Apa Itu Logo, Ketahui Selengkapnya Disini

December 18, 2017 35285 Views

Pasti kamu sudah seringkali mendengar tentang istilah logo. Ya, logo seringkali ditujukan kepada suatu ciri khas atau sebuah tanda pasti pada sebuah perusahaan ataupun pada sebuah komunitas. Dengan adanya logo, akan mudah bagi orang lain untuk mengenali sebuah perusahaan atau komunitas tersebut.

Nah, disamping itu juga logo biasanya dibuat dengan bentuk atau pola yang menunjukkan identitas ataupun filosofi yang terdapat pada perusahaan atau komunitas tersebut. Seperti misalnya logo Apple yang identik dengan buah apelnya. Dan tak jarang juga ada yang memiliki logo tetapi tidak memiliki kemiripan dengan perusahaannya namun memiliki sebuah filosofi yang kuat yang merujuk pada perusahaan atau komunitas yang memiliki logo tersebut.

Berbicara soal logo, tahukah kamu bagaimana sejarah dari perkembangan logo? Jika tidak, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan hal-hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang logo. Yuk kita simak pembahasannya di bawah ini.

Pengertian Logo

Logo adalah tanda, lambang, ataupun simbol yang mengandung makna dan digunakan sebagai identitas sebuah organisasi, perusahaan atau individu agar mudah diingat oleh orang lain. Logo juga dapat memberi gambaran ciri ataupun identitas perusahaan, sehingga logo bisa dikatakan sebuah lambang ataupun ciri untuk memudahkan pengenalan sebuah perusahaan dan juga corporate identity atau identitas perusahaan yang mewakili citra perusahaan. Logo juga merupakan penyederhanaan dari suatu realitas yang kompleks sehingga dapat dikontrol, dimodifikasi, dan dibangun sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut wikipedia, Logo merupakan suatu gambar atau sekadar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Logo harus memiliki filosofi dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat yang berdiri sendiri atau mandiri. Logo lebih lazim dikenal oleh penglihatan atau visual, seperti ciri khas berupa warna dan bentuk logo tersebut.

Sebagai bagian dari identitas perusahaan, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mempresentasikan citra perusahaan. Meski terlihat sederhana namun logo sangat berperan penting karena logo harus dapat merepresentasikan citra perusahaan, organisasi, individu tersebut. Logo menjadi konsep nyata yang bisa dilihat sebagai gambaran visual sebuah perusahaan yang mudah dikenali oleh konsumen.

Selain itu juga logo dapat membantu sebuah perusahaan sebagai media promosi. Maka tidak heran jika dalam rancangannya, logo dibuat sedemikian rupa dengan harapan citra positif.

Jenis – Jenis Logo

Tentu kamu sudah sering melihat logo Apple ataupun logo FedEx bukan? Nah, dari kedua logo tersebut tentu kamu melihat ada perbedaan antara keduanya, yaitu pada logo apple hanya menunjukkan sebuah apel yang separuhnya tergigit, sedangkan pada logo FedEx hanya sekedar teks yang berwarna. ternyata, kedua logo tersebut adalah jenis logo yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis dari logo yang mungkin belum kamu ketahui :

1. Lettermark (Logo Monogram)

Jenis ini digunakan oleh beberapa merek atau perusahaan seperti IBM, CNN, HP, HBO dan lainnya. Jika kamu perhatikan, jenis logo ini merepresentasikan kepanjangan dari nama brand atau perusahaan terkait. Dengan kata lain jenis ini bisa dianggap sebagai logo dengan inisial nama merek. Dengan hanya menggunakan dua sampai tiga atau empat lettermark atau huruf, maka masyarakat dapat mudah mengingat logo dan merek tersebut.

Inti dari penggunaan logo ini adalah kesederhanaan. Misalnya saja nama organisasi bernama National Aeronautics and Space Administration. Nama tersebut sulit untuk diingat oleh sebagian orang, karenanya dibuatlah logo NASA sebagai inisial. Mengingat fokus dari jenis logo ini adalah inisial, maka kamu harus memperhatikan aspek font. Pastikan font sesuai dengan tema perusahaan dan juga mudah dibaca ketika dicetak untuk kartu nama.

2. Word Mark

Mirip dengan jenis lettermark, wordmark adalah logo dengan dasar tulisan dan font yang fokus pada nama perusahaan atau sebuah bisnis secara langsung. Misalnya saja seperti Coca-Cola, Disney, Facebook dan lainnya. Jenis logo ini akan efektif jika perusahaan atau bisnis memiliki nama yang ringkas/sederhana dan unik.

Karena fokus jenis logo ini terletak pada nama bisnis atau perusahaan, maka font yang digunakan harus sesuai. Misalnya saja bisnis fashion, umumnya menggunakan font yang elegan, berkelas dan juga “bersih”.

3. Pictorial Mark Atau Simbol

Jenis pictorial mark (sering disebut simbol), adalah ikon atau sebuah desain yang berbasis grafis. Contohnya adalah logo Apple, Twitter dan Nike. Masing-masing logo perusahaan tersebut mewakili identitasnya masing-masing yang dapat langsung dikenali.

Hal terpenting ketika membuat logo jenis ini adalah gambar atau bentuk apa yang akan atau ingin dibuat. Keputusan ini akan terus “melekat” pada merek dan bisnis. Pasalnya, tidak mudah untuk membuat, apalagi merubah suatu logo karena akan membingungkan.

4. Logo Abstrak

Logo abstrak adalah jenis tertentu dari pictorial mark/logo simbol (berbasis gambar). Tidak seperti jenis sebelumnya yang mudah dikenali, jenis logo ini memiliki bentuk geometris abstrak yang merepresentasikan merekmu. Contoh merek atau bisnis dan perusahaan yang menggunakan jenis logo ini adalah Pepsi, Adidas dan BP yang memiliki logo abstraknya masing-masing.

Jenis logo ini sangat efektif karena mewakili keseluruhan bisnis hanya dalam satu gambar saja. Logo abstrak memungkinkan kita untuk berpikir kreatif dalam menciptakan sesuatu untuk mewakili merek atau bisnis.

5. Logo Maskot

Umumnya jenis logo maskot mengandung unsur warna-warni yang menceriakan. Logo jenis ini adalah cara yang baik untuk membuat “juru bicara” atau karakter merek/bisnis pada sebuah perusahaan. Sebuah karakter menggambarkan merek atau bisnis dan perusahaan yang dijalankan. Maskot akan dianggap sebagai duta bagi bisnis. Beberapa contoh maskot yang terkenal adalah Kool-Aid Man, Kolonel KFC dan Mr. Peanut Planter.

Logo maskot cocok untuk perusahaan yang ingin menciptakan sebuah atmosfer tersendiri yang bisa menjadi daya tarik bagi keluarga dan anak-anak.

6. Logo Kombinasi

Sama seperti namanya, logo kombinasi terdiri dari gabungan wordmark atau lettermark dengan logo simbol, abstrak atau maskot. Gambar dan teks bisa disatukan, ditumpuk, atau terintegrasi satu sama lain untuk menciptakan sebuah logo. Beberapa logo kombinasi yang terkenal adalah Doritos, Burger King dan Lacoste. Dengan menggunakan jenis logo ini, maka pelanggan akan mulai mengenal nama merek perusahaan karena perpaduan menarik yang ada.

7. Logo Lambang

Sebuah logo lambang terdiri dari huruf yang berada di dalam simbol atau ikon, lencana, segel dan “puncak” atau inti dari lambang tersebut. Logo ini cenderung memiliki tampilan tradisional yang dapat membuat dampak mencolok. Sehingga lambang sering digunakan untuk sekolah, organisasi atau lembaga pemerintah serta industri otomotif.

Penggunaan lambang yang rumit kurang cocok jika ditempatkan pada kartu nama karena tidak akan terlihat jelas. Jika misalnya mau menjahit atau menempelkan lambang pada barang tertentu seperti topi atau baju, pastikan lambang tersebut didesain secara sederhana.

Apa Fungsi Atau Tujuan Dari Logo

Seperti yang kita tahu, pastinya sebuah logo memiliki fungsi sebagai penanda pada sebuah perusahaan atau komunitas yang ada. Nah, ternyata selain itu ada lagi fungsi dari logo, yaitu :

  • Sebagai sarana identifikasi (branding)
    Sebagai sarana identifikasi, logo mampu berfungsi sebagai wujud pengenalan atau identitas baik bagi produk, jasa, atau identitas seseorang. Fungsinya sebagai identitas tentu menuntut logo untuk mampu menjiwai dan mencerminkan karakter seseorang, perusahaan, produk, atau jasa yang diwakilinya. Ini bertujuan membuat apa yang diwakilinya tersebut mudah untuk dikenali, diingat, dan mudah untuk dibedakan dengan identitas lainnya.
  • Sebagai sarana informasi, pengendali, pengawas serta pengontrol
    Seperti yang kita ketahui bahwa logo mengandung sebuah informasi yang ingin disampaikan pemilik logo kepada publik. Informasi ini digunakan sebagai alat pengendali, baik berupa pandangan maupun perilaku publik terhadap brand pemilik logo. Ini berarti logo pun menjadi pengawas serta pengontrol dari brand image yang publik pikirkan mengenai brand. Akan tetapi jangan memandang negatif pada logo karena dianggap mengendalikan pemikiran publik. Dalam hal ini, pengendalian pikiran bukan merupakan suatu yang ekstrim sehingga apapun yang dikatakan oleh brand akan dilakukan oleh publik. Logo hanya menyampaikan informasi untuk memberikan kesan yang diinginkan. Seperti sebuah rekomendasi yang tentu saja tidak memaksa.
  • Sebagai sarana motivasi
    Desain komunikasi visual dapat berpesan sebagai sarana motivasi yang biasanya dilakukan dengan menggunakan poster. Akan tetapi, logo pun dapat melakukan hal yang sama. Logo dapat menyampaikan motivasi kepada publik atau konsumennya yang tentu saja disesuikan dengan tujuan brand. Misalnya logo produk sabun mandi yang memotivasi publik untuk terus berupaya agar hidup dengan sehat melalui logonya. Atau produk pasta gigi yang memotivasi publik untuk menjaga kesehatan gigi yang juga melalui logo yang mewakilinya.
  • Sebagai sarana pengutaraan emosi
    Logo dapat menjadi sarana pengutaraan emosi. Misalnya bagi logo yang akan menggambarkan bagaimana kasih saying ibu kepada anaknya. Logo ini tentu digunakan oleh produk atau brand yang menjual jasa atau produk bayi atau produk yang dikhususkan untuk ibu hamil dan menyusui. Melalui logo nya, publik akan membaca bagaimana sebenarnya seorang ibu menyayangi anaknya.
  • Sebagai sarana presentasi dan promosi
    Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan informasi/pesan dengan cara menarik perhatian publik secara visual sehingga informasi/pesan yang disampaikan mudah diingat. Penggunaan gambar serta kalimat dibuat agar bersifat persuasif dan menarik. Inilah salah satu fungsi dari logo. Melalui logo, brand akan menarik perhatian publik dan melalui logo itu pula brand menyampaikan informasi/pesan. Tujuan utamanya tentu adalah menjual produk dan jasa.

Aspek Yang Harus Diperhatikan Dalam Logo

Berbicara mengenai logo, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sebuah logo terlihat baik dan juga pantas menjadi ciri khas dari perusahaan atau komunitas. Adapun beberapa aspek tersebut adalah :

  • Sederhana

Logo yang baik adalah logo yang sederhana (simple). Kesederhanaan membuat logo mudah dikenali, mudah diingat, dan cukup efektif, dalam arti mengandung kriteria yang dikehendaki pemesan logo. Kita ambil contoh logo Nike. Sederhana, tapi menjadi logo perusahaan produk olah raga terkenal dunia sampai sekarang.

  • Unik

Namun sederhana saja ternyata tidak cukup. Logo yang baik juga harus unik dan mudah dibedakan dengan logo lain (khususnya logo dari pesaing). Sangat aneh jika sebuah perusahaan mempunya logo yang mirip dengan perusahaan lain yang lebih dulu eksis misalnya. Hal ini akan menggambarkan profil perusahaan tersebut yang miskin inovasi dan kurang profesional bahkan untuk menentukan logonya sendiri.

  • Mudah Diingat

Ciri selanjutnya dari sebuah logo yang baik dan erat kaitannya dengan kesederhanaan / simple adalah mudah untuk diingat. Logo yang mudah diingat akan mendukung perusahaan tetap dalam posisi teratas dalam ingatan konsumen. Secara tidak langsung ini akan meningkatkan penjualan dan omset dari perusahaan. Dan logo yang mudah diingat, dapat diperoleh dari desain yang simple.

  • Tahan Lama

Logo yang bertahan lama tentu akan sangat menguntungkan perusahaan. Redesign sebuah logo akan memakan banyak biaya dan waktu. Selain itu, perubahan logo juga dapat membingungkan konsumen dan bahkan bukan tidak mungkin akan kehilangan banyak pelanggan.

Jangan mengaplikasikan prinsip industri fashion pada desain logo, karena logo mencerminkan identitas, brand perusahaan. Model pakaian, celana, jeans, batik, boleh saja berganti tiap tahun atau dekade. Tapi tidak untuk identitas perusahaan.

  • Fleksibel / Serba Guna

Logo akan digunakan kedalam berbagai media visual seperti stempel, akrilik, faktur dll. Oleh karena itu, sebuah logo yang baik harus bisa ditempatkan kepada berbagai kondisi dan tetap tidak kehilangan bentuk sebenarnya. Oleh sebab itu, logo biasanya didesain dalam bentuk format vektor.

  • Sesuai

Ciri lain dari logo yang baik adalah kesesuaian. Logo harus bisa menggambarkan apa yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam hal ini, tag line mungkin bisa menutupi. Namun kembali lagi kepada kondisi dimana sebuah logo harus ditempatkan kedalam berbagai media visual dan harus bisa berdiri sendiri tanpa adanya tag line.

Sebagai contoh, jika sedang merancang sebuah logo untuk toko mainan anak-anak, maka akan lebih tepat untuk menggunakan font yang kekanak-kanakan & skema warna. Hal yang juga penting, logo tidaklah perlu selalu menunjukkan produk yang dijual atau ditawarkan. Bisnis komputer tidak perlu memakai gambar komputer, perusahaan mobil tidak perlu menunjukkan gambar mobil dalam logonya. Microsoft, Nokia, IBM, intel adalah contoh perusahaan besar yang tidak memakai gambaran produk dalam logo mereka.

Kalaupun memunculkan gambar produk, usahakan diwakilkan kepada bentuk lain. Tren logo akhir – akhir ini bukanlah logo yang memunculkan gambar detail produk, tapi mengarah ke sederhana tapi efektif.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Logo

Jika kamu berniat untuk membuat logo, entah untuk bisnis kecil ataupun untuk komunitas kamu, ada beberapa hal yang harus atau wajib diperhatikan, yaitu :

  • Tipografi: Banyak logo yang sukses hanya dengan menggunakan tipografi. Baik itu serif/sans serif atau jenis font lain. Menggunakan tipografi dapat memberikan semacam “emosi” kepada mereka yang melihatnya.
  • Warna: Warna merupakan salah satu hal sangat krusial dalam membuat logo, karena apabila warna yang kita gunakan salah, bisa jadi pesan dan emosi yang kita ingin sampaikan kepada masyarakat menjadi kacau dan rancu. Warna logo sebaiknya sederhana dan mudah diingat, tetapi tetap bisa memberikan ekspresi langsung kepada masyarakat atau konsumen. Menggunakan warna yang sederhana juga menghemat biaya produksi
  • Bentuk: Banyak logo yang bentuknya unik. Tetapi perhatikanlah bentuk logo yang ingin kita desain, karena setiap bentuk, baik bundar, lurus, siku dan lainnya akan mempunyai arti sendiri; bisa pasif, bisa aktif. Contohnya adalah klien kit a menginginkan logo untuk produk sabun, sebaiknya jangan membuat bentuk logo yang keras dan siku.
  • Keseimbangan: Maksudnya adalah mencari atau menemukan seberapa baik logo yang dibuat. Dapat mencoba memutar atau membolak-balik logo tersebut untuk mendapatkan kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat membuat logo lebih berkembang.
  • Selera: Hal ini juga dapat menentukan dalam pembuatan logo mengingat selera setiap orang berbeda-beda dan sangat subyektif.
  • Riset: Riset adalah aspek paling penting dalam membuat sebuah logo. Ini adalah kunci dalam membuat logo yang baik. Riset disini tentu bukan riset hanya dalam waktu 1-2 jam, tepai riset secara penuh. Kita harus mengerti perspektif dari pemesan logo. Berbicara dengan klien, orang-orang yang berada pada perusahaan tersebut, klien dari perusahaan tersebut, para distributor, lalu mencari data-data yang akurat tentang perusahaan tersebut, baru mulai membuat logonya.
  • Opini: Tidak ada yang salah untuk menanyakan pandangan, kritik, dan masukan dari orang lain dalam membuat logo.

Intinya, logo adalah sebuah penanda yang sangat berguna bagi sebuah perusahaan dimana hal itu menjadi sebuah ciri khas yang akan selalu diingat dan identik dengan perusahaan tersebut. Dalam hal pembuatan logo pun terdapat banyak hal yang harus selalu diperhatikan agar logo tersebut tidak membosankan dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan ataupun komunitas terkait.

Tidak perlu menggabungkan hal-hal yang nantinya menjadi tidak begitu berguna dan membuat logo jadi terlihat buruk bahkan sangat tidak cocok dengan filosofi yang ada pada perusahaan. Logo harus benar-benar mencerminkan sebuah filosofi yang ada pada perusahaan.

Nah, sekarang sudah mengerti kan pembahasan lengkap tentang logo? Terima kasih dan semoga bermanfaat.