Halo sobat! Sebelum Nabi Adam as diciptakan, bumi yang kita pijak sampai saat ini, sudah lama diciptakan oleh Allah Swt. Mungkin dalam benak kita bertanya-tanya, siapakah penduduk bumi sebelum adanya Nabi Adam as? Adakah makhluk lain sebelum adanya manusia? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang kita semua sangat ingin mengetahuinya. Lantas, seperti apa wujud dari makhluk tersebut? Nah, daripada penasaran, mari kita ikuti ulasan berikut ini.

Beberapa ulama mencoba memberi penafsiran. Seperti dalam Tafsir Alquran al-Adzim dimana Ibnu Katsir mengemukakan beberapa pendapat dari sahabat, tabiin, dan para ulama. Dari pendapat Ibnu Abbas diterangkan, yang pertama menempati bumi adalah bangsa jin, lalu mereka berbuat kerusakan dan saling membunuh. Lalu Allah mengutus Iblis membunuh mereka dan bangsanya hingga mereka terpojok ke daerah-daerah pegunungan dan laut. Kemudian Allah menciptakan Adam untuk ditempatkan di muka bumi.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al Baqarah:30).

Tiga Umat Sebelum Nabi Adam As

Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal jan dan Banul jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang bernama Azazil yang memimpin para malaikat Jibril, Mikail, Izroil dan malaikat yang lainnya untuk menaklukan Abal jan dan Janul jan dibumi ini.

Kemudian setelah ditaklukan, akhirnya Allah menciptakan Nabi Adam diantara Azazil. Malaikat dan Adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”, akhirnya semuanya sujud kecuali Azazil sang bangsa iblis. Mereka sombong dan membangkang.

Manusia tidak diciptakan dibumi, melainkan manusia dijadikan khalifah di bumi sebagai pengganti. Tentunya ada yang diganti, seperti Adam bukan makhluk pertama dibumi dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal jan, Banul jan dan Izajil, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.

Bentuk Makhluk Abal jan, Banul jan dan Izajil tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda boleh buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti manusia, yaitu Banul jan, anak turun Jin, juga Banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi dirusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari tercirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemui, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai ciri-ciri yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kumpulan ini dinamakan Neanderthal. Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens.

Menurut Wikipedia, Homosapiens mula ada kira-kira 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.

Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang mengatakan bahawa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’  golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30.  Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.

Hal yang harus diingat adalah, makhluk pra-sejarah, atau yang sering disebut manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang! Nenek moyang kita adalah Nabi Adam. Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata, mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti insting seperti pada hewan.

Apa itu Banul Jan, Banul Ban dan Izajil?

Jauh sebelum turunnya Nabi Adam as ke bumi, diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan. Abu Jaan atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin. Jin diciptakan dari sejenis api, tubuhnya tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang dikehendaki oleh Allah SWT. Ia bisa terbang sesuka hati. Awal Kehidupannya di surga dan sampai akhirnya hidup dan mati di bumi. Izajil adalah Bangsa Iblis, Dari Jin Inilah keturunan Iblis Lahir dengan di beri kelebihan kepandaian oleh Allah SWT.

Sesudah keadaan Iblis dikeluarkan oleh Allah dari Syurga, maka Iblis meminta pada Allah agar umurnya dipanjangkan (tidak mati) hingga datangnya hari kiamat (rusaknya semua mahkluk). Iblis mengancam kepada Nabi Adam dan anak cucunya, akan dibujuk rayu dan disesatkan dari jalan tuntunan yang benar, sehingga tidak ada yang ta’at mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi semua larangannya, sehingga Iblis dan Syaitan bertujuan membuat dengan cara bermacam-macam dari segala urusan, baik dari arah (sebelah) kanan, kiri serta arah muka dan belakang, sampai mengikuti pujuk rayunya serta menjadi temannya hingga boleh masuk bersama-sama ke dalam siksa Allah swt ke Neraka.

Karena itu Allah memberikan perjanjian kepada Adam (anak cucunya) siapa yang mengikuti tingkah laku syaitan/iblis, maka dia menjadi temannya dan nantinya akan aku masukan, yaitu Neraka (tempat Iblis dan teman-temannya). Maka dari itu, kita sebagai umat manusia sudah pantasnya mengikuti  segala perintahnya (Allah Swt). Dan menjauhi apa yang menjadi larangannya. sekian untuk pembahasan hari ini, semoga bermanfaat bagi kita. Terima kasih.