Mengenal Software Open Dan Close Source Serta Kelebihan Dan Kekurangannya

March 7, 2018 33448 Views

Di dalam penggunaan teknologi komputer maupun smartphone, kita semua pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sistem operasi. Sistem operasi sendiri merupakan sebuah software yang mana berguna untuk mengatur jalannya atau mengatur kinerja yang ada pada sebuah komputer agar bisa digunakan dengan baik.

Tentunya juga seperti yang kita tahu bahwa banyak sistem operasi yang ada dan telah berkembang dan digunakan di berbagai platform pabrikan komputer atau smartphone, misalnya saja sistem operasi windows dan juga sistem operasi android yang sekarang telah berkembang sangat pesat.

Nah di dalam perkembangan serta penggunaannya, ternyata software biasa maupun sistem operasi mempunyai sebuah lisensi yang mana terdapat software yang penggunaannya bisa digunakan secara gratis dan bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan kita sebagai pengembang dan ada juga software yang bersifat berbayar dan juga tidak bisa dimodifikasi atau dikembangkan.

Kedua hal tersebut biasa disebut dengan Open Source dan juga Close Source. Yang mana pada open source pembuat software mengizinkan pengguna untuk mengembangkan software dan sebaliknya jika dengan close source. Tentunya kedua hal ini memiliki pengertian dan juga penggunaan yang berbeda. Nah untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Software

Dalam penggunaan komputer tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan istilah software atau yang biasa juga kita sebut dengan perangkat lunak. Software merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dalam perangkat keras atau hardware. Pengertian software secara umum dapat diartikan sebagai sebuah kumpulan data-data elektronik yang tersimpan dan diatur oleh komputer yang berupa program atau instruksi untuk menjalankan dan mengeksekusi suatu perintah.

Dalam sebuah komputer, software bisa diibaratkan sebagai jiwanya komputer. Tanpa adanya software, sebuah komputer hanyalah seonggok barang mewah yang tidak mempunyai fungsi. Software adalah perangkat yang ada di dalam komputer yang tidak dapat kita sentuh dan tidak pula dapat kita lihat bentuk fisiknya. Namun, software ini dapat kita operasikan saat kita menggunakan komputer atau media elektronik lainnya. Maka dari itu, tidak berlebihan jika software adalah program yang menjalankan atau program yang dengannya, kita bisa mengatur jalannya komputer.

Fungsi Software adalah sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Melalui software inilah, bahasa manusia diterjemahkan kedalam bahasa mesin, sehingga kita bisa mengatur mesin komputer dengan mudah. Software atau perangkat lunak bisa kita golongkan menjadi 3 macam, yaitu sistem operasi, software aplikasi dan juga software pemrgraman.

Intinya, software merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam penggunaan komputer guna mengatur kinerja dari semua hardware yang terdapat pada komputer tersebut dan juga sebagai penentu kinerja pada komputer tersebut baik atau tidak.

Penjelasan Mengenai Open Source

Seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan di atas, software terbagi menjadi 2 buah lisensi yaitu open source dan juga close source. Untuk yang pertama, kita akan membahas mengenai software open source. Open Source adalah perangkat lunak (software) yang di mana kode programnya bersifat terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar bisa untuk dipelajari, diubah maupun dikembangkan lebih lanjut serta disebarluaskan dan boleh bahkan untuk memperbaiki bug atau kesalahan pada program tersebut.

Open source merupakan sebuah lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi oleh seorang individu semata atau sebuah lembaga pusat, melainkan dikoordinasi oleh para pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapapun. Pada dasarnya, open source menerapkan pola pengembangan take and give.

Sementara itu, jika ada pembuat perangkat lunak (software) yang tidak mengizinkan dari kode programnya untuk diubah dan dimodifikasi, namun kode program dari perangkat lunak tersebut sebenarnya tersedia, maka bukanlah disebut sebagai sistem operasi open source. Yang perlu ditekankan di sini adalah, Sistem Operasi Open Source tidak selalu disediakan secara gratis, melainkan tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut, Seperti halnya adalah RedHat Linux.

