Sering Menjadi Asupan Pada Tanaman, Inilah Penjelasan Mengenai Pupuk

May 29, 2018 235 Views

Indonesia merupakan negara yang agraris. Yang mayoritas mata pencaharian penduduknya sebagai petani. Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meningkatnya hasil pertanian yang berguna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, maka kebutuhan seorang petani akan berjalan lancar apabila menggunakan pupuk yang berkualitas dan dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, peran pupuk sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan juga masyarakat.

Pupuk di Indonesia mempunyai peranan penting dalam meningkatan kualitas produksi hasil pertanian. Salah satu jenis pupuk yang sering di gunakan oleh petani adalah pupuk urea. Pupuk ini berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi tanaman. Bagi dunia peternakan, urea merupakan sumber nutrisi makanan ternak yang dapat meningkatkan produksi susu dan kualitas daging. Selain itu pupuk urea juga memiliki manfaat yang cukup besar dalam bidang industri.

Contohnya antara lain sebagai bahan untuk pembuatan resin, produk-produk percetakan, sebagai pelapis, perekat, bahan anti kusut dan membantu untuk pencelupan di pabrik tekstil. Dengan demikian, kebutuhan pupuk urea setiap tahunnya semakin bertambah besar.

Pada saat ini perkembangan pertanian organik sebagai salah satu alternatif untuk mencegah persoalan yang ada
di lingkungan sangatlah di perlukan. Permasalahan terbesar yang pernah terjadi di sebabkan karena pencemaran tanah yang menjadikan persediaan unsur hara dalam tanah semakin lama semakin menipis. Banyak unsur yang hilang, yang kemudia n tidak kembali lagi ke tanah.

Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, maka tanah akan semakin kehabisan unsur hara. Apalagi kondisi sekarang ini yang memperburuk pertanian dengan munculnya pertanian modern. Yang sekarang ini menerapkan sistem pertanian monokultur yang menggunakan varietas unggul dan menyerap banyak unsur hara. Jika varietas unggul ini di gunakan secara terus menerus, maka tanah juga akan semakin kehilangan unsur hara. Kondisi seperti ini dapat di perbaiki dengan cara penambahan unsur hara yang di lakukan secara tepat, yakni melalui pemupukan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas bersama-sama dan memahami definsi dari pupuk. Pastinya kalian sudah tau apa itu pupuk dan beberapa jenis-jenis pupuk yang ada. Untuk mengetahui pupuk selengkapnya, silahkan lihat penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Pupuk

Pupuk di sini di definisikan sebagai material yang di tambahkan ke tanah atau sebagai penyubur tanaman yang bertujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang pertama kali di gunakan adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Kemudian pemakaian pupuk kimia yang sekarang ini berkembang seiring dengan di temukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.

Pada saat pemilihan pupuk, yang perlu kita di ketahui terlebih dahulu adalah jumlah dan jenis unsur hara yang ada di dalamnya. Serta manfaat dari berbagai unsur hara yang menjadi pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang di beri label bertujuan untuk menunjukkan jenis dan unsur hara yang ada di dalamnya. Kadang juga petunjuk pemakaiannya juga di cantumkan pada kemasan pupuk. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita membaca label kandungan yang terdapat dalam pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya.

Selain menentukan jenis pupuk yang akan di gunakan dengan tepat, perlu ketahui juga cara mengaplikasikannya dengan benar. Sehingga takaran pupuk yang di berikan pada tanaman dapat lebih efisien. Kesalahan dalam pemberian pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang di kandung oleh pupuk tidak dapat di manfaatkan oleh tanaman.

