Dimsum, Kudapan Khas Tiongkok Yang Sudah Ada Sekitar 2.500 Tahun Yang Lalu

January 25, 2018 11001 Views

Pembahasan mengenai kuliner memang sejatinya tidak akan pernah ada habisnya. Hal itu mungkin dikarenakan bagi setiap manusia, makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dan terlepas dari hal itu, yang namanya kuliner memang selalu menjadi topik yang punya khasnya tersendiri untuk dibahas.

Dan pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai salah satu kuliner yang mungkin kita semua sudah pernah mencicipinya. Kuliner yang satu ini seringkali dikaitkan dengan makanan laut dan biasanya berisi udang dan dikukus terlebih dahulu sebelum nantinya kita nikmati. Ya, apalagi namanya kalau bukan Dimsum. Dimsum memiliki citarasa yang khas yang membuat kita selalu ketagihan dan ingin melahap lebih banyak lagi.

Daripada berlama-lama dan makin penasaran mengenai dimsum ini, yuk langsung aja kita simak ulasan mengenai dimsum berikut ini.

Apa Itu Dimsum

DIMSUM atau Dianxin (dalam bahasa Mandarin) secara harafiah dapat diartikan dengan sedikit dari hati atau menyentuh hatimu. Kata ini disunting dan frasa yi dian xin yi yang artinya sedikit tanda mata. Kemudian secara umum kemudian digunakan sebagai istilah untuk menyebut camilan ringan

Dimsum merupakan salah satu makanan ringan yang berasal dari negera China yang biasanya disajikan dengan cara dikukus ataupun bisa juga dengan cara digoreng. Makanan yang satu ini biasanya dinikmati bersamaan dengan saat minum teh (biasa disebut dengan yam cha). Penyajiannya sendiri bisa dibilang cukup praktis dan penyediaan kalori yang terdapat di dalam dimsum tergolong cukup tinggi, yaitu sebesar 138 kal /100g membuat dimsum banyak diminati masyarakat yang menerapkan gaya hidup praktis. Ada banyak jenis-jenis dimsum yang ada dan telah diadaptasi dengan cita rasa Indonesia seperti hakau, siomay, mantau, char siu baau dan jenis-jenis lainnya.

Siomay sendiri merupakan salah satu jenis dimsum yang banyak dijual baik di restoran cina maupun pedagang kaki lima yang ada di Indonesia. Adaptasi cita rasa masakan asli Indonesia menjadikan berbagai jenis variasi siomay berdasarkan daging isian, ada siomay ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Variasi bahan filler yang digunakan berupa sagu, maizena, atau tapioka.

Dim sum, kini telah menjelma menjadi salah satu menu yang semakin populer di Indonesia. Hampir semua restoran terutama restoran China, pasti memiliki sajian menu yang berbentuk mungil nan nikmat yang satu ini. Konon, makanan tradisional khas Kanton yang sudah terkenal sejak berabad-abad yang lalu ini dipersiapkan secara teliti dengan mengombinasikan warna, aroma, rasa, dan juga bentuknya.

Menurut sejarah ceritanya, sesuai dengan arti namanya dim sum pertama kali dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada di China untuk makanan pembuka dan kudapan bagi para suami mereka. Dim sum juga disajikan kepada para penggiling gandum setiap pagi sebelum mereka mulai bekerja. Makanan kecil yang dibuat penuh cinta ini melahirkan makanan brunch yang berbeda dengan masakan yang lainnya yaitu mengombinasikan makan pagi dan makan siang. Artinya, makanan ini secara umum disajikan pada saat antara makan pagi dan makan siang atau lebih dikenal dengan brunch. Kudapan ini dinikmati dengan menggunakan sumpit, peralatan makan tradisional khas Kanton.

Sejarah Asal Usul Dimsum

Makanan kudapan Dim Sum ini konon katanya berasal sejak masa Dinasti Han (206 SM) hingga Dinasti Yuan (Abad 14 M). Dan bermula pada periode Jalur Sutra (Asia Tengah ke China). Banyak para petani, buruh dan pedagang yang berbisnis memerlukan tempat istirahat dalam perjalanannya pulang pergi membawa barang dagangannya. Di warung tempat istirahat ini, kadang mereka hanya melepas lelah sambil minum teh dan berkumpul bersama sambil makan makanan ringan. Makanan inilah yang dinamakan DianXin (Mandarin) atau Dim Sum (Kanton).

Meski masakan Tiongkok sering sekali diidentikkan dengan gaya masakan Kanton, sebenarnya dim sum sendiri bukan masakan dari Kanton. Dim sum pertama dipercaya pertama kali dibuat di daerah Tiongkok Utara dan telah ada sekitar 2.500 tahun silam menurut beberapa catatan puisi dan lagu kuno.

Kebiasaan ini sempat memudar pada abad ketiga gara-gara Tabib terkenal Hua Tuo mengatakan kebiasaan ngemil dim sum sambil minum teh bisa membuat badan jadi gemuk. Orang Kanton (Guangdong/Kwangtung) di Cina Selatan tidak mengindahkan imbauan ini. malah menjadikan dim sum sebagai makanan tradisional yang dinikmati bersama teman-teman sambil minum teh. Dari sinilah muncul istilah yumcha (mandarin yincha) yakni minum teh di kedai teh bersama teman-teman dekat sambil menyantap dimsum.

Dari sekian banyak kota yang sudah melupakan tradisi memakan Dim Sum, hanya masyarakat China Selatan (Orang Kanton) saja yang masih mempertahankan tradisi memakan Dim Sum sebagai makanan tradisional yang dinikmati bersama-sama sambil minum teh yaitu di sekitar Guangzhou.

Dari sini pula muncul istilah Yumcha yakni minum teh di kedai teh bersama teman-teman dekat sambil menyantap Dim Sum. Karena Hongkong dekat dengan Guangzhong, maka kebiasaan ini juga masih terus dipertahankan di Hongkong sampai dikenal oleh seluruh dunia sehingga yang dikenal di dunia adalah Dim Sum bukan DianXin.

Sejak abad 10 telah dikenal sekitar 2.000 jenis macam dim sum. Di masa sekarang sebuah restoran besar dim sum biasanya menyajikan sekitar 100 jenis dim sum. Dim sum kemudian menjadi sarapan pagi khas Hong Kong (Hong Kong terletak tepat di seberang Propinsi Guangdong, Cina, sehingga masyarakatnya mengikuti kebiasaan di Guangdong). Dim sum sengaja dibuat kecil agar mudah disantap dalam satu kali suapan Bentuknya harus indah agar enak dinikmati bersama teh.

Jenis – Jenis Dimsum

Untuk kamu yang sudah sering mengkonsumsi dimsum, pastinya kamu tahu kan kalau dimsum ini ada beraneka ragam jenisnya. Nah, untuk kamu yang belum tahu, berikut ini adalah jenis-jenis aneka macam dimsum yang mungkin belum kamu ketahui, antara lain :

Dimsum Har Gow (Hakau)

Dimsum Har Gow adalah dimsum yang diisi dengan udang. Lebih tepatnya udang yang dicacah dan diselimuti dengan kulit pangsit yang lembut, transparan dan mengkilat. Rasa udang yang gurih dan kulit yang kenyal pasti bikin kamu ingin nambah. Hakau merupakan dimsum yang diisi dengan udang yang dicacah kemudian dibungkus menggunakan kulit pangsit yang lembut dan mengkilat seperti yang sudah dijelaskan tadi. Dari gigtan pertama saja dijamin kamu akan jatuh cinta dengan hakau.

Dimsum Xiao Long Bao

Dimsum yang satu ini lagi happening banget di Jakarta, dari yang plain sampe yang warna-warni. Sebenarnya Xiao Long Bao hampir mirip dengan Hakau, bedanya yang ini berkuah. Kuahnya bukan diluar tetapi didalam. Sama seperti klepon, jika kita makan Xiao Long Bao, gigitan pertama akan muncrat kuah jahenya lumer di mulut. Xiao Long Bao merupakan dim sum yang lebih menarik. Memiliki warna yang berwarna warni sehingga membuat kamu lebih tergoda untuk mencicipinya.

Dimsum Ceker

Ceker atau bahasa kerennya Phoenix Claws biasa dimasak dan direndam bumbu saus Douchi agar meresap sampai tulang, ceker lalu dimasak dengan cara dikukus. Kulit ceker, garingnya tulang muda, dan bumbu spesial yang meresap pasti bikin kita terus nambah sampai bikin mulut kita celemotan. Benar-benar sangat menggugah selera. Nama Aslinya sungguh keren ya! Tapi ternyata ini merupakan dimsum ceker ayam, tapi jangan sekali-sekali kamu anggap anggap remeh. Rasa dari ceker ayam ini sungguh luar biasa. Ceker ayam direndam menggunakan bumbu saus douchi agar meresap sampai ke tulang. Kemudian ceker ayam di masak dengan cara dikukus sampai lunak.

Dimsum Mantao

Mantao adalah adonan yang dibuat seperti roti. Jadi seperti kita makan roti tanpa isi. Jika dibelah teksturnya sangat lembut dan jika dikunyah sangat kenyal sehingga satu pun tak cukup. Adapun yang digoreng dan dicocol dengan susu kental manis. Kerenyahan lapisan adonan dan saat digigit sangat chewy. Jika kamu memakan mantao maka seperti memakan roti tanpa isi dengan tekstur yang sangat lembut dan terasa kenyal begitu dikunyah. Makan mantao tidak akan cukup satu buah.

Dimsum Char Siu Bao

Jenis yang berikutnya ada Dimsum Char Siu Bao atau kita biasa menyebutnya dengan bakpao. Char Siu Bao sendiri hampir sama dengan mantao yaitu sama seperti roti. Dimsum yang satu ini juga sangat sering kita jumpai di tengah jalan, sering kali kita sebut Bakpao. Bao sebenarnya berarti dikukus. Bedanya adalah Char Siu Bao diisi dengan olahan daging babi. Dan sekarang kebanyakan diisi dengan olahan daging ayam,sayuran, kacang merah, dan kacang hijau.

Dimsum Shaomai

Kalau yang satu ini pasti sudah tak asing terdengar terutama bagi para pecinta dimsum karena merupakan jenis dimsum yang populer dibanding jenis yang lainnya. Shaomai atau Siomay biasa dibungkus pada kulit yang lebih tebal dari pada Dimsum Har Gow. Pada dasarnya, isi dari shaomai ini adalah daging babi, namun kebanyakan restoran di Jakarta menyediakan Shaomai dengan cacahan daging ikan, udang atau ayam. Cara dibungkusnya dibentuk seperti bunga, lalu dihiasi dengan telur kepiting diatasnya.

Dimsum Lotus Leaf Rice

Jenis dimsum satu ini terbuat dari nasi ketan yang dikukus dengan kerang, kepiting, daging, potongan kacang dan jamur. Jika dim sum yang lain dibungkus menggunakan kulit pangsit atau kulit tahu, Lotus Leaf Rice dibungkus dengan dau lotus sesuai dengan namanya. Aada aroma tersendiri dari daun lotus yang akan membuat kita tergoda dan akan sulit menolak untuk memakannya.

Dimsum Spare Ribs

Spare Ribs biasa terbuat dari ribs babi atau ribs sapi. Dipotong secara memanjang kemudian dibumbui dengan saus douchi dan potongan cabai kemudian dikukus sampai empuk. Rasanya sedikit lebih pedas dan sangat nikmat.

Dimsum Steamed Meatball.

Yang satu ini tidak kalah nikmat dari dim sum lainnya. Biasa dikenal dengan nama Bakso, yaitu olahan daging sapi yang dibumbui kemudian dibentuk menyerupai bola. Cara memasaknya dengan cara direbus dan diberi kuah rasa kaldu sapi. Pokoknya tidak akan pernah mungkin untuk menolak untuk makanan yang satu ini.

Dimsum Tofu Skin Roll

Jenis dimsum ini juga beda dengan yang lain. Jika ada yang dibungkus dengan kulit lembek maupun garing, ada yang dibungkus dengan daun, dimsum Tofu Skin Roll diselimuti dengan kulit tahu. Tau kan tekstur kulit tahu seperti apa? Kenyal! Isiannya yaitu olahan daging ayam, sayuran, jamur, dan daging babi.

Dimsum Spring Roll

Dim sum ini dimasak dengan cara digoreng. Terbayangkan kulit lumpia yang di goreng seperi apa? Kriuk-kriuk renyah. Pastinya membuat siapapun yang mencicipinya menjadi ketagihan. Spring Roll sendiri biasa diisi dengan wortel, daging cincang, dan jamur. Komplit bukan?

Manfaat Mengkonsumsi Dimsum

Di Indonesia, biasanya dimsum yang paling populer dan banyak dinikmati banyak orang adalah dimsum hakau. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, dimsum hakau ini adalah dimsum yang berisi udang di dalamnya. Nah, sudah tahu belum kalau dimsum ini banyak manfaatnya untuk kesehatan? Jika belum tahu, berikut ini adalah bberapa diantaranya :

  • Mencegah kanker
    Untuk manfaat yang pertama adalah dapat mencegah kanker. Hal itu bisa di dapat karena setiap 85 gram udang kukus dapat mencukupi 48 persen dari jumlah selenium harian tubuh. Kekurangan selenium telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat. Para peneliti di Institute of Food Research (IFR) mengungkapkan bahwa kombinasi sulforaphane dan selenium meningkatkan kekebalan tubuh akan kanker sebanyak 13 kali lipat. Makanan yang kaya akan suforaphane antara lain adalah brokoli, kubis, dan sayuran hasil silangan lainnya. Di samping mencegah kanker, selenium juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.
  • Menguatkan tulang
    Udang merupakan salah satu hewan yang termasuk dalam kelas Crustacea. Beruntunglah kamu jika mengkonsumsi dimsum yang berisi udang karena udang ini memiliki kandungan fosfor dalam tubuhnya. Kalsium dan fosfor adalah dua zat yang akan bekerja bersama-sama membentuk tulang dan gigi yang kuat. Dalam mengonsumsi udang, sebaiknya dimakan bersama kulitnya karena kulit udang mengandung “glucosamine” yang bermanfaat untuk membantu pembentukan tulang rawan pada persendian tulang. Penipisan atau kerusakan pada tulang rawan akan mengakibatkan nyeri yang hebat pada persendian, yang biasa disebut sebagai pengapuran.
  • Mengurangi resiko depresi
    Sama seperti ikan, udang juga mengandung asam lemak esensial, omega-3. Penelitian telah menunjukkan bahwa omega-3 dapat memberikan perlindungan kuat terhadap depresi dan dapat membantu meningkatkan mood untuk mereka yang tengah menderita gangguan tersebut. Selain itu, omega-3 dapat meningkatkan kecerdasan otak.
  • Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku
    Sampo dan lotion yang paling mahal sekalipun tak akan berguna bagi rambut dan kulit kamu tanpa asupan protein yang cukup. Protein merupakan bagian yang terkandung dalam tiap jaringan sel hidup dan udang adalah sumber yang sangat kaya akan mineral tersebut. Kadar kalorinya pun cukup rendah sehingga sangat cocok dengan diet yang kamu jalankan.
  • Meningkatkan energi
    Kelelahan dan merasa lemas? Gejala tersebut merupakan indikasi kurangnya kadar zat besi dalam tubuh. Udang sangat kaya kandungan zat besinya. Dengan mengonsumsi hasil laut tersebut , maka asupan zat besi, yang merupakan nutrisi penting dalam pembentukan energi akan terpenuhi. Energi yang akan diperoleh juga tidak akan berlebih karena kalori yang dikandungnya tidak tinggi.

Cara Membuat Dimsum Sederhana

Nah, setelah membaca tentang pengertian, sejarah, serta jenis-jenisnya pasti kamu jadi ingin segera mencicipi dimsum kan. Jika kamu mau, kamu bisa kok membuat dimsum sendiri dirumah dengan cara yang sederhana. Dan seperti yang sudah dijelaskan, dimsum yang paling banyak diminati adalah dimsum udang (hakau). Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat dimsum udang :

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  • Udang yang sudah dikupas kulitnya 200 gram
  • Daging Dada Ayam 1 potong
  • Putih Telur 1 butir
  • Tepung Tapioka 2 sdm
  • Daun Bawang 2 batang
  • Bawang Putih 2 siung
  • Wortel 2 batang (dicincang halus)
  • Kulit Pangsit
  • Kecap Manis 1 sdm
  • Minyak Wijen 1 sdm
  • Merica Bubuk 1 sdt
  • Garam secukupnya
  • Gula Pasir secukupnya

Cara Membuatnya

  • Mula-mula udang kupas dan daging dada ayam dicuci dengan air mengalir hingga bersih setelah itu udang dan daging dada ayam tersebut dicincang halus.
  • Selanjutnya daun bawang diiris tipis-tipis, wortel dicincang halus, dan bawang putih diparut.
  • Kemudian semua bahan-bahan yang sudah dipersiapkan barusan dimasukkan dalam sebuah wadah / mangkuk berukuran sedang dan aduk-aduk hingga semua bahan tercampur merata. Setelah itu tutup rapat dengan menggunakan plastik/wrap plastic dan masukkan ke dalam lemari es selama kurang lebih 1 jam.
  • Lalu menyiapkan kulit pangsit (siap pakai) dan berilah isian dengan adonan udang yang sudah didinginkan di lemari es tadi, lalu tekuk keempat ujungnya hingga menempel, agar lebih mudah pada saat proses menekuk ujung kulit siomay berilah air sedikit saja pada bagian ujung kulit tersebut.
  • Lakukan proses yang sama hingga semua kulit pangsit selesai diberi isian adonan udang.
  • Selanjutnya siapkan panci kukusan yang sudah diisi air secukupnya dan bungkuslah tutup panci dengan menggunakan kain lap bersih. Ini dilakukan agar uap air tidak menetes mengenai dimsum yang dikukus, lalu berilah alas dengan daun pisang pada bagian dalam panci kukusan (diletakkan di atas saringan/sarangan).
  • Tunggulah hingga air mendidih.
  • Jika air sudah mendidih, kemudian masukkan dimsum udang ke dalam panci kukusan dan jangan lupa untuk memberikan jarak antara dimsum satu dengan lainnya. Kukuslah dimsum udang selama kurang lebih 20 menit hingga dimsum udang matang.
  • Setelah dirasa dimsum udang sudah matang, angkat dan letakkan dimsum udang diatas piring saji.
  • Dimsum udang siap untuk disajikan dan disantap.

Demikianlah ulasan mengenai dimsum pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih karena sudah bersedia membaca.