Tujuan Open Source yang sesungguhnya adalah menghilangkan ketergantungan terhadap Vendor, yang di mana dari pihak Vendor bisa saja bertindak secara seenaknya. Open Source juga meyediakan software yang mudah untuk dijangkau oleh masyarakat luas dan menghindari adanya pengambilan keuntungan besar-besaran/berlebihan dari Vendor.

Dan perlu untuk kita ketahui, Open Source di sini bersifat bebas maksudnya bukan berarti sebebas-bebasnya, melainkan bebas untuk digunakan, dikembangkan, disebarkan ulang dengan mempertanggungjawabkan secara bersama dan tidak untuk menghilangkan hak cipta pembuat.

Setiap orang dapat menggunakan sebuah program open source secara gratis, kemudian jika dirasa program tersebut ada yang kurang atau memerlukan fitur tambahan, pengguna tersebut dapat memodifikasinya dan ikut berkontribusi membuat program tersebut agar menjadi lebih baik. Kebebasan untuk berkarya sangat dijunjung tinggi oleh pola open source. Pengguna bebas berkarya tanpa adanya intervensi untuk mempelajari, mengubah, mengutak-atik, menambah bagian tertentu, memperbaiki, atau menyatakan bahwa sebuah source code memiliki sebuah kesalahan.

Selain itu, pengguna juga dapat kembali menyebar ulang program atau perangkat lunak open source tersebut untuk digunakan orang banyak. Walaupun terkesan setiap pengguna bebas melakukan modifikasi, namun tentunya harus diiringi dengan tanggung jawab penuh dan tidak asal-asalan dalam melakukan modifikasi.

Contoh Software Open Source

Setelah mengetahui tentang penjelasan mengenai apa itu open source, akan lebih lengkap rasanya bila kita mengetahui jenis-jenis software apa saja yang merupakan contoh software dengan lisensi open source ini. Nah, berikut ini adalah beberapa software yang memiliki lisensi open source yang bisa dikembangkan.

Linux

Contoh software yang pertama adalah linux. Kita semua pastinya sudah tahu bahwa linux ini merupakan sebuah software sistem operasi. Linux sendiri adalah software sistem operasi open source yang gratis untuk disebar luaskan di bawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.

Linux saat ini, dapat digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan untuk pekerjaan sehari-hari. Kebebasan bagi programmer dan administrator jaringan dalam menggunakan linux, ialah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan mengubahnya sesuai keinginan. Hal ini sendiri berimplikasi pada beberapa hal penting, yakni : keamanan dan dinamika. Karena sifatnya yang kompatible dengan UNIX maka linux bisa berinteraksi dengan sistem operasi lain seperti windows, Macintosh, netware dan lain sebagainya.

Mozilla FireFox

Bagi yang kesehariannya sudah tidak asing lagi dengan kegiatan berselancar di dunia maya, pastinya sudah tidak asing lagi dengan software yang satu ini. Mozzila Firefox merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk web browsing atau mencari informasi melalui jaringan internet.

Mozilla Firefox sendiri merupakan perangkat lunak open-source yang paling banyak digunakan. Dikarenakan Mozilla sendiri termasuk sebuah browser web yang kecil, cepat, dan simpel. Mozilla juga mempunyai kelemahan yaitu akan crash jika membuka halaman Web yang sangat besar serta memiliki JavaScript, namun hal ini telah diperbaiki. Karena Mozilla bersifat open source maka kekurangan seperti diatas bisa diperbaiki dan dikembangkan.

Mysql

Contoh software open source yang berikutnya adalah mysql. MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi dari system manajemen basis data relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.

Aplikasi MySql ini dapat berjalan disemua platform baik itu Linux maupun Windows, MySQL sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dapat dipergunakan untuk membuat database yang bersifat terbuka atau open source. Yang merupakan program pengakses database yang bersifat networking sehingga bisa digunakan untuk aplikasi Multi User (Bisa digunakan oleh banyak Pengguna), MySQL merupakan aplikasi yang sangat populer di kalangan para pengembang bahasa pemrograman PHP dan banyak digunakan untuk situs web, aplikasi web dan layanan online lainnya.

