Ternyata Lilin Sudah Ada Sejak Tahun 3000SM, Yuk Simak Selengkapnya Disini

December 18, 2017 10044 Views

Berbicara soal lilin, siapa sih yang tidak tahu benda berguna yang satu ini. Salah satu benda penghasil cahaya selain lampu yang bahkan bisa dibilang sudah ada jauh sebelum lampu diciptakan. Lilin ini adalah benda yang paling dicari apalagi disaat listrik padam datang melanda. Yah, walaupun sekarang ini sudah ada lampu portable sebagai penerang ruangan di kala listrik padam.

Selain digunakan sebagai penerang ruangan, lilin juga digunakan sebagai alat untuk perayaan seni dan ada juga yang menggunakannya dalam perhelatan ibadah. Jaman sekarang ini juga, lilin banyak di produksi menjadi berbagai macam bentuk dan ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang besar dan ada juga yang memiliki aneka warna.

Tapi, tahukah kamu bagaimana asal usul dari lilin ini? Silahkan simak ulasan di bawah ini untuk tahu lebih jauh mengenai lilin.

Apa Itu Lilin

Lilin termasuk temuan paling awal dari dunia primitif. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat. Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin.

Dengan menyebarnya penerangan listrik, saat ini lilin lebih banyak digunakan untuk keperluan lain, misalnya dalam upacara agama, perayaan ulang tahun, pewangi ruangan, dan sebagainya. Catatan lainnya memperlihatkan bahwa pada abad I, orang-orang Romawi menggunakan lilin yang sumbunya berupa alang – alang.

Selama perkembangannya, ada beberapa cara pembuatan lilin. Mulai dari yang hanya mencelupkan sumbu ke dalam lilin, hingga menggunakan mesin pencetak lilin, yang mulai dikembangkan pada abad XIX. Mesin itu terdiri atas tangki logam yang dipanaskan, kemudian didinginkan bergantian. Cara kerjanya, mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan, menembus lilin cair dalam cetakan. Setelah cetakannya dingin dan lilin mengeras, sumbunya dipotong.

Fungsi lilin kini telah bergeser dari fungsinya semula. Jika dulu lilin digunakan sebagai alat penerangan utama, maka kini lilin hanya digunakan di saat darurat, yaitu ketika tidak ada pasokan listrik yang diperoleh. Lilin digunakan ketika seseorang berada di tempat terpencil yang belum terjamah instalasi listrik, atau digunakan oleh para konsumen listrik ketika listrik padam.

Hingga saat ini, berbagai penelitian tentang lilin masih terus dilakukan. Dengannya, berbagai manfaat lilin yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya pun mulai terkuak. Lilin pun terus dimodifikasi sehingga dapat memberikan manfaat-manfaat baru, dan menjadikan pemakaian lilin senantiasa eksis dan lestari.

Sejarah Perkembangan Lilin

Bagaimana sejarah awal perkembangan lilin? Awal kreasi lilin yang diketahui berasal dari Mesir kuno. Lilin pertama yang dikembangkan oleh Mesir berbentuk obor yang dibuat dengan merendam alang-alang dalam lelehan lemak hewan. Sekitar tahun 3000 SM Mesir kuno kemudian membuat lilin bersumbu dari lilin lebah. Mesir kuno juga tercatat sebagai salah satu pemilik lilin paling awal, berpenaggalan 400 SM dan terbuat dari tanah liat. Di belahan lain, Cina lilin dari lemak ikan paus pada awal 221 SM. Di China dan Jepang, lilin dibuat dari serangga dan biji-bijian. Lilin tersebut kemudian dibungkus dengan kertas dan dibakar. Sementara di India, proses pembuatan lilin melibatkan buah pohon kayu manis yang dididihkan. Lilin di India biasanya digunakan sebagai penerangan candi.

Selama abad pertama masehi, masyarakat adat di barat laut Pasifik melebur minyak dari eulachon atau lilin ikan sebagai sumber pencahayaan mereka. Oleh karena itu, lilin semacam itu bisa dibuat secara sederhana dengan cara menempelkan ikan kering pada kayu dan kemudian dinyalakan.

Kekaisaran romawi adalah yang pertama kali membuat lilin yang menyerupai lilin yang kita kenal saat ini. Mereka membuat lilin menggunakan lemak sapi atau domba. Bahan ini menjadi bahan standar yang digunakan sebagai pembuat lilin di eropa. Tetapi, lilin tersebut sangat berasap dan bau sehingga beberapa kota melarang penggunaannya. Pada acara-acara gereja dan kerajaan, digunakan lilin lebah karena tidak begitu bau. Pada tahun 1415, lilin lemak yang digunakan hanya sebagai penerangan jalan.

Tidak seperti lemak hewani, lilin lebah yang dibakar lebih murni dan bersih, tanpa menghasilkan nyala berasap. Juga menebarkan bau manis yang menyenangkan. Lilin lebah adalah perbaikan besar, tetapi jumlahnya terbatas. Hal ini membuatnya mahal. Dengan pengecualian ulama dan warga kelas atas, sangat sedikit rumah yang mampu membakar lilin lebah. Pada abad ke-13, pembuatan lilin menjadi gilda-gilda di Inggris dan Perancis. Para pembuat lilin mendatangi rumah-rumah untuk membuat lilin dari lemak dapur yang disimpan untuk tujuan itu atau membuat dan menjual lilin di toko-toko lilin kecil.

Pembuat lilin dengan cetakan dimulai pada abad ke-15 di Perancis. Lilin itu dituangkan ke dalam rongga silinder terbuka. Silinder ini memiliki tutup dengan lubang kecil di tengah sebagai tempat sumbu. Sumbu itu kemudian ditempatkan dalam cetakan dan ditopang oleh kabel kecil. Setelah cetakan diisi, sumbu ditarik dan lilin dibiarkan dingin. Setelah lilin dingin kabel dikeluarkan. Lilin kemudian diputihkan dengan cara menggantung mereka di luar. Proses pembuatan lilin ini akan memakan waktu 8 sampai 10 hari.

Di koloni-koloni Amerika para perempuan mampu mendapatkan lilin yang sangat bagus dengan merebus buah hijau keabu-abuan dari semak bayberry. Lilin ini berbau sangat manis dan pembakarannya bersih. Namun, proses pembuatan lilin dari bayberry sangat membosankan dan melelahkan. Limabelas pon bayberry direbus hanya menghasilna satu pon lilin. Hal ini mengakibatkan jatuhnya lilin bayberry.

Pertumbuhan industri penangkapan ikan paus di akhir abad ke-18 membawa perubahan besar pertama dalam pembuatan lilin sejak abad pertengahan. Pada tahun 1750, lilin diperoleh dengan cara mengkristalkan minyak sperma ikan paus. Mirip dengan lilin lebah, lilin ini tidak mengeluarkan bau busuk ketika dibakar dan bahkan menghasilkan api lebih yang lebih cerah. Daya tahannya juga lebih bagus ketimbang lilin lemak ataupun lilin lebah sehingga tidak akan lunak di musim panas.

Abad ke-19 adalah waktu yang menentukan lilin kontemporer. Mesin pembuat lilin pertama diperkenalkan. Terobosan ini memungkinkan lilin merambah rumah semua kelas. Pada tahun 1834, Joseph Morgan membantu industrialisasi lilin modern dengan mengembangkan sebuah mesin yang memungkinkan untuk produksi lilin yang berkelanjutan. Morgan mampu menghasilkan 1.500 lilin per jam.

Di waktu yang sama, seorang ahli kimia bernama Michael Eugene Chevreul mengidentifikasi bahwa lemak terdiri dari berbagai asam lemak. Salah satu asam lemak yang ia diidentifikasi adalah stearin (asam stearat). Pada tahun 1825, Chevreul dan kimiawan lain, Joseph Gay Lussac mematenkan proses untuk membuat lilin dari stearat mentah (lilin stearin). Sebuah lilin yang keras, tahan lama dan menghasilkan pembakaran yang bersih.
Sumbu yang dianyam juga ditemukan pada abad ke-19. Sebelumnya, sumbu lilin dibuat hanya dari helai kapas yang dipelintir sehingga membutuhkan perawatan konstan.

Tidak sampai 1850 parafin menjadi komersial, ketika James Muda mengajukan paten untuk pemisahan efisien zat lilin alami dari minyak bumi. Parafin dapat digunakan untuk membuat lilin murah berkualitas tinggi. Tidak berbau dan berwarna putih kebiruan. Menghasilkan pembakaran yang bersih, konsisten dan lebih ekonomis. Satu-satunya kelemahan adalah titik lelehnya rendah. Ini segera diatasi dengan menambahkan asam stearat yang telah tersedia secara luas.
Pembuatan lilin mulai menurun dan lebih digunakan sebagai barang dekoratif setelah ditemukannya penyulingan kerosen dan pengenalan bola lampu oleh Thomas Edison pada tahun 1879.

