Mengenal Jenis Malware Yang Berbahaya Untuk Komputer

May 28, 2018 274 Views

Komputer kita lola (loading lama)? Pasti kebanyakan orang beranggapan kalau komputer atau laptopnya ada yang bermasalah atau ada file yang gakbisa di buka pastinya mereka berpikiran kalau hal itu di karenakan adanya virus. Namun jarang sekali orang mengetahui apa nama program dari virus tersebut.

Namun ternyata yang sering menyerang komputer ataupun laptop kita adalah malware dan virus hanyalah salah satu jenis dari malware, untuk itu ada baiknya jika kita mengetahui apa saja jenis malware yang dapat merusak komputer kita.l

Pengertian Malware

Malware merupakan sebuah program yang di ciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu untuk mencari celah kesalahan yang ada di dalam software atau operating system. Sesuai dengan namanya, program ini benar-benar sangat jahat bagi perangkat pengguna. Apalagi kalau bagi pengguna perangkat yang polos atau tidak tau apa-apa tentang komputernya terserang virus yang jahat.

Malware sebenarnya merupakan “induk” dari beberapa program yang jahat, seperti virus komputer, worm, trojan, spyware, dan lainnya. Yap, beberapa poin tersebut sebenarnya merupakan “anak” dari Malware. Malware bertugas sebagai induk dari segala program jahat yang bekerja untuk menyebarkan penyakit di komputer. Cara yang di lakukan Malware itu bermacam-macam, mulai dari mencuri informasi penting, mengenskripsi data, menghapus data penting, bahkan membajak fungsi utama dari komputer kalian tanpa seijin pemiliknya.

Nama Malware sendiri merupakan singkatan dari “Malicious Software” yang berarti “perangkat lunak yang mencurigakan“. Walaupun pengertiannya sebagai “program” tetapi Malware ini juga dapat berbentuk script / kode. Namun pada intinya, istilah Malware itu digunakan untuk menggambarkan sebuah program atau sebuah kode yang telah di curigai yang dapat menguasai sebuah komputer contohnya seperti mengambil informasi penting yang ada di dalamnya. Termasuk juga untuk menggambarkan program atau kode yang bersifat berbahaya, merusak, mengganggu, dan mencurigakan.

Bahkan Malware mampu menyebarkan virus di dalam website, dimana hal tersebut terjadi akibat kalian mendownload di tempat yang sembarangan yang mengambil dari berbagai website. Akibatnya setiap data dan informasi yang sudah tersimpan di komputer dapat jebol atau di masuki berbagai virus. Bahkan sebuah sistem dari website yang ada di internet pun bisa saja down atau lemot akibat adanya Malware tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Dari Malware?

Setelah selesai menjelaskan mengenai definisi dari malware di atas, sekarang selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana cara kerja dari malware sampai mampu merusak sistem yang ada pada komputer kita.

  1. Pada saat Anda mengunjungi halaman Web yang terinfeksi (di situs orang lain, bukan situs Anda sendiri) yang banyak virus ke komputer pribadi Anda atau situs yang menampilkan Pop-up untuk membuka ataupun mendownload pada Pop-up tersebut. Dan oleh sebab itu komputer Anda akan terkena serangan virus.
  2. Mengirimkan nama pengguna dan sandi ke server yang dikendalikan oleh “hacker”.
  3. Para hacker membuat koneksi FTP otomatis ke server Anda dan mendownload file HTML atau PHP yang mereka temukan.
  4. Kemudian para Hacker memodifikasi file-file untuk menambahkan kode HTML (suatu “iframe” tag) yang menyebar virus, kemudian meng-upload file yang berubah kembali ke server.
  5. Situs Anda mulai menyebarkan virus ke korban baru.
  6. Dalam beberapa hari, situs Anda akan ditandai sebagai “Situs ini mungkin berbahaya bagi komputer Anda” di Google, menyebabkan jumlah pengunjung menurun secara drastis.

Malware yang telah masuk ke dalam sistem komputer harus segera kalian atasi dengan cepat. Caranya kalian cukup memasang software antivirus yang memiliki kualitas terbaik dan mampu mencegah malware untuk masuk.

