporkan oleh kimiawan Leo Baekeland yang berasal dari Belgia yaitu dengan cara menggunakan fenol dan formalin.

Setelah perang dunia ke- I, perbaikan dalam teknologi kimia yang menyebabkan ledakan dalam bentuk-bentuk baru dari plastik. Dengan produksi massal yang di mulai pada tahun 1940-1950-an (sekitar perang dunia II). Di antara contoh awal dalam gelombang baru polimer adalah polystyrene (PS), yang pertama kali di produksi oleh BASF tahun 1930-an dan Polivinil Klorida (PVC) dan pertama kali di buat pada tahun 1872 tetapi komersial yang di produksi di akhir 1920-an.

Pada tahun 1923, durite plastik inc merupakan produsen pertama dari fenol yang berasal dari furfural resin. Pada tahun 1933, polyethylene telah di temukan oleh peneliti Imperial Chemical Industries (ICI) Reginald Gibson dan Eric Fawcett. Pada tahun 1954, polypropylene di temukan oleh Giulio Natta dan mulai di produksi pada tahun 1957.

Pada tahun 1954, bakar expanded polystyrene adalah alat di gunakan untuk membangun isolasi, kemasan dan cangkir yang diciptakan oleh Dow Chemical. Polyethylene terephthalate (PET) penemuan yang di kreditkan kepada karyawan Asosiasi Calico printer di Inggris pada tahun 1941. Hal ini di lisensikan kepada DuPont untuk Amerika Serikat dan ICI. Dan juga sebagai salah satu dari beberapa plastik yang sesuai sebagai pengganti kaca dalam banyak keadaan. Yang mengakibatkan luas menggunakan untuk botol di Eropa.

Jenis-Jenis Plastik Dan Pembagiannya

Plastik merupakan komponen yang paling penting dari banyak produk konsumen yang sering di gunakan. Termasuk botol air minum dan produk lainnya. Namun, tidak setiap jenis plastik itu sama. Di lihat dari yang paling umum jenis plastik dan contoh-contoh produk yang masing-masing kode resin plastik. Pada umumnya, plastik dapat di golongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan sifatnya, berdasarkan kinerjanya, berdasarkan jumlah rantai karbonnya, berdasarkan sumbernya. Contohnya seperti yang ada di bawah ini.

Berdasarkan sifat fisikanya:

Termoplastik

 

Termoplastik, merupakan jenis plastik yang bisa di daur-ulang / di cetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)

Termoset

Termoset, merupakan jenis plastik yang tidak bisa di daur-ulang / di cetak lagi. Pemanasan ulang yang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contohnya: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

Berdasarkan kinerja dan cara penggunaannya:

  • Plastik komoditasSifat mekaniknya yang tidak terlalu bagus dan tidak tahan akan panas. Contohnya pada aplikasi barang-barang seperti elektronik, pembungkus makanan, dan botol minuman.
  • Plastik teknikTahan panas dan dapat di gunakan pada temperatur di atas 100 °C. Mempuyai sifat mekanik yang bagus. Contohnya aplikasinya seperti komponen otomotif dan elektronik.
  • Plastik teknik khususTidak dapat di gunakan pada temperatur suhu di atas 150 °C. Mempunyai sifat mekanik yang sangat bagus di karenakan mempunyai kekuatan dengan daya tarik di atas 500 Kgf/cm². Contohnya seperti yang terdapat pada komponen pesawat.

Berdasarkan jumlah rantai karbonnya:

1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
5 ~ 11 Cair (bensin)
9 ~ 16 Cairan dengan viskositas yang rendah
16 ~ 25 Cairan dengan viskositas yang tinggi, seperti oli, minyak gemuk
25 ~ 30 Padat, contohnya seperti parafin, lilin
1000 ~ 3000 Plastik, contoh polistiren, polietilen, dll.

