“Desimal Dewey Klasifikasi (DDC)”, Sistem Yang Memudahkan Mencari Buku Di Perpustakaan

May 27, 2018 24776 Views

Apakah kalian pernah mendengar tentang aplikasi “Desimal Dewey Klasifikasi (DDC)”? Ya, memang aplikasi yang satu ini jarang sekali digunakan oleh kebanyakan orang. Tapi pada dunia perpustakaan, Desimal Dewey Klasifikasi (DDC) sering di gunakan. Fungsi perpustakaan sekarang ini menjadi bagian yang terpenting dari kegiatan dan program yang ada di dalam suatu lembaga atau institusi tertentu.

Apalagi pada saat kuliah, perpustakaan tidak lepas dari proses belajar mengajar antara mahasiswa dan dosen. Di zaman modern seperti sekarang ini, seorang pustakawan sering kali mengalami beberapa kendala. Contohnya seperti pembuatan kartu tanda pengenal dari perpustakaan tersebut yang di buat dengan menggunakan mesin ketik. Yang sekarang ini sudah beralih ke komputer.

Pada artikel kali ini, saya akan membahas sedikit tentang klasifikasi “Desimal Dewey Klasifikasi (DDC) yang ada pada perpustakaan. Ternyata DDC ini sangat berguna untuk semua orang yang ingin datang ke perpustakaan. Karena DDC ini di ibaratkan sebagai sebuah petunjuk untuk orang-orang yang ada di perpustakaan. Berikut di bawah ini sekilas penjelasan mengenai “Desimal Dewey Klasifikasi (DDC).

Apa Itu “Desimal Dewey Klasifikasi (DDC)?

Dewey Decimal Classification (DDC) merupakan sistem klasifikasi perpustakaan hasil karya Melvil Dewey. Dewey telah memulai sistem klasifikasi ini ketika ia masih menjadi mahasiswa dan bekerja sebagai pustakawan di Amherst College, Massachusetts, di sebuah negara bagian Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1876, Dewey dapat menerbitkan buku edisi pertama dengan judul; “Classification and Subject Index for Cataloguing, and Arranging the Books and Pamphlets of Library”.

Pada edisi-edisi selanjutnya, DDC terus melakukan penyempurnaan dengan menambahkan subjek-subjek yang belum terdapat di dalamnya. Memang ada banyak jenis sistem klasifikasi perpustakaan yang di buat, tapi tidak ada yang bisa bertahan selama DDC. DDC sudah ada kurang lebih 1 abad sejak di keluarkannya buku edisi pertama sampai sekarang. Keunggulannya adalah lebih sistematik, universal, fleksibel, lengkap dan siap pakai. Sedangkan kelemahannya terletak pada kesannya yang terlalu American centris dan kurang menarik pada bidang-bidang tertentu yang ada di luar Amerika dan Eropa Barat, seperti bidang agama, manajemen pemerintahan dan bahasa-bahasa.

Yang dimaksud dengan klasifikasi ialah pengelompokkan buku berdasarkan subjek atau isi buku. Yang bertujuan untuk menarik daya pakai bahan pustaka semaksimal mungkin oleh pemakai. Telah di rinci, tujuan mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:

  • Untuk mempermudah murid-murid di dalam mencari buku-buku yang sedang diperlukan.
  • Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mencari buku-buku yang di pesan oleh murid-murid.
  • Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mengembalikan buku-buku pada tempatnya.
  • Mempermudah guru pustakawan mengetahui perimbangan bahan pustaka.
  • Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam menyusun suatu daftar bahan-bahan pustaka yang berdasarkan sistem klasifikasi.

Prinsip-Prinsip Pengklasifikasian

Ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah yang menggunakan sistem klasifikasi berdasarkan subjeknya:

  1. Pertama-tama berdasarkan subjeknya. Kemudian berdasarkan bentuk penyajiannya, atau bentuk karyanya.
  2. Khususnya untuk buku-buku yang termasuk karya umum dan kesusastraan sebaiknya lebih di perhatikan bentuknya.
  3. Dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah, hendaknya memperhatikan tujuan pengarangnya .
  4. Klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah itu pada subjek yang sangat spesifik.
  5. Apabila sebuah buku yang membahas dua atau tiga subjek, klasifikasilah buku tersebut pada subjek yang dominan.

Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi bisa berdasarkan ciri-ciri buku, sehingga buku-buku yang bercirikan sama bisa di kelompokkan menjadi satu. Ada beberapa sistem klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah, antara lain sebagai berikut:

  • Sistem abjad nama pengarang

Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad nama pengarangnya.

  • Sistem abjad judul buku

Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad judul bukunya.

  • Sistem kegunaan buku

Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar kegunaannya. Misal, buku-buku cerita di kelompokkan menjadi satu, buku-buku ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi satu.

  • Sistem penerbit

Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah di kelompokkan berdasarkan penerbit buku.

Dewey membagi 10 golongan utama dengan angka:

  • 000 – 099. Karya umum (general work)
  • 100 – 199. Filsafat (philosophy)
  • 200 – 299. Agama. (Religion)
  • 300 – 399. Ilmu sosial (social science)
  • 400 – 499. Bahasa (leaguage)
  • 500 – 599. Ilmu murni ( pure science)
  • 600 – 699. Pengetahuan praktis (applied science)
  • 700 – 799. Kesenian dan hiburan (recolation)
  • 800 – 899. Kesusastraan (literature)
  • 900 – 999. Sejarah (history)

Alasan mengapa Dewey membagi menjadi 10 bagian golongan yaitu karena antara bagian / golongan 1 dengan golongan – golongan berikutnya selalu ada hubungannya dari awal sampai akhir dari penggolongan itu.

