Penjelasan Mengenai Bir, Salah Satu Minuman Yang Populer Di Dunia

January 25, 2018 10646 Views

Pernah minum bir? Gimana rasanya? Mungkin bagi sebagian orang ada yang tidak menyukai jenis minuman yang satu ini karena berbagai alasan. Mulai dari rasanya yang tidak cocok dengan lidah mereka, dan juga ada pula yang memang tidak ingin meminum minuman yang satu ini karena alasan tertentu.

Bir sendiri merupakan salah satu minuman yang bisa dibilang cukup populer di dunia. Bir biasanya disediakan dan diminum bersama dengan orang-orang terdekat untuk merayakan pesta dan ada juga yang meminumnya untuk merayakan sebuah kemenangan, misalnya saja saat memenangkan sebuah pertandingan, maka tim yang menang tersebut akan merayakannya dengan cara minum bir.

Dan ternyata, bir ini jenisnya tidak hanya satu lho, melainkan banyak jenis-jenis bir yang ada. Masih banyak lagi hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang bir ini. Untuk itu, yuk langsung saja simak ulasan mengenai bir di bawah ini.

Apa Itu Bir

Bir secara harafiah dapat diartikan sebagai segala minuman berolkohol yang dibuat melalui sebuah proses fermentasi beberapa bahan berpati seperti biji malt, cereal serta diberi aroma flavor hops, tetapi tanpa perlu sebuah proses melalui penyulingan setelah dilakukannya fermentasi. Proses pembuatan Bir disebut dengan Brewing. Karena bahan yang digunakan untuk membuat Bir berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lainnya, maka karakteristik Bir seperti rasa dan warnanya akan sangat berbeda baik jenis maupun klasifikasinya.

Bir merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang dibuat dengan cara yang spesifik yaitu menggunakan campuran malt dan hop serta bahan-bahan tambahan yang lainnya. Produk ini sendiri mengandung alkohol sekitar 3,8% dengan kisaran antara 3% sampai 7%. Berdasarkan jenisnya dikenal dua macam bir yaitu yang berpenampakan jernih yang dinamakan dengan Pisener yang mempunyai karbohidrat dan hanya sedikit yang dapat digunakan untuk bahan baku fermentasi.

Bir ini sendiri merupakan salah satu minuman tertua yang dibuat oleh manusia, yaitu sejak sekitar tahun 5000 SM yang tercatat di dalam sejarah tertulis yang ada pada catatan sejarah Mesir Kuno dan Mesopotamia. Karakter bir sendiri telah berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun. Di seluruh dunia, ada lebih dari 20.000 merek bir yang diolah dalam 180 cita rasa, mulai dari bir keras (ales), lagers, pilsner dan bir hitam sampai bir pahit, cream ales dan iced beers.

Industri pembuatan bir merupakan industri global yang sangat besar dan sekarang ini kebanyakan dikuasai oleh konglomerat yang dibentuk dari gabungan pengusaha-pengusaha yang lebih kecil. Walaupun secara umum bir merupakan minuman beralkohol, ada beberapa variasi dari dunia Barat yang dalam pengolahannya membuang hampir seluruh kadar alkoholnya, dan menjadikan apa yang disebut dengan bir tanpa adanya alkohol.

Sejarah Perkembangan Bir

Catatan dan ilustrasi pertama yang ada mengenai bir telah ditemukan pada dua buah artefak Sumeria. Artefak yang pertama berupa sebuah tablet yang telah berusia sekitar 6.000 tahun dengan ukiran orang yang menggunakan sedotan yang sedang meminum dari sebuah mangkuk besar, dan yang satunya lagi berupa sebuah segel yang berusia sekitar 3.900 tahun yang berisi “Himne untuk Ninkasi (dewi pembuatan bir),” yang merupakan sebuah resep yang paling awal dalam pembuatan bir dari jelai.

Orang Sumeria sepertinya secara tidak sengaja menemukan sebuah proses pembuatan bir ketika jelai atau roti dibiarkan terendam di air dan lantas berubah menjadi pulp dan terfermentasi. Selain itu, para arkeolog juga telah menemukan bukti adanya bir di dalam sebuah wadah yang berusia 7.000 tahun yang ditemukan di Pegunungan Zagros, Iran barat.

Seperti yang kita ketahui bahwa hampir semua bahan yang mengandung karbohidrat, terutama gula atau pati, mampu mengalami fermentasi yang terjadi secara alami, kemungkinan bahwa minuman bir seperti secara tersendiri ditemukan di antara berbagai budaya yang ada di seluruh dunia.

Penemuan roti dan bir seakan akan menyatakan telah bertanggung jawab atas kemampuan manusia untuk mengembangkan teknologi dan membangun peradaban. Bir sendiri dianggap sebagai zat kimia yang dikenal paling awal dengan bukti tanggal yang ada yaitu sekitar 3500-3100 SM dari tempat Godin Tepe di Pegunungan Zagros yang ada di Iran barat.

Suku Eropa Germanic dan Celtic kemungkinan telah memulai membuat bir sekitar tahun 3.000 SM. Minuman fermentasi yang lainnya juga muncul sepanjang sejarah yang ada di tempat-tempat lain di dunia, termasuk Chang di Tibet dan Chica di Peru.

Temuan arkeologi juga menunjukkan sebuah tempat pembuatan bir yang ada selama Kekaisaran Wari yang merupakan masyarakat pra-Inca. Ketika kerajaan Sumeria runtuh dan diambil alih oleh Babilonia, orang Babilonia memperluas praktik pembuatan bir serta mengekspornya hingga ke Mesir.

Pembuatan bir secara komersil dimulai di tahun 1200 masehi di suatu tempat yang dikenal sebagai Jerman saat ini. Di tahun 1506, Undang-undang Jerman tentang kemurnian dikeluarkan, mensyaratkan bahwa kandungan bir adalah hanya air, barley (sejenis tumbuhan semacam gandum), gandum dan buah hop. Pembotolan bir dimulai di tahun 1605.

Saat ini, industri pembuatan bir adalah bisnis global, terdiri dari beberapa perusahaan multinasional yang dominan dan banyak ribuan produsen kecil mulai dari pembuatan bir brewpubs daerah. Lebih dari 133 miliar liter (35 milyar galon) yang dijual per tahun-menghasilkan total pendapatan global sebesar $ 294.5 billion (£ 147.7 milyar) pada tahun 2006.

Jenis – Jenis Bir

Seperti yang sudah dikatakan pada pembukaan artikel di atas tadi bahwa ada banyak jenis bir yang ada di dunia ini. Untuk itu, berikut ini telah dirangkum beberapa jenis bir yang ada di dunia, antara lain :

  • Lager

Bir jenis ini dibuat dengan cara difermentasi dengan ragi yang berada di bawah alias tidak mengambang. Lager sendiri harus dibuat pada temperatur yang rendah karena bir ini butuh proses fermentasi yang cukup lama dibanding bir lainnya, yakni sekitar beberapa minggu hingga beberapa bulan. Rasanya agak sedikit getir dan tapi tidak terlalu pahit. Lager pada umumnya berwarna keemasan, tapi di daerah Eropa lager berwarna lebih gelap.

Nama aliasnya adalah international blonde lager. Nyaris semua jenis bir di dunia masuk dalam kelompok ini. Karakteristiknya adalah ringan, warna yang pale, dan rasa yang tidak terlalu tajam. Lager didesain untuk memenuhi dahaga. Paling tepat dinikmati sangat dingin agar kamu dapat merasakan unsur crispiness-nya. Lager cocok menyandingi fire hot wings!

  • Pilsner

Untuk bir jenis ini pada umumnya dibedakan lagi antara versi Ceko dan juga versi Jerman. Untuk citarasa versi Ceko sendiri cenderung lebih nyata, dengan karakter hops. Sementara itu, bir versi Jerman lebih bercita rasa malt, dengan sedikit unsur peppery. Jenis ini cocok menyandingi Fish n’ Chips, pizza, bahkan mi goreng!

Pilsner merupakan bir yang terbuat dari jelai atau malt yang direndam dalam air yang sudah dicampur ragi. Proses fermentasinya harus dengan suhu yang cukup tinggi. Pilsner pertama kali dibuat di Plzen, Ceko pada tahun 1842. Pilsner memiliki warna kuning pucat dengan rasa yang sedikit pahit.

  • Ale

Untuk jenis bir yang satu ini terbuat dari sari malt barley yang melalui proses fermentasi pada suhu dengan temperatur yang cukup tinggi. Ale sangat hits pada era tahun 80-an dan banyak digilai para perempuan. Rasanya sendiri terasa agak manis dengan aroma buah yang sangat kuat. Ale memiliki warna yang agak gelap dibandingkan dengan lager.

Ale Disebut juga dengan old world ales, bir jenis ini dikembangkan di Jerman, Ceko, Belgia, dan Inggris Raya. Bir jenis ini menjadi populer karena flavourful dan waktu fermentasinya yang lebih singkat. Warnanya bervariasi, dari pale hingga hitam. Minuman alkohol ini cocok menyandingi hidangan daging ayam, daging merah, dan cokelat.

  • Stout

Jenis bir yang selanjutnya adalah stout. Stout sendiri memiliki julukan yang biasa disebut bir hitam karena warnanya yang hitam pekat. Sesuai dengan warnanya yang hitam, bir ini memiliki rasa yang lumayan pahit dibanding jenis bir lainnya sehingga lebih disukai lelaki. penampakannya mirip dengan porter. Namun stout punya warna paling gelap di antra bir lain. Rasa barley dan hop begitu kuat mendominasi bir ini. Stout pertama kali dibuat di Inggris menggunakan malted barley yang dipanggang hingga matang.

  • Crafted Beer

Jenis Crafted beer/craft beer diproduksi lebih terbatas di industri bir modern, mengakomodasi lidah masa kini yang sudah terpapar banyak citarasa dan mencari pengalaman minum bir dengan karakter-karakter baru. Teknik non-konvensional dan bahan-bahan baru dilibatkan, tergantung pada selera pengelola micro-brewery. Bir jenis ini cocok menyandingi hidangan daging ayam, daging merah, dan cokelat.

  • Cider

Bir jenis cider ini sangat terkenal dikarenakan aroma dan rasa apelnya yang terasa manis. Cider memang terbuat dari sari buah apel yang difermentasikan dengan khamir dengan suhu temperatur yang rendah selama beberapa hari. Cider biasanya memiliki kadar alkohol yang sangat rendah, yakni sekitar 6-8%. Selain diminum begitu saja, cider juga banyak digunakan untuk memasak.

  • Barley Beer

Bir yang satu ini sangat mudah dikenali karena banyak dijual di berbagai bar. Barley bir memiliki warna yang agak coklat kemerahan tapi tidak terlalu pekat. Rasanya agak sedikit pahit dengan rasa getir yang khas. Kadar alkohol yang dimiliki barley bir biasanya tidak terlalu tinggi, yakni sekitar 6-11%.

  • Draught Beer

 

Kamu suka melihat kedai minuman di film-film koboi Amerika yang menjual bir dalam tong-tong kayu besar? Nah, jenis bir yang mereka jual adalah draught bir. Meski draught bir sekarang lebih banyak dijual dalam bentuk kaleng, namun rasanya masih tetap sama. Bir jenis ini memiliki warna yang agak kecokelatan seperti teh.

  • Flavour Beer

Kalau untuk jenis bir yang satu ini kamu pasti sudah tahu karena flavour bir merupakan jenis bir yang paling banyak dijumpai di pasaran. Bir ini merupakan jenis bir yang sudah melalui proses pencampuran rasa yang didapat dari perasa alami seperti jus atau sari buah.

Manfaat Dan Kerugian Mengkonsumsi Bir

Bagi sebagian orang, bir sudah menjadi salah satu minuman yang sudah menjadi kebutuhan yang membuat mereka seperti ketergantungan minum bir. Nah, sebenarnya mengkonsumsi bir ini ada manfaat dan juga kerugiannya lho. Tapi perlu diingat, manfaatnya itu jika minum bir dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan. Berikut adalah beberapa diantaranya :

Manfaat

  • Mengobati Diabetes
    Kandungan yang terdapat di dalam bahan pembuat bir nyatanya bisa menyembuhkan penyakit diabetes lho. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Universite Catholique de Louvain di Brussels, Belgia, menemukan senyawa yang disebut tetrahydro iso-asam alfa. Senyawa ini dapat mengurangi insulin dalam darah. Bir adalah obat untuk penyakit diabetes tipe 2.
  • Mencegah Dehidrasi
    Ternyata minum dua gelas bir terbukti bisa mengembalikan cairan yang hilang dalam tubuh. Mereka yang minum bir sedikit lebih terhidrasi dibanding mereka yang meminum air putih. Meski demikian, kamu tetap harus meminum air putih secara teratur untuk kesehatan tubuh.
  • Mengurangi Letih, Lesu Hingga Pigmentasi
    Kandungan ragi yang terdapat di dalam bir mengandung vitamin B yang berguna untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Vitamin ini mampu membuat kulit kamu menjadi terasa lembut dan halus serta bisa membalikkan pigmentasi sampai batas tertentu. Selain vitamin B, zat besi yang terkandung dalam bir mencegah kamu dari rasa letih, lesu dan mudah tersinggung. Zat besi akan mengedarkan oksigen lebih cepat dari paru-paru ke otot dan organ lainnya.
  • Menyehatkan Jantung
    Bir sendiri diketahui juga mengandung folat yang dapat membantu mengurangi homosistein yang ada dalam darah. Karena jika kadar homosisteinnya rendah, maka seseorang itu lebih berpeluang unruk terhindar dari penyakit jantung. Minum segelas bir per hari ternyata juga mampu mengurangi pembekuan darah, hal itu sangat baik untuk seseorang yang menderita penyakit jantung untuk hidup lebih lama.
  • Memelihara Sistem Kekebalan Tubuh
    Minum bir bisa memelihara sistem kekebalan tubuh, kok bisa? hal itu bisa terjadi karena bir yang berbahan dasar gandum ini mengandung zat antioksida yang berguna untuk melindungi sel dari kerusakan. Selain itu, bir juga dikenal sebagai anti-mikroba berkat hop bunga pahit yang digunakan dalam pembuatan bir. Hal ini membantu peminum bir melawan penyakit dan juga mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang baik.
  • Mencegah Osteoporosis
    Sering melihat banyaknya lansia yang masih gemar minum bir? Bir diketahui mengandung sejumlah silikon bioavailable, yang merupakan sebuah elemen dasar yang berguna untuk pembangunan tulang dan struktur tulang rangka. Sehingga meminum bir dengan porsi yang tepat akan meningkatkan kepadatan mineral tulang sehingga mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Kerugian

  • Membuat Perut Buncit
    Jika kamu termasuk salah satu orang yang bangga dengan pinggang ramping yang kamu miliki, sekarang adalah saat yang tepat bagi kamu untuk berhenti minum bir atau setidaknya menurunkan kebiasaan mengkonsumsinya. Minum bir sebenarnya hanya akan membuat perut kamu menjadi buncit. Dan jika sudah terlanjur seperti itu, akan sangat sulit untuk mengembalikannya.
  • Buruk Untuk Kesehatan Jantung
    Lho, tadi kan dijelaskan kalau bir sehat untuk jantung. Iya, itu jika kita mengkonsumsi bir dengan porsi dan kadar yang tepat dan tidak terlalu sering dan kebanyakan. Beberapa studi memang telah menunjukkan bahwa minum bir tidak mengganggu kerja jantung, tapi itu jika kamu minum dalam jumlah terbatas. Selain itu, seseorang yang memiliki penyakit kardiovaskular sama sekali tidak akan mendapatkan keuntungan dari minum bir. Malah hanya akan memperburuk kesehatan jantung mereka.
  • Menggangu Kadar Gula Darah
    Ternyata, minum bir bisa mengganggu kadar gula darah yang ada pada tubuh kamu. Organ hati kamu akan mengkonversi glikogen yang tersimpan di dalamnya dan mengubahnya menjadi glukosa dan melepaskan ke dalam aliran darah. Alkohol yang ada di dalam bir akan mengganggu proses ini. Hal ini dapat membuat rasa lapar dan akan menimbulkan rasa keinginan untuk terus makan dan merasa lapar. Tentu ini akan membuat berat badan kamu naik.
  • Membuat Gendut
    Sebenarnya jika dilihat lagi, bir mengandung nutrisi yang sangat sedikit. Minum bir sendiri sebenarnya sangat tidak dianjurkan jika kamu ingin menurunkan berat badan. Bir membuat tubuh kamu akan membakar kalori lebih sedikit daripada biasanya. Alkohol yang ada di dalam bir akan diubah menjadi asetat oleh hati. Tubuh kemudian membakar asetat untuk energi dan kelebihan lemak tetap disimpan dalam anggota badan seperti pinggul dan perut.
  • Membuat Paranoid
    Bahaya minum bir secara berlebih juga bisa menimbulkan terjadinya paranoid, terkadang peminum yang sudah kecanduan dengan alkohol akan merasa kepala seperti dipukuli atau tidak tenang. Sehingga perilakunya biasanya akan menjadi lebih kasar terhadap orang yang ada disekelilingnya, bahkan mereka akan merasakan halusinasi.
  • Asam Urat
    Ada satu hal lagi yang akan terjadi pada diri kamu jika mengonsumsi bir secara berlebihan. Bahaya minum bir yang dapat kamu rasakan juga terjadinya asam urat atau gout. Asam urat atau gout adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh pembentukan kristal pada darah. Bagi kamu yang memang telah memiliki penyakit asam urat, ada baiknya kamu segera menghindari untuk mengonsumsi bir secara berlebih, karena ini bisa memperburuk kesehatan kamu.

Nah, itulah penjelasan mengenai bir serta manfaat dan kerugian yang akan kamu dapatkan jika mengkonsumsi bir. Namun, dibalik itu semua, akan lebih baik lagi jika kita tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Hidup dengan cara yang lebih sehat malah akan lebih baik untuk hidup kita kedepannya.