Apa Saja Sasaran Utama Dari Malware?

Berbicara soal sssaran ataupun target, sebenarnya Malware memiliki target yang bervariasi. Tetapi tergantung dari keinginan si pembuatnya. Contohnya seperti untuk memata-matai seseorang, mencuri informasi atau data pribadi yang tersimpan secara rahasia milik orang lain, membobol keamanan program, dan masih banyak lagi. Intinya, dengan adanya Malware dapat merugikan banyak orang.

Yang pada umumnya, tugas dari sebuah Malware itu di ciptakan untuk merusak atau membobol suatu software atau sistem operasi melalui kode yang sudah di rahasiakan. Dalam arti lain, Malware itu dapat di selipkan secara sembunyi atau diam-diam oleh pembuatnya.

Samakah Malware Dengan Virus?

Kalau ada yang beranggapan tentang samanya Malware dengan virus, maka itu salah. Malware dan Virus sangatlah berbeda. Banyak orang yang salah kaprah mengartikan makna dari kedua istilah ini. Ada yang menganggap bahwa Malware dengan Virus itu sama. Anggapan seperti inilah yang perlu di benarkan. Kita bisa lihat dari segi tata bahasanya saja dulu, istilah Malware dapat di artikan sebagai nama kelompok, sedangkan virus di artikan sebagai nama diri. Dengan arti kata lain, yang namanya “virus” itu termasuk dari bagian Malware.

 

Jenis-Jenis Dari Malware

Seperti yang semua orang tahu, bahwa setiap sebuah program itu memiliki jenis dan bagiannya. Demikian halnya dengan Malware, ternyata Malware itu ada beberapa bagiannya dan sering kita jumpai tanpa kita sadari. Contohnya seperti virus, adware, trojan, worm, spyware, backdoor, BOTS, wabbit, dan lain-lain. Apabila jenis Malware tersebut berbeda namanya, maka berbeda juga tipenya. Dan beda juga tujuan dan cara penyebarannya.

1) Virus Komputer

Virus merupakan salah satu jenis Malware yang mempunyai kemampuan untuk memanipulasi data, menginveksi, mengubah dan merusak sebuah program komputer Anda. Adapun kemampuan lain dari virus ini, yaitu dapat menggandakan diri dengan cara menyelipkan program dari kopian dari asal dirinya menjadi bagian dari program lain di komputer. Contohnya seperti

  • Win32/sality
  • Win32/virut
  • Win32/alman
  • Trojan.Loader
  • W32.Beagle.CO@mm
  • Backdoor.Zagaban

Cara kerja dan penyebarannya:

Virus sangat sering menyerang file atau dokumen berbentuk (.exe, .com, .vbs). Untuk itu, sangatlah wajar jika virus dapat menyebar setelah si pengguna menggunakan program yang telah di dapat dari kopian. Kalau tidak di pakai hasil kopian tersebut, maka virus belum tentu akan muncul. Tidak semua virus yang cara kerjanya hanya seperti itu, ada juga virus yang memiliki kemampuan lebih dalam menyerang sebuah komputer.

Selain itu virus juga dapat menyebar ke komputer lain dengan mudah, misalnya melalui perantara seperti USB, e-mail, file kiriman ataupun jaringan yang di dapat dari komputer lain. Setelah itu virus akan menyerang dan menyebar, yang biasanya virus akan bersarang di beberapa titik, seperti boot sektor yang ada di dalam hardisk atau file dokumen lainnya. Didalam Virus komputer juga ada beberapa jenis seperti

  • Macroviruses (virus besar) : virus yang ada di dalam perangkat lunak, seperti aplikasi pengolah kata.
  • Retrovirus : Aplikasi jahat untuk mematikan antivirus di komputer.
  • HLL virus : Virus yang di buat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C++, C, Pascal, Delphi, Basic, Visual Basic, dan lain sebagainya.

2) Worm (Cacing Komputer)

Worm merupakan sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan dirinya melalui kopian dan secara mandirinya virus akan menyebar dengan cepat pada berbagai jaringan komputer melalui port (lubang) keamanan yang terbuka.