Jenis – Jenis Lilin Berdasarkan Bahan Dan Kegunaannya

Ternyata lilin juga dibagi menjadi beberapa jenis dan dengan fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda juga, antara lain :

  • Lilin Mineral

Lilin Mineral kebanyakan berasal dari minyak bumi. Lilin mineral dikenal memiliki tiga macam: (1) parafin, (2) mikrokristalin, dan (3) petrolatum. Ketiga jenis ini berbeda warna, kekerasan, dan titik lelehnya. Lilin minyak bumi ta­han akan kelembapan dan bahan kimia, tak berbau dan tak ada rasanya. Lilin ini digunakan untuk salutan kedap air berbagai jenis kertas dan karton, juga untuk bahan poles cat mobil, lantai, dn perabot. Lilin ini tak menghantar listrik, sehingga bisa digunakan untuk isolator. Lilin gereja adalah lilin parafin. Lilin mikrokristalin kebanyakan digunakan untuk kertas pembungkus. Selai petrolatum digunakan dalam kos­metik dan obat.Sumber lilin mineral lain: batu bara, serpih berminyak, dan gambut. Lilin sintetis adalah polietilena glikol.

  • Lilin Nabati

Lilin Nabati dimiliki oleh banyak tumbuhan untuk melindungi diri. Lilin carnauba (komponen utama mirisil serotat) diperoleh dari daun pohon siwalan se­bagai lilin paling keras dan paling banyak digunakan, misalnya dalam poles cat mobil, dan dalam salutan tablet. Lilin jojoba, yang diperoleh dari biji perdu gu­run Arizona, dikembangkan untuk digunakan sebagai pengganti spermaseti.

Lemak dan minyak sejati, baik hewani maupun na­bati, adalah trigliserida (ester antara gliserol dan asam-asam lemak); lilin sejati adalah ester antara al­kohol berantai panjang (misalnya setil alkohol) dan asam lemak. Lilin mineral umumnya adalah hidrokar­bon. Lilin biasanya adalah campuran antara lilin seja­ti, alkohol berantai panjang, asam lemak, dan bahkan hidrokarbon.

  • Lilin Penerangan

Lilin Penerangan. Dalam membuat lilin ini, tiga hal yang harus diperhatikan: sumbu, campuran bahan li­lin, dan cara pembuatan. Sumbu harus dibuat dari ka­pas atau linen berkualitas baik. Bahan lilin dicampuri dengan malam lebah agar tidak mudah retak-retak. Bi­la digunakan di daerah panas lilin haruslah dicampuri lilin mineral berbobot molekul tinggi agar tidak me­lembek. Dalam proses pembuatan dan pencetakan ti­dak digunakan pemanasan dengan nyala bebas untuk menghindari pengkarbonan yang menyebabkan lilin tadi berwarna tua. Cetakan terbuat dari timah yang dinding dalamnya dipoles baik-baik dan bentuknya agak meruncing untuk memudahkan mengeluarkan li­lin.

  • Lilin Batik

Lilin Batik adalah bahan yang dipakai untuk menutup permukaan kain mori menurut gambar motif batik, sehingga permukaan yang tertutup tersebut menolak atau resist terhadap warna yang diberikan pada kain tersebut. Lilin batik ini bukan merupakan terdiri dari satu macam bahan, tetapi campuran dari berbagai bahan pokok lilin. Sebagai bahan pokok lilin misalnya adalah; Gondorukem, Damar, Matakucing, Parafin (putih dan kuning), Microwax, lemak binatang (kendal, gajih), minyak kelapa, lilin tawon, lilin Lanceng.

Manfaat Lain Dari Lilin

Selain bermanfaat untuk menerangi ruangan sebagai pencahayaan, ternyata lilin juga memiliki segudang manfaat lainnya yang tentunya juga berguna bagi kita. Berikut adalah manfaat dari lilin, yaitu :

  • Lilin untuk Penerangan

Lilin secara umum dikenal sebagai sumber penerangan yang tersusun atas sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Lemat sapi (yang banyak mengandung asam) digunakan sebagai bahan bakarnya pada masa sebelum abad ke-19. Namun saat ini menggunakan asam stearat. Biasanya digunakan sebagai alternative pengganti pencahayaan saat listrik mati.

  • Lilin untuk Aroma Terapi

Lilin juga bisa digunakan sebagai aroma terapi. Karena dipercaya mampu membantu dalam menghilangkan stress, tidak jarang banyak yang meminati lilin aroma terapi. Lilin aroma terapi yang berasal dari minyak esensial atau minyak astiri dianggap mampu mengatasi berbagai kondisi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan beban pikiran. Dengan lilin aroma terapi banyak manfaat yang bisa kita rasakan, seperti membuat tubuh terasa rileks, meningkatkan mood, mengatasi insomnia atau gangguan tidur, melegakan pernapasan seperti asma atau sinus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mampu mengatasi flu dan pilek, menghangatkan tubuh dengan menggunakan lilin aroma wangi ginger atau jahe, mampu mengatasi mual-mual, mengatasi masalah pencernaan, memperbaiki keseimbangan hormone, dan cocok untuk menengkan, sehingga membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks atau santai.

