Asal Usul Gurun Sahara

March 16, 2017 4374 Views

Gurun Sahara adalah nama sebuah padang pasir terbesar di dunia. Nama “Sahara” diambil dari bahasa Arab yang berarti “padang pasir”. Sahara terletak di Afrika Utara dan berusia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari Samudra Atlantik ke Laut Merah. Dari Laut Tengah di Utara sampai ke Sahel di sebelah Selatan. Dari Mauritania di sebelah Barat ke Mesir di sebelah Timur. Padang pasir ini membagi benua Afrika menjadi Afrika Utara dan Afrika “yang sejatinya”. Kedua bagian benua ini sangat berbeda, baik secara iklim maupun budaya. Luas padang pasir ini sekitar 9.000.000 km2.

Sahara adalah padang rumput yang dihiasi Danau

Gurun Sahara dulunya merupakan lahan pertanian, dataran berumput yang berubah menjadi gurun gersang 8.000 tahun yang lalu. Gurun Sahara sekarang dikenal sebagai dataran gersang yang luas dan memiliki sedikit curah hujan. Akan tetapi beberapa tahu yang lalu gurun Sahara merupakan tanah berumput yang dihiasi oleh danau dan padang rumput yang hijau. Sahara mulai kering sekitar waktu 8.000 tahun yang lalu ketika manusia pindah dari situ ke daerah lain dengan membawa seluruh hasil pertanian mereka. Dalam waktu 1,000 tahun, tempat tersebut berubah menjadi gurun gersang seperti yang kita ketahui saat ini.

Satu arkeolog mengklaim bahwa kolonisasi manusia menyebabkan Sahara menjadi kering

Dr. David Wright Seoul National University telah mengklaim bahwa tanaman petani memicu perubahan tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa sebagai masyarakat manusia menyebar ke kawasan lanskap menyesatkan untuk mengakomodasikan tanaman dan ternak mereka. Petani meninggalkan Sahara dengan membawa semua spesies tumbuhan yang ada dilahan mereka, mereka juga membawa semua ternak. Sinar matahari lansung terpantul ke tanah yang membuat udara di Sahara jadi hangat.

Ketika jumlah petani yang pindah ke daerah lain semakin meningkat, tanah di Sahara semakin kosong dan menyebabkan udara berubah menjadi panas. Hal ini juga mengurangi curah hujan dan menciptakan kondisi cuaca ideal untuk scrub vegetasi. Dan pada akhirnya curah hujan di Sahara hampir lenyap, hal ini membuat tanaman yang tersisa di Sahara menjadi mati dan hanya meninggalkan beberapa tanaman gurun saja. Banyak tanda-tanda kuno yang terdapat pada gurun Sahara yang menunjukkan bahwa dulunya ada sungai di tempat tersebut.

Sisa-sisa tanaman dan hewan yang berada jauh di bawah pasir membuktikan bahwa dulu dataran tersebut jauh lebih hijau. Gurun terlihat hijau selama Afrika mengalami lembab, dimana pada saat ini Afrika Barat menjadi lebih basah berkat musim hujan saat ini. Afrika telah melewati beberapa periode ‘basah yang lama’ ini selama sembilan juta tahun.

Sinar matahari yang memantul langsung ke tanah membuat atmosfer semakin panas dan curah hujan makin menurun

Periode lembab di Afrika berada pada 6.000 hingga 16.000 tahun yang lalu. Banyak teori-teori lain saat ini menunjukkan bahwa 20.000 tahun lalu sumbu orbit bumi di goyang sehingga mengakibatkan berakhirnya masa lembab Afrika, akan tetapi Dr. Wright tidak yakin akan hal itu. Dia yakin bahwa hal ini disebabkan oleh manusia yang mengubah lanskap dan menyebabkan gurun tersebut menjadi kering. Sahara adalah padang pasir terbesar di dunia.

Curah hujan yang rata-rata bervariasi dengan sebagian besar padang pasir yang kurang dari 0.79 inci (20mm) setiap tahun. Sumber utama hujan di Sahara adalah zona konvergensi Intertropical, yang berkelanjutan dari sistem bertekanan rendah dekat khatulistiwa yang membuat musim hujan singkat, pendek dan tidak teratur ke Sahel dan Selatan Sahara. Curah hujan di gurun raksasa ini harus mengatasi hambatan fisik dan atmosfer yang biasanya mencegah produksi presipitasi.

Iklim yang keras Sahara di sebabkan oleh curah hujan sangat rendah, nilai durasi sinar matahari sangat tinggi, suhu yang tinggi sepanjang tahun dan sangat tinggi tingkat penguapan potensial yang tercatat di seluruh dunia.

Itulah asal usul gurun Sahara yang dibuat dari beberapa sumber. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua.