Apakah Anda pernah mendengar kata DARPA? Ini merupakan sebuah badan riset rahasia Amerika Serikat yang pada awalnya diciptakan sebagai balasan dari diluncurkannya satelit Rusia yang bernama Sputnik. DARPA adalah badan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk pengembangan baru yang digunakan oleh militer. Nama aslinya ialah Advanced Research Project Agency (ARPA). Lembaga ini memiliki banyak ilmuan yang sangat genius, jadi tidak heran dong kalau senjata militer Amerika canggih-canggih. Mungkin sekarang Anda penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang DARPA. Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari simak artikel di bawah ini.

Apa Sih DARPA itu?

DARPA yang merupakan singkatan dari Defense Advanced Research Projects Agency adalah sebuah lembaga di Amerika yang bergerak dalam teknologi militer. Lembaga ini didirikan pada tahun 1958 untuk mencegah serangang tiba-tiba yang datang dari Stutnik (Soviet) yang menandakan bahwa Soviet telah mengalahkan Amerika Serikat ke ruang angkasa. Untuk saat ini, misi dari DARPA adalah untuk mencegah kejutan teknologi musuh.

DARPA adalah badan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk pengembangan baru yang digunakan oleh militer. Nama aslinya ialah Advanced Research Project Agency (ARPA). Perubahan nama ini terjadi pada tahun 1972 tetapi pada tahun 1993 berganti nama kembali menjadi ARPA dan akhirnya menjadi DARPA kembali pada tahun 1996.

Karena DARPA adalah badan militer, sebagian besar informasinya ditutupi untuk tujuan keamanan. Namun, DARPA telah dengan bangga menerbitkan timeline dari sejarah teknologinya dan membuat pengumuman rutin ke media tentang proyek yang sedang dikerjakan. Ilmuwan yang bekerja di dalam agensi ini berlomba-lomba menciptakan teknologi perang paling mutakhir.

Dengan teknologi paling modern mereka terobsesi menciptakan hal-hal menakjubkan termasuk super human dan juga robot yang bisa berguna dalam pertarungan. Setiap tahun, lembaga yang dihuni oleh para mad scientists ini menghasilkan banyak teknologi baru. Teknologi ini nantinya akan digunakan oleh militer Amerika sehingga kekuatan mereka tidak bisa disaingi oleh siapa pun.

Proyek Hasil Kerja DARPA

Seperti yang disebutkan di atas bahwa DARPA memiliki ilmuan yang supercerdas, hal ini membuat lembaga ini mampu untuk menciptakan alat-alat militer yang super canggih. Adapun hasil kerja yang sudah diciptakan oleh DARPA adalah sebagai berikut ini:

1. Memex

Memex merupakan mesin pencari yang mengkhususkan diri di ranah Dark Web. Memex sendiri dikembangkan oleh Defence Advanced Research Project Agency (DARPA). Ini dirancang pada tahun 2014 sebagai proyek teknologi keamanan masa depan. Tujuan dibuatnya memex adalah untuk mengembangkan software dengan kemampuan seperti mesin pencari, namun dengan pencarian yang lebih spesifik. Mengenai proses pembuatannya, DARPA tidak bekerja sendiri melainkan ikut menggandeng 17 perusahaan rekanan yang bekerja dalam bidang teknologi utamanya terkiat mesin pencari.

Dengan dana proyek yang tak main-main (mencapai USD 10 hingga 20 juta), proyek Memex bahkan disebut salah satu big plan Negara Paman Sam tersebut di bidang teknologi. Tidak seperti Google yang memiliki sistem pencarian linier berdasarkan algoritma, Memex dibekali dengan mekanisme yang lebih kompleks. Hal yang unik dari Memex adalah dia mampu menampilkan hasil pencarian dengan format infografis yang sangat canggih. Sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh Google dimana ia hanya mampu menampilkan data secara linier begitu saja.

Denny Sugiri, Auditor IRCA information Security Management System mengatakan bahwa jika internet diibaratkan sebagai sebuah lautan, maka Google adalah kapal yang berlayar dipermukaan laut berdasarkan algoritma khusus dari rating atau indeks iklan sebuah situs. Sedangkan Memex merupakan sebuah kapal selam yang menjelajah hingga ke dasar lautan.

Itulah sebabnya mengapa Memex dirancang dan dibutuhkan oleh DARPA, yaitu untuk mampu menelusuri deep web, terutama membantu penegak hukum dalam menyingkap dark web. Dia juga mengatakan bahwa Memex 95% lebih responsif dari Google karena algoritma dalam mesin pencari ini hanya menjangkau 4-5% dari seluruh website yang ada diinternet termasuk deep web. Jadi, hanya sedikit yang diambil Google berdasarkan rating site dan aspek komersial dari algoritma tersebut.

  • Fitur-Fitur Memex

Tentu saja Memex memiliki beberapa fitur yang bisa digunakan untuk memudahkan kita mengoperasikannya. Beberapa contohnya akan kami sebutkan di bawah ini:

  • Memex Exploler : Merupakan sebuah plugggable framework untuk perayapan domain spesifik, pencarian, hingga antarmuka terpadu.
  • ImageCat : Menganalisis gambar dan mengekstrasi metadata EXIF dan teks yang terdapat pada gambar melalui OCR.
  • LegisGATE : Aplikasi untuk menjalankan General Architecture Text Engineering.
  • FacetSpace : Fitur yang memungkinkan penyelidikan terhadap set data besar berdasarkan ekstraksi dan manipulasi aspek yang relevan.
  • ImageSpace : Menyediakan kemampuan untuk menganalisis dan mencari melalui sejumlah besar gambar berdasarkan metadata teks OCR atau unggahan gambar.

2. RAM Replay

RAM adalah singkatan untuk Restoring Active Memory. Penjelasan gampangnya, dengan program ini seseorang bisa mengigat sesuatu tanpa pernah mengalaminnya sendiri. Ini juga bisa digunakan untuk menguasai skill atau kemampuan tanpa perlu belajar sekalipun. Dari penjelasan ini bisa dipastikan jika DARPA akan mampu menguasai keahlian mengemas pikiran menjadi data-data yang bisa ditransferkan.

Tujuannya sendiri pun sebenarnya sudah sangat jelas. Dengan teknologi ini DARPA akan mampu membuat sekelompok orang bisa tiba-tiba punya skill layaknya tentara. Bahkan sebenarnya mereka bisa mencetak manusia model apa pun. Ya, memang terlihat seperti khayalan yang ada di film-film, tapi teknologi ini ternyata sudah benar-benar diciptakan.

3. Tabung Vakum Canggih

Perangkat semacam itu memungkinkan Anda mengontrol energi listrik, mendistribusikannya diantara beberapa elektroda. Ini mulai digunakan dari tahun 1904 diperalatan yang sangat berbeda. Meskipun sudah tak dipakai dikebanyakan perangkat elektronik, namun tabung vakum masih digunakan untuk komponen satelit. Menurut para peneliti, dibanding semikonduktor tabung vakum lebih kuat dan tahan dengan suhu ekstrem.

DARPA pun tak ketinggalan untuk mengembangkan alat ini dalam proyek bernama Innovative Vacuum Electronic Science adn Technology. Hasilnya ternyata cukup bagus. Bahkan selain makin kuat, tabung vakum buatan DARPA mampu beroperasi di frekuensi yang lebih tinggi. Hal ini membuat si satelit tersebut sangat susah untuk dibajak dan bisa digunakan untuk jalur komunikasi khusus.

4. Soft Exoskeletons

Sejak lama, prajurit telah memainkan peran penting dalam pertempuran. Akan tetapi, terkadang prajurit terpaksa melakukan pekerjan terlalu berat yang menguras tenaga. Dari kejadian ini muncullah ide untuk menciptakan robot, namun hal itu belum cukup, prajurit perlu doping lain untuk menjadikannya seperti super soldier atau Iron Man dengan kemampuan tinggi yang lebih cepat dan tentunya lebih kuat.

Bekerja dengan peneliti dari Harvard’s Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering, Soft Exosuit DARPA ini adalah rangka robotik ringan yang dikembangkan untuk prajurit. Dengan memasang Exoskeletons, seorang prajurit akan memiliki kekuatan tambahan serta daya tahan. Amunisi pesawat yang berat bisa diangkat sendiri, atau berjalan jauh dengan beban berat. Mesin cyborg ini menggunakan sensor built-in dan komputer mikro untuk secara cerdas membaca kebutuhan penggunanya.

DARPA Akan Ciptakan Senjata Militer AS Dikendalikan oleh Kekuatan Pikiran?

Ketika mendengar kata kekuatan pikiran, pasti hal yang terlintas dipikiran kita adalah karakter Charles Xavier yang bisa membaca pikiran dan bahkan memanipulasi jalan pikiran orang tersebut. Membaca pikiran merupakan hal yang sangat sering diangkat dalam karya fiksi ilmiah. Karena dengan membaca pikiran seseorang, maka hal yang selama ini disembunyikan seseorang bisa diketahui. Dalam dunia nyata, manusia memang masih belum bisa membaca pikiran dengan tepat dan akuran.

