Mengenal “Flat Design” Fitur Yang Digunakan Dalam Membuat Desain

May 30, 2018 326 Views

Hampir rata-rata kehidupan manusia pastinya selalu berhubungan dengan yang namanya Multimedia. Termasuk design, baik itu dari Web design, Brosur, Poster, sampai-sampai karakter game juga ada teknik desainnya. Zaman sekarang untuk membuat sesuatu, dibutuhkan teknik yang sederhana tetapi tetap harus mengutamakan daya tarik peminat terhadap suatu objek dari setiap aspeknya, seperti teknik desain grafis yang satu ini. Ada yang tau gak apa flat design itu? Ya, Flat Design atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah Desain Datar, yaitu teknik yang sering kali di gunakan untuk penggunaan desain web di era sebelumnya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, flat design mulai berkembang. Tidak hanya untuk desain website tetapi juga telah meranah ke desain karakter dan desain aplikasi karena kelebihannya yang simple tetapi tetap menarik dengan warna, tata letak, dan kesederhanaan dari pembuatannya.

Sebelumnya, web desainer telah membuat dan memamerkan keterampilan mereka dengan mengemas situs dengan ilustrasi yang mencolok dengan animasi yang mereka buat dan yang melihat pun merasa kagum. Kemudian datang inovasi terbaru yaitu desain skeuomorphic merupakan desain yang membuat kehidupan nyata kita di tuangkan ke dalam komputer dengan menggunakan teknik faux-realistis dengan cara menambahkan menambahkan bayangan dan karakteristik yang ada pada objek supaya terlihat lebih nyata.

Teknik desain ini membuat objek menjadi terlihat seperti hidup. Semakin berkembangnya teknolgi IT, semuanya sudah beralih ke tren Flat Design. Bersaing dengan berbagai jenis teknik desain tiruan dengan memiliki kesederhanaan dan nilai estetika klasik yang serba digital. Jika kalian sedang mencari bagaimana tren gaya desain yang sedang terjadi saat ini, mungkin flat design adalah jawabannya.

Maka dari itu saya membuat artikel ini untuk menjelaskan tentang FLAT DESIGN yang sudah banyak di gemari oleh designer dunia, berikut penjelasannya.

Mengenal Apa Itu Flat Design

Flat Design merupakan sebuah gaya design yang dimana teknik dasar penggunaannya di lakukan dengan cara menghilangkan karakter gaya pada suatu objek, seakan-akan gambar tersebut sedang mengambang. Yang dapat diartikan dengan cara menghilangkan karakter gaya pada design, contohnya seperti gradiasi (gradient) dan tekstur (texture) nya. Dan karakter lain yang pada design digunakan untuk membuat tampilan design itu seolah-olah menjadi design tiga dimensi yang rata.

Konsep flat design tidak menyangkut pautkan unsur desain 3D, Gradient, dan lain-lain. Walaupun begitu, tanpa unsur tersebut flat design di buat tanpa efek sama sekali. Teknik flat design lebih mencolok kepada penggunaan warna yang solid dan typography yang lebih sederhana. Salah satu kelebihan dari penggunaan flat design yaitu pemilihan warna yang simple namun menarik, bentuknya yang sederhana, tata letak dan pemilihan font yang khusus sehingga tidak terkesan tua atau norak dan bisa juga di gunakan pada tampilan responsive web design.

Flat design dapat di percantik dengan menggunakan warna ataupun tidak. Tetapi peran warna disini memang sangat penting dan juga menjadi ciri khas dari flat design. Dengan cara memilih warna pada saat ingin menentukan tema yang akan di buat supaya terlihat lebih simple dan enak di lihat. Desain ini sangat jarang menggunakan warna hitam dan putih, berbeda dengan saudaranya yaitu metro design. Memang terlihat seperti warna putih, tetapi bila di fokuskan lagi warna tersebut adalah warna abu.

Sejarah Flat Design

Awalnya flat design itu berasal dari Swiss Design yang dikembangkan dan diperkenalkan lagi antara tahun 1940-1950 an di Swiss. Swiss design ini awalnya fokus pada penggunaan grid, tipografi, dan konten yang bersih dan juga tata letak yang tepat.

Dan pada tahun 40 sampai 50 -an, desain swiss ini mengkombinasikan objek-objek seperti benda-benda besar. Namun di desain dengan cara yang sederhana dengan tipografi yang sangat minim. Seiring perkembangan zaman pada tahun 1980-an banyak bermunculan jenis-jenis design. Dan pada tahun itulah flat design muncul dengan perkembangan dan teknik yang baru dan efisien.

Pada zaman dulu flat design sangatlah sederhana yaitu tanpa inovasi dan variasi sama sekali. Namun semakin berkembangnya zaman sekarang dengan teknologi yang sangat berkembang pesat. Salah satunya dengan munculnya flat design yang sekarang ini sangat di gemari oleh designer-designer terkenal untuk menggunakan design yang simple ini.

Pada tahun 2013-2014 -an flat design ini sangat berkembang pesat dan sudah terkenal dimana-mana. Penggunaan desain ini sudah banyak di gunakan pada tampilan design website, brosur, poster, aplikasi mobile, dan masih banyak lagi. Dan penggunaan flat design ini sudah banyak di kembangkan dalam bentuk animasi kartun dan lainnya.

Sebelum flat design populer seperti saat ini, ada salah satu jenis desain yang lebih dulu meraih popularitas seperti flat design pada masanya yaitu skeumorphism. Apa sebenarnya yang di maksud Skeuomorphism? Skeuomorphism merupakan prinsip desain yang memakai bentuk-bentuk yang tersedia di dunia nyata dan berlangsung sudah sejak lama. Meskipun kebutuhan fungsional dari Skeuomorphism tidak ada sama sekali.

Jenis-Jenis Flat Design

Setelah kalian membaca dan memahami tentang pengertian dan sejarah dari flat design, maka sekarang kita akan membahas tentang materi selanjutnya mengenai jenis-jenis dari flat design. Berikut di bawah ini sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis dari flat design.

1) Brosur Flat Design

Brosur, pastinya kita sudah tau bahwa brosur itu berupa selembaran kertas yang digunakan untuk menyampaikan atau mempromosikan suatu barang atau jasa yang di sampaikan kepada orang-orang. Dan sekarang teknik penggunaan flat design sudah banyak digunakan di brosur-brosur. Flat design yang dibuat pada brosur pun sangat simple, supaya pembaca dapat dengan mudah membaca dan memahaminya.

2) Icon Flat Design

Icon flat design, jenis ini sangat sering kita lihat pada aplikasi gadget ataupun internet. Kegunaan icon flat design pada pengelolaan aplikasi bertujuan supaya terlihat lebih simple dengan menggunakan teknik ciri khasnya yang sering di gunakan pada objek icon tersebut. Yang membuat pengguna supaya tidak sakit mata ketika melihat icon pada aplikasi ataupun internet. Bahkan sekarang hampir rata-rata, tema yang di gunakan pada handphone pun banyak yang menggunakan teknik flat design.

3) Karakter Flat Design

Karakter flat design merupakan jenis flat design yang sering muncul pada video animasi dan sudah banyak di kembangkan oleh animator-animator. Dan mereka telah melihat bahwa flat design juga bisa di terapkan pada animasi yang membuat animasi itu terlihat lebih simple dan gampang di cerna oleh penggemar atas informasi yang di sampaikan pada vidio tersebut.

4) Infographic Flat Design

Infographic Flat Design sangat jarang kita lihat dan sering terlihat pada berita-berita yang digunakan untuk menyampaikan informasi-informasi dengan menggunakan infographic. Dan bisa kalian contohnya seperti di Chanel TV CNN Indonesia. Kebanyakan orang-orang menggunakan jenis flat design ini sering di masukkan ke dalam desaign CV untuk menarik pembaca yang melihatnya dan juga menjadi salah satu faktor akan penerimaan pekerjaan atas CV yang telah kita buat.

5) Objek Flat Design

Objek Flat Design, menurut orang-orang jenis flat design ini adalah jenis flat design yang sangat dasar. Yang dimana design objek yang kita buat supaya terlihat lebih simple dan enak di lihat. Dan objek flat design sendiri dapat di kembangkan menjadi Infographic Flat Design, Icon Flat Design, dan bahkan CV Flat Design.