Sejarah Penggunaan Pupuk

Petani kuno pasti tau bahwa hasil pertama atau panen pada sebidang tanah jauh lebih baik di lakukan sekarang daripada tahun-tahun yang akan datang. Hal ini di sebabkan karena mereka sering berpindah-pindah yang kemudian menunjukkan hasil yang sama dari hasil kurang memuaskan dari tahun-tahun sebelumnya. Akhirnya berfikir bahwa pertumbuhan tanaman di sebidang tanah dapat di tingkatkan dengan cara menyebarkan kotoran hewan di sekeliling tanah.

Seiring waktu berjalan, teknologi pupuk menjadi lebih meningkat. Yaitu dengan di temukannya zat baru yang berguna untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Orang Mesir telah mengetahui membuat pupuk dengan cara menambahkan abu dari sisa pembakaran gulma di tanah. Tulisan-tulisan orang Yunani dan Romawi kuno telah menunjukkan bahwa kotoran hewan yang baik di gunakan tergantung pada jenis tanah atau tanaman yang tumbuh.

Hal tersebut masih di lakukan oleh banyak petani hingga kini. Yaitu dengan cara membakar gulma di lahan yang akan di tanami oleh tanaman supaya hasilnya lebih menguntungkan. Ada beberapa jenis bahan lain yang di tambahkan pada saat pembuatan pupuk yang di lakukan oleh orang Yunani dan Romawi kuno yaitu dengan cara mencampurkan kerang laut, tanah liat, limbah sayuran, limbah dari proses manufaktur yang berbeda, dan bahan lainnya seperti sampah.

Pada penelitian yang telah di susun dalam bidang teknologi, pupuk di mulai pada awal abad ke- 17. Awalnya ilmuwan seperti Francis Bacon dan Johann Glauber menjelaskan bahwa efek yang menguntungkan dari penambahan sendawa ke tanah. Glauber mengembangkan pupuk mineral lengkap pertama yang merupakan campuran dari sendawa, kapur, asam fosfat, nitrogen, dan kalium.

Seperti teori-teori ilmiah yang di kembangkan untuk kebutuhan unsur kimia pada tanaman telah di temukan, yang menyebabkan komposisi pupuk menjadi di tingkatkan. Justus von Liebig ahli kimia organik menunjukkan bahwa tanaman membutuhkan unsur mineral seperti nitrogen dan fosfor untuk tumbuh. Industri pupuk kimia bisa di katakan memiliki awal yang paten. Yang di keluarkan oleh Sir John Lawes yang kemudian di uraikan menjadi metode untuk memproduksi suatu bentuk fosfat yang merupakan pupuk yang lebih efektif di gunakan.

Industri pupuk sintetis telah mengalami pertumbuhan yang signifikan setelah Perang Dunia Pertama. Yaitu ketika fasilitas yang telah menghasilkan amonia dan nitrat sintetis untuk bahan peledak yang di konversikan menjadi produksi nitrogen pupuk berbasis.

Jenis-Jenis Pupuk

Berbagai jenis pupuk dapat di peroleh di kios-kios yang menjual bahan pertanian. Pada dasarnya pupuk itu dapat di bedakan berdasarkan asalnya, kandungan unsur hara yang ada di dalamnya, bentuknya, dan juga cara pemakaiannya. Menurut asalnya, pupuk di bedakan menjadi 2 yaitu pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam di kenal juga dengan sebutan pupuk organik yang di sebabkan karena proses alam. Di dalam pupuk organik termasuk di dalamnya itu ada pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau, guano, dan pupuk gambut.

Sedangkan pupuk buatan yang biasa disebut dengan pupuk anorganik ialah semua jenis pupuk yang di buat oleh pabrik yang di buat dari bahan kimia anorganik yang berkadar tinggi. Misalnya pupuk urea, TSP, dan KCI. Jika pupuk itu hanya mengandung satu unsur saja, maka pupuk tersebut di namakan dengan pupuk tunggal. Misalnya pupuk urea yang hanya mengandung unsur nitrogen (N) saja.

