Penasaran Dengan Sepatu Roda, Simak Ulasan Selengkapnya Disini

January 8, 2018 12469 Views

Sepatu roda, benda yang satu ini sudah pasti bukanlah sesuatu hal yang terdengar asing lagi. Pastinya juga banyak di antara kamu yang mempunyai atau bahkan mengoleksi sepatu jenis ini. Selain karena hobi ataupun hanya sekedar mengoleksi, ada juga profesi yang menuntut untuk menggunakan sepatu jenis ini.

Selain karena bentuknya yang terbilang unil, sepatu roda memiliki sensasi tersendiri bagi orang yang memakai atau menggunakannya. Ada beberapa profesi yang menggunakan sepatu roda dalam melakukan kegiatannya. Salah satunya yaitu para pemain Street Hockey yang menggunakan sepatu roda untuk bergerak cepat dalam mengejar bola di pertandingan.

Nah, untuk lebih jelasnya, pada artikel kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan hal-hal yang ada mengenai sepatu roda ini. Yuk kita simak ulasannya.

Apa Itu Sepatu Roda

Sepatu roda adalah sebuah alat yang pada dasarnya tidak terlalu berbeda dengan sepatu biasa pada umumnya yang dipasang di bagian kaki yang memiliki dua hingga empat roda sebagai alasnya. Pemain sepatu roda biasanya mengayunkan kaki seperti layaknya berjalan untuk menambah kecepatan ketika bergerak. Pemain biasanya berhenti bergerak dengan cara mengerem menggunakan alas depan atau hanya menunggu sampai roda berhenti sendiri.

Sepatu roda pertama kali dipatenkan di Belgia pada tahun 1760 oleh seorang penemu bernama John Joseph Merlin. Sepatu roda yang dia buat tidak jauh beda dengan ice skate, dilengkapi dengan roda yang berbaris layaknya blade pada ice skate pada umumnya. Kalo sekarang sih sepatu roda dengan jenis itu diberi nama sepatu roda inline. Sayangnya, sepatu roda ini sulit untuk dikendalikan. Terlebih lagi, sepatu ini tidak mempunyai rem sehingga tidak bisa berhenti ketika digerakkan.

Sejarah Perkembangan Sepatu Roda

Asal mula sepatu roda ini sendiri tidak terlepas dari kisah seorang Joseph Marlin. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai teknisi dan pembuat alat-alat musim dingin ini mungkin tak akan pernah menyangka bahwa peralatan ice skating yang ditambahi roda kecil miliknya itu akan menjadi salah satu karya cipta yang luar biasa. Pasalnya, sebelum populer seperti sekarang, penemuan pria berkebangsaan Belgia itu sempat dicekal oleh Pemerintah Belanda lantaran banyak yang menggunakannya di jalan raya—yang berpotensi mengundang kecelakaan.

Meskipun begitu, dengan berbagai alasan penggunaan sepatu roda justru semakin massif. Pasalnya, sensasi yang ditimbulkan dari sepatu roda adalah selain kecepatan adalah efisiensi waktu yang lebih cepat ketimbang berjalan. Akhirnya ada tahun 1863 seorang bernama James Leonard Plimton mematenkan sepatu roda ciptaannya yang diberi nama Rocking Skate. Dikemudian hari, dirinya dijuluki sebagai Bapak Sepatu Roda atas jasanya menciptakan sepatu roda. Olahraga ini akhirnya mendapatkan banyak penggemar.

Tidak hanya di Amerika saja, melainkan menyebar ke tanah Eropa sampai ke Inggris. Klub-klub sepatu roda pun banyak bermunculan. Bahkan akhirnya, negara Ratu Elizabeth itu membuat organisasi yang diberi nama The National Skating Association (NSA) pada tahun 1876 sebagai upaya mempopulerkan sepatu roda hingga timbul banyak kegiatan kejuaraan atau kompetisi.

Usai berakhirnya perang dunia yang pertama, tepatnya pada tahun 1924. Berdiri sebuah asosiasi sepatu roda sedunia bernama Federation Internationale de Roller Skating (FIRS). Kemunculan FIRS akhirnya banyak kegiatan kompetisi tingkat internasional hingga hari ini.