DDC sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu:

  1. Tabel, yang berisikan angka-angka klasifikasi dari setiap ilmu pengetahuan,
  2. Indeks, berisikan nama-nama ilmu pengetahuan dengan angka klasifikasi di belakangnya.

Sebagai salah satu sistem klasifikasi, DDC harus memiliki unsur-unsur tertentu yang merupakan persyaratan bagi sistem klasifikasi yang baik. Unsur-unsur tersebut yaitu:

1) Sistematika, pembagian ilmu pengetahuan yang dimasukkan ke dalam suatu bagan yang lengkap dan di dasari oleh beberapa prinsip tertentu.

2) Notasi, yang terdiri dari serangkaian symbol berupa angka, yang mewakili serangkaian istilah yang terdapat dalam bagan.

3) Indeks relative, yang terdiri dari beberapa tajuk dengan perincian aspek-aspeknya yang disusun secara alfabetis dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan tajuk yang tercantum dalam indeks pada bagan.

4) Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus yang di pakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat dalam beberapa subyek yang berbeda. Di dalam DDC edisi terakhir terdapat 7 tabel pembantu yaitu:

  • Tabel Subdivisi Standar
  • Tabel Wilayah
  • Tabel Subdivisi kesusasteraan
  • Tabel Bahasa
  • Tabel Ras
  • Tabel Bangsa dan Etnis
  • Tabel Bahasa, dan lainnya.

5) Pembagian Subjek, pada sistem DDC terdapat beberapa subjek yang di bagi dari subjek besar (kelas utama) menjadi kecil (devisi), kemudian di bagi lagi menjadi yang lebih kecil (subdivisi) dan lebih rinci lagi yang disebut dengan table lengkap.

Cara Menentukan Nomor Buku Dengan Aplikasi E-DDC

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara menentukan nomor kelas buku dengan aplikasi E-DDC. Sangatlah mudah, semudah kita melakukan pencarian di Google. Tinggal ketik kata yang ingin kita cari, tekan Enter. Lalu muncul. Mudah kan?

1) Pastikan komputer atau laptop kalian sudah terinstall aplikasi E-DDC ini. Kalau belum, sebaiknya di instal dulu. Bagaimana cara menginstalnya? Silahkan klik link Cara Download dan Install E-DDC Versi 23.

2) Setelah terinstall, klik Icon E-DDC pada desktop. Sehingga akan tampil tampilan Home E-DDC. Kemudian kita lihat pada kotak pencarian.

3) Ketik kata kunci yang hendak kita cari nomor kelasnya pada kotak pencarian itu. Misal kata kuncinya adalah : Sejarah Perpustakaan. Kemudian klik tombol List Topics atau langsung tekan Enter. Maka akan tampil hasil pencarian. Hasil pencarian akan di tampilkan pada kolom sebelah kiri berdasarkan ranking. Ranking tertinggi di anggap paling mendekati pencarian yang di maksud.

4) Klik 2 kali pada hasil pencarian, atau bisa juga dengan klik tombol Display.

5) Maka, hasil pencarian akan di tampilkan secara detail dari hasil pencarian akan di tampilkan pada kolom
sebelah kanan. Hasil pencarian di tandai dengan highlight warna biru. Gunakanlah nomor klasifikasi yang di anggap paling sesuai. Berdasarkan contoh ilustrasi di bawah ini, maka nomor klasifikasi untuk sejarah perpustakaan adalah 020.9. Mudah kan?

O iya satu lagi, E-DDC ini menyediakan alternatif pilihan untuk kelas beberapa kelas loo..

Dari penjelasan diatas telah di dapatkan beberapa kesimpulan yang mengarah pada kelebihan dan kelemahan DDC. Berikut di bawah ini beberapa kelebihan dari DDC adalah:

  1. DDC merupakan sistem yang cara kerjanya yang praktis dan merupakan bagian klasifikasi yang paling banyak digunakan di dunia,termasuk Indonesia.
  2. DDC menggunakan lokasi yang gampang.
  3. Revisi yang di lakukan secara berkala dengan interval yang teratur menjamin kepastian dari bagan klasifikasi Dewey.
  4. Notasi yang murni dengan angka Arab dan di kenal dengan universal.
  5. Urutan secara numerik yang sekilas akan memudahkan kita untuk menempatkan buku yang ada di rak.
  6. Sifat hirarkis notasi DDC mencerminkan hubungan antara nomor kelas.
  7. Penggunaan notasi desimal yang memungkinkan perluasan dan pembagian subdivisi tanpa batas.
  8. Sifat memoniks notasi yang membantu pemakai untuk mengingat dan mengenali nomor kelas.

Sedangkan kelemahan yang muncul dari sistem DDC adalah sebagai berikut:

  1. Klasifikasi Dewey terlalu mengarah pada sifat Anglo Saxon serta kristiani.
  2. Penempatan beberapa subjek tertentu yang sering di pemasalahkan.
  3. Basis sepuluh DDC membatasi kemampuan perluasan dengan sistem notasi, karena dari sepuluh divisi hanya sembilan yang dapat di perluas untuk memberi tempat subjek yang bertingkat sama dalam hierarki.
  4. Perluasan sebuah subjek dapat dilakukan dengan sistem desimal.
  5. Relokasi sering menimbulkan masalah bagi pustakawan.
  6. Laju pertumbuhan ilmu pengetahuan yang tidak sama sehingga membuat struktur ilmu pengetahuan tidak balance.

Semoga dengan adanya aplikasi Desimal Dewey Klasifikasi (DDC) ini, orang-orang yang sering ke perpustakaan terutama penjaga perpustakaan dapat lebih mudah mencari lokasi buku yang di cari dengan cara menggunakan aplikasi ini. Semoga bermanfaat ya..