Berdasarkan sumbernya:

  • Polimer alami, contohnya seperti: kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut.
  • Polimer sintetis, tidak terdapat secara alami. Contohnya seperti nylon, poliester, polipropilen, polistiren. Terdapat di alam tetapi di buat dengan proses buatan. Contohnya karet sintetis. Polimer alami yang di modifikasi. Contohnya seperti: seluloid, cellophane yang bahan dasarnya yang terbuat dari selulosa dan telah mengalami proses modifikasi yang di lakukan secara radikal sehingga dapat menghilangkan sifat-sifat kimia dan fisika dari asalnya.

Kemudian ada pula penggolongan plastik pada industri yang cukup penting untuk kita ketahui. Karena bagian inilah yang paling sering kita gunakan dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Kita dapat melihat jenis plastik apa yang biasanya sering kita gunakan. Biasanya di bawah plastik yang kita gunakan ada nomor yang menunjukkan jenis plastiknya. Berikut di bawah ini jenis-jenisnya.

Penggolongan Plastik pada industri:

  • PETE (Polyethylene Terephthalate) atau Kode 1

PETE atau PET merupakan salah satu jenis plastik yang sering di gunakan sebagai wadah makanan. Plastik PETE dapat kita temukan pada hampir semua botol air mineral dan beberapa pembungkus barang atau makanan. Plastik ini sudah di rancang untuk satu kali penggunaan saja. Apabila plastik jenis ini di gunakan berulang-ulang, maka dapat meningkatkan resiko ikut terkonsumsinya bahan plastik dan bakteri yang berkembang pada bahan itu. Hal ini di sebabkan karena jenis plastik PETE ini sulit untuk di bersihkan dari bakteri dan bahan plastik PETE yang bersifat racun. Plastik ini sebaiknya di daur ulang dan tidak di gunakan kembali.

  • HDPE (High-Density Polyethylene) atau Kode 2

Plastik HDPE merupakan jenis plastik yang biasanya di gunakan untuk membuat botol susu, botol deterjen, botol shampo, botol pelembab, botol minyak, mainan, dan beberapa jenis tas plastik lainnya. HDPE merupakan plastik yang paling umum di daur ulang dan di anggap sebagai plastik yang aman. Proses daur ulang plastik ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Plastik HDPE ini sangat keras dan tidak mudah rusak karena pengaruh sinar matahari, panas yang tinggi, atau suhu yang dingin. Karena itu, HDPE di gunakan untuk membuat meja piknik, tempat sampah, dan produk lain yang membutuhkan ketahanan terhadap cuaca.

  • PVC (Polyvinyl Chloride) atau Kode 3

Plastik PVC ini memiliki sifat yang lembut dan fleksibel. Plastik jenis ini biasanya di gunakan untuk membuat plastik pembungkus makanan, botol minyak sayur, dan mainan anak-anak seperti pelampung renang. Selain itu plastik jenis ini juga di gunakan untuk membuat pipa plastik, dan komponen kabel komputer. PVC di khawatirkan sebagai “plastik beracun” karena mengandung berbagai racun yang dapat mencemari makanan. Plastik ini juga sering di daur ulang. Produk PVC sebaiknya tidak di gunakan kembali sebagai bahan pembungkus makanan.

  • LDPE (Low-Density Polyethylene) atau Kode 4

LDPE yang biasa di temukan pada pembungkus baju, kantung pada layanan cuci kering atau yang sering kita kenal dengan laundry, pembungkus buah-buahan yang digunakan supaya buah yang ada di dalamnya agar tetap segar, dan pada botol pelumas. LDPE di anggap memiliki tingkat racun yang rendah di bandingkan dengan plastik yang lainnya. LDPE tidak umum untuk di daur ulang, jika di daur ulang plastik LDPE biasanya di gunakan sebagai bahan pembuat ubin lantai.

  • PP (Polypropylene) atau Kode 5

Plastik PP bersifat kuat, ringan, dan tahan terhadap panas. Plastik PP mampu menjaga bahan yang ada di dalamnya dari kelembaban, minyak dan senyawa kimia lain. PP biasanya di gunakan sebagai bahan pembungkus pada produk sereal sehingga tetap kering dan segar. PP juga di gunakan sebagai ember, kotak margarin dan yogurt, sedotan, tali, isolasi, dan kaleng plastik cat. Plastik dari PP di anggap aman jika di gunakan kembali dan dapat di daur ulang.

