Pengalaman Hidup Seorang Lelaki Manis

November 17, 2016 1991 Views

Saya yang bernama Anil Jaya Silin lahir pada 24 juni 1986 di Kota Medan, Ingin menceritakan kisah selama hidupku.

Sejak saya masih bayi, Saya sudah ditinggalkan oleh ayah saya dan dirawat ibu saya sendirian. Selain ibu saya, banyak yang merawat saya termasuk kakek, Bibi dan paman. Ketika saya berumur 6 tahun, saya mulai pendidikan TK di salah satu sekolah yang ada dikota Medan yang bertepatan dekat dengan rumah orang tua saya. Dalam sekolah, saya selalu kena pukul dengan rotan yang biasa dipakai oleh guru untuk menghukum muridnya yang nakal. Pada saat itu, Saya tidak mengerjakan tugas Pekerjaan Rumah yang ditugaskan oleh guru lalu saya dipukul dengan rotan pada daerah betis sehingga menyebabkan kememaran.

Pada saat saya pulang sekolah, Ibu saya melihat betis saya ada bekas pukulan rotan dan ibu pun bertanya ” Anil, kenapa dengan kakimu?” Saya menjawab ” Anil dipukul guru karena tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah” Mendengar itu, Ibu saya tidak mengobati bekas pukulan tersebut, melainkan malah mengambil sebatang sapu lidi dan memukul saya sampai saya menangis tersedu-sedu. Pada malam harinya, Ibu menyuruh saya untuk belajar dan mengerjakan PR dari sekolah. Terlalu lama mengerjakan PR, karena tidak bisa mengerjakannya lalu saya juga dimarahi oleh ibu saya dengan suara yang sangat keras dan sayapun menangis. Selain memarahi, Saya juga dipukul oleh ibu saya.

Keesokan harinya etika pulang sekolah, Saya tidak mau pulang kerumah melainkan kerumah teman saya. Sore hari pada saat itu, Orang tua teman saya curiga mengapa saya tidak pulang kerumah dan pada malam harinya, saya diantar pulang oleh ayah teman saya. Ditengah perjalanan, Saya bertemu dengan paman saya yang sedang sibuk mencari saya dan sayapun pulang dengan teman saya. Sesampainya di rumah, Saya selalu memeluk paman saya karena takut dimarahi oleh ibu saya. Atas perintah paman saya, Saya mandi dan makan. Setelah itu, Saya diajak oleh paman saya keluar membeli mainan dengan mengendarakan Mobil.

Setelah lama kami pergi, kamipun pulang kerumah dan langsung tidur.

Setelah beberapa tahun, Saya menduduki bangku SD dan pada saat itu saya disuruh tinggal dengan kakek saya yang pada saat itu sering sakit-sakitan. Setiap harinya saat saya tidur malam yang sekamar dengan kakek saya, saya selalu mendengar suara batuk kakek yang berkepanjangan yang membuat saya sangat sulit untuk tidur sampai pagi, lain halnya lagi ketika kakek batuk ditengah malam dan menyuruh saya untuk mengambil obat penahan rasa sakit di kedai milik kakek. Dan setiap pagi saya bangun, Saya selalu menyediakan teh manis atau susu dan sarapan untuk kakek kemudian saya berangkat sekolah.

Pada tahun 1999, Bertepatan kelulusan SD saya, Kakek saya meninggal karena sakit yang dideritanya. Setelah itu, Saya tinggal dengan orang tua saya dan mulai pendidikan baru di tingkat SLTP. Dalam kehidupan sehari-hari saya kepada orang tua, saya setiap pagi pukul 5 sudah bangun untuk menyiapkan sarapan, teh manis, mencuci piring serta membersihkan rumah. Setelah mengurus semuanya, Sayapun bersiap untuk bersekolah.

Selain itu, setelah pulang sekolah dan pada sore harinya saya juga membantu ibu saya untuk membersihkan rumah. Dan begitulah seterusnya sampai saya menduduki pendidikan pada tingkat SMA dan sampai sekarang yang sudah bekerja juga tidak luput untuk membantu ibu saya dalam masalah kebersihan rumah. Selain itu karena berhubung saya sudah bekerja, Saya selalu memberikan bagian dari gaji saya kepada ibu saya.