Namun perlu diperhatikan, penggunaan lilin aroma terapi dalam jangka waktu lama sangat berbahaya bagi tubuh karena kandungan di dalamnya, seperti alergi, resiko tumor, merusak struktur DNA, bahkan yang lebih parah adalah beresiko terkena kanker. Sehingga sangat dianjurkan menggunakan lilin aroma terapi dengan tepat dan bijaksana.

  • Lilin untuk Membuat Bros dan Kerajinan Lainnya

Dalam pembuatan aneka kreativitas seperti bros buatan tangan atau pin yang memerlukan perekat ke temiti di bagian belakangnya, maka lilin adalah bahan yang tepat untuk solusinya, lilin ini biasanya disebut dengan lem lilin. Lem lilin yang digunakan untuk melekatkan bros dan temiti ini sangat mudah ditemukan di pasar atau toko.

  • Lilin untuk Membatik

Lilin batik merupakan bahan yang dipakai untuk menutup permukaan kain mori menurut gambar motif batik, sehingga permukaan yang tertutup tersebut menolak atau resist terhadap warna yang diberikan pada kain tersebut. Ada tiga jenis lilin batik saat ini yaitu lilin klowong untuk nglowong dan ngisen-iseni, lilin tembokan untuk nembok dan lilin biron untuk mbironi.

  • Mengurangi Ketidaknyamanan Penggunaan Kawat Gigi

Lilin yang digunakan adalah lilin ortodonti (orthodontic wax), manfaatnya adalah untuk menghindari luka saat penggunaan kawat gigi di minggu pertama. Lilin ini digunakan ketika kita merasa tidak nyaman. Caranya dengan mengeluarkan lilin dari kemasan dengan jari, kemudian ditempelkan pada bagian kawat gigi yang terasa tajam atau menusuk.

  • Lilin untuk Membuat Patung

Lilin juga bisa dimanfaatkan untuk membuat patung. Madame Tussauds merupakan museum lilin terkenal di London, Inggris, dan memiliki cabang dibeberapa kota besar di dunia.

  • Teman Makan Malam

Lilin yang dibentuk sedemikian rupahingga menjadi bentuk yang unik mampu menjadi teman makan malam, selain memperindah tempat suga mampu menambah keromantisan makan malam kita. Bagi suami istri sangat dianjurkan mencoba makan malam ditemani dengan lili-lilin kecil atau yang biasa di sebut candle ligh dinner untuk menambah kedekatan hubungan.

  • Lukisan dari Lilin

Lilin juga bisa digunakan sebagai tambahan dalam membuat lukisan. Anak-anak bisa berkreasi dengan lilin saat menggambar. Caranya adalah dengan menggunakan lilin sebagai pengganti pensil, sehingga bagian yang digambar dengan lilin tidak akan ikut terwarnai, sehingga menjadi indah.

  • Memperbaiki Resleting yang Tersangkut

Saat resleting kita tersangkut, tidak ada salahnya menggunakan lilin. Caranya dengan cara mengoleskan lilin pada gerigi resleting untuk mempermudah melepaskannya.

  • Menghilangkan Suara Tidak Nyaman dari Engsel

Dengan mengoleskan lilin pada bagian engsel maka suara tidak nyaman pada engsel dapat dihilangkan.

  • Menambal Furniture yang Penyok

Lilin juga bermanfaat unruk menambal furnitu yang penyok, caranya dengan menggosokkan lilin menggunakan kain atau bahan sejenisnya sampai halus dan terlihan bagus kembali.

  • Untuk Kecantikan dan Kesehatan

Salah satu lilin yang biasa digunakan untuk kecantikan dan kesehatan adalah lilin lebah. Biasanya lilin lebah dipakai untuk membuat kosmetik, pengisi lubang pada gigi berlubang, sebagai antiseptic untuk mengobati luka, mengobati kotoran telinga, mampu meningkatkan pendengaran, dapat mengobati penyakit lupus, dan mengatasi masalah kulit.

Ternyata, lilin sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan sudah menjadi suatu alat yang berguna sebagai sumber pencahayaan bahkan sampai sekarang. Dan seperti yang sudah dijelaskan, ternyata para penduduk Mesir kuno yang sudah sejak dulu menggunakannya. Menurut sejarah perkembangannya di Jepang, lilin dibuat menggunakan serangga dan biji-bijian yang dibungkus kertas kemudian dibakar.

Dan ternyata juga, lilin dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan pembuatan dan juga kegunaannya. Mulai dari lilin mineral yang digunakan sebagai obat, dan juga lilin yang digunakan sebagai alat kosmetik dan kecantikan. Seperti yang kita tahu juga, budaya kita dalam seni lukis batik, ternyata juga menggunakan lilin dalam proses pembuatannya.

Mungkin saat ini lilin jarang digunakan sebagai penerang, pasalnya sudah ada listrik dan walaupun mati lampu, saat ini orang-orang sudah memiliki lampu emergency yang dapat menggantikan tugas lilin.