  • PS (Polystyrene) atau Kode 6

Polystyrene atau styrofoam yang merupakan plastik yang murah, ringan, dan mudah di bentuk. Plastik jenis ini banyak di gunakan dalam berbagai kebutuhan. Biasanya plastik PS di gunakan sebagai botol minuman ringan, karton telor, kotak makanan, dan pembungkus bahan yang akan di kirim dalam jarak jauh.

Plastik PS ini mudah rusak dan rapuh, sehingga mudah terpotong-potong menjadi kecil dan mudah mencemari lingkungan. Senyawa styrene pada plastik polystyrene mungkin bisa lepas dari plastik tersebut dan jika terkonsumsi dapat memicu kanker dan gangguan sistem reproduksi. Oleh karena itu, jika memungkinkan kita dapat menghindari plastik ini untuk digunakan sebagai pembungkus makanan.

  • Bahan Plastik Lain (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN) atau Kode 7

Kategori plastik dengan kode 7 ini di gunakan sebagai kode plastik yang terbuat dari bahan yang telah di jelaskan sebelumnya. Plastik ini biasanya di gunakan untuk membuat aksesoris kendaraan. Namun ada juga pabrik yang menggunakan plastik ini sebagai bahan baku pembuatan botol minuman bayi dan pembungkus makanan.

Penggunaan plastik jenis ini biasanya di gunakan sebagai botol minuman dan pembungkus makanan sangat tidak di anjurkan. Karena salah satu zat penyusun plastik ini misalnya BPA (Bisphenol A) merupakan senyawa yang dapat mengganggu kerja hormon-hormon tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menghindari penggunaan plastik yang memiliki kode 7 (tujuh) ini.

Bahan Baku Dalam Pembuatan Plastik

Plastik tergolong atas senyawa polimer. Yang strukturnya terdiri atas rantai atom karbon(C) yang panjang, sehingga masing-masing atom C saling mengikat atom hidrogen (H). Selain itu juga, rantai atom C mengandung atom oksigen (O). Ketika sebuah kantong plastik kita isi dengan air, maka air tak dapat menerobos pori-pori plastik yang sangat kecil. Jauh lebih kecil di bandingkan dengan selaput semi permeabel. Bahkan udara pun tak dapat menembus plastik. Polimer plastik ini ikatan kimianya sangat kuat. Serat polimer ini menempel ketat yang satu-satu dengan lainnya.

Berbagai produk pertanian, mineral, dan bahan organik seperti batubara, gas alam, minyak bumi, batu kapur, silica dan belerang yang merupakan bahan baku dari plastik. Pada waktu proses pembuatan di tambahkan seperti zat pewarna, pelarut, pelumas, plastiser, dan bahan pengisi. Bubuk kayu, tepung, kapas, serat kain-kainan, asbes, serbuk logam, grafit, lempung, gelas, dan tanah kresik yang juga merupakan bahan pengisi utama.

Bahan pengisi dapat menurunkan harga, menurunkan pengerutan, meningkatkan daya tahan panas, meningkatkan kekuatan impak, dan dapat menghasilkan sifat-sifat lainnya.

1) Bahan Termoseting

  • Phenol

Dibuat dengan meraksikan penol dengan formaldehida. Sifat bahan keras, kuat dan awet dapat di cetak dengan berbagai kondisi. Di gunakan untuk bahan pelapis dan laminating pengikat batu gurinda, dan pengikat logam, dapat di cetak menjadi kotak, tutup botol, tangkai pisau, kotak radio dan TV.

  • Resin Amino

Resin yang terpenting ialah formal dehida urea dan formal dehida-melamin. Di gunakan untuk rumah alat peralatan listrik, alat pemutus hubungan listrik, dan kancing.

  • Resin Furan

Berasal dari pengolahan limbah pertanian seperti tongkol jagung dan biji kapas. Yang biasanya digunakan untuk mengikat inti pasir, pengeras campuran.

  • Epoksida

Yang di gunakan untuk pengecoran, pelapisan dan perlindungan bagian-bagian listrik,campuran cat, dan perekat. Mempunyai sifat daya tahan kimia dan stabilitas dimensi yang baik setelah resin di awetkan.