Kelebihan Open Source

Software yang memiliki lisensi open source memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Salah satu kelebihannya adalah kita sebagai pengguna bisa mengembangkan software yang kita gunakan tersebut agar lebih mudah untuk digunakan sesuai dengan keinginan kita sendiri dan tentunya juga untuk memperbaiki jika dirasa software tersebut memiliki kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan yang dimiliki oleh software dengan lisensi open source.

  • Pengguna Bebas Mengembangkan Sistem

Open source memungkinkan penggunanya untuk mempelajari kode sumber dari suatu perangkat lunak (memahaminya sedikit demi sedikit). Setelah pengguna bebas sebebas-bebasnya untuk melihat dan memahami kode sumbernya, pengguna juga dapat menganalisis apakah ada yang perlu diperbaiki / ditambahkan dari kode sumber tersebut, kemudian memodifikasinya (jika diperlukan) sehingga perangkat lunak tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Modifikasi juga bisa dimaksudkan agar muncul sebuah sistem baru yang sesuai dengan keinginan pengguna.

  • Merupakan Sistem yang Legal

Dengan memakai perangkat lunak open source, pengguna tidak akan melanggar hukum karena memang perangkat tersebut tidak dikuasai oleh satu pihak tertentu secara komersil. Berbeda misalnya jika seorang pengguna menggunakan perangkat lunak bajakan yang sebetulnya tidak gratis, yang berarti melanggar hukum dan bisa terkena sanksi tertentu.

  • Tidak Ada Pembajakan

Karena semua pengguna bebas menggunakan dan memodifikasi perangkat lunak open source, maka tidak ada pengguna yang bisa membajaknya, karena toh perangkat lunak tersebut sudah dibagikan secara gratis, semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa perlu membayar. Biasanya, pembajakan terjadi akibat harga perangkat lunak yang cukup mahal dan tidak semua orang bisa membelinya.

Kekurangan Open Source

Setelah mengetahui uraian mengenai kelebihan software yang memiliki lisensi open source di atas, bukan berarti bahwa lisensi open source tidak memiliki kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan yang dimiliki oleh software dengan lisensi open source.

  • Tanpa Dukungan Dana dan Pemasaran

Berbeda dengan perangkat lunak lainnya yang didukung dana serta pemasaran dari pihak perusahaan, lisensi open source tidak memiliki dukungan tersebut, sehingga cukup lama waktu yang diperlukan untuk mengenalkan perangkat lunak yang menggunakan lisensi open source. Untuk orang yang tidak memahaminya, perangkat lunak atau sistem operasi open source terlalu asing dan akhirnya hanya sedikit orang yang mengetahui dan menggunakannya.

  • Beberapa Interface Aplikasi Open Source Kurang Familiar

Tampilan pada perangkat lunak open source bisa jadi berbeda dengan perangkat lunak close source, sehingga pengguna harus mencoba memahaminya dengan cara otodidak atau membiasakan diri dengan tampilan tersebut. Misalkan begini, mungkin kita sudah terbiasa menggunakan sistem operasi Windows (sistem operasi close source) yang notabenya merupakan sistem operasi paling populer. Dan jika kita ingin menggunakan sistem operasi open source semisal Linux, tentu saja kita harus beradaptasi dengan tampilan serta menu navigasi pada sistem operasi Linux yang sedikit berbeda dengan Windows.

Penjelasan Mengenai Close Source

Setelah kita mengetahui pengertian, contoh dan juga kelebihan serta kekurangan dari software dengan lisensi open source, kali ini kita akan membahas juga mengenai software dengan lisensi close source. Dari namanya saja tentunya kita semua sudah tahu bahwa software dengan lisensi close source ini pastinya berbeda dengan open source. Jika pada open source kita bebas untuk mengembangkan software yang kita gunakan, hal itu akan berbeda halnya dengan close source ini.

Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka untuk umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source.

Close Source juga merupakan salah satu software perangkat lunak yang dipublikasikan tanpa kode sumber. Secara umum, itu berarti hanya binari dari program komputer didistribusikan dan lisensi tidak memberikan akses ke program kode sumber. Kode sumber dari program tersebut bisa dianggap sebagai rahasia dagang perusahaan. Akses ke kode sumber oleh pihak ketiga umumnya memerlukan partai untuk menandatangani perjanjian non-disclosure.

Contoh Software Close Source

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan close source, pastinya akan lebih lengkap atau lebih jelas jika kita juga mengetahui contoh-contoh dari software yang menggunakan lisensi close source. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa contoh software dengan lisensi close source.

Adobe Photoshop

Contoh software dengan lisensi close source yang pertama adalah adobe photoshop. Siapa yang tidak tahu dengan software aplikasi yang satu ini. Sesuai dengan namanya, adobe photoshop merupakan salah satu software aplikasi yang digunakan untuk editing. Adobe photoshop banyak digunakan terutama pada bidang multimedia yang mana berguna untuk mengedit foto ataupun membuat desain grafis.

Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems.

Microsoft Windows

Contoh software dengan lisensi close source yang berikutnya adalah microsoft windows. Seperti yang sudah kita semua ketahui, microsoft windows merupakan salah satu software sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia. Hampir semua unit komputer pastinya menggunakan sistem operasi wiindows ini.

Microsoft windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis. Pada umumnya system operasi ini banyak sekali di gunakan oleh masyarakat, dari kalangan menengah ke atas hingga ke bawah. Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line.

Kelebihan Close Source

Sama halnya seperti software dengan lisensi open source, software dengan lisensi close source juga memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh software dengan lisensi close source adalah support atau dukungan yang diberikan secara langsung oleh pemilik program. Nah, berikut ini adalah kelebihan dari software dengan lisensi close source.

  • Adanya Dukungan Langsung Dari Pemilik Software

Kelebihan dari software dengan lisensi close source yang pertama adalah adanya dukungan dari pemilik atau pembuat software tersebut. Berbeda halnya dengan software open source yang mana tidak memiliki dukungan sehingga akan sangat sulit untuk membuat orang untuk menggunakan software yang telah dikembangkan.

  • Interface Yang Familiar

Interface yang familiar disini maksudnya adalah tampilan tatap muka yang terkesan mudah untuk digunakan dan diingat. Tentunya berbeda dengan software open source yang mana kita harus benar-benar menguasai pengembangan tampilan yang dihasilkan dari mengembangkan software pada open source.

Kekurangan Close Source

Setelah kita mengetahui bahwa software dengan lisensi open source memiliki kekurangan, ternyata pada software dengan lisensi close source juga memiliki kekurangn. Berikut ini adalah kekurangan yang dimiliki oleh software dengan lisensi close source.

  • Tidak Bebas Dalam Mengembangkan Sistem

Seperti yang sudah dijelaskan, software dengan lisensi close source merupakan sebuah software yang mana hanya bisa dikembangkan oleh vendor atau pemilik dari software itu sendiri. Sehingga kita yang mana sebagai pengguna harus puas hanya dengan menggunakan interface atau tampilan bawaan yang dimiliki oleh software close source ini.

  • Rentan Terjadinya Pembajakan

Pada software dengan lisensi open source, kita tahu bahwa setiap penggunanya memiliki kebebasan untuk memodifikasi maupun mengembangkan software tersebut dan pastinya semua hal tersebut adalah gratis. Namun berbeda halnya dengan close source yang mana kita tidak bisa memodifikasi maupun mengembangkan software dengan lisensi close source dan tentunya untuk menggunakan software close source kita diharuskan untuk membayar sebelum menggunakannya.

Hal tersebutlah yang membuat software dengan lisensi close source ini rentan dengan pembajakan yang mana banyak pengguna diluar sana yang memodifikasi sendiri software close source tanpa izin yang tentunya akan merugikan pihak yang membuat software close source ini.

Demikianlah ulasan mengenai software dengan lisensi open dan juga close source. Ternyata open source dan close source memiliki perbedaan yang sangat mencolok yaitu dari segi pengembangan dan juga penggunaannya. Yang mana pada open source kita sebagai pengguna bebas untuk memodifikasi maupun mengembangkan software tersebut sesuai dengan keinginan kita sebagai pengguna.

Hal tersebut bertolak belakang dengan software yang mana menggunakan lisensi close source. Pada software dengan lisensi close source kita tidak bisa dengan bebas memodifikasi maupun mengembangkan software tersebut.