 

Selain berfungsi sebagai ajang olahraga, sepatu roda juga banyak digunakan sebagai ajang hiburan. Mulai di acara komedi, opera, dan balet. Bahkan muncul olahraga jenis baru bernama hoki yang pemainnya wajib menggunakan sepatu roda.

Yang terbaru atau yang populer saat ini adalah skating freestyle dimana pemain atau atlet sepatu roda tidak berlomba dalam kecepatan, melainkan kemampuan skillnya dalam memperagakan gaya/trik layaknya atlet skateboard.

Sejarah Sepatu Roda di Indonesia

 

Di Indonesia sendiri masuknya sepatu roda bersamaan dengan masuknya era penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Namun saat itu belum banyak yang memainkan karena hanya dilakukan oleh orang Belanda atau kalangan priyayi Indonesia. Akan tetap pasca kemerdekaan, olahraga ini tak dibawa pulang oleh Belanda lantaran peminatnya ada, dan di tahun 60-an sepatu roda menjadi sebuah trend, terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya.

Akhirnya pada 7 Oktober 1979, kepengurusan Perserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) dibentuk untuk mendukung kegiatan yang berbau sepatu roda. Perserosi sendiri tercatat mengadakan Munas pertamanya pada tahun 1981 yang yang mengagendakan pembentukan pengurus periode 1981 sampai 1985. Nama Sri Sultan Hamengkubuwono tercatat dalam sejarah perkembangan sepatu roda di Indonesia lantaran statusnya sebagai ketua KONI pusat yang mengukuhkan kepengurusan Perserosi.

Sejak saat itu, banyak perlombaan yang diadakan di Indonesia dan sampai saat ini sudah banyak atlet sepatu roda Indonesia yang memiliki prestasi membanggakan di kancah internasional.

Jenis-Jenis Sepatu Roda / Inline Skate

Seiring dengan perkembangannya, di jaman sekarang ini sepatu roda sendiri sudah berkembang menjadi bentuk yang kelihatan lebih modern lagi yang diberi nama Inline Skate. Ada beberapa jenis dari inline skate yang harus kamu tahu, yaitu :

  • Multipurpose Inline Skate

Kebugaran atau rekreasi merupakan tujuan kebanyakan orang ketika membeli inline skate. Orang yang ingin meluncur untuk bersenang-senang atau olahraga bisa memilih multipurpose inline skate. Sebagai tambahan, inline skate jenis ini biasanya memiliki harga paling terjangkau. Body multipurpose inline skate biasanya terbuat dari plastik dengan busa di dalamnya, dan pengencang yang menggunakan gesper, tali, atau keduanya.

  • Hockey Skate

Hockey inline skate dimaksudkan untuk digunakan dalam arena karena tidak memiliki penyerap guncangan yang cukup untuk menangani medan kasar luar ruangan. Kebanyakan hockey skate terbuat dari kulit, komposit kulit, dan/atau nilon, dan biasanya dikencangkan menggunakan tali. Hockey inline skate hanya cocok digunakan jika Anda berencana bermain hoki inline kompetitif atau berencana hanya meluncur di gelanggang dalam ruangan.

  • Speed Skate

Jika membutuhkan kecepatan, pertimbangkan membeli speed skate atau five-wheelers. Speed skate biasanya terbuat dari kulit dan memiliki wheelbase lebih panjang untuk mengakomodasi lima roda. Secara teknis, bukan roda tambahan yang membuat skate ini bisa meluncur lebih cepat; melainkan panjang ekstra wheelbase yang dimilikinya. Harga yang harus dibayar untuk kecepatan lebih, bagaimanapun, adalah speed skate cenderung lebih susah bermanuver. Speed skate dirancang untuk kecepatan tinggi dan tidak memiliki rem, sehingga dapat berbahaya ketika digunakan di tempat umum.

  • Agressive atau Trick Inline Skate

Inline skate jenis ini dirancang untuk melakukan berbagai trik, seperti melompat, rail slide atau half pipes yang biasanya dilakukan di taman skate. Aggressive skate memiliki frame yang lebih lebar dan roda yang lebih kecil untuk memberikan lebih banyak kontrol dan stabilitas. Skates jenis ini dianggap paling tahan lama karena dirancang mampu menahan benturan saat memainkan berbagai gaya skating agresif.

  • Skate Shoes

Roller atau skate shoes adalah jenis sepatu yang memiliki roda di dalam tumitnya, sehingga memungkinkan pemakai untuk berjalan, berlari, dan meluncur setiap saat. Sepatu jenis ini merupakan alternatif kasual untuk inline skate tetapi memiliki batasan dalam aspek mobilitas dan jangkauan penggunaannya.

Komponen Atau Bagian-Bagian Yang Terdapat Pada Sepatu Roda

Terdapat beberapa komponen atau bagian yang ada pada sepatu roda atau inline skate, yaitu :

  • Roda

Kualitas, ukuran, dan kemampuan manuver roda akan sangat mempengaruhi pengalaman dalam melakukan inline skating. Pilih roda yang lebih besar untuk kecepatan atau roda yang lebih keras untuk memberi daya tahan lebih. Diameter roda inline skate berkisar dari 56 mm hingga 100 mm. Semakin kecil roda, maka inline skate akan lebih stabil dan lebih mudah bermanuver. Aggressive inline skate sering memiliki roda sangat kecil, sedangkan speed skate cenderung memiliki roda lebih besar.

Durometer mengacu pada kekerasan roda. Skala berkisar dari satu sampai 100, dengan 100 menjadi yang paling keras. Setiap angka pada skala durometer diakhiri dengan “A”. 78A dianggap roda yang lunak, sementara 82A dan 88A dianggap roda yang keras. Kebanyakan roda skate untuk rekreasi berkisar dari 78A ke 82A. Roda lunak akan memberikan kenyamanan saat digunakan di permukaan kasar tapi akan aus lebih cepat. Roda keras jauh lebih tahan lama dan dirancang untuk agresif inline skating di permukaan halus.

  • Bearing

Bearing roda memungkinkan roda untuk membelok. Bearing memiliki berbagai rating, menurut Annual Bearing Engineering Council (ABEC). Sistem rating umum berkisar dari ABEC-1, ABEC-3, dan ABEC-5. Inline skates dengan nomor ABEC tinggi menawarkan kinerja yang lebih baik.

  • Rem

Sementara produsen yang berbeda sering memiliki sistem pengereman yang berbeda, hampir semua rem ditemukan di belakang roda paling belakang. Rem jenis ini dikenal sebagai rem tumit. Beberapa sistem memungkinkan skater untuk menyesuaikan ketinggian pad rem, yang sangat ideal untuk pemula. Beberapa inline skate tidak memiliki rem. Rem pada speed dan agressive inline skate dianggap memperlambat skater atau menghalangi skater untuk melakukan trik.

  • Inline Skate Uppers

Bagian atas dari skate terbuat dari beragam bahan, mulai dari bahan sintetis, seperti nylon hingga kulit alami. Bagian atas skate sering memiliki liner lembut untuk melindungi kaki dan pergelangan kaki. Bagian atas skate terbuat baik dari cangkang keras yang mirip dengan sepatu ski, atau bahan lembut yang menyerupai sepatu hiking. Cangkang keras menawarkan perlindungan terbaik, tapi bahan lembut dianggap lebih ringan dan dirancang untuk kinerja yang lebih baik.

Teknik Dasar Menggunakan Sepatu Roda

 

Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba untuk menggunakan sepatu roda, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar kamu bisa menggunakan sepatu roda dengan maksimal. Hal tersebut adalah :

Kenakan Peralatan Yang Berkaitan Dengan Sepatu Roda

Satu-satunya peralatan yang harus kamu miliki untuk bermain sepatu roda adalah sepatu roda itu sendiri. Kamu dapat membelinya di toko olahraga atau menyewanya dari arena sepatu roda. Ukuran sepatu roda biasanya sama seperti sepatu biasa. Selain itu, peralatan tambahan yang dibutuhkan antara lain:

  • Helm
    Jika baru pertama kali bermain sepatu roda, mengenakan helm akan membuat kamu lebih nyaman. Setiap orang akan jatuh beberapa kali pada awalnya, dan memakai helm akan melindungi kepala dari cedera.
  • Bantalan pergelangan tangan dan lutut
    Tangan dan kaki kamu akan sering terkena lantai saat bermain. Jika kamu khawatir akan lecet, lindungi diri dengan memakai bantalan pergelangan tangan dan lutut.

