• Floor mop and bucket for washing in room
    Floor mop and bucket for washing in room

Sering Menggunakan Pembersih Lantai? Sebaiknya Harus Ketahui Beberapa Hal Ini

May 29, 2018 258 Views

Biasanya kegiatan menyapu dan mengepel merupakan salah satu kegiatan yang sering di lakukan oleh kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Di zaman sekarang ini tidak ada yang perlu di persulit. Kebanyakan ibu-ibu rumah tangga, sering menggunakan pembersih lantai yang langsung jadi atau yang lebih praktis. .

Pembersih lantai modern yang lebih praktis dan banyak di jual di pasaran. Kebanyakan orang ingin mencari cara yang simpel dan bahan yang mudah di dapat serta dengan harga yang murah. Biasanya pembersih lantai yang banyak di jual di pasaran adalah kebanyakan yang menggunakan bahan-bahan kimia.

Tetapi mereka tidak mengetahui bahayanya jika menggunakan pembersih lantai seperti itu, yang di dalamnya banyak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah. Tentunya Anda tidak ingin mengepel lantai dengan menggunakan pembersih lantai yang banyak mengandung campuran bahan kimia yang berlebih dan tidak bagus untuk kesehatan.

Sebaiknya masyarakat kembali beralih menggunakan pembersih lantai yang tradisional. Yaitu tradisi yang telah di turunkan oleh nenek moyang mereka, yang kemudian di wariskan kepada penerus-penerus yang akan datang. Dengan akibat yang di timbulkan, tidak terlalu banyak seperti pembersih lantai modern yang banyak di jual di pasaran.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang apa saja bahan utama yang terdapat pada pembersih lantai yang modern, bahan alami yang digunakan untuk membersihkan lantai, dan juga bahan dan cara tradisional yang dilakukan dari salah satu suku yang ada di Indonesia. Berikut di bawah ini penjelasannya.

Bahan Yang Banyak Digunakan Pada Pembersih Lantai Modern

Menurut hasil penilitian, bahwa di dalam pembersih lantai itu terdapat 2 bahan aktif yang berperan penting sebagai bahan utama pembersih lantai. Yaitu Benzalkonium Klorida (BZK) dan Desinfektan. Jika kalian belum paham apa itu Benzalkonium Klorida (BZK) dan Desinfektan, berikut penjelasannya di bawah ini.

  • Benzalkonium Klorida (BZK)

Benzalkonium klorida digunakan sebagai zat aktif karena merupakan salah satu jenis desinfektan. Larutan benzalkonium klorida adalah zat biosida yang bertindak cepat dengan waktu proses yang tidak terlalu lama. Bahan ini sering di gunakan karena aktif melawan bakteri dan beberapa virus lainnya seperti jamur, dan protozoa. Secara umum bakteri gram-positif lebih rentan di bandingkan bakteri gram-negatif.

Di karenakan aktivitas dari gram-positif sangat tidak di pengaruhi oleh pH, melainkan meningkat secara substansial pada suhu yang lebih tinggi dan waktu proses yang di perpanjang. Pada studi 1998 menggunakan protokol FDA sebagai sanitasi non-alkohol yang menggunakan bahan aktif benzalkonium klorida sebagai bahan baku kinerja FDA. Sedangkan bahan baku yang mengandung alkohol yaitu Purrel. Purell merupakan salah satu pembersih yang mengandung alkohol. Studi telah membuktikan bahwa, pembersih lantai yang mengandung benzalkonim klorida non-alkohol merupakan pembersih yang paling baik.

Nama lain dari benzalkonium klorida ialah N-Alkil-N-benzil-N,N-dimetilammonium klorida, ADBAC, BC50, BC80, yang merupakan senyawa ammonium kuaterner quat. Rumus molekul dan berat molekul dari larutan benzalkonium klorida itu bervariasi, tergantung pada panjang rantainya. Penampilan dari benzalkonium klorida 100% berwarna putih atau berbentuk serbuk kuning.

Senyawa ini memiliki densitas 0,98 gr/cm3, yang sangat mudah larut dalam air. Senyawa ini juga memiliki titik nyala pada 250 oC, apabila pelarutnya bersifat basa. Benzalkonium chloride merupakan zat amonium yang biasanya di gunakan sebagai antibakteri pada bahan pembersih. Zat ini juga banyak di gunakan sebagai bahan penyusun produk kesehatan dan obat-obatan.