Hal inilah yang kini coba diubah oleh DARPA. Lembaga penelitian yang masih berafiliasi dengan Departemen Pertahanan AS tersebut pada pertengahan Mei mengumumkan kalau pihaknya kini tengah membayar sejumlah ilmuwan untuk menemukan metode seperti rekayasa genetika otak manusia, nanoteknologi dan sinar inframerah. Tujuan dari hal ini tentunya untuk penggunaan senjata yang bisa dikendalikan oleh pikiran, seperti drone yang bisa diakses menggunakan pikiran atau kemampuan untuk mengirimkan gambar dari satu otak ke tak lain.

Jacob Robinson yang merupakan seorang asisten profesor bioteknologi di Rice University dan salah satu dari enam tim bentukan DARPA mengatakan bahwa seseorang akan mampu untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak atau seorang yang mungkin menganalisis banyak data dengan cepat hanya dengan kemampuan pikran saja.

Jacob melanjutkan sebena­rnya ada latensi dimana seseorang dapat berkomu­nikasi dengan mesin dengan cara berkirim sinyal dari otaknya. Yang kemudian jika dimanfaatkan, seseorang dapat menggerakkan jari atau mulutnya untuk membuat perintah verbal. Jadi ada inter­aksi terhadap sistem cyber atau sistem fisik, melalui kekuatan pemikiran ini juga kita dapat meningkatkan kecepatan inter­aksi.

Walaupun teknologi dan pengetahuan manusia mengenai cara kerja otak sudah jauh berkembang, hingga sekarang manusia masih belum bisa menemukan teknologi yang bisa membaca pikiran dengan akurat. Selama ini jika manusia hendak memonitor kondisi otak seseorang, maka kepala orang tersebut akan dipasangi dengan perangkat elektroda. Teknologi ini dikenal dengan istilah electroencephalography (EEG) dan lazim digunakan oleh kalangan dokter untuk menganalisa kondisi otak pada pasien epilepsi yang baru saja menjalani operasi otak.

Untuk mewujudkan impian tersebut, tim dari Jacob berencana untuk menggunakan virus yang dimodifikasi untuk mengirimkan bahan genetik ke dalam sel dan mereka menyebutnya sebagai vektor virus. Langkah ini diputuskan untuk memasukkan DDA ke neuron spesifik yang akan membuat mereka menghasilkan dua jenis protein.

Jenis protein pertama yang akan diaplikasikan di otak manusia ini mempunyai tugas untuk menyerap cahaya yang diyakini mungkin bisa untuk mendeteksi aktivitas saraf. Lalu headset eksternal yang telah disiapkan nanti akan mengirimkan cahaya inframerah yang dapat melewati tengkorak dan masuk ke dalam otak. Detektor yang dipasang pada headset kemudian akan mengukur sinyal kecil yang dipantulkan dari jaringan otak untuk menghasilkan pembacaan aktivitas yang dapat digunakanuntuk mengetahui apa yang dilihat, didengar, atau hal yang ingin dikerjakan orang tersebut.

Protein yang kedua akan ditargetkan ke nanopartikel magnetik sehingga neuron satuan kerja utama dari sistem saraf yang berfungsi mengantarkan impuls listrik dapat dirangsang secara magnetis untuk menembak ketika headset menghasilkan medan magnet. Ini dapat digunakan untuk menstimulasi neuron sehingga menginduksi gambar atau suara dalam pikiran seseorang. Sebagai bukti konsep, kelompok Jacob ini berencana menggunakan sistem ini untuk mengirimkan suatu gambar dari korteks visual satu orang ke orang lain.

Jacob juga mengatakan bahwa memecahkan sandi atau menyandikan pengalaman sensorik adalah sesuatu hal yang mereka pahami dengan relatif baik. Dia juga konsisten dan mengatakan bahwa mereka dapat mewujudkannya jika didukung dengan teknologi canggih.

Ketika membaca artikel di atas pasti ada banyak pertanyaan yang terlintas dipikiran kita. Ini merupakan salah satu hal yang mungkin tidak pernah terlintas dipikiran kita. Akan tetapi, ditangan para profesor semua hal itu terlihat nyata. Kira-kira alat teknologi seperti apa lagi ya yang akan dibuat oleh para ilmuan ke hari berikutnya? Kita tunggu aja ya…:). Terima kasih sudah singgah di website kami. Sampai jumpa.