Inilah Jin Yang Masuk Kerumah Saat Maghrib Jika Tidak Menutup Pintu

February 2, 2018 45644 Views

Kita pastinya sudah sering mendengar istilah kalau kita harus menutup pintu dan jendela-jendela yang ada di rumah kita ketika Maghrib. Bahkan kebiasaan ini sudah ada sejak dulu sekali dan sampai sekarang masih menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan setiap hari ketika hari sudah memasuki waktu maghrib.

Nah dibalik kebiasaan tersebut, sebenarnya apa sih yang membuat kita harus melakukannya? Kenapa kita harus selalu menutup pintu dan jendela disaat maghrib? Ternyata ada alasan yang cukup mengerikan dibalik itu semua. Yaitu, ketika waktu maghrib tiba, akan ada satu jin perempuan yang akan memasuki rumah yang pintu dan jendelanya tidak ditutup.

Seperti apa sih jin yang dimaksud itu? Yuk kita simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Jin

Sama seperti manusia, jin juga merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah namun dengan bentuk fisik yang berbeda. Jin merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan yang berasal dari Api dan juga mempunyai kemampuan untuk tidak terlihat dari pandangan manusia biasa kecuali pada orang-orang tertentu yang diberikan izin oleh Allah untuk melihatnya. Sebagian jin bisa melakukan sebuah hubungan atau berinteraksi dengan manusia dan bahkan bisa membantu manusia walaupun cenderung bantuan tersebut bersifat untuk menyesatkan manusia yang ditolong olehnya.

Disebut dengan sebutan “jin”, hal tersebut karena makhluk ciptaan Allah yang satu ini bersifat terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibunya, disebut dengan janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Terdapat persamaan antara jin dan manusia, yaitu Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu, Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat. Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dan lain sebagainya. Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak. Jin memiliki sifat seperti tidak dapat dilihat oleh indera manusia, diciptakan dari api yang sangat panas, ada yang mengakui ke Esaan Allah SWT, dan ada pula yang membangkan perintah Allah.

Jin juga mendapatkan perintah untuk menerima syari’at Islam sebagaimana yang juga diperintahkan kepada manusia. Menurut sebagian para ulama, rupa, tabiat, kelakuan dan perangai jin serupa dengan yang ada pada diri manusia. Karena jin juga seperti manusia, mereka pun ada yang baik dan ada juga yang jahat, ada yang muslim dan ada yang kafir. Jin juga mempunyai tingkatan iman, ilmu dan amalan tertentu, berdasarkan keimanan dan amalan mereka kepada Allah SWT.

Walaupun dikatakan bahwa jin islam adalah yang paling tinggi imannya dan paling shaleh amalannya serta paling luas dan banyak ilmunya, tetapi masih ada pada diri mereka sifat tercela seperti sifat takabbur, riya’, ujub dan sebagainya. Namun bisa saja mereka mudah menerima teguran dan pengajaran.

Jin berbeda dengan setan dan juga iblis. Walaupun pada dasarnya Iblis dan setan adalah makhluk halus yang berasal dari golongan jin dan juga diciptakan dari api. Tugasnya adalah untuk merangsang keinginan nafsu rendah manusia, karena iblis merupakan makhluk yang pertama melawan dan membangkang dari perintah Allah. Dengan menyandang nama “setan”, dia tidak nanya membangkang perintah Allah sebagaimana yang dilakukan iblis, tetapi juga menggoda manusia.

Karena iblis sudah ada sebelum Adam diciptakan dan hidup dalam kalangan malaikat, iblis tidak hanya membangkan terhadap perintah Allah dan tidak menghormati Adam, tetapi juga berusaha menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang tersebut, sehingga Adam dikeluarkan dari surga dan diturunkan kebumi ini.

Macam – Macam Golongan Jin

Seperti yang dijelaskan di atas tadi, bahwa setan dan juga iblis adalah termasuk makhluk yang berasal dari jin namun berasal dari golongan yang berbeda. Mengapa bisa dikatakan berbeda? Karena pada dasarnya jin adalah sama seperti manusia, yaitu ada yang baik dan juga yang buruk. Berikut ini adalah macam-macam golongan jin :