Kebanyakan orang-orang mengkatakan bahwa worm itu adalah cabang dari virus. Mengapa begitu? Karena worm memiliki karakteristik yang hampir sama dengan virus. Bedanya, jika virus sangat bergantung pada program, maka kalau worm itu tidak.

Worm merupakan sebuah program yang berdiri sendiri tanpa bergantung pada suatu program lain (mandiri) untuk mencari sarang penyebarannya. Worm dapat merusak berkas yang ada di dalam komputer lebih paten daripada virus dan juga sering disebut sebagai cabang dari virus komputer. Contoh dari Worm yakni sebagai berikut.

  • Nimda
  • SQL-Slammer
  • ADMw0rm
  • Code Red
  • LoveLetter
  • Conficker
  • Win32/autoit

Bagaimana cara kerja dan penyebarannya?

Malware jenis ini memiliki kemampuan yang unik, yaitu penyebarannya tidak perlu campur tangan dari orang lain, tetapi hanya memakai jaringan yang ada. Worm masuk dengan memanfaatkan celah keamanan terbuka, biasanya ketika sistem operasi sedang terjadi.

Setelah itu worm masuk ke celah sistem yang kemudian mengambil data yang di telah di kopi sebelumnya ke dalam sistem. Yang kemudian sistem tersebut menerima worm untuk menyebarkan virus secara otomatis ke dalam perangkat tersebut. Setelah siap merusak file di dalam 1 sistem, maka worm akan menyebarkan ke jaringan yang lain.

Dampak yang di dapat pada perangkat  jika terserang worm:

  • Mencuri dokumen yang ada di dalam perangkat.
  • Mematikan antivirus yang ada di dalam sistem.
  • Mematikan sistem keamanan.
  • Membuat sistem yang sudah terinfeksi menjadi tidak terpakai dan tak ada gunanya.
  • Beberapa jenis worm juga dapat menghabiskan bandwith yang adan di dalam sistem.
  • Worm dapat menduplikatkan diri dengan cepat yang menyebabkan memori computer habis / kepenuhan. Setelah itu, komputer menjadi hang / lemot.

3) Trojan Horse (Kuda Troya)

Trojan hors atau sering disebut dengan Trojan merupakan sebuah program komputer yang mempunyai kemampuan yang tidak bisa di lacak dan seakan-akan baik untuk di gunakan yang ujung-ujungnya merusak sistem. Yang umumnya bertujuan untuk mendapatkan informasi yang di ambil dari korban secara diam-diam (mecuri) yang kemudian membajaknya. Contoh dari Trojan ini seperti berikut.

  • Win-trojan/SubSeven
  • Win-trojan/Back Orifice
  • Win-trojan/Ecokys
  • Zeus
  • Beast
  • Win32/sirefef
  • prorat

Cara kerja dan penyebarannya:

Trojan dapat menginveksi sistem, saat pengguna sedang mendownload sebuah aplikasi (umumnya aplikasi bajakan atau game) yang di dapat dari sumber yang tidak terpercaya di Internet. Aplikasi yang legal sebenarnya memiliki kode Trojan yang membolehkan seorang hacker untuk merusak sistem yang ada komputer si pengguna. Umumnya, trojan di bawa dari program pengguna lainnya, yang dengan kata lain trojan ini menyamar sebagai program pengguna di komputer lain.

4) Keylogger

Keylogger merupakan sebuah program yang tujuannya untuk mencatat segala aktivitas dari penekanan tombol (inputan) yang muncul dari keyboard. Keylogger sebenarnya bisa menjadi program yang baik dan jahat, tergantung si pemakai dalam menggunakannya.

Program ini bisa menjadi program baik, contohnya seperti untuk mengawasi aktivitas anak ketika sedang main komputer, memantau karyawan yang bekerja, memantau siswa yang sedang belajar dengan menggunakan komputer, dan sebagainya.

Sekarang orang-orang sudah banyak yang menyalah gunakan keylogger, yang akibatnya sekarang keylogger menjadi sebuah program yang jahat. Contoh kejahatan itu seperti, mencuri data / informasi penting punya orang lain dengan cara membobol password atau PIN mereka, membajak, dan sebagainya. Dan contoh dari malware keylogger adalah.

  • KGB Key Logger 5.2
  • Keylogger Douglas 1.1
  • Revealer keylogger Free Edition 1.4

 

Cara kerjanya:

Pertama-tama, Keylogger merekam segala aktivitas yang di dapat dari ketikan seseorang melalui keyboardnya yang di pakai. Hasil rakaman tersebut akan di simpan ke dalam berkas berbentuk catatan. Untuk mendapat informasi dari tombol keyboard yang sedang di tekan, maka program ini membutuhkan timer untuk memantau tombol-tombol yang sedang digunakan.

Catatan tersebut dapat di lihat secara lengkap dan persis seperti apa yang di ketik pada keyboard si pengguna lain. Bahkan kecanggihan dari keylogger ini, ada yang dapat mengirimkan hasil rekamannya lewat e-mail si hacker secara berkala.

 

5) Adware

Adware merupakan sebuah software iklan yang di masukkan secara diam-diam oleh pembuat program dengan kemampuan untuk mengunduh dan menampilkan materi iklan secara otomatis tanpa di ketahui penggunanya. Adware ini umumnya berbentuk seperti iklan Pop-Up yang ada di suatu situs. Contoh Adware seperti berikut.

  • Win32/adware.registrycleanfix2008
  • AOL Mail
  • MyWay Searchbar
  • Win32/adware.mycentria
  • Win32/adware.threatnuker

5) Dialer

Dialer merupakan sebuah program yang di buat untuk mengarahkan dari sambungan telepon pengguna ke internet, contohnya seperti beberapa nomor premium. Biasanya sebuah komputer yang terkena virus dialer, ia akan memaksa untuk terhubung ke internet walau tidak ada koneksi. Penipuan dialer sering terjadi yang tanpa di sadari oleh penggunanya. Kalau sudah terkena dialer, pastinya korban merasa sangat rugi. Begitu juga sebaliknya, kalau si pembajak sangat untung baginya.

6) Wabbit

Wabbit (bukan rabbit ya..) adalah sebuah program yang memiliki karakteristik seperti worm. Namun tidak memerlukan koneksi jaringan karena hanya bekerja di dalam sistem jaringan lokal. Wabbit akan selalu menduplikatkan dirinya sampai memori di dalam harddisk penuh.

7) BOTS (robot)

BOTS adalah sebuah proses yang bekerja secara otomatis yang kemudian berinteraksi dengan jaringan lain. Bots ini biasanya dapat digunakan untuk tujuan yang baik atau jahat, tergantung pembuatnya. Jika ia digunakan untuk tujuan jahat, ia akan bekerja seperti worm yang dapat menduplikatkan diri dan menginveksi / menyebarkan virus ke komputer. Perbedaannya BOTS itu memerlukan perintah atau arahan dari si pembuat bot itu sendiri supaya dia bereaksi. Contohnya seperti mendapatkan informasi penting, DoS, Spam dan sebagainya.

Contoh dari BOTS :

  • Log keystrokes
  • Capture and Analyze packets
  • Launch DoS Attacks

8) Browser Hijacker

Browser Hijacker merupakan sebuah program yang di buat dengan tujuan untuk mengubah atau menambah fungsi dari aplikasi browser, seperti google chroome, moozila firefox, dan lainnya. Dengan cara membuat pengarahan langsung dari situs tertentu saat aplikasi Internet Explorer sedang di jalankan.

Contoh Browser Hijacker :

  • Onewebsearch
  • Conduit Search
  • CoolWebSearch

9) Spyware

Spyware adalah sebuah program yang bekerja sebagai mata-mata untuk mengetahui kebiasaan yang di kerjakan dari si pengguna komputer dan memberikan informasi tersebut ke pihak lain. Informasi tersebut dapat di pantau secara diam-diam tanpa ketauan si korban. Intinya, tujuan dari spyware ini adalah untuk melakukan pengintaian yang kemudian memberikan informasi tersebut ke pihak pembajak tentang segala aktivitas yang terjadi pada komputer korban.

Contoh Spyware :

  • Parental Control Software
  • Detective Software
  • Spyaxe
  • Surf saver

10) Backdoor (pintu belakang)

Backdoor adalah salah satu metode yang di pakai untuk melewati suatu proses yang biasanya di lakukan seperti login dan juga berusaha supaya tidak terlacak. Malware jenis ini masuk dengan memanfaatkan celah pintu belakang (Backdoor) dari sebuah perangkat yang sering di selipkan melalui Trojan atau Worm. Contoh dari Backdoor misalnya seperti: BackOrifice, NetCut, Ratware dan akibat yang di timbulkan dari Backdoor seperti.

  • Mengacaukan lalu-lintas jaringan.
  • Mendistribusikan serangan distributed denial of service.
  • Melakukan brute force untuk melakukan crack password atau enkripsi.

Cara kerjanya:

Mula-mula, malware ini masuk melalui sistem untuk mengakses sumber daya dan file. Dengan cara melanggar prosedur keamanan. Berdasarkan cara kerja dan penyebarannya, malware ini dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

Golongan pertama, menyerupai Trojan: Malware ini secara manual di masukkan ke dalam suatu program yang ada di dalam software, kemudian ketika user menginstallnya berarti serangan virus sedang di jalankan. Dari situlah inveksi mulai menyebar.

Golongan kedua, menyerupai Worm : Malware di jalankan sebagai bagian dari proses boot.

Selain 2 golongan tersebut, ada juga backdoor jenis lain yang di namakan Ratware. Apa itu Ratware ? Ratware adalah sejenis backdoor yang mengubah komputer menjadi seperti zombie yang nantinya akan mengirim spam.

11) Rootkit & Exploit

Baik Rootkit maupun Exploit, kita tidak bisa jamin bahwa keduanya adalah bagian dari malware. Maksudnya tidak semua rootkit dan exploit itu jahat, tergantung dari si penggunanya saja. Masih belum ngerti? Maksudnya, Exploit itu merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat menginveksi melalui celah keamanan yang sedang terbuka. Exploit ini umumnya digunakan oleh para peneliti untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem itu memiliki celah.

Hasil telitiannya tersebut kemudian di berikan kepada produsen, lalu produsen memperbaiki atau menetralkan celah tersebut. Namun adakalanya tugas dari Exploit itu menjadi salah satu dari bagian Malware yang tugasnya adalah menyerang celah keamanan tersebut yang sekarang telah di salahgunakan oleh pengguna.

Rootkit berbeda dengan Exploit, karena Rootkit itu tidak menyerang sistem secara langsung seperti Exploid. Rootkit ini di masukkan ke dalam komputer oleh si hacker setelah komputer di bajak. Apa tujuan dari Rootkit ? Tujuannya untuk menghapus jejak-jejak dari si hacker.

Kadang-kadang, Rootkit juga berisi seperti malware backdoor yang bertugas supaya penyerang dapat kembali menyerang sistem di lain waktu. Selain itu, Rootkit juga memiliki karakteristik yang unik yang tertanam di inti sistem operasi. Hal inilah yang membuat Rootkit susah di lacak. Rootkit juga bisa meneliti berbagai proses yang sedang berjalan. Saat ia mencurigai adanya antivirus, ia dapat bersembunyi sesaat. Kemudian aktif kembali ketika proses tersebut selesai dan contoh dari Rootkit & Exploit sebagai berikut.

  • EoP
  • Serangan DOS
  • Spoofing

Itulah tadi beberapa jenis dari malware yang sangat merugikan komputer atau laptop kita. Dan pastinya kalian tidak akan sudi kalau komputern pribadi kalian terserang oleh Malware ini. Tak hanyak merusak kompoter saja malware juga membuat aktivitas kalian yang sering dilakukan dengan komputer menjadi terhambat dan juga merugikan. So sebelum rusak, ada baiknya kalian sering menservis laptop atau komputer kalian ya guys.