Atur Posisi Tubuh Kamu

Buka kaki kamu selebar bahu, tekuk sedikit lutut hingga posisi kamu seperti berjongkok. Rendahkan bokong ke tanah dan bersandar sedikit ke depan dalam posisi jongkok yang nyaman. Kunci bermain sepatu roda adalah keseimbangan, dan sikap ini akan mencegah kamu terguling.

  • Saat pertama kali berada di arena kamu akan merasa tidak memiliki kendali pada sepatu. Kamu mungkin kehilangan keseimbangan dan jatuh beberapa kali sebelum merasa nyaman berdiri di tempat. Ini benar-benar normal; terus latih postur tubuh sampai kamu benar-benar menguasainya.
  • Sulit untuk berdiri diam saat memakai sepatu roda. Setelah kamu menguasainya, berlatihlah memperbaiki postur tubuh dengan sedikit menggerakkan sepatu untuk membantu kamu menjaga keseimbangan. Pikirkan seperti ini: jika kamu berdiri diam tanpa sepatu roda dan seseorang memberi kamu dorongan ringan, kamu akan menggerakkan kaki kamu agar kembali seimbang. Hal ini berlaku saat kamu memakai sepatu roda, hanya saja roda pada sepatu dan tekanan dari otot-otot kamu sendirilah yang memberikan kamu “dorongan”.

Berjalanlah Seperti Bebek

Menggunakan tumit bersama-sama dan jari-jari kaki menekan, mulai berjalan perlahan-lahan ke depan, pertama ke kanan, kemudian ke kiri, lalu ke kanan, dan seterusnya.[1] Tetap dalam posisi jongkok dan jaga tumit tepat di bawah tubuh sehingga kamu dapat lebih mudah menjaga keseimbangan.

  • Terus berlatih hingga kamu merasa nyaman “berjalan” di atas sepatu roda. Jangan menyerah jika kamu terjatuh. Ingat untuk selalu memusatkan keseimbangan tubuh pada tumit dan tetap dalam posisi berjongkok.
  • Setelah kamu merasa percaya diri, mulailah bergerak lebih cepat dan ambil langkah lebih panjang. Dorong lebih keras pada roda sehingga kamu melaju lebih jauh pada setiap langkahnya.

Pelajari Cara Meluncur

Perpanjang setiap langkah yang kamu ambil dengan membiarkan diri kamu melaju untuk sementara. Dorong dengan satu kaki dan meluncurlah dengan kaki yang lain sampai kamu kehilangan momentum, lalu ubah kaki meluncur kamu. Sementara kamu meluncur pada satu kaki, jaga kaki yang lain di atas lantai sehingga tidak menghambat kamu meluncur.

  • Berlatihlah berbelok pada saat meluncur. Jika kamu ingin berbelok ke kanan, miringkan tubuh ke kanan, begitu juga sebaliknya saat akan berbelok ke kiri. Pastikan tubuh tetap dalam posisi berjongkok.
  • Meluncur lebih cepat. Gerakkan kaki kamu lebih cepat dan dapatkan momentum dengan menempatkan tekanan pada roda dan mendorong diri kamu ke depan. Berlatihlah menggunakan berat badan untuk membantu kamu mendapatkan kecepatan dengan bersandar ke langkah kamu. Gunakan lengan untuk membantu kamu menjaga keseimbangan dan mendapatkan kecepatan dengan menekuk siku dan memindahkannya bolak-balik seperti yang kamu lakukan saat berjalan.

Pelajari Cara Berhenti

Sepatu roda sebelah kanan memiliki rem di bagian tumit. Untuk berhenti, meluncurlah dengan sepatu berada sejajar satu sama lain. Tetap dalam posisi jongkok dan bersandar sedikit ke depan. Tempatkan sepatu roda sebelah kanan sedikit di depan sepatu kiri, angkat kaki dari sepatu roda sebelah kanan, lalu tekan keras pada tumit. Semakin keras kamu menekan tumit, maka akan semakin cepat pula kamu akan berhenti.

