Penjelasan Mengenai ROM Dan RAM Beserta Perbedaan Antara Keduanya

February 28, 2018 64991 Views

Pada saat akan membeli sebuah komputer, laptop, maupun smartphone pastinya kita akan melihat terlebih dahulu seperti apa spesifikasi yang disediakan oleh perangkat tersebut. Apakah spesifikasi yang diberikan bisa dikatakan bagus atau tidak semua tergantung dengan seperti apa komponen yang terdapat di dalam perangkat tersebut.

Biasanya dalam melihat spesifikasi sebuah perangkat, entah itu komputer, laptop ataupun smartphone pastinya yang seringkali menjadi pertimbangan yang sangat penting adalah kapasitas memori yang dimiliki oleh produk atau perangkat tersebut. Kebanyakan orang pasti akan memilih kapasitas memori yang terbilang besar. Memori yang dimaksudkan disini adalah ROM dan juga RAM. Tentunya kita semua sudah tahu kalau ROM dan RAM merupakan dua perangkat yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula.

Berbicara mengenai ROM dan juga RAM, sebenarnya apa sih fungsinya dari keduanya? Apa perbedaan di antara keduanya? Untuk tahu jawabannya, mari kita simak ulasan mengenai ROM dan RAM berikut ini.

Penjelasan Mengenai ROM

Yang pertama kali akan kita bahas adalah mengenai ROM. ROM merupakan salah satu komponen hardware yang ada di dalam komputer, laptop, maupun smartphone. Selain RAM, biasanya kita pasti juga akan memperhatikan berapa besar kapasitas yang ROM disediakan oleh komputer tersebut. ROM adalah suatu perangkat keras yang berupa chip memori semi konduktor yang isinya hanya bisa dibaca saja.

Definisi ROM bisa juga dikatakan merupakan salah satu memori yang terdapat di dalam sebuah komputer. ROM ini mempunyai sifat permanen, yang mana artinya program atau data yang disimpan didalam ROM tidak mudah hilang ataupun berubah-ubah walau aliran listrik di sudah matikan. Menyimpan data di dalam ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program atau data yang ada diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena itu sifat ini, biasa dipakai untuk menyimpan firmware (perangkat lunak yang berhubungan sangat erat dengan perangkat keras).

ROM modern didapati dalam bentuk IC, persis seperti medium penyimpanan/memori lainnya seperti RAM. Untuk membedakannya perlu membaca teks yang tertera pada IC-nya. Biasanya dimulai dengan nomer 27xxx, angka 27 menunjukkan jenis ROM , xxx menunjukkan kapasitas dalam kilo bit ( bukan kilo byte )

Biasanya ROM dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian elektronik tertentu dalam suatu komputer. Disk non alterable seperti CD-ROM merupakan suatu jenis penyimpanan yang hanya bisa dibaca. Isi ROM hanya dapat dibaca saja, tidak dapat diubah/ ditulisi. Pengisian ROM dilakukan oleh pabrik pembuatnya. Di dalam ROM, hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. ROM berisi sistem operasi/ Operating Systems/ OS yang memuat program penting yang diperlukan oleh sistem komputer, misal program untuk mengatur tampilan karakter di monitor, penggunaan tombol keyboard untuk keperluan kontrol tertentu, dan bootstrap program.

Isi ROM adalah sekumpulan instruksi yang disebut sebagai microinstruction atau firmware. Bootstrap program diperlukan pada saat pertama kali computer dinyalakan (booting). Pengambilan bootstrap program dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu cold booting dan warm booting.

ROM dirancang oleh pabrik/pembuatnya sedemikian rupa sehingga hanya bisa dibaca dan tidak dapat diubah isinya. Jika isi ROM hilang atau mengalami kerusakan, maka komputer tidak akan berfungsi. ROM bersifat non-volatile sehingga isinya tidak akan hilang sekalipun listrik dimatikan. Perubahan isi ROM hanya dimungkinkan dengan cara memprogram kembali instruksi yang ada di dalamnya.

Salah satu contoh ROM adalah ROM BIOS yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan. Juga dikenal sebagai memori statik, yaitu memori fisik yang bersifat hanya-baca. Dalam komputer, pada BIOS ROM biasanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi BIOS.

Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. BIOS ROM yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan. Juga dikenal sebagai memori statik, yaitu memori fisik yang bersifat hanya-baca. Dalam komputer, pada BIOS ROM biasanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan.

Jenis – Jenis ROM

Setelah mengetahui penjelasan mengenai ROM diatas, sebaiknya kita juga mengetahui kalau ROM itu memiliki beberapa jenis yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis ROM yang ada, antara lain :

  • Mask ROM

Untuk jenis ROM yang pertama, ada yang dinamakan dengan Mask ROM. Mask ROM ini merupakan jenis ROM yang tidak bisa ditulis ulang atau biasa kita sebut dengan istilah “non-flashable” sehingga tidak dapat di up-grade. Data yang ada pada ROM dimasukkan langsung melalui mask pada saat perakitan chip. Hal inilah yang membuatnya menjadi sangat ekonomis terutama jika kita memproduksi dalam jumlah banyak.

Namun hal ini juga menjadi alasan kalau jenis ROM yang ini memiliki harga yang sangat mahal karena tidak fleksibel. Sebuah perubahan walaupun hanya satu bit membutuhkan mask baru yang tentu saja tidak murah. Karena tidak fleksibel maka jarang ada yang menggunakannya lagi.

  • PROM

Jenis ROM yang selanjutnya adalah PROM. PROM merupakan singkatan dari Programmable Read-Only Memory, yang mana maksudnya adalah jenis ROM ini hanya bisa dibaca tanpa bisa diisi atau ditulis kembali. PROM merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan berada pada PROM seterusnya.

Pada PROM data akan tetap ada walaupun komputer dimatikan. Perbedaan mendasar antara PROM dan ROM adalah bahwa PROM diproduksi sebagai memory kosong, sedangkan ROM telah diprogram pada waktu diproduksi. Untuk menuliskan data pada chip PROM, dibutuhkan ‘PROM Programmer‘ atau ‘PROM Burner’.

  • EPROM

EPROM merupakan singkatan dari Erasable Programmable Read Only Memory. EPROM sendiri adalah sebuah ROM yang mana dapat diprogram ulang dan dihapus. Berdasarkan proses pengisiannya terdapat dua jenis EPROM, yaitu UV EPROM dan EEPROM. UV EPROM (Ultraviolet EPROM) membutuhkan cahaya ultraviolet untuk menghapus data yang ada di dalamnya, sedangkan EEPROM (Electrical EPROM) yang hanya menggunakan aliran listrik saja dalam menghapus atau memprogram ulang isinya.

  • EEPROM

EEPROM merupakan singkatan dari Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory. EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.

Salah satu jenis EEPROM adalah flash memory. Flash memory biasa digunakan pada kamera mirrorless terbaru, konsol video game, dan chip BIOS. Dengan ROM biasa, penggantian BIOS hanya dapat dilakukan dengan mengganti chip. Sedangkan pada EEPROM program akan memberikan instruksi kepada pengendali chip supaya memberikan perintah elektronis untuk kemudian mendownload kode BIOS baru untuk diidikan kepada chip. Hal ini berarti perusahaan dapat dengan mudah mendistribusikan BIOS baru atau update, misalnya dengan menggunakan disket. Hal ini disebut juga flash BIOS.

EEPROM sangat mirip dengan flash memory yang disebut juga flash EEPROM. Perbedaan mendasar antara flash memory dan EEPROM adalah penulisan dan penghapusan EEPROM dilakukan pada data sebesar satu byte, sedangkan pada flash memory penghapusan dan penulisan data ini dilakukan pada data sebesar satu block. Oleh karena itu flash memory lebih cepat.

Fungsi ROM

ROM sendiri memiliki beberapa fungsi yang berbeda, yang mana diantaranya adalah sebagai tempat terjadinya kode booting, sebagai alat pendistribusian atau pembagian software dan juga sebagai media penyimpanan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasannya di bawah ini :

  • Sebagai Tempat Proses Kode Booting

Fungsi ROM yang pertama adalah sebagai tempat kode-kode booting disimpan. Jika kita memperhatikan dengan seksama ketika kita menghidupkan komputer maupun laptop, di layar biasanya akan tampil “Press … to enter BIOS”. Setiap komputer dan laptop mempunyai setting masing-masing untuk memasuki BIOS tersebut. BIOS ini lah salah satu contoh penggunaan ROM.