  • Al-Jan
    Golongan jin yang pertama ialah Al-Jan. Al-Jan merupakan pengertian jin secara umum, yaitu jenis jin yang memiliki kesamaan seperti layaknya manusia. Jin ada yang berkelamin jantan adapula yang betina, ada jin yang muslim adapula yang non muslim, jin juga membutuhkan makan, minum, tidur, bersenggama dan sebagainya. Walhasil jin pada kategori JAN tidak bedanya dengan manusia pada kategori al-insan.
  • Al-A’mir
    Bila terjadi sesuatu disuatu tempat, misalnya dikamar mandi, dirumah atau dimanapun yang mana seperti ada suara atau bunyian yang menirukan perbuatan manusia. Seperti halnya ada suara orang wudhu atau orang yang tengah mandi, padahal dikamar mandi tersebut tidak ada siapa-siapa. Hal ini bisa jadi adalah perbuatan jin pada kategori AL-A’MIR. Maka tidak jarang orang menyebutnya sebagai setan tek-tek. Karena memang jenis jin ini suka meniru-nirukan perbuatan atau kebiasaan manusia, dengan maksud untuk menakut-nakuti.
    Al-A’mir juga terkadang mengikuti orang yang sedang membaca, bernyanyi dan sebagainya atau mengikuti orang yang sedang shalat dibelakangnya. Meskipun demikian kita tidaklah dibenarkan untuk takut, karena bisa jadi dia sebenarnya tidaklah jahat, hanya karena ingin menjadi mak’mum atau ingin belajar membaca atau menyanyi.
  • Al-Ifrit
    Mungkin kamu sering mendengar ada orang yang bersekutu dengan jin. Nah jin yang dimaksud tersebut adalah jin Ifrit. Ifrit adalah jenis jin yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Dalam hal ini ada ifrit yang muslim dan baik, yang tentunya bisa menjadi khodam pada manusia-manusia yang muslim dan baik pula. Adapula ifrit yang berperilaku jahat dan kafir yang dimanfaatkan oleh para tukang sihir dan dukun, seperti ifrit-ifrit yang bekerjasama dengan penyihir terkemuka luar negeri pada segitiga Bermuda “ David Copperfield”.
  • Al-Arwah
    Jenis jin yang keempat inilah yang sering dan biasa menggoda manusia, terkadang al-arwah mengubah bentuk rupa dirinya sebagai orang tua kita yang telah meninggal atau sebagai dedemit dan sebagainya. Sehingga dapat mengelabuhi sebagian masyarakat kita dan menakut-nakuti mereka yang memang mempercayainya.
    Sebenarnya jenis jin al-arwah ini termasuk golongan jin yang sangat kuat dan sangat nakal. Disebutkan paling kuat karena mereka dapat menjelma dirinya menjadi apa saja dengan mengerahkan kekuatan ilmu yang dimilikinya dan disebut nakal karena sering menggoda dan menakut-nakuti manusia.
    Jika diibaratkan manusia, maka jenis jin dari golongan Al-arwah semacam preman yang sukausil terhadap masyarakat setempat dan terutama kepada perempuan-perempuan yang lewat dijalanan.
  • As-Syaiton
    Berbeda dengan al-arwah, as-syaiton adalah jenis jin yang selalu menggoda manusia dari segi keimanan, kerohanian dan kejiwaan. As-syaiton sangat berbahaya dibanding jenis jin lainnya, karena as-syaiton dalam merasuk kedalam hati manusia untuk membisikan kekafiran, keingkaran dan kejahatan. Dalam surat an-naas dijelaskan bahwasanya bukan hanya jin jahat dan ingkar yang termasuk dalam golongan as-syaiton, manusia yang yang berprilaku dzolim termasuk dalam kategori ini.

Jin Yang Mendatangi Rumah Disaat Maghrib

Banyak yang mengatakan kalau disaat waktu maghrib telah tiba, kita diharuskan untuk menutup rapat-rapat pintu dan jendela yang ada pada rumah kita. Ternyata, hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan jika kita tidak melakukannya, akan ada sosok wanita yang bertamu atau masuk ke dalam rumah kita. Rasulullah sudah jelas mengatakan jika pada waktu magrib ini iblis bergentayangan dan bisa memasuki rumah-rumah.

Salah satu Iblis yang akan bergentayangan saat magrib adalah jin wanita pengganggu anak kecil dan ibu hamil. Wanita yang dimaksud adalah Ummu Sibyan. Bagi umat Islam, larangan ini merupakan mitos yang dipercaya secara turun temurun. Biasanya mereka hanya meneruskan kebiasaan orang tua dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya larangan ini ada dalam hadist Nabi.

Rasulullah SAW sudah sangat jelas memerintahkan umatnya agar ketika magrib menutup pintu dan menggendong bayi yang masih kecil. Dalam shahih Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

“Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.” (HR Muslim)

Siapakah Ummu Sibyan ini? Ummu Sibyan ini adalah makhluk yang berasal dari golongan Jin wanita. Dia adalah jin yang akan mengganggu anak-anak yang berusia di bawah dua tahun serta juga mengganggu wanita yang tengah mengandung. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa bayi yang baru saja lahir harus diadzankan terlebih dahulu, bertujuan agar kelak bayi tersebut tidak diikuti oleh jin ini.

Ummu Sibyan memiliki ciri-ciri yang sangat menakutkan, terlebih lagi ketika dia melakukan aksinya pada saat waktu maghrib. Jin yang menyerupai perempuan tua ini memiliki rambut yang putih beruban, dengan dua bola mata yang berwarna biru, kedua sisi pada keningnya memiliki tanduk, betisnya kecil, rambutnya kusut, mulutnya menganga, mengeluarkan pucuk api, dan bisa memecahkan benda (bebatuan) besar dengan pekikan suaranya, dia juga berjalan dengan cara merayap pada dinding seperti halnya yang dilakukan oleh cicak.

