Asal Usul Makam Raja Sidabutar

December 14, 2016 6910 Views

Makam Raja Sidabutar adalah makam Kuno peninggalan orang batak. Makam ini terletak di Tomok, Samosir yang terbuat dari batu alam yang diukir berbentuk seperti kepala. Bedasarkan cerita, Raja Sidabutar adalah seorang pengusaha pada wilayah Tomok dan juga sebagai orang pertama yang menetap di Pulau Samosir.

Kemudian, Raja Sidabutar dan keturunannya beralih dan tinggal di daerah kecil yang sekarang dikenal dengan nama Tomok. Sebelum Agama Kristen menyebar ke pulau Samosir, Raja Sidabutar dan keluarganya mempelajari mengenai kepercayaan adat yang disebut Parmalim. Pada abad ke-19, Raja Sidabutar dan keluarganya resmi menganut Agama Kristen.

Berdasarkan cerita, Raja Sidabutar adalah seorang Raja yang terkenal sangat Sakti dengan memiliki kekuatan yang berasal dari rambunya yang panjang dengan bentuk seperti Gimbal. Itu berarti, Jika rambut Raja tersebut dipotong, Maka kekuatan Raja Sidabutar secara Otomatis akan menghilang.

Untuk mengunjungi Makam Raja Sidabutar, Pengunjung harus menggunakan kain Tradisioanal Batak yang di sebut Ulos yang disediakan pada pintu masuk secara Gratis. Setelah memasuki area pemakaman, Pengunjung dapat melihat makam besar dengan beberapa ukiran yang terletak diatasnya seperti wajah seorang wanita dan pria yang ternyata adalah makam dari Raja Sidabutar Pertama. Salah satu ukiran yang terletak diatasnya merupakan bentuk wajah Raja Sidabutar.

Berdasarkan Kepercayaan orang batak, Raja Sidabutar yang wafat sejak tahun 1544 memberlakukan bagi Setiap pengunjung yang wajib memakai kain Ulos sebagai bentuk menjaga Kesopanan. Bagi pengunjung yang melanggar aturan tersebut, Raja Sidabutar akan mendatangi pengunjung melalui Mimpi.

Sebagai seorang pemimpin di Tomok, Ia menjadi seorang raja yang sangat bijaksana dan juga sakti. Sebagai pemimpin yang bijak dan sakti, Rakyatnya merasa sangat beruntung karena selalu mengutamakan kepentingan rakyatnya. Sebelum Ia meninggal, Raja Sidabutar mengundang seorang yang sangat ahli dalam memahat dengan tujuan membuat Makam yang berasal dari Batu. Ini ia lakukan sebagai tempat pemakaman ketika Raja Sidabutar Meninggal.

Sebelum Raja Sidabutar menikah, Ia bertekat untuk menemui Boru Sinaga dengan tujuan untuk memberitahukan niatnya yang ingin meminang Boru Sinaga untuk menjadi Istrinya. Mendengar pengakuan dari Raja Sidabutar, Boru Sinaga tersebut menjawab untuk ingin menikah dengan Raja Sidabutar dengan catatan Raja Sidabutar harus menunggu Boru Sinaga selama 10 Tahun. Selama menunggu Boru Sinaga, Mereka memutuskan untuk Tunangan terlebih dahulu.

Sebelum Raja Sidabutar melamar Boru Sinaga, Banyak Raja yang berasal dari daerah lain ingin melamar Boru Sinaga dan ditolak. Mendengar itu, Lamaran yang ditolak oleh Boru Sinaga membuat Raja tersebut merasa sakit hati. Setelah Raja Sidabutar diterima oleh Boru Sinaga untuk menjadi Istrinya, Raja sebelumnya yang ingin melamar Boru Sinaga semakin sakit hati dan marah. Untuk membalaskan rasa sakit hati mereka, Raja tersebut memutuskan mengirimkan Ilmu Hitam kepada Boru Sinaga yang sampai pada akhirnya ilmu hitam tersebut berasil ditujukan untuk Boru Sinaga yang membuatnya kehilangan akal sehat dan menjadi Gila. Dengan rasa yang tidak Normal, Boru Sinaga pergi ke hutan sampai keberadaannya tidak diketahui.

Sang Raja Sidabutar yang tidak mengetahui kejadian yang menimpa Boru Sinaga tersebut dan tidak mengetahui keberadaannya, Kemudian Raja Sidabutar memutuskan untuk menikah dengan gadis yang lain.