Yuk, Pahami Sejarah Perkembangan Serta Jenis-jenis Peta

January 31, 2018 10439 Views

Disaat kita ingin pergi ke suatu tempat atau tujuan, kita pasti akan mengikuti arah jalan untuk mencapai tempat yang kita tuju tersebut. Dan biasanya juga untuk mencapai tempat tujuan itu, kita akan menghafal nama jalan atau jika tidak tahu kita bisa menanyakan pada orang-orang sekitar mengenai arah menuju tempat tujuan kita.

Beruntungnya, di jaman serba modern ini, kita sudah disediakan banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan sebagai penunjuk arah yang bisa membantu kita untuk menuju ke suatu tempat yang ingin kita kunjungi. Kita ambil saja contohnya adalah Google Maps, yang mana sangat membantu kita dalam mencari lokasi serta menunjukkan kepada kita arah yang tepat untuk menuju kesana.

Nah, sesuai namanya aplikasi tersebut didasari oleh penggunaan dasar peta sebagai penunjuk jalannya. Peta berguna untuk mengetahui dimana letak-letak tempat dan juga bisa menunjukkan dimana lokasi kita. Berbicara tentang peta, apakah kamu tahu bagaimana asal usul dan juga perkembangannya sampai digunakan hingga sekarang ini? Untuk itu, pada artikel ini kita akan membahas hal-hal yang ada mengenai peta. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Peta

Peta merupakan sesuatu yang berfungsi atau berguna untuk menunjukkan letak suatu tempat atau lokasi. Di jaman sekarang inipun peta sudah dikembangkan sedemikian rupa hingga menjadi lebih mudah digunakan bahkan kita juga bisa tahu dimana letak atau posisi kita sendiri.

Secara umum, peta diartikan sebagai sebuah gambaran bentuk permukaan bumi yang dibuat pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “mappa” yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara singkatnya lagi pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.

Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas. Berikut adalah pengertian atau definisi peta yang dijelaskan oleh beberapa ahli.

Peta adalah gambaran konvensional pola-pola permukaan bumi yang dilihat dari atas dan padanya ditambahkan tulisan-tulisan untuk identifikasi (Raisz, 1970).

Peta adalah: (a) alat ilmiah yang tepat digunakan untuk berbagai penelitian dan beberapa aplikasi teknik, (b) suatu bentuk komunikasi grafis (Robinson dan Sale., 1965).

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala tertentu (Gunawan, T., dkk., 2004).

Sejarah Perkembangan Peta

Sejarah tentang perkembangan peta sendiri dibagi-bagi lagi berdasarkan perkembangannya pada periode atau pada masa-masa tertentu. Mulai dari periode awal terbentuknya konsep dasar peta hingga sampai perkembangan yang kita tahu sekarang ini. Mari sama-sama kita uraikan satu persatu.

  • Periode Awal

Sebagian besar dari kita semua mungkin sudah tahu bahwa ilmu dan seni yang membahas atau mempelajari hal mengenai cara membuat peta adalah Kartografi (pemetaan). Tapi, sepertinya sampai sekarang masih sedikit orang yang tahu mengenai perkembangan peta. Peta dunia yang pertama kali ada dibuat oleh Bangsa Babilonia sekitar 2300 sebelum masehi. Pertama kali, peta dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan berbentuk tablet dari tanah liat.

Pada masa itu, konsep yang diutarakan oleh Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi berbentuk bola bundar telah dikenal oleh para ahli filsafat (sekitar 350 S.M.) dan mendapat kesepakatan dari semua ahli bumi yang ada pada masa tersebut. Meski tak banyak yang berhasil membuktikan kebenaran tentang konsep yang diajukan oleh Aristoteles tersebut, namun sangat sedikit orang yang meragukan konsep tersebut. Ilmu Kartografi mencapai puncak kejayaannya di Yunani dan Roma berkat kerja keras Ptolemaeus, yang lebih dikenal dengan nama Ptolemy pada 85 sampai 165 sebelum masehi.

Dia berhasil menciptakan sebuah peta dunia yang digambarkan berdasarkan pembagian Garis Lintang atau Latitude sekitar 60 derajat Lintang Utara (N) sampai dengan 30 derajat Lintang Selatan (S). Dia juga menulis sebuah karya besar yang disebutnya Geographike Hyphygesis (Guide to Geography), yang merupakan acuan ilmu Geografi yang mendunia.

  • Periode Pertengahan

Semasa periode pertengahan mengenai perkembangannya, peta-peta wilayah Eropa di dominasi dengan cara pandang yang dilandasi dengan pemahaman agama, yang pada masa itu dikenal dengan peta T-O. Pada bentuk beta seperti ini, Jerusalem dilukiskan di tengah-tengah sebelah timur yang diorientasikan menuju bagian atas peta. Penjelajahan yang dilakukan oleh Bangsa Viking pada abad 12 di Utara Atlantic, secara perlahan-lahan mulai menyatukan pemahaman mengenai bumi. Pada periode ini, Perkembangan Kertografi semakin mengalami kemajuan dengan banyaknya peta dunia yang ditulis tangan oleh bangsa-bangsa yang berada di wilayah Arab dan Mediterania. Tentu saja, cara pembuatan peta masih dilukis dengan tangan, dimana penyebarannya masih sangat dibatasi.

  • Periode Kejayaan

Ilmu yang mempelajari hal mengenai peta (Kartografi) mengalami masa kejayaannya pada abad ke 15. Kejayaan ilmu kartografi ini diawali dengan penemuan alat pembuat peta. Peta pada abad ke 15 sudah dicetak menggunakan papan kayu yang sebelumnya sudah diukir berupa peta. Percetakan dengan menggunakan lempeng tembaga yang diukir muncul pada abad 16 dan tetap menjadi standar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan. Kemajuan utama dalam pembuatan peta mendapat perhatian sepanjang masa eksplorasi pada abad 15 dan 16. Para Pembuat peta mendapat jawaban dari Navigation Chart yang menyajikan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan simbol-simbol pelayaran. Termasuk garis-garis kompas dan paduan navigasi lainnya.

Peta-peta yang dibuat pada masa ini membutuhkan biaya yang terbilang cukup tinggi. Peta ini dibuat dan kemudian digunakan untuk tujuan militer dan diplomatic yang hanya dimiliki oleh pemerintah sebagai dokumen rahasia negara. Pertama kali Peta Dunia disajikan secara utuh pada awal abad 16, meneruskan pelayaran dari Colombus dan yang lainnya untuk mencari dunia baru. Gerardus Mercator dari Flandes (Belgia) menjadi ahli pembuat peta terkenal pada pertengahan abad 16. Ia mengembangkan proyeksi silindris yang semakin luas digunakan untuk Navigation Chart dan Peta Global. Berdasarkan pada proyeksi ini ia menerbitkan sebuah peta pada tahun 1569, banyak proyeksi peta lain yang kemudian dikembangkan.

  • Periode Modern

Pada Abad 17 sampai saat ini, Ilmu Kartografi semakin berkembang dengan pesat. Pembuatan peta yang dikerjakan berdasarkan metode-metode ilmiah mampu menggambarkan dunia secara lebih akurat dan tampak lebih nyata. Pemetaan pada periode modern ini dilakukan dengan menggabungkan potret udara hasil dari pengindraan jauh dan pengecekan lapangan.

Geographic Information Systems (GIS) muncul pada periode 1970-80-an. GIS menggeser paradigma pembuatan peta. Pemetaan secara tradisional (berupa kertas) menuju pemetaan yang menampilkan gambar dan database secara bersamaan dengan menggunakan informasi geografi. Pada GIS, database, analisa dan tampilan secara fisik dan konseptual dipisahkan dengan penanganan data geografinya. Sistem Informasi Geografis meliputi perangkat keras computer (Hardware), perangkat lunak (Software), data digital, pengguna, sistem kerja, dan instansi pengumpul data, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi georeferensi mengenai bumi (Nyerges 1993).

Jenis – Jenis Peta

Mungkin sebagian dari kita hanya tahu jenis peta berdasarkan yang kita lihat saja, misalnya peta dalam bentuk nyata di kertas atau buku dan juga peta yang biasa kita lihat secara digital. Namun ternyata, jenis-jenis dari peta ini dibagi lagi berdasarkan bagian-bagiannya. Berikut adalah penjelasannya :

Jenis-Jenis Peta Berdasarkan Isinya

  • Peta Dasar

Peta dasar merupakan peta yang dibuat setelah melihat keadaan daerah yang akan digambarkan. Oleh karena itu, ketepatan peta sangat bergantung pada penglihatan si pembuat peta, teknik yang digunakan dalam membuat peta, atau peralatan yang digunakan. Data yang ada atau yang dimuat dalam peta dasar biasanya terbatas. Misalnya, pada peta dasar hanya menggambarkan garis-garis pantai dan batas-batas wilayah atau hanya menggambarkan jalan-jalan, dan sungai-sungai saja.

