Kisah Bawang Merah Dan Bawang Putih

November 30, 2016 2159 Views

Pada zaman dahulu, ada subuah desa yang ditempati sebuah keluarga yang memiliki gadis yang terkenal dengan kecantikannya yang bernama Bawang Putih. Mereka hidup dengan sangat bahagia, Walaupun kepala keluarga mereka sebagai pedagang biasa teteapi keluarga mereka hidup dengan penuh kedamaian dan keharmonisan. Pada suatu hari, Ibu dari bawang putih jatuh sakit sampai bawang putih kehilangan ibunya untuk selama-lamanya. Dan mereka pun sangat sedih dengan kepergian ibu tercintanya.

Selain keluarga mereka, pada desa yang sama, ada seorang wanita janda yang memiliki seorang Putera bernama Bawang Merah. Sejak ibu dari bawang putih meninggal, Ibu Bawang merah sering mengunjungi rumah bawang putih dengan membawa makanan, dan juga membantu membersihkan rumah bawang putih. Sehingga ayah dari bawang putih berpikir untuk menikahi Ibu dari bawang merah agar bawang putih tidak selalu merasa kesepian.

Tanpa mempertimbangkan, Ayah bawang putihpun akhirnya menikahi Ibu dari bawang merah. Pada awalnya, Ibu bawang merah sangat baik sekali terhadap bawang putih. Seiring dengan waktu, Ibu bawang merah selalu memarahi bawang putih dan memaksa bawang putih untuk bekerja keras jika Ayah dari bawang putih pergi berdagang. Ibu dari bawang merah selalu menyuruh bawang putih untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Pada suatu hari, Bawang putih yang tidak tahan dengan prilaku ibu tirinya itu untuk memberitahukan kepada ayahnya.

Pada suatu hari, Ayah bawang putih jatuh sakit dan meninggal dunia sehingga ibu bawang merah dan bawang putih merasa sangat berkuasa dan sewenang-wenang dengan bawang putih. Dari prilaku mereka yang sangat jahat terhadap bawang putih, Bawang putih tidak pernah beristirahat dan ia juga harus bangun sebelum matahari terbit untuk melakukan tugas rumah termasuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Namun bawang putih selalu merasa senang dengan perlakuan mereka terhadap bawang putih karena ia percaya suatu saat nanti mereka akan menyayanginya seperti anak sendiri.

Kebiasaan pagi yang di lakukan bawang putih adalah mencuci pakaian di sungai yang dekat dengan rumah mereka. Dengan hari yang sangat cerah, Bawang putih mencuci pakaian kotor di sungai. Dengan tidak sadar, pakaian yang di cuci bawang putih dan juga termasuk pakaian kesayangan ibu tirinya hanyut. Mengetahui itu, Lalu bawang putih berusaha untuk mencari pakaian yang hanyut dengan menyusuri sungai.

Pada saat itu, Bawang putih tidak berani pulang ke rumah sebelum menemukan pakaian kesayangan ibu tirinya yang hanyut. Setelah lama mencari, dengan rasa kecewa, Bawang putih tidak menemukan pakaian tersebut sehingga di ketahui oleh ibu tirinya dan juga dipaksa ibu tirinya untuk mencari pakaiannya yang telah hanyut dan jika belum di temukan bawang putih tidak boleh pulang kerumah.

Dengan ancaman ibunya itu, Bawang putih berlari ke sungai dimana ia mencuci dan melanjutkan pencariannya. Setelah mencari cukup jauh, bawang putih melihat seseorang yang sedang memandikan kerbau, lalu bawang putih menghampirinya dan bertanya, ” Paman, Apakah paman ada melihat pakaian merah yang hanyut di sungai ini? Paman tersebut menjawab, ” Ya, Saya baru saja melihatnya, Jika kamu cepat mencarinya lagi, maka kamu akan menemukannya. ” Bawang putih berkata, ” Ya, terima kasih paman, ” Dengan penuh semangat, Bawang putih kembali mencarinya dengan cepat. Untuk kedua kalinya, Pencarian bawang putih tidak membuahkan hasil dan haripun semakin gelap. Dari kejauhan, Bawang putih cahaya yang berasal dari subuah gubuk yang ada di dekat sungai, Kemudian bawang putihpun menghampirinya dan juga mengetuk pintu gubuk itu sehingga dibukakan oleh wanita tua dan bawang putih berkata kepada wanita tua itu, ” Saya sedang mencari pakaian ibu saya yang hanyut saat saya mencucinya di sungai, Berhubung hari sudah sangat gelap saya berhenti untuk mancarinya. Dan apakah boleh saya menginap semalam di rumah anda?” Kata wanita tua itu lagi kepada bawang putih, ” Ya, saya mendapatkannya yang tersangkut di sungai dan saya bawa kerumahku meskipun saya sangat menyukainya dan aku akan mengembalikannya kepadamu dengan syarat kamu harus menemani saya selama seminggu ” Dengan persyaratan itu, Bawang putih berpikir dan menjawab ” Baiklah, saya akan tinggal bersamamu selama seminggu ”

Selama seminggu bawang putih tinggal bersama wanita tua itu, Wanita tua ini sangat senang dengan bawang putih karena ia sangat baik dan selama seminggu pula bawang putih selalu membantu wanita tua itu untuk melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya yang ia lakukan di rumahnya.

Dengan kebaikan bawang putih, Wanita tua itu memberikan 2 buah labu dengan ukuran besar dan kecil. Untuk itu, Bawang putih memilih labu dengan ukuran kecil. Dan bawang putihpun pulang kerumahnya dengan membawa labu yang diberikan wanita tua untuknya. Sesampainya di rumah, ia memberikan pakaian yang hanyut tersebut keapa ibu tirinya.  Dan menuju kedapur untuk membelah labu tersebut. Setelah di belah, Bawang putih sangat terkejut dari isi buah labu tersebut yang di penuhi dengan emas.