Penjelasan Mengenai Garam Serta Manfaatnya Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

January 3, 2018 27243 Views

Garam, bahan makanan yang satu ini sudah pasti tidak bisa dipisahkan dengan segala hal mengenai masakan yang ada di dunia. Hampir setiap pengolahan bahan pangan di dunia pasti menggunakan garam. Garam sangat berguna untuk menambah ataupun menetralisir rasa dari makanan yang diolah.

Hampir di setiap rumah yang ada di dunia, pastinya terdapat garam di dapurnya karena merupakan salah satu bahan masakan yang sangat penting. Mulai dari garam yang mengandung yodium atau tidak, kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari garam.

Nah, berikut ini merupakan penjelasan mengenai garam yang mungkin saja kamu masih belum mengetahuinya karena hanya sekedar menganggap bahwa garam hanya sekedar penambah rasa asin pada masakan. Yuk kita simak ulasan mengenai garam berikut ini.

Apa Itu Garam

Garam merupakan suatu zat yang berbentuk padat, kristal, dan berwarna putih yang merupakan hasil dari laut. Garam didapatkan dengan cara mengeringkan air laut sehingga didapatkan kristal-kristal mineral yang berasal dari air laut. Garam sendiri mempunyai rasa asin. Rasa asin didapatkan dari air laut yang asin.

Penambang garam biasanya memanfaatkan sinar matahari terik untuk mengeringkan air laut. Garam yang sudah dikemas dan dijual di pasaran umumnya berbentuk serbuk atau bongkahan dalam plastik. Garam juga terdiri dari bermacam-macam, namun yang familiar adalah garam masak dan garam halus atau garam meja. Garam masak berbentuk kristal atau serbuk dengan warna kurang putih. Umumnya kandungan iodiumnya tidak setinggi garam meja atau garam halus. Garam halus atau garam meja biasanya berbentuk lebih halus dan memiliki iodium yang tinggi namun rasanya kurang asin.

Dikemukakan oleh Desrosier (1988) ada tiga sumber utama garam, sebagai berikut.

1. Garam solar ialah garam yang diperoleh dengan cara penguapan dari air garam baik yangdari laut maupun yang dari danau garam daratan.

2. Tambang garam atau garam sumber ialah garam yang biasanya dinyatakan sebagai batu garam, diperoleh dari pertambangan yang beroperasi sedalam seribu kaki atau lebih dibawah permukaan bumi.

3. Garam yang diperoleh dari penguapan dengan sinar matahari mengandung kotoran kimia dan mikrobia halofisilis yang toleran terhadap garam. Garam tambang atau garam sumber pada umumnya bebas dari kontaminasi organisme ini.

Sejarah Perkembangan Garam

Menurut sejarah, garam diperkirakan ditemukan pertama kali di Danau Yungchen, China pada 6000 tahun sebelum masehi. Dimana warga setempat memanen garam saat danau tersebut mengering saat musim kemarau. Dan hingga saat itu China menjadi negara yang sering melakukan perdagangan garam di dunia. Tetapi, hingga 800 tahun sebelum masehi tidak ada yang dapat menuliskan secara jelas bagaimana proses pembuatan garam. Proses pembuatan garam pertama kali ditulis pada zaman Kerajaan Romawi.

Dalam buku Cambridge World History of Food, Kenneth F. Kiple dan Kriemhild Conee Ornelas menuliskan bahwa pada masa awal produksi garam yang sekarang kita kenal, yaitu Natrium Klorida (NaCl) dilakukan dengan beberapa metode seperti dengan menguapkan air laut dengan bantuan sinar matahari, mendidihkan air yang mengandung garam sehingga terbentuk lapisan garam sampai ke penambangan garam yang sudah membatu karena proses alam di sumber-sumber air garam.

  • Sejarah garam di Yunani kuno

Sebegitu pentingnya garam dalam kehidupan, Plato menggambarkan garam sebagai “Sebuah material yang dicintai oleh dewa”, Aristoteles menulis bahwa garam adalah hadiah musim semi yang berasal dari dewa dan homer menyebut garam sebagai “wahyu Ilahi”. Pada masa Romawi Kuno, harga garam sangat mahal. Oleh karena mahalnya garam pada masa itu lalu dipakai untuk membayar gaji para pekerja dan prajurit dengan salarium (garam).

Istilah salarium (Latin) yang maksudnya ‘garam’ itu dipakai untuk gaji yang kemudian diambil dalam bahasa Inggris salary. Lucunya garam dalam bahasa Inggris kuno adalah ‘sealt’. Bila kita hilangkan dua huruf terakhir –lt, kita akan dapatkan kata ‘sea’ yang artinya laut. Mungkin juga maksudnya begitu karena air laut rasanya asin dan garam berasal dari laut.

  • Garam menjadi komoditas strategis dunia, pemicu peperangan

Bahkan sekitar abad 12an, pedagang dari kerajaan Mali di Afrika menghargai garam sangat tinggi, disamakan dengan harga emas. Perdagangan ini mendorong negara di Eropa mengekspor garam. Dalam perjalanan waktu, garam telah memainkan peran penting dalam menentukan kekuatan dan lokasi kota besar di dunia. Kota Liverpool, misalnya bangkit dari hanya pelabuhan kecil di Inggris untuk dijadikan sebagai pelabuhan ekspor utama garam. Dengan garam, akhirnya kota ini menjadi besarf dan menjadi pusat pelabuahan garam dunia di abad ke-19.

Garam juga menjadi pemicu dalam memicu perang kerajaan-kerajaan. Pada abad 16, Polandia merupakan kerajaan besar penghasil komoditas tambang garam. Kerajaan ini hancur ketika Jerman mampu menghasilkan garam laut yang dianggap lebih unggul dari batu garam. Cerita garam lain yang berkaitan dengan perang adalah Venice, yang berjuang memenangkan perang dengan Genoa. Christopher Columbus dan Giovanni Caboto menghancurkan perdagangan Mediterania dengan memperkenalkan garam ke pasar Eropa.

Dalam skala kota, garam juga menjadi objek pungutan pajak. Kota Munich di Jerman, misalnya terbentuk pada tahun sekitar 1150an karena pajak garam. Di Amerika, revolusi Amerika terjadi karena salah satu strategi peperangan Inggris dengan menutup masuknya garam ke Amerika. Di India, garam menjadi pemicu gerakan kemerdekaan.

Mohandas Gandhi mengorganisir Salt Satyagraha protes untuk berdemonstrasi menentang pajak garam dari Inggris. Di Indonesia, garam memiliki nilai strategis dari kerajaan Hindu Budha, kolonial Belanda hingga kini.

  • Perkembangan garam di Indonesia

Dalam prasasti abad IX-XV Masehi diketahui garam merupakan komoditas penting yang dibawa kapal untuk pengawetan ikan. Sekitar abad 18an, tambak besar penghasil garam di sekitar Sumenep Madura dan Gresik Jawa Timur dikuasahi oleh orang Tionghoa. Adanya pergantian kekuasaan oleh pemerintah kolonial Belanda, segera mengambil alih dan memonopoli tambak garam milik orang Tionghoa. Dalam perkembangannya, monopoli pemerintah kolonial tidak hanya di Jawa dan Madura. Pemerintah kolonial Belanda memperluas monopoli sampai Sumatra dan Kalimantan. Jaman Jepang produksi garam di Jawa berhenti. Setelah kemerdekaan, monopoli garam dihapus. Perusahaan Negara mengambil alih tata niaga garam.

Rakyat juga memproduksi garam, disebut petani garam. Produksi garam rakyat dilakukan hanya pada musim kering saja. Garam juga dipakai untuk industri. Secara nasional mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Garam konsumsi membutuhkan sekitar 1 juta ton/tahun. Kekurangan suplai garam industri dipenuhi dari import, terutama dari Australia, India dan China.

Jenis – Jenis Garam

Mungkin sebagian besar dari kita hanya mengetahui satu jenis garam saja, yaitu garam dapur. Tapi ternyata ada banyak jenis garam yang ada. Berikut merupakan jenis-jenis garam beserta penjelasannya :

  • Garam Meja / Garam Dapur

Garam meja merupakan garam yang biasa kita gunakan ketika memasak. Garam ini sudah melewati banyak pengolahan sehingga mempunyai tekstur yang sangat halus dan juga sudah diperkaya dengan yodium. Yodium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan anak mengalami keterlambatan mental, hipotiroidisme, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Dengan penambahan yodium pada garam, penyakit yang disebabkan oleh kekurangan yodium ini dapat dicegah.

Garam meja hampir seluruhnya mengandung natrium klorida murni, 97% atau lebih tinggi. Biasanya garam meja ditambahkan dengan agen anti-caking untuk mencegah penggumpalan, sehingga kita bisa mendapatkannya sebagai butiran-butiran halus yang tidak saling menempel.

  • Garam Laut

Garam laut dibuat dengan cara menguapkan air laut. Tidak jauh berbeda dari garam meja, garam laut juga mengandung banyak natrium klorida (alami) tetapi mengandung sedikit mineral. Namun, hal ini tergantung dari di mana garam tersebut dipanen dan bagaimana garam tersebut diproses. Biasanya garam laut mengandung mineral kalium, zat besi, dan seng.

Karena garam laut murni dibuat di laut, maka garam laut juga bisa tercemar bahan logam (seperti timbal) karena pencemaran laut. Semakin gelap warna garam laut, maka semakin tinggi kandungan kotoran juga unsur mineral dalam garam tersebut.

Kelemahannya mungkin terdapat pada rasa garam laut yang berbeda dengan garam meja, terlebih lagi jika kamu tidak pernah mengonsumsinya. Kotoran dan mineral dalam garam laut juga bisa memengaruhi rasanya. Rasa dari garam laut mungkin lebih kuat daripada garam meja.

  • Garam Himalaya

Mungkin kita jarang mengenalnya, tetapi ini merupakan garam yang berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine di Pakistan, bukan dari pegunungan Himalaya seperti yang kita tebak. Garam ini mempunyai warna merah muda yang berasal dari kandungan zat besi dalam garam tersebut.

Garam Himalaya mengandung mineral natrium yang lebih rendah dari garam meja. Tetapi, garam ini mengandung kurang lebih 84 mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita, diantaranya adalah kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium. Karena kandungannya tersebut, garam Himalaya dipercaya dapat membantu mengurangi kram otot, menjaga kesehatan gula darah, dan menjaga kesehatan asam-basa dalam sel.

  • Garam kosher

Garam kosher mempunyai tekstur yang lebih kasar seperti kristal yang tidak beraturan, berbeda dengan garam meja yang biasa kita temukan. Selain itu, perbedaannya lagi adalah garam kosher tidak mengandung agen anti-caking sehingga lebih mudah menggumpal dan juga tidak mengandung yodium. Namun, garam kosher mempunyai rasa yang tidak jauh berbeda dari garam meja, tetapi lebih ringan.

  • Garam Celtic

Garam ini mempunyai warna keabu-abuan, tidak jarang orang mengenalnya sebagai garam abu-abu (grey salt). Garam Celtic mengandung sedikit air sehingga membuatnya tetap lembap. Selain itu, garam ini juga mengandung sejumlah mineral, tetapi memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dari garam meja. Garam ini mempunyai sifat basa dan bisa dimanfaatkan untuk mencegah kram otot.

Manfaat Garam

Selain memiliki manfaat sebagai penambah cita rasa pada masakan, ternyata garam sendiri memiliki banyak manfaat lainnya yang mungkin jarang diketahui. Apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya :

Manfaat Garam Di Bidang Kesehatan

  • Melancarkan metabolisme
    Manfaat garam untuk kesehatan ini bisa membantu melancarkan metabolisme kamu. Metabolisme yang baik, akan meningkatkan fungsi sistem dalam tubuh. Garam dapat membantu menyerap air dalam tubuh demi kelancaran kerja organ tubuh. Hal itu disebabkan oleh mineral dan nutrisi pada garam yang dengan mudahnya dapat menyerap di dalam darah.
  • Meringankan bronkitis dan masalah pernapasan lainnya
    Meringankan bronkitis dan sakit pernapasan nyatanya menjadi salah satu manfaat garam untuk kesehatan. Garam berguna untuk menyerap ion berbahaya pada udara yang kamu hirup dan membantu melawan ion berbahaya tersebut agar tidak terserap ke dalam tubuh. Maka itu, tidak jarang garam bisa meringankan sakit asma, bronkitis, dan sistem pernapasan lainnya yang bermasalah.
  • Membuat rileks tubuh
    Merendam tubuh pakai garam ternyata bisa menghasilkan rileks pada tubuh dan otot-otot kita yang kaku, lho. Garam yang digunakan memang agak sedikit berbeda, yaitu garam kristal. Kita bisa menuangkannya di bak mandi dan merendam seluruh tubuh kita dengan campuran garam tersebut. Efek garam akan membuat lemas otot dan bagian tubuh yang tegang atau kaku. Garam juga berperan sebagai detoksifikasi dan menurunkan tekanan darah pada tubuh.
  • Mencegah hiponatremia
    Hiponatremia adalah suatu kondisi di mana tubuh menderita kekurangan garam dalam cairan sel tubuhnya. Biasanya cairannya akan keluar berupa keringat, diare, atau biasa dikenal juga sebagai intoksikasi air. Nah, untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat beserta kelancaran fungsi saraf dan otot, tubuh sangat membutuhkan garam. Jika tidak tercukupi kebutuhan garam, akan terjadi ketidakseimbangan kadar air tubuh dan akhirnya terjadi pembengkakan di tubuh karena sel-selnya kelebihan air.
  • Membersihkan mulut
    Manfaat garam untuk kesehatan ini bsia membasmi bakteri yang menyebabkan infeksi di sekitar mulut kita. Gusi yang luka, atau ngilu pada gigi bisa diredakan sakitnya dengan hanya berkumur-kumur dengan larutan garam. Caranya campurkan setengah sendok teh garam dicampur secangkir air hangat. Tindakan ini mencegah pembengkan dan menenangkan sakit pada gusi.
  • Menjaga kesehatan pencernaan
    Kalau kamu sedang diet dan tidak terdapat cukup garam pada tubuh, dampaknya akan sangat berbahaya. Tubuh tidak akan cukup menghasilkan HCl (asam klorida) dalam perut. Kondisi ini akan semakin parah jika sebelumnya kamu memiliki riwayat kesehatan pencernaan yang kurang baik, seperti asam lambung. Dengan garam yang cukup, tubuh akan mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan.
  • Diabetes
    Garam dapat membantu mengontrol gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu mempertahankan kadar gula yang tepat dalam tubuh. Jadi bagi penderita diabetes maupun yang beresiko penyakit ini dapat memanfaatkan garam sebagai bagian penting dari diet. Manfaat daun mangga juga dipercaya sangat ampuh untuk mengatasi diabetes.
  • Osteoporosis
    Tulang menyimpan seperempat bagian dari kandungan garam yang diserap oleh tubuh. Hal inilah yang membantu menjaga kekuatan tulang. Osteoporosis terjadi pada saat tubuh kekurangan garam sehingga tubuh mengambil natrium dari tulang, banyak air dan mengkonsumsi garam dalam jumlah sedang dapat mencegah osteoporosis. Manfaat madu juga baik untuk osteoporosis.

Manfaat Garam Di Bidang Kecantikan

  • Untuk terapi penyembuhan berbagai jenis gangguan pada kulit
    Mandi dengan air garam dapat membantu untuk meringankan kulit kering dan gatal. Selain itu garam juga dapat digunakan sebagai obat pada kondisi serius seperti eksim dan psoriasis. Garam dapat mempercepat membuka pori-pori, meningkatkan sirkulasi dan hydrating jaringan. Selain itu, garam juga dapat membuat kulit menjadi lebih lembut, kenyal, mengurangi munculnya garis-garis halus, keriput dan selulit. Selain itu garam juga berfungsi sebagai pelembab untuk kulit pecah-pecah dan kering dan mengurangi kulit berminyak.
  • Pengobatan jerawat
    Garam sering digunakan sebagai bahan dalam pembuatan sabun, masker, toner dan pembersih jerawat. Kandungan sulfur membantu untuk mensintesis oksigen sedangkan kalium menjaga keseimbangan air untuk metabolisme sel, sehingga memungkinkan penyerapan nutrisi untuk menyingkirkan kotoran. Kandungan kalsium dalam garam dapat membersihkan pori-pori, dan membuat sel membran lebih kuat. Kandungan magnesium dapat menghilangkan kotoran dan racun dari kulit.
  • Mengurangi pengelupasan kulit
    Memijat kulit dan wajah dengan campuran 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh minyak zaitun dapat membantu mengurangi terjadinya pengelupasan pada kulit.
  • Sebagai scub
    Garam dapat digunakan untuk menggosok lengan dan kaki untuk mengangkat sel mati dan meningkatkan sirkulasinya. Caranya adalah dengan mengosokkan taburan garam pada kulit lengan dan kaki setelah selesai mandi saat kulit masih basah.
  • Melembutkan rambut
    Mineral penting yang ada pada garam dapat membuat rambut menjadi lebih berkilau. Kandungan mineral dalam garam juga bisa melembabkan, memperbaiki rambut rusak, serta melindungi rambut. Sehingga menjadikan rambut lebih lembut dan sehat
  • Mengatasi ketombe
    Penggunaan garam pada kulit kepala sebelum membasahi rambut dapat menyingkirkan serpihan ketombe pada kepala. Garam dapat menyerap minyak berlebih di kepala sehingga dapat mencegah rambut berminyak dan ketombe tidak akan menempel pada kulit kepala. Garam memberikan kelembaban pada kulit kepala yang membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe.
  • Melebatkan rambut
    Garam ternyata bisa membantu menumbuhkan rambut. Caranya adalah dengan mencampur garam dengan kondisioner, lalu gunakan untuk mengolesi akar rambut dan diamkan selama 20 menit lalu bilas. Kandungan dalam garam juga dapat mengurangi produksi minyak dalam rambut.

Itulah ulasan mengenai garam, mulai dari pengertiannya, sejarah, jenisnya, hingga manfaatnya yang ternyata selain untuk menambah rasa pada masakan ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan dan juga kecantikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.