6) CV Flat Design

CV Flat Design merupakan jenis flat design yang sangat banyak di gemari oleh designer-designer. Yang dimana jenis flat design ini sangat mudah di kombinasikan dan divariasikan ke dalam banyak tampilan design CV. Bukan hanya itu, jenis flat design sangat mudah untuk dipahami atas informasi yang terdapat di dalam CV tersebut.

Software Membuat Flat Design

Dari penjelasan yang sudah dijelaskan di atas tadi, apakah ada yang paham mengenai Flat Design itu? Kalau iya, adakah yang berminat ingin membuat flat design sendiri? Membuat Flat Design susah-susah gampang, dikarenakan dalam pembuatan flat design harus meletakkan layout dan sudut pandang yang dimana menjadi ciri khas dari jenis flat design ini. Jika ada yang salah, maka fatal lah akibatnya, karena design ini bersifat vektor.

Dan pembuatan flat design pun harus menggunakan software khusus. Ada yang tau apa saja jenis software yang di gunakan dalam membuat flat design? Mari lihat di bawah ini akan di uraikan beberapa macam software yang di gunakan untuk membuat flat design.

  • Adobe Ilustrator

Adobe Ilustrator merupakan salah satu software yang telah di keluarkan oleh perusahaan adobe. Dan jenis software ini bersifat vektor. Aplikasi ini memiliki 2 jenis, yaitu CS dan CC. Dari kedua jenis itu, sudah menghasilkan banyak versi dan yang terbaru adalah adobe ilutrator ini. SOftware jenis ini banyak di gunakan oleh designer-designer.

Dalam membuat flat design software jenis ini memiliki fitur dan alat yang lengkap untuk mempermudah dalam pembuatan design yang simple. Tetapi internal yang terdapat di dalam software ini kurang mendukung bagi pemula yang ingin membuat flat design. Kalau ingin menggunakannya, kalian harus memahami terlebih dahulu seluk-beluk dari software yang satu ini.

  • Corel Draw

Corel Draw merupakan Software yang telah di buat oleh perusahaan COREL yang berguna untuk membuat design-design vektor dan melukis secara digital. Nah, kalau software yang satu ini baru bisa digunakan untuk pemula. Karena alat yang terdapat di dalamnya sangat mudah untuk di pahami. Kelemahan dari software ini yaitu di perwarnaan yang kalah jauh di bandingkan dengan ilustrator yang di gunakan dalam pembuatan design.

  • Inkscape

Software jenis ini juga termasuk salah satu jenis software yang banyak digunakan oleh designer selain yang sudah di jelaskan di atas tadi. Dan software ini tentunya gratis dibandingkan dari kedua jenis software di atas. Dan pengunaannya pun legal. Perangkat yang terdapat pada Inkscape ini pun hampir mirip seperti Corel Draw.

Kalau di dalam corel draw terdapat banyak fitur dan alat yang mempermudah dalam pembuatan design, sedangkan fitur dan alat yang terdapat pada inkscape tidak mirip seperti corel draw dalam pembuatan flat design. Dan software ini juga bisa digunakan untuk pemula.

Warna Yang Digunakan Untuk Membuat Flat Design

Color Pallete merupakan tempat sistem pemilihan warna yang berbentuk kotak-kotak untuk membuat flat design. Color pallete berfungsi sebagai pengganti warna dalam pewarnaan yang terdapat dalam bidang objek yang nantinya akan di buat menjadi flat design. Color Pallete ini sama seperti pilihan warna pada saat kita melukis dengan cara digital.

Color Pallete ini sangat penting dalam pembuatan flat design, yang juga mempermudah kita untuk membuat flat design. Supaya kita tidak memilih warna-warna yang salah. Dan color pallete ini dapat di cari di google dalam bentuk JPG dan PNG. Dan alat yang mengambil contoh warna disebut Eyeddroper Tool dan Paintbucket Tool.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampai dan mungkin itu belum 100% lengkap. Semoga dengan yang ada, kalian dapat memahaminya sedikit-sedikit. Sekian dan Terima kasih..