  • Desinfektan

Desinfektan pada dasarnya merupakan zat kimia yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme. Bahan desinfektan yang pertama kali di gunakan adalah fenol atau asam carbolat yang biasanya disebut carbol. Fenol atau asam karbolat merupakan zat yang beracun dan dapat merusak kulit. Tenang saja, desinfektan sekarang sudah menggunakan desinfektan yang lebih baik. Disinfektan hanya bisa di pakai pada benda mati, seperti perabotan rumah tangga dan bagian-bagian yang ada di dalam rumah. Zat ini tidak harus bersifat sporosidal tetapi harus bersifat korosif dan beracun. Yaitu sifat yang dapat menghambat pertumbuhan kuman. Sedangkan antiseptik merupakan produk yang dapat menghancurkan atau menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme yang hidup di dalam maupun permukaan suatu jaringan hidup. Beberapa desinfektan yang sering di gunakan sebagai pembersih lantai adalah lysol (klorofenol dan kresol), karbol (fenol) dan kreolin.

Bahaya Penggunaan Pembersih Lantai Modern

Sustainable Consumption and Production (SCP) telah menyatakan bahwa cairan pembersih lantai banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Berbagai iklan pembersih lantai sangatlah bervariasi supaya bisa menarik konsumen atau pembeli. Tetapi mereka tidak mengetahui berbagai macam kandungan bahan yang ada di dalamnya, baik itu untuk kesehatan maupun lingkungan.

Menurur masyarakat, pembersih lantai yang sekarang ini memang sangat ampuh untuk mengangkat dan menghilangkan kotoran yang ada di lantai. Tidak hanya itu, pembersih lantai juga di klaim sebagi pembunuh kuman dan mampu melindungi lantai dari kuman. Selain berguna untuk membersihkan lantai, pembersih lantai juga berfungsi untuk membersihkan kamar mandi, permukaan kompor, meja, dan juga dapat membersihkan kandang hewan yang menjadi salah satu tempat bersarangnya kuman.

Dengan hal itu, masyarakat atau konsumen sering beranggapan bahwa segala hal yang berhubungan dengan pembersih selalu bermanfaat bagi kesehatan. Mereka tidak tau bahwa bahan aktif yang terkandung di dalam pembersih tidak baik di gunakan untuk lingkungan dan kesehatan.

Dari kemasan pembersih lantai yang beredar, di ketahui bahwa bahan aktif yang terkandung di dalam bahan pembersih lantai yang sering di gunakan adalah Creysylid acid (1,5%), Ethoxylated Alcohol (4%), Benzalkonium Chloride (2%), Natrium Lauril Eter Sulfat (2,5%), dan Alcohol Ethoxylated Natrium Lauril Eter Sulfat atau yang biasa disebut dengan Sodium Laureth Sulfate (SLS).

Akibat yang sering di timbukan dari SLS yaitu menimbulkan iritasi kulit dan mata, apalagi bagi yang sensitif. SLS menjadi bahan yang menjadi penyebab polusi air (polutan) dan juga beracun bagi ikan dan organisme yang hidup di air. Dan juga dapat mencemari tanah air kita. Sedangkan untuk Cresylic acid atau yang biasa disebut juga cresol yang di nilai EPA (Environmental Protection Agency) yang juga di klaim sebagai bahan yang memungkinkan menyebabkan kanker pada manusia.

Telah di uji klinis pada hewan, bahwa hewan ini dapat menyebabkan kanker. Bagi makhluk hidup, jika cresol ini terhirup maka dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Sedangkan menurut penelitian, pada mencit dapat mempengaruhi peredaran darah, hati, ginjal, sistem syaraf, dan penurunan berat badan.

Bahan Alami Yang Digunakan Untuk Membersikan Lantai

Ada beberapa orang yang tidak tahan menggunakan pembersih lantai yang terbuat dari berbagai bahan kimia. Akibatnya beberapa masalah yang bisa timbul di karenakan menggunakan pembersih berbahan kimia adalah sesak napas atau panas di kulit tangan. Apalagi bagi Anda yang alergi terhadap pembersih dari bahan kimia, Anda bisa mencoba pembersih alami yang bisa Anda dapatkan di dapur dan sekitar rumah Anda. Contohnya seperti di bawah ini.

  • Batu Apung

Pembersih lantai alami yang pertama adalah batu apung. Batu jenis ini bisa di dapatkan di mana saja. Pada jaman dulu, orang-orang menggunakan batu apung untuk menggosok telapak kaki yang kapalan. Ternyata batu apung juga bisa di pakai juga sebagai pembersih kamar mandi yang aman dan tidak mengganggu kesehatan.