BIOS berisi kode-kode untuk memulai komputer dan laptop kita. BIOS ini memuat informasi tentang pengecekan hardware yang ter-install di dalam komputer serta informasi yang berhubungan antara hardware-hardware dalam komputer. Kegagalan BIOS untuk membaca informasi mengenai hardware-hardware tersebut akan membuat komputer dan laptop kita berjalan tidak sesuai semestinya. Lebih parahnya perangkat komputer kita tidak akan bisa dijalankan, misalnya saja jika BIOS tidak mendeteksi aktivitas kipas CPU.

Semua data penting yang berhubungan dengan booting ini disimpan di dalam chip yang bernama ROM ini. Umumnya tipe ROM yang digunakan untuk menyimpan informasi berkaitan booting ini adalah EEPROM.

  • Sebagai Alat Pendistribusian Software

Fungsi kedua dari ROM adalah sebagai alat pendistribusian software komersial. Ketika kita membeli sebuah software kita pasti mendapatkan CD disertai dengan key-nya untuk melakukan aktivasi. Alasan mengapa dipilihnya media ROM ini sebagai alat pendistribusian karena umumnya software akan di-install beberapa kali. Tidak jarang ketika kita menggunakan suatu software tertentu, kita memutuskan untuk melakukan install ulang software tersebut.

Dengan menggunakan ROM, maka data-data yang diperlukan untuk proses instalasi tidak akan rusak, atau setidaknya jauh lebih awet jika dibandingkan dengan media simpan lain. Mungkin kita penasaran ketika suatu saat kita menduplikasi ROM software komersial, hasil copy-nya tidak berjalan sesuai harapan melainkan terjadi error.

Error yang terjadi pada salinan ROM bisa jadi disebabkan karena ROM tersebut sudah diprogram untuk melakukan proses copying melalui prosedur instalasi ROM secara langsung. Sementara ketika kita menduplikasi data dari ROM tersebut, kita menggunakan prosedur lain sehingga beberapa data pada ROM tidak terpindahkan. Hal ini lah yang kemudian berpotensi membuat error ketika kita menjalankan duplikasi software.

  • Sebagai Media Penyimpanan Dengan Keamanan Tinggi

Fungsi ketiga ini adalah pengembangan dari fungsi kedua yang sebenarnya identik. Hanya saja di sini kita membahas untuk keperluan pribadi. Kita tentu pernah mengalami musibah dimana data yang kita punya rusak. Penyebabnya banyak, bisa jadi karena virus, error, atau pun karena tidak diakses dalam jangka waktu lama.

Mungkin kita pernah bertanya bagaimana kita bisa menyimpan file data kita supaya aman dari gangguan virus. Bagi kita yang masih mahasiswa tentu akan sangat kesal ketika data skripsi kita yang disimpan dalam format document *.doc ataupun *.docx “ditumpangi” virus. Nah, tips sederhana untuk menyiasati itu adalah dengan melakukan backup data pada CD-R yang merupakan media simpan ROM yang aman dari virus. Tipe ROM yang digunakan untuk CD-R ini adalah PROM.

Mungkin kita bertanya-tanya, “Jika semua di-backup menggunakan CD-R, tentunya akan menghabiskan banyak space dan kepingan CD-R.” Untuk masalah tersebut kita bisa menggunakan CR-RW, yang sering kita lihat di pasaran. Memang harga CD-RW ini bisa 2 sampai 3 kali lipat dari harga CD-R. Akan tetapi keuntungan menggunakan CD-RW adalah kita dapat menggunakannya lagi alias kita dapat melakukan burning ulang. Rata-rata CD-RW yang beredar memungkinkan kita untuk melakukan rewriting data sampai 4 kali.

Tipe ROM yang digunakan untuk CD-RW ini adalah tipe EPROM, yaitu tipe ROM yang mengeksekusi fungsi “erase” yaitu menghapus data, baru kemudian menulis data baru. Identik dengan CD-R dan CD-RW, di pasaran kita juga pasti sering menemui DVD-R dan DVD-RW dimana mempunyai kegunaan yang sama. Hanya saja untuk CD-R dan CD-RW umumnya memilki ruang simpan sebanyak 700 MB, sementara DVD-R dan DVD-RW umumnya 4.7 GB. Meskipun begitu, soal keamanan, lebