Seram…! Sapi Di Swiss Ini Memiliki Lubang Pada Perut

May 12, 2017 3053 Views

Petani memiliki banyak teknologi dan data di ujung jari mereka untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari ternak, namun beberapa teknik kuno kadang masih ada. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Banyak negara yang berlomba untuk meningkatkan hasil peternakannya. Salah satu negara yang berhasil melakukan pengembangan penelitian ini adalah Swiss. Hal yang dilakukan oleh para peneliti di Swiss adalah memberi lubang kanula pada hewan ternak. Mungkin hal ini adalah salah satu cara yang sangat mengerikan yang pernah dilakukan.

Kanula

Peneliti di Swiss telah memasang 14 ekor sapi dengan kanula di sisi tubuh mereka yang dipotong langsung ke saluran pencernaan hewan tersebut. Pada saat melakukan pembuatan lubang, sapi tersebut dibius terlebih dahulu. Lubang 8 inci (20 cm) memungkinkan petani untuk melihat secara langsung bagaimana makanan diproses dan dihubungkan dengan penutup karet saat tidak digunakan. Lubang kanula menggunakan tutup yang bisa dibuka untuk melindungi agar benda asing tidak masuk.

Lubang Kanula untuk Melakukan Penelitian

Agroskop di Grangeneuve, Swiss menggunakan sapi kanula untuk menguji pencernaan eksperimental campuran gandum yang berbeda untuk menciptakan pakan yang lebih seimbang untuk hewan. Kanula bertindak seperti lubang pengunci dan memberi akses langsung ke rumen sapi. Begitu kanula ditempatkan secara operasi pada sapi, hewan tersebut dibiarkan merumput selama periode waktu tertentu sebelum diperiksa. Setelah proses tersebut, petanai akan menarik rumput yang telah tercampur dari rumen sapi. Sapi memiliki empat kompartemen di perut mereka dengan yang terbesar menjadi rumen (salah satu bagian lambung ternak yang berisi bahan pakan yang dimakan oleh hewan ternak). Rongga ini yang difokuskan dari operasi untuk penelitian yang dijadikan sapi kanula.

Bahan ini dikumpulkan untuk diuji dan analisis petani dan penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik dari ternak harus disesuaikan berdasarkan berapa banyak yang dicerna. Praktik ini dikatakan telah menjadi tempat yang umum di tahun 1920an namun laporan tentang sapi yang digunakan dengan cara ini untuk penelitian ilmiah dimulai pada tahun 1833. Sapi dengan kanula yang pas juga dikenal sebagai sapi fistula.

Petani dan peneliti mengklaim bahwa proses tersebut dapat membantu lingkungan dengan meningkatkan efisiensi energi sapi yang pada akhirnya mengurangi jumlah metana yang mereka hasilkan. Sapi diberi anestesi selama prosedur operasi dan dikatakan tidak mengalami rasa sakit saat diperiksa.

Kanula Dianggap sebagai Pelecehan Hak Binatang

Pada dasarnya proses melubangi perut sapi pada bagian rumen di mana sebagian besar pencernaan hewan terjadi. Seorang ahli ilmu hewan, Natasha Weaver, mengatakan bahwa sapi biasanya mengkonsumsi 50 pon dedaunan per hari dan makanan ini kadang-kadang tidak memberikan nilai gizi terbaik yang dibutuhkan bagi sapi. Dia juga mengatakan bahwa lubang ini juga akan memungkinkan mikroba dari luar untuk masuk dan menginfeksi sapi, tapi dengan adanya banyak kehadiran mikroba alami yang sudah ada di rumen, mikroba baru dari luar tidak dapat bertahan hidup untuk bersaing mendapatkan nutrisi.

Praktek ini juga secara teratur dilakukan pada hewan ternak ruminansia (hewan mamalia yang bida memamah biak) lainnya, termasuk domba . Bagi yang menganggap praktek kanula sebagai keanehan dan dianggap kejam pada dasarnya mereka belum mengetahui proses dan manfaatnya.

Tapi aktivis hak-hak binatang mengklaim bahwa itu adalah pelecehan dan telah mencap praktik tersebut dengan kejam.
Kecaman dari aktivis kesejahteraan hewan (PETA), mereka beralasan bahwa proses melubangi perut sapi dengan menempatkan kanula membutuhkan waktu enam minggu untuk pemulihan sapi, hal itu menyebabkan sapi akan merasa tidak nyaman.

Mereka juga berpendapat bahwa sapi adalah hewan cerdas dan sensitif yang tidak layak untuk dimutilasi dengan alasan apapun. Akan tetapi para peneliti menyatakan bahwa sapi jantan memiliki umur yang lebih panjang karena perawatan yang diberikan. Penelitian ini membuktikan hasil yang akurat dan memberi dampak yang positif. Praktiknya tidak unik di Agroscope dan hal ini juga dilakukan di AS dan di seluruh Eropa.

Mungkin hal ini sangatlah mengerikan dan juga sadis. Akan tetapi setelah proses yang dilakukan 100% siap dan menunjukkan hasil yang akurat, rasanya rasa sakit yang dirasakan oleh sapi tersebut terbayarkan. Penggunaan kanula pada sudah mulai menyebar diseluruh dunia. Dan hal ini tidak lagi menjadi hal yang dicekal dan tidak melecehkan hak binatang.

Lucu ya guys kalau kita melihat lubang yang ada di tubuh sapi tersebut. Mungkin juga anda penasarankan ingin melihat sapi tersebut secara langsung. Tidak ada salahnya jika di indonesia hal ini dilakukan juga.