Cara menggunakan batu apung untuk membersihkan kamar mandi adalah dengan menggosoknya pada bagian-bagian yang berkerak yang kemudian menghasilkan warna kuning pada lantai atau dinding kamar mandi. Biasanya kerak tersebut berasal dari dari sisa-sisa sabun, lumut atau jamur. Cara ini di lakukan perlu ketelitian untuk menggosok bagian-bagian kerak di lantai dan dinding kamar mandi dengan batu apung. Yang selanjutnya di bilas dengan air biasa.

  • Garam dan Tinner

Bathub atau bak mandi yang sudah menguning akan terlihat jelek. Kalian bisa membuatnya kembali mengilap dengan menggunakan larutan garam yang di campurkan dengan tinner. Caranya gosok campuran garam dan tinner tersebut pada bak mandi dengan sikat. Setelah di gosok dengan merata pada bak mandi, Anda bisa membilasnya dengan air biasa. Lakukan cara ini selama beberapa hari agar bakmandi bisa mengilap sempurna seperti baru.

  • Perasan Jeruk Nipis dan Tawas

Perasan jeruk nipis atau jeruk lemon juga bisa menjadi pilihan pembersih lantai yang alami. Sifat asam yang pada jeruk nipis akan membantu mengelupas kerak-kerak membandel di bak mandi, lantai atau dinding kamar mandi. Jeruk nipis juga bisa di campurkan dengan krim atau bubuk tawas.

Kemudian oleskan campuran krim tawas dan perasan jeruk nipis atau jeruk lemon pada bagian noda dan kerak yang membandel. Tunggu selama kurang lebih lima menit. Tidak perlu mendiamkannya terlalu lama, kemudian gosok bagian dinding bathup, lantai atau dinding kamar mandi. Setelah itu, siram dengan air bersih untuk membilasnya.

  • Cuka

Campuran cuka dan air juga bisa membantu mengembalikan warna kuning yang tejadi pada closet, wastafel atau bathup. Caranya dengan mencampurkan cuka dan air, dengan perbandingan satu banding tiga. Biar lebih mudah, masukkan campuran tersebut dalam spray untuk memudahkan Anda membersihkan kotoran pada permukaan kloset, bathup atau wastafel. Kemudian diamkan selama kurang lebih 30 menit.

Selanjutnya lap permukaan porselein kloset dan wastafel dengan kain atau spons yang lembut. Kemudian siram permukaan kloset dengan desinfektan anti bakteri atau bisa juga dengan cairan pemutih pakaian yang ada label desinfektannya.

  • Baking Soda

Baking soda juga bisa menjadi salah satu pembersih lantai kamar mandi alternatif alami. Fungsi baking soda disini untuk membersihkan kerak yang ada pada bak kamar mandi yang berwarna kuning. Caranya dengan menaburkan baking soda di permukaan lantai dari bathup. Selanjutnya gosok dengan sikat hingga bersih kemudian bilas. Baking soda dengan campuran cuka juga ampuh menghilangkan noda kerak yang membandel.

Bahan Tradisional Yang Digunakan Untuk Pembersih Lantai

Pada umumnya, kotoran hewan dapat di olah menjadi bahan biogas. Namun kebiasaan yang di lakukan oleh Suku Sasak ini sangatlah unik. Yaitu menjadikan kotoran hewan sebagai media pembersih lantai. Kotoran sapi bukanlah hal yang menjijikkan bagi warga Suku Sasak di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Indonesia memang terkenal sebagai negara yang kaya akan tradisi dan juga kebudayaannya. Sebagian kalangan masyarakat Indonesia mungkin belum banyak yang mengetahui hal ini. Kebiasaan turun menurun ini hanya dapat di temui di perkampungan Suku Sasak Desa Sade Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Suku Sasak merupakan suku asli dari pulau lombok. Yaitu suku yang masih menerapkan budaya nenek moyang sampai saat ini. Suku sasak sekarang ini tinggal di Dusun Sade, Desa Rambitan, kec. Pujut, Lombok Tengah. Penguhuni dusun Sade masih di tempati oleh orang-orang asli Suku Sasak walaupun zaman sudah berganti menjadi zaman modern. Akan tetapi Suku Sasak Dusun Sade masih memegang teguh hukum adat dan budaya mereka sampai saat ini.