  • Pastikan kamu menekan rem dengan tegas tanpa ragu-ragu, karena kamu akan hilang keseimbangan jika ragu-ragu saat menekan tumit.
  • Jika awalnya kamu merasa sulit untuk memberi tekanan yang cukup, gunakan tangan kamu untuk menekan ke bawah pada lutut kanan untuk membantu mengerahkan kekuatan yang cukup untuk berhenti.

Manfaat Olahraga Dengan Sepatu Roda Bagi Kesehatan

Berolahraga sudah terbukti sangat baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan olahraga yang menggunakan sepatu roda. Berikut ini adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari berolahraga menggunakan sepatu roda, antara lain :

  • Menyehatkan tulang sendi
    Sepatu roda ini menyediakan gerakan fluida yang membuat kita dapat terhindar dari kerusakan sendi, dengan membantu kita menikmati gerakan yang sama persisnya dengan berjalan atau menari tanpa efek ataupun gesekan yang keras. Menurut sebuah studi yang dilakukan di University of Massachusetts, gerakan fisik yang melibatkan sepatu roda hanya menyebabkan kurang dari 50 persen dampak shock pada gerakan sendi dibandingkan dengan berjalan. Dengan kata lain, sepatu roda sam halnya dengan latihan aerobik yang memiliki manfaat yang sama dengan jumlah yang sama dari waktu yang dihabiskan untuk berolahraga joging, tanpa merusak sendi.
  • Membakar kalori
    Seorang pria yang mempunyai berat badan sekitar 190 pon biasanya hanya mempunyai kesempatan untuk membakar sekitar 10 kalori setiap menit hanya dengan menggunakan sepatu roda, sementara jika seorang wanita yang mempunyai berat badan sekitar 163 pon juga biasanya hanya mempunyai kesempatan untuk membakar sekitar 9 kalori per menit. Manfaat pembakaran kalori dari sepatu roda jika melakukannya dengan cepat, kita dapat membakar antara 300 dan 600 kalori jika kita melakukannya selama satu jam penuh.
  • Baik untuk suasana hati
    Sepatu roda merupakan permainan yang dapat mengubah serta meningkatkan suasana hati menjadi lebih senang, dengan proses meluncur ditambah dengan suara musik serta kebersamaan dengan teman pun menjadikan hati kita menjadi lebih tenang dan nyaman.
  • Memperkuat tulang lengan dan kaki
    Olahraga sepatu roda ini melibatkan gerakan tulang kaki dan bagian glutes, sementara bagian lengan hanya mendapatkan gerakan khusus yaitu untuk menyeimbangkan tubuh kita selama bergerak. Sepatu roda ini dapat membantu membangun serta meningkatkan kekuatan, terutama dibagian otot-otot tubuh bagian bawah. Karena otot yang lebih kuat juga akan mempunyai koordinasi yang lebih baik untuk secara bersamaan mencegah cedera dan membuat kita tetap aktif dan lentur seperti usia kita seharusnya.
  • Meningkatkan keseimbangan, kelincahan dan koordinasi
    Sepatu roda ini juga ternyata dapat membantu meningkatkan keseimbangan dengan meningkatkan kekuatan otot perut dan punggung bagian bawah, karena kita harus mempertahankan bagian inti tubuh untuk tetap tegak. Keseimbangan dalam menggerakan kaki tentunya dapat meningkatkan koordinasi pada tubuh kita.
  • Memperkuat jantung
    The American Heart Association mengakui bahwasanya sepatu roda merupakan latihan aerobik yang secara efektif dapat membantu memperkuat jantung. Menurut penelitian yang dilakukan di Universitat Konstantx juga telah membuktikan bahwa sepatu roda tersebut dapat meningkatkan denyut jantung mulai pada sekitaran 140-160 denyut per menit, sementara ketika peluncuran sepatu roda tersebut berada di atas kecepatan maka dapat meningkatkan denyut jantung hingga sekitar 180 denyut per menit.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
    Selain meningkatkan kekuatan otot, olahraga sepatu roda ini juga dapat membantu meningkatkan daya tahan otot. Menambahkan beberapa peningkatan untuk melatih setiap bagian otot-otot tubuh, yang juga bersamaan dengan sistem kardiovaskular kita, untuk menggunakan sistem energi tubuh kita menjadi lebih efisien lagi.

Nah, itulah ulasan mengenai sepatu roda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya.