Sering Merasa Gatal Pada Hidung Disertai Bersin, Mungkin Kamu Mengalami Penyakit Ini

December 20, 2017 20046 Views
Mungkin di antara kamu pernah atau sedang mengalami keadaan dimana hidung kamu sering kali terasa gatal dan kemudian bersin – bersin. Setelah itu hal ini juga disertai dengan keluarnya ingus dari hidung kamu dan seringkali terjadi pada saat pagi atau malam, atau kapanpun kamu merasa gatal-gatal dan bersin-bersin.

Mengenai hal itu, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi yang dinamakan rhinitis alergi. Kondisi ini menyebabkan keadaan dimana merasa gatal pada area hidung dan disertai bersin-bersin. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas penjelasan lengkap mengenai penyakit ini beserta dengan cara mengatasinya. Yuk simak selengkapnya ulasan berikut ini.

Pengertian Rhinitis Alergi

Rinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Gejala pada kondisi ini biasanya langsung timbul setelah seseorang terpapar pemicu alergi (alergen).

Rhinitis adalah peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung. Secara garis besar rhinitis dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi.

Rhinitis alergi atau yang disebut juga hay fever disebabkan oleh alergi terhadap unsur seperti debu, kelupasan kulit hewan tertentu, dan serbuk sari. Sedangkan rhinitis nonalergi tidak disebabkan oleh alergi tapi kondisi seperti infeksi virus dan bakteri.

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada kebanyakan orang. Pembengkakan pada selaput hidung ini biasanya ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, muncul rasa gatal pada hidung, serta keluarnya cairan dari hidung. Penyakit ini menyerang pada saat kondisi tubuh lemah di mana fungsi dari sistem kekebalan tubuh menurun.

Munculnya penyakit ini akan menyebabkan tubuh menjadi sangat peka dan bereaksi secara berlebihan terhadap sesuatu di sekitar kamu, yang pada kebanyakan orang tidak menimbulkan masalah apapun. Penykit ini dapat terjadi baik dalam bentuk musiman (terjadi seiring perubahan iklim maupun suhu) atau perenial (gejala rhinitis terjadi sepanjang tahun). Berdasarkan data statistik yang ada, angka kejadian penyakit ini terus meningkat di seluruh dunia.

Data terbaru menunjukkan bahwa perkiraan kejadian rhinitis pada orang dewasa adalah 10-30% dan pada anak-anak adalah 40% pada anak-anak. Sementara itu di Amerika Serikat, diperkirakan 40-60 juta penduduk mengalami rhinitis alergi. Pada anak-anak, rhinitis lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan pada anak perempuan.

Gejala Dan Penyebab Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi umumnya disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap alergen (hal pemicu alergi) secara berlebihan. Alergen yang dimaksud di sini, antara lain adalah debu, serbuk sari, kulit binatang, tungau debu, ketombe, kecoa, jamur, tanaman, atau serpihan. Hal ini membuat sel tubuh mengeluarkan respon pertahanan pada lapisan di dalam hidung dengan memproduksi lendir dalam jumlah yang cukup banyak.

Rhinitis alergi dapat menyebabkan gejala layaknya sakit flu, seperti bersin, gatal pada hidung, hidung tersumbat, atau keluar cairan dari hidung. Sebagian orang hanya mengalami rhinitis alergi selama beberapa waktu, entah itu hanya dalam hitungan bulan atau sepanjang tahun. Pada sebagian besar kasus, penderita rhinitis alergi hanya mengalami gejala ringan sehingga dapat diobati dengan mudah dan efektif. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala yang cukup berat sehingga menimbulkan masalah tidur dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa gejala yang menyertai datangnya rhinitis alergka :
  • Hidung tersumbat
  • Kelopak mata bengkak
  • Hidung gatal
  • Bersin-bersin
  • Batuk
  • Mata berair
  • Telinga tersumbat
  • Sakit kepala
  • Tenggorokan sakit

Selain yang telah disebutkan di atas, terdapat pula beberapa gejala lain yang dapat timbul akibat paparan bahan iritasi, seperti:

  • Asap rokok
  • Kosmetik
  • Deterjen
  • Cairan pembersih

Gejala rhinitis alergka terkadang dapat membaik dengan sendirinya, meskipun dapat memakan waktu hingga bertahun tahun. Perlu diketahui, gejala ini mungkin tidak dapat hilang sama sekali.

Penanganan Atau Cara Mengatasi Rhinitis Alergi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai penanganan rhinitis alergi ini. Cara terbaik yang harus dilakukan untuk mencegah rhinitis alergika adalah menghindari alergen yang menjadi penyebabnya. Perlu diingat, untuk mengidentifikasi alergen tidaklah mudah. Alergi seperti tungau debu misalnya, tidaklah mudah dikenali karena tungau debu dapat berkembangbiak di rumah yang bersih sekalipun.

Untuk langkah pencegahan, berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu terapkan :

  • Hindari pemicu yang menyebabkan gejala. Mungkin kamu memang tidak dapat menghindari semua pemicu yang dapat menyebabkan gejala rhinitis alergika. Meski begitu, kamu dapat melakukan banyak hal untuk membatasi diri agar tidak terpapar terhadap zat alergen.
  • Usahakan tidak menggosok hidung atau mata kamu, sebab melakukan hal ini hanya membuat kondisi dapat menjadi lebih parah.
  • Mengurangi tungau debudengan cara membersihkan rumah kamu secara rutin.
  • Hindari paparan serbuk sari dari tanaman
  • Jaga agar jendela selalu tertutup agar terhindar dari debu
  • Jaga kelembapan dan suhu di rumah kamu
  • Cuci tangan segera setelah menyentuh hewan apapun
  • Cucilah pakaian kamu segerasetelah mengunjungi teman yang memiliki hewan peilharaan.
  • Jika kamu alergi terhadap hewan peliharaan dirumah, sebaiknya jauhkan diri dari hewan tersebut. Jika hewan tersebut memang harus berada di dalam rumah, hindarkan hewan peliharaan untuk berkeliaran di sekitar kamar tidur kamu.
  • Bersihkan selalu karpet kamu.

Sementara itu, pengobatan yang diberikan oleh dokter bertujuan mengurangi gejala yang timbul. Jika gejala tidak dapat dikendalikan dengan baik, maka beberapa pengobatan akan dilakukan untuk mengurangi gejala seperti hidung tersumbat, bersin, pilek ataupun gatal. Namun harus kamu ingat, bahwa terdapat beberapa obat yang memiliki efek samping, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kamu sebelum digunakan. Dua jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala penyakit ini adalah :

  • Antihistamin : Antihistamin dapat meringankan gejala yang ditimbulkan oleh alergen. Dokter mungkin akan memberikan semprotan hidung jika keluhan yang kamu alami cukup berat.
  • Kortikosteroid : Obat ini membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan. Namun, kerja obat ini membuthukan waktu yang lebih lama dibandingkan antihistamin. Efek samping nya ialah: hidung kering, iritasi, hingga perdarahan.

Demikian penjelasan mengenai rhinitis alergi. Sebaiknya mulailah memperhatikan kebersihan sekitar agar pemicu alergen seperti yang dijelaskan diatas tidak membuat kamu terjangkit penyakit ini dan kamu jadi bisa menikmati kehidupan kamu seperti biasanya.