Tradisi yang masih di pegang teguh oleh Suku Sasak yaitu tradisi membersihkan lantai dengan menggunakan kotoran sapi. Bagi masyarakan umum, tentu hal seperti ini terdengar aneh. Hal logis atau masuk akal yang seharusnya membersihkan suatu tempat dengan media atau alat yang bersih seperti sabun dan lainnya supaya hasilnya pun menjadi bersih.

Namun hal itu tidak baik bagi suku Sasak di Lombok. Apabila sabun pembersih lantai di jual di pasar Lombok Tengah, maka sabun tersebut jarang terjual bahkan tidak laku. Itu di karenakan Suku Sasak masih membudidayakan tradisi nenek moyangnya yaitu membersihkan lantai rumah mereka dengan kotoran sapi. Tidak hanya lantai saja, tetapi dinding rumah pun juga di lumuri dengan kotoran kerbau atau sapi.

Bagi Suku Sasak, membersihkan lantai dengan menggunakan kotoran sapi dapat membuat lantai menjadi lebih kesat, mengkilap dan dapat mengusir nyamuk serta lalat dari rumah. Selain itu, kotoran sapi ini juga mampu membuat lantai rumah menjadi lebih dingin jika masuk musim panas dan menjadi lebih hangat bila musim dingin.

Sebab Rumah adat Suku Sasak disebut dengan Bale Ratih yang atapnya terbuat dari alang-alang dan berdindingkan anyaman bambu. Jika ingin berkunjung ke Lombok khususnya ke Suku Sasak, disana kalian akan melihat Bale Ratih yang berjejer di sekitarnya dengan lantai teras yang mengkilap. Masyarakat Suku Sasak masih mempertahankan arsitektur dan tata ruang yang filosofis dan memilki nilai estetika yang turun menurun di lakukan oleh penduduk Suku Sasak.

Cara Tradisional Yang Digunakan Suku Sasak Untuk Membersihkan Lantai

Mungkin bahan yang digunakan oleh suku ini agak sedikit gila ataupun tidak masuk diakal, pasalnya suku yang satu ini menggunakan kotoran binatang untuk membersihkan lantai di rumahnya. Dan kotoran tersebut adalah kotoran dari sapi. Nah seperti apa kira-kira proses pembersihan lantai suku Sade. Berikut penjelasannya.

Proses awal pembersihan lantai menggunakan kotoran sapi di mulai dari mengambil kotoran sapi yang baru saja di keluarkan oleh sapi yang kemudian di beri tempat. Kemudian kotoran tersebut di campurkan dengan tanah liat dan air supaya sedikit kental. Setelah hal tersebut di lakukan, maka kotoran sapi telah siap untuk di gunakan.

Cara menggunakannya adalah dengan menggosok-gosokan kotoran sapi tersebut ke seluruh permukaan lantai hingga merata. Setelah kotoran tersebut di gosok merata ke seluruh permukaan lantai, tunggu hingga kering supaya bau kotoran tersebut menguap yang kemudian akan menghilang sehingga lantai siap di injak. Biasanya tradisi membersihkan lantai menggunakan kotoran sapi ini di lakukan selama dua bulan sekali dan di lakukan oleh kaum perempuan yang sudah berkeluarga.

Kotoran sapi ini sangat bermanfaat bagi Suku Sasak. Tidak hanya untuk membersihkan lantai dan dinding rumah, namun juga kotoran sapi ini dapat di gunakan sebagai campuran dalam pembuatan lantai. Konon katanya, apabila lantai yang terbuat dari kotoran sapi ini akan sangat kuat dan tidak mudah retak. Yang lebih anehnya, lantai yang terbuat dari campuran kotoran sapi ini tidak berbau seperti yang kalian bayangkan. Karena aroma kotoran sapi yang baunya sangat khas.

Tradisi ini sangat melekat pada Suku Sasak dan juga kegiatan ini sudah di lakukan oleh ibu-ibu dari suku sasak selama bertahun-tahun hingga saat ini. Tidak hanya di Suku Sasak ini saja yang mempunyai tradisi unik, ada banyak suku-suku di Indonesia yang mempunyai tradisi masing-masing yang tentunya tradisinya sudah turun menurun yang telah di wariskan oleh pendahulunya.

Setelah kalian membaca artikel ini, sekarang kalian bisa memahami apa saja dampak yang terjadi bila menggunakan pembersih lantai yang buatan dan alami. Baik itu dari segi kesehatan mau pun lingkungan. Semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin memiliki lantai yang bersih dan kinclong.