  • Peta Umum

Peta umum merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi yang dilihat secara umum. Peta umum ini memuat semua hal yang merupakan ketampakan yang terdapat pada suatu daerah, baik ketampakan fisik (alam) maupun ketampakan sosial budaya. Ketampakan fisik misalnya sungai, gunung, laut, dan danau. Ketampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, dan pemukiman kota. Peta umum ada dua jenis, yaitu peta topografi dan peta korografi.
1. Peta Topografi : Peta Topografi merupakan jenis peta yang menggambarkan bentuk relief atau tinggi rendahnya permukaan bumi. Di dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line), yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama.
2. Peta Korografi : Peta Korografi adalah jenis peta yang menggambarkan keseluruhan atau bisa juga sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil, yaitu antara 1:250.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih. Peta korografi merupakan peta yang menggambarkan daerah yang luas, seperti provinsi, negara, benua, bahkan dunia.

  • Peta Khusus

Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan suatu aspek atau gejala–gejala khusus yang ada di permukaan bumi saja. Peta khusus juga sering disebut dengan peta tematik karena peta ini hanya memuat tema–tema khusus yang ada muka bumi. Contoh dari peta khusus adalah peta persebaran flora, fauna, peta persebaran hasil tambang, peta kepadatan penduduk dan lain–lain.

Jenis-Jenis Peta Berdasarkan Bentuknya

  • Peta Planimetri (Peta Datar)

Peta datar adalah jenis peta yang dibuat di atas bidang yang memiliki bentuk datar, seperti contohnya kain, kertas, kanvas, maupun papan. Sama seperti pada peta–peta lainnya, peta ini memiliki berbagai macam simbol yang digambarkan dengan bentuk dan warna yang berbeda–beda.

  • Peta Relief (Peta Timbul)

Peta timbul atau yang biasanya disebut juga dengan sebutan peta relief adalah jenis peta yang dibuat secara 3 dimensi sehingga bentuk pada peta ini sesuai dengan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya. Peta ini memiliki kontur–kontur dan permukaan bumi yang jelas, seperti pegunungan yang nampak menjulang, perbedaan dataran–dataran tinggi dan rendah, dan lain–lain.

  • Peta Digital

Peta digital yaitu peta yang proses pembuatannya menggunakan cara modern dan bersifat digital menggunakan komputer. Data–data yang tampak pada permukaan bumi di dalam peta biasanya disimpan di dalam suatu disket, CD, ataupun pada hard disk. Penampilan gambar peta ini ditayangkan melalui layar monitor komputer dengan menggunakan program map info dan arc info.

Jenis-Jenis Peta Berdasarkan Skalanya

  • Peta kadaster

Peta ini mempunyai skala 1 : 100 hingga 1 : 5.000. Peta kadaster pada umumnya digunakan untuk menggambar peta tanah atau peta di dalam sertifikat tanah. Peta kadaster banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri dan pada Dinas Agraria (Badan Pertanahan Nasional).

  • Peta skala besar

Peta – peta yang berskala besar memiliki skala 1 : 5.000 hingga 1 : 250.000. Peta ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah atau daerah yang sempit, seperti peta kelurahan dan peta kecamatan.

  • Peta skala menengah

Peta ini memiliki skala 1 : 250.000 hingga 1 : 500.000. Peta skala menengah biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu daerah yang cukup luas, sebagai contohnya adalah penggambaran untuk peta provinsi.

  • Peta skala kecil

Peta ini memiliki skala 1 : 500.000 hingga 1 : 1.000.000 atau lebih. Peta – peta skala besar pada umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu daerah atau wilayah yang luas, misalnya peta wilayah negara, peta benua, bahkan peta dunia.

Besar kecilnya skala suatu peta akan mempengaruhi besar peta tersebut. Semakin besar angka skala pembandingnya, maka semakin kecil ukuran peta tersebut. Peta berdasarkan skala dibedakan sebagai berikut.

  1. Peta kadaster, skala 1:100 – < 1:5.000.
  2. Peta skala besar, skala 1:5.000 – < 1:250.000.
  3. Peta skala sedang, skala 1:250.000 – < 1:500.000.
  4. Peta skala kecil, skala 1:500.000 – < 1:1.000.000.
  5. Peta skala geografi, skala > 1:1.000.000.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah perkembangan serta jenis-jenis peta. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.