Dikisahkan juga bahwa Ummu Sibyan ini pernah bertemu dengan salah satu nabi yaitu Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman bertanya kepadanya, “siapakah kamu? Adakah kamu berasal daripada jenis manusia atau jin? Kerana aku tidak pernah melihat orang yang paling bodoh selain daripada engkau”. Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan (Ibu penyakit sawan) yang dapat menguasai ke atas anak Adam lelaki dan perempuan, aku bisa masuk ke rumah-rumah, bisa berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, bertebah seperti lembu, bersuara seperti keldai dan kura-kura dan bersiul seperti ular.

Si jin menjelaskan lagi, jika ia bisa bertukar wajah dan berubah sesuai dengan keinginannya. Kemudian, bisa mengikat rahim perempuan serta membunuh anak-anak yang masih ada di dalam rahim. Mereka masuk ke perut lalu menendang bayi yang masih di dalam rahim, hingga sang Ibu keguguran. Mereka juga mengganggu anak-anak kecil memberikan rasa panas dan kesakitan yang mengerikan. Nabi Sulaiman menangkapnya dan berkata : “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku sampai memberikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan”.

Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil, di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh jin ini akan menendangnya, maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua. Seperti yang di ceritakan dalam kisah “Jin Ummu Shibyan Dengan Nabi Sulaiman”, jin ini mampu masuk ke dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar kaum itu tidak mengandung.

Dalam keseharian, mungkin kita sering melihat ada anak-anak yang menangis ketika magrib tiba. Tidak hanya itu, mereka menjerit dengan mata terbelalak ke arah tertentu seperti melihat sesuatu. Tidak jarang, anak-anak juga demam tinggi hingga berakibat fatal yakni kematian.

Orang tua seharusnya mengikuti anjuran Nabi ini. Menutup pintu ketika magrib, serta menggendong anak-anak mereka yang masih kecil. Pasalnya, gangguan dari jin Ummu Sibyan ini bisa menyebabkan penyakit bagi anak seperti sawan tangis, autisme, nakal, dan juga berbagai komplikasi otak.

Wanita hamil juga harus lebih waspada. Jika mengalami ciri-ciri seperti rasa sesak pada dada, kusut pikiran, sakit pada bagian tulang belakang, mengigau ketika tidur, serta bermimpi yang menyeramkan, agar segera mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan pengobatan Islami. Caranya adalah dengan membacakan doa berlindung dari setan dan jin. Ambillah satu sendok madu asli dan kurma lalu bacakan doa-doa seperti surat Al Fatihah, ayat Kursi, Surat Al Baqarah, Surat Ali Imran. Konsumsi ini setiap sarapan pagi.

Penjelasan Ilmiah Mengenai Waktu Maghrib Adalah Saat Jin Berkeliaran

Maghrib merupakan waktu Shalat yang memiliki jumlah tiga rakaat yang dilakukan ketika bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari. Saat Maghrib tiba, orang tua biasanya akan menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah. Mereka percaya bahwa saat Maghrib tiba, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Setelah Magrib, mereka kembali membiarkan anak-anaknya untuk bermain di luar rumah.

Dalam sebuah buku ilmiah keagamaan karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS berjudul The Science Of Shalat yang diterbitkan Qultummedia menjelaskan bahwa menjelang Maghrib, alam akan berubah menjadi spektrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda.

Dalam bukunya dijelaskan bahwa ketika waktu Maghrib tiba, terjadi perubahan spectrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis, yakni spektrum warna merah. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam. Pada waktu Maghrib, banyak interfernsi atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama sehingga penglihatan terkadang kurang tajam oleh adanya fatamorgana.

Dalam Islam, pada waktu magrib dijelaskan bahwa setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal, karena mereka tersebar dengan pemandangan luar biasa biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Allah. Sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain, sehigga setan harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman.

Maka ia bergerak dengan cepat melebihi kecepatan manusia dengan kecepatan berlipat lipat, beberapa dari mereka berlindung dalam wadah kosong, berlindung ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk duduk. Mereka tentu tidak merasakannya, mereka ikut menimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara sesama setan yang juga berkeliaran seperti angin di bumi karena yang boleh hidup hanya yang kuat saja.

Kadang kala setan mengganggu anak kecil manusia untuk dijadikan tempat berlindung. Selain itu setan juga berlindung ditempat yang kotor seperti pada popok bayi yang sudah kotor. Mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal.

Kita pasti pernah menemukan beberapa anak menjerit tiba-tiba dan beberapa yang menggelapar dalam tidurnya karena gangguan iblis yag merasukinya saat dijadikan tempat berlindung.

Pada waktu maghrib, kita dihimbau untuk menjauh dari hewan, seperti kucing, burung, dan mengurangi kecepatan saat mengemudi mobil karena dikuatirkan menabrak anjing atau hewan lain yang bisa jadi telah dirasuki setan, dan tidak boleh jalan jalan di tempat sepi atau duduk di tempat itu, atau melempar batu ke dalam kamar mandi, kebun dan laut.

Demikianlah penjelasan mengenai jin, terutama jin yang akan memasuki rumah kita dan mengganggu kita dikala waktu maghrib. Oleh karena itu, biasakan untuk menutup rapat-rapay pintu dan jendela rumah ya.