  • Silikon

Bahan dasar silicon. Sifat khasnya yaitu stabillitasnya, yang mempunyai ketahan terhadap suhu yang tinggi untuk waktu yang lama, kedap air, dan mempunyai karakteristik suhu rendah dan listrik yang baik.

2) Bahan Termoplastik

  • Selulosa

Produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Sifat yang kuat menjadikan selulosa digunakan untuk mainan anak-anak, selubung baterai, bulu kuas, panelradio.

  • Polisteren

Digunakan untuk kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es dll.

  • Polietilen

Sifat yang fleksibel pada suhu rendah dan tinggi, kedap air, tahan terhadap zat kimia, dapat di patri dan dapat berwarna-warni. Di gunakan untuk cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air dll.

  • Resin Akrilik

Sifat mempunyai daya tembus cahaya yang sangat baik, mudah di buat, dan tahan terhadap kelembaban. Di gunakan untuk jendela pesawat terbang, pintu, penutup alat ukur, alat kecantikan dll.

  • Resin Vinil

Sifat jernih dan liat. Di gunakan untuk jas hujan, tangki dan produk cetak fleksibel.

  • Karet sintesis

Sifat yang tahan terhadap bensin, minyak, dan cat, sinar matahari. Di gunakan untuk membuat selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi.

Keunggulan Dan Kelemahan Dari Plastik

Banyaknya orang yang lebih memilih peralatan rumahtangga dengan bahan plastik bukan berarti tidak memiliki yang namanya kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu Beriku ini adalah beberapa kekurangan dan kelebihan dari plastik.

Keunggulan:

  • Kuat
  • Ringan
  • Flaksibel
  • Tahan Karat
  • Tidak Mudah Pecah
  • Mudah diberi warna sehingga menambah daya tarik
  • Mudah dibentuk untuk berbagai fungsi
  • Isolator panas/listrik yang baik

Kelemahan:

  • Beberapa jenis plastik tidak tahan panas.
  • Beberapa jenis plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami (non-biodegradable).
  • Jika tidak digunakan sesuai fungsinya, bahan-bahan kimia yang terkandung dalam plastik dapat membahayakan kesehatan.

Bahayanya Plastik Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Berikut di bawah ini beberapa penjelasan tentang bahaya plastik. Baik dari segi kesehatan manusia ataupun lingkungan. Mari kita simak.

  • Menyebabkan Kanker

Plastik tampaknya adalah barang biasa yang memang banyak memberikan keuntungan dan bantuan pada kita. Namun bahayanya bila sampai terurai, partikel plastik bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan menyebabkan kanker. Ini di karenakan di udara, plastik mengalami penguraian sebagai dioksin.

  • Menganggu Kesehatan Sistem Saraf

Apabila penguraian plastik sebagai dioksin tersebut sampai di hirup oleh manusia, bahayanya tak hanya sekadar kanker. Bagian sistem saraf kita pun mampu terserang sehingga terjadi kerusakan di sana. Gangguan sistem saraf ini pun biasanya bakal berimbas juga pada kinerja organ-organ dalam kita yang lain. Ini biasanya di karenakan pembakaran plastik tidak berjalan sempurna.

  • Meningkatkan Potensi Depresi

Depresi biasanya berawal dari kondisi stres yang sudah menjadi parah. Hal ini pada umumnya di sebabkan oleh masalah internal maupun eksternal di mana depresi kemudian berujung pada gangguang jiwa dan mental. Hanya saja, potensi depresi ini dapat di sebabkan oleh paparan senyawa berbahaya dari plastik yang saat proses pembakaran yang tak sempurna.

  • Pembengkakan Hati

Berbagai masalah kesehatan yang dapat di picu oleh penggunaan dan bahkan pembakaran kantong plastik. Perlu kita ketahui bersama bahwa kantong plastik, khususnya yang datang dengan warna hitam itu rata-rata adalah produk daur ulang. Maka bila makanan panas yang langsung di taruh di sana akan lebih berisiko memengaruhi organ dalam kita, tak terkecuali bagian hati.

  • Gangguan Reproduksi

Baik wanita maupun pria sebaiknya berhati-hati dan senantiasa menggunakan kantong plastik dengan benar. Gangguan reproduksi adalah salah satu ancaman terbesar akan kantong plastik. Ini di sebabkan oleh adanya bahan kimia tambahan yang beragam ada di dalam kantong plastik. Sisa monomer yang tidak bereaksi terhadap plastik pun juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

  • Radang Paru-paru

Masih dengan alasan yang sama, bahan kimia berbahaya yang terdapat di dalam kantong plastik cukup tak terduga. Salah satu senyawa yang ada di dalam kantong plastik penyebab gangguan kesehatan seperti kanker dan radang paru-paru adalah PET atau sebutan lainnya adalah Polyetylene Terephthalate. Ada zat karsinogenik yang bakal keluar dari penggunaan botol atau kantong plastik, terutama saat terkena paparan panas.

  • Mengakibatkan Banjir

Tak hanya berbahaya bagi kesehatan, kantong plastik juga sangat berbahaya bila pembuangannya tidak pada tempat yang tepat. Bagi lingkungan, kantong plastik ini bakal menyebabkan penyumbatan pada saluran air. Kemudian banjirlah yang pastinya bakal merugikan suatu lingkungan tempat tinggal tertentu.

  • Menurunkan Tingkat Kesuburan Tanah

Dampak kantong plastik yang lain juga buruk bagi tanah. Di karenakan sirkulasi udara di dalam tanah menjadi terhalang. Ruang gerak makhluk bawah tanah pun menjadi terhambat dan terganggu. Padahal tugas para makhluk tersebut adalah menyuburkan tanah.

  • Hewan Terjerat

Tak hanya hewan yang hidup di dalam tanah atau pun di darat, hewan yang berada di laut pun akan mengalami kerugian akibat kantong plastik. Akibat dari tumpukan plastik yang pembuangannya tidak tepat bisa membuat para hewan tersebut menderita. Kemungkinan bagi mereka untuk terjerat dalam timbunan plastik sangat besar, apalagi kalau para hewan tersebut sampai mengonsumsinya.

  • Meracuni Makhluk Hidup

Apabila seekor hewan memakan kantong plastik dan kemudian mereka mati. Kantong plastik yang telah di makan dan berada di dalam tubuh hewan tersebut pun tak akan bisa hancur. Hanya tubuh hewannya saja yang menjadi bangkai, tapi plastik yang ada di dalamnya itu tidak bisa hancur. Inilah yang kemudian bisa menjadi racun dan menyebar ke hewan maupun makhluk hidup lainnya.

  • Mencemari Air

Parahnya lagi, air minum yang ada di lingkungan hidup kita bisa di perburuk oleh kantong plastik yang mengurai. Bahan kimia yang penuh racun seperti Bisphenol A, Styrene Trimer, serta produk sampingan Polystyrene dapat mencemari air. Air yang biasa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari tentunya dapat tercemar dan kemudian memengaruhi kesehatan kita.

  • Memicu Polusi Udara

Banyak orang memutuskan untuk membakar plastik agar tidak menumpuk di rumah. Namun sebenarnya pembakaran ini prosesnya akan membuat atmosfer terkontaminasi. Karena dari plastik yang melalui proses pembakaran bakal terlepaslah bahan kimia mengandung racun. Inilah yang lalu menjadi faktor pemicu terjadinya polusi udara.

Cara Menghindari Bahayanya Plastik Pada Makanan

Berdasarkan penjelasan yang sudah di jelaskan di atas, itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Berikut cara yang bisa kita terapkan di rumah:

  1. Hati-hati dalam memilih wadah dan kemasan plastik. Ada beberapa produk yang mendesain plastik khusus untuk mengemas atau membungkus makanan baik dalam keadaan panas maupun dingin. Maka gunakan saja produk khusus ini sesuai dengan fungsinya. Walaupun harganya mungkin lebih mahal, namun dari segi keamanan lebih bisa dip ertanggungjawabkan.
  2. Jangan menggunakan plastik kemasan untuk mengolah makanan. Gunakan plastik kemasan yang hanya berfungsi untuk membungkus, bukan untuk mengolah. Sebab di khawatirkan perubahan komponen kimia yang masuk ke dalam makanan akibat proses pengolahannya dapat mencemari makanan itu sendiri. Menghemat biaya bukan suatu alasan kalau akhirnya dampak buruk terjadi pada diri kita.
  3. Jangan menggunakan plastik yang tidak di desain untuk makanan. Pilih yang hanya berguna untuk membungkus atau mewadahi seperti kantong kresek hitam. Hal ini sering di lakukan dan tanpa di sadari, terutama untuk membungkus gorengan, daging atau sayuran dan buah-buahan. Gunakan kantong plastik kresek putih atau yang transparan. Jenis ini tergolong aman karena di buat bukan dari bahan plastik daur ulang.
  4. Jika memang terpaksa membungkus makanan dengan kantong plastik kresek hitam, usahakan jangan terlalu lama. Ini hanya dalam kondisi darurat, dimana kantong khusus tak bisa di peroleh. Segera keluarkan isinya begitu pembungkus sudah tidak di gunakan lagi. Atau segera ganti plastik begitu kemasan khusus sudah di peroleh.
  5. Menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh merupakan hal yang utama. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan berserat tinggi. Demikian pula dengan buah-buahan dan sayuran yang diyakini mengandung anti oksidan dapat menangkal radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

Cara Mengurangi Penggunaan Plastik

Berikut di bawah ini adalah tips-tips yang dapat di lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik :

  1. Mengisi kembali botol minuman bekas dengan air matang dari rumah jika berpergian. Atau anda dapat menggunakan travel mug / tupperware anda saat kekantor, kampus atau sekolah. Sehingga anda tidak perlu membeli minuman dalam kemasan. Selain lebih gaya, travel mug / tupperware anda dapat mempertahankan hangatnya minuman dimanapun anda berada.
  2. Membawa sendiri kantong plastik dari rumah dalam kapasitas yang besar atau seperlunya untuk memadai bila merencanakan untuk berbelanja. Atau anda dapat sediakan tas khusus belanja sehingga tidak perlu lagi menggunakan tas plastik dari toko atau supermarket. Kalaupun Anda harus menggunakan tas plastik, simpanlah kantong plastik tersebut dengan rapi agar bisa di gunakan lain waktu. Hal ini dapat dapat mengurangi jumlah konsumsi sampah plastik.
  3. Mengumpulkan dan memberikan sampah plastik kepada pemulung, tidak membuang dan membakarnya, karena pembakaran platik dapat menimbulkan pencemaran udara dan meracuni tanah.
  4. Memanfaatkan ulang botol/wadah platik untuk pot tumbuhan atau bentuk pekerjaan tangan yang lain.
  5. Tidak menggunakan kemasan apapun berbahan dasar plastik untuk membawa atau membungkus nasi atau makanan lain. Sebaiknya menggunakan kemasan yang lebih higienis seperti daun pisang atau rantang.
  6. Tidak membuang sampah terutama sampah plastik di sembarang tempat, melainkan membuangnya di tempat yang telah di sediakan bagi sampak plastik. Sekarang sudah muncul beberapa tempat sampah khusus untuk plastik. Buanglah sampah plastik pada tempat sampah ini. Supaya sampah plastik nantinya akan di daur ulang.

Demikianlah penjelasan kami mengenai plastik yang setiap hari kita gunakan. Mengenai Apa itu plastik, jenis-jenis plastik, baik yang aman digunakan maupun kurang baik digunakan, tentang bahaya, dan bagaimana cara mengurangi bahaya penggunaan plastik. Setelah mengetahui penjelasan di atas tentang semua hal yang terkait tentang plastik, tentunya kita mulai sadar bahwasannya tidak semua kemasan plastik aman bagi kesehatan dan baik untuk lingkungan. Semoga dengan apa yang kami paparkan di atas, kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar dampak negatif dari plastik dapat kita hindari, baik bagi diri kita sendiri maupun lingkungan yang kita tempati sekarang.