Jika pupuk yang mengandung unsur hara lebih dari satu di namakan pupuk majemuk. Pupuk juga ada yang di bedakan menurut bentuknya seperti pupuk padat dan cair. Dan ada juga di bedakan berdasarkan cara pemakaiannya. Yang di maksud pemberian pupuk berdasarkan cara pemakaiannya, yaitu pupuk dapat di berikan melaui akar dan ada pula yang di berikan melalui daun. Berikut di bawah ini beberapa jenis pupuk beserta penjelasannya, mari kita simak.

1) Pupuk Alam (Pupuk Organik)

Apabila petani menggunakan pupuk organik untuk tanaman, sangatlah beruntung. Karna pupuk jenis ini dapat memperbaiki struktur dan tekstur dari tanah, serta memperbesar kapasitas menahan air. Selain itu pupuk organik juga bermanfaat menambah persediaan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. Contohnya seperti pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau (tumbuhan yang sudah gugur /layu), pupuk guano, pupuk gambut. Berikut penjelasannya di bawah ini.

  • Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang di peroleh dari kotoran hewan piaraan seperti sapi, kambing, kerbau, kuda dan lainnya. Hewan piaraan ini akan menghasilkan pupuk kandang yang berbeda-beda dan juga mempunyai kandungan unsur haranya yang berbeda di dalamnya. Tergantung dari makanan yang di berikan oleh pemilik pada hewan piaraannya masing-masing. Jika makanan yang di berikan kepada hewan banyak mengandung nitrogen, maka kotoran yang di hasilkan juga banyak mengandung nitrogen.

Sebelum di gunakan, pupuk kandang harus bersih dari berbagai hama yang menggangu tanaman seperti rayap atau lundi. Selain itu pupuk kandang yang di pilih pun harus sudah matang. Untuk mengetahui ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang adalah warnanya cokelat kehitaman, yang kalau di pegang terasa dingin dan tidak lengket. Sedangkan pupuk kandang yang belum matang, masih akan mengalami proses dekomposisi. Dan jika pupuk yang belum matang tersebut di berikan pada tanaman, maka tanaman tersebut akan mati.

  • Kompos

Kompos merupakan pupuk organik yang diperoleh dari hasil pelapukan berbagai bahan nabati, seperti daun-daunan, jerami, rumput, dedak, kotoran hewan dan sampah. Kandungan hara yang ada di dalam kompos sangatlah bervariasi. Tergantung dari bahan yang di komposkan, cara pengomposan dan cara penyimpanannya. Tetapi yang sering di lihat dari pupuk kompos ini adalah kadar organiknya yang tinggi.

Bagaimana memilih kompos yang baik? Di lihat dari penampilan luarnya yang sulit dibedakan, mana kompos yang baik atau kurang baik. Jika kompos yang penguraiannya telah selesai (sudah 2,5 bulan) maka bentuk butirannya halus, dan berwarna cokelat kehitaman. Dan itu adalah kompos yang siap di gunakan.

  • Pupuk Hijau

Jenis pupuk organik yang satu ini berasal dari tanaman atau bagian tanaman yang masih segar. Yang di benamkan ke dalam tanah dan berfungsi untuk menambahkan bahan-bahan organik dan unsur hara dalam tanah, terutama nitrogen. Pupuk hijau sendiri mampu mengikat nitrogen (N) dari udara bebas jika ia berasa dari tanaman leguminosae yang berbuah polong atau berbunga seperti kupu-kupu. Pengikatan nitrogen ini di lakukan oleh bakteri Rhizobium legumisum yang banyak terdapat pada bintil akar tanaman berbuah polong itu.

Apabila menambahkan pupuk hijau ke dalam tanah yang sudah banyak mengandung nitrogennya, maka tiada harapan jika tanah tersebut bisa subur. Begitu juga sebaliknya, jika tanah tersebut kekurangan unsur nitrogen maka sangatlah bermanfaat jika di tambahkan pupuk hijau ini. Beberapa keuntungan lainnya pada penggunaan pupuk hijau ialah memperkaya tanah dengan humus atau bahan organik dan memberi pengaruh yang baik terhadap kehidupan bangkai renik dalam tanah. Selain itu ia juga dapat mengembalikan unsur hara yang sudah terpakai dan menambah unsur nitrogen dan juga unsur-unsur lainnya.

  • Pupuk Guano

Pupuk guano sebenarnya berasal dari kotoran berbagai jenis burung laut dan kelelawar yang hidup di pantai Peru. Tetapi kini setiap kotoran kelelawar yang tertimbun dalam gua disebut guano, meskipun tidak berasal dari Peru. Bahkan kotoran burung walet pun disebut sebagai guano. Manfaat pupuk ini tak kalah baiknya dengan pupuk organik lainnya.

Akan tetapi pengadaan pupuk kelelawar ini sulit sekali di dapatkan. Untuk mendapatkannya, orang-orang harus mencarinya sampai ke gua-gua tempat kelelawar bersarang. Oleh karena itu harganya mahal karena sulit uuntuk mendapatkannya. Umumnya pupuk guano ini jarang di jual dengan bahan murni. Kebanyakan pupuk guano lebih sering di campur dengan pupuk kandang atau kompos. Cara menandakan kotoran kelelawar yang sudah matang, yaitu wujudnya seperti kompos yang dihaluskan. Bentuknya berwarna hitam, dan keadaannya agak lembap. Baunya lebih menyengat di bandingkan dengan pupuk organik lainnya.

  • Pupuk Gambut

Pupuk organik jenis ini jarang di jual di toko-toko yang menjual bahan pertanian. Namun di daerah Jawa Tengah, pupuk jenis ini sangat lah mudah di temukan. Kata “Gambut” di ambil dari dasar rawa yang kemudian di tiriskan selama 15 hari hingga kering. Pupuk gambut mengandung unsur Nitrogen, Phosphorus, dan Kalium lebih banyak di banding dengan pupuk kandang dan kompos.

Kandungan Nitrogen-nya 1,27 %, Phorphorus-nya, 13 % dan Kalium-nya 0,76 %. Seperti pupuk organik lainnya, ia mampu meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air. Karena pupuk gambut bersifat sangat porous, yang akar tanaman lebih bebas menjalar, dan sirkulasi udara di dalam tanah pun lebih lancar. Selain itu, pupuk gambut bebas dari biji gulma dan hama/penyakit yang membahayakan tanaman.

2) Pupuk Buatan (Pupuk Anorganik)

Pupuk buatan ini banyak sekali jenisnya. Mulai dari bentuk, warna dan cara pemakaiannya pun beragam. Meskipun banyak jenisnya, di lihat dari unsur hara yang terkandung di dalamnya cuma ada dua kelompok, yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Jenis pupuk majemuk saat ini sangat di gemari banyak petani maupun masyarakat. Beberapa di antaranya dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Sekali penebaran pupuk anorganik, maka beberapa unsur hara akan tersebar. Akibatnya, peredaran pupuk tunggal dan majemuk di pasar tidak seimbang. Di karenakan pupuk tunggal yang di jual di pasaran jenisnya hanya satu dua saja. Sementara pupuk majemuk semakin banyak jenisnya yang di pasarkan.

  • Pupuk Tunggal

Pupuk Tunggal umumnya terdiri dari pupuk nitrogen (N), pupuk fosfor (P) dan pupuk kalium (K). Pupuk nitrogen ada beberapa jenis, namun yang paling populer itu hanya ada dua. Yaitu ZA (zwavelzure ammoniak) dan urea. Di dalam ZA mengandung 20-21 % nitrogen dan kurang cocok untuk pupuk dasar. Pupuk ini bersifat asam dan mudah larut dalam air.

Sedangkan kandungan nitrogen dalam urea sekitar 46 %. Urea bersifat agak netral, dan juga mudah larut dalam air tetapi harus melalui proses kimia yang di lakukankan oleh bakteri dalam tanah agar bisa di serap oleh akar tanaman. Pupuk Phosphorus juga terbagi beberapa jenis, tetapi yang sering di gunakan di kalangan petani hanya ES (Enkel Superfosfat), DS (Dubbel Superfosfat) dan TSP (Triple Superfosfat).

Pupuk ES ini mudah larut dalam air, reaksinya sangat cepat terhadap tanah, dan mudah hanyut oleh air. Sifat pupuk DS dan TSP netral sedikit lambat larut. Oleh sebab itu, sebagai gantinya tanah juga bisa di berikan pupuk dasar atau pupuk susulan. Yang pada akhirnya pupuk ZK (Zwavelzure Kali), KCI (Kalium Chlorida) dan Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat) merupakan jenis pupuk tunggal kalium juga.

  • Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk umumnya di berikan melalui akar, yang kemudian akar akan menyerap ke bagian lainnya. Pupuk majemuk merupakan gabungan dari beberapa unsur Nitrogen, Phosphorus, dan Kalium yang tergabung dalam satu pupuk. Contohnya terdapat di dalam pupuk NP, NK, PK dan NPK. Pupuk NP adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen dan Phosphorus.

Beberapa jenis pupuk majemuk yang cukup di kenal misalnya Ammofos, Diammofos dan Leunafos. Pupuk NK merupakan pupuk gabungan antara hara Nitrogen dan Kalium, misalnya Patozote, Nitrapo dan Sendawa Kali. Sedangkan pupuk PK mengandung gabungan pupuk Phosphorus dan Kalium, misalnya seperti Kaliummetafosfat dan Monokalsiumfosfat. Belakangan ini pupuk NP, Nk dan PK kurang di gemari petani dan masyarakat. Masyarakat sekarang telah beralih ke pupuk majemuk yang mengandung 3 unsur sekaligus : Nitrogen, Phosphorus dan Kalium, yaitu pupuk NPK.

  • Pupuk Daun


Pupuk daun merupakan segala jenis pupuk buatan yang di berikan melalui daun yang di lakukan dengan cara penyemprotan. Pupuk daun pada umumnya berupa pupuk majemuk yang berisi hara yang lengkap. Tidak hanya unsur makro yang terdapat di dalamnya tetapi juga ada unsur mikronya. Kandungan NPK tidak selalu sama untuk setiap jenis pupuk.

Apa kelebihan dari pupuk daun? Selain kandungan unsur haranya yang lengkap, pengaruh pemupukan lebih cepat yang terlihat karena penyerapan hara yang terjadi dengan lebih baik. Penyerapan ini tidak hanya melalui stomata daun, tetapi juga melalui lapisan epidermisnya. Selain itu penggunaan pupuk daun juga tidak dapat merusak dan menyebabkan tanah menjadi keras.

Meskipun mempunyai kelebihan, sebaiknya pupuk daun ini di gunakan sebagai pelengkap saja. Pupuk daun juga sangat baik untuk mengobati tanaman yang sedang menderita sakit akibat kekurangan hara. Semacam penyakit “kurang gizi”. Berbagai macam pupuk daun sudah banyak beredar di pasaran. Ada yang berbentuk larutan, ada juga yang berbentuk kristal halus. Yang berbentuk larutan, cara pemakaiannya harus di encerkan terlebih dulu di dalam air. Sedangkan yang berbentuk kristal harus di larutkan dulu dalam air agar mendapatkan kepekatan tertentu.

Pupuk memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas pertanian. Maka dari itu pemerintah harus terus mendorong penggunaan pupuk yang efisien. Sebaiknya gunakan pupuk yang alami dan lebih bagus hasilnya untuk tanaman. Jika kalian tetap ingin menggunakan pupuk dari campuran bahan kimia, maka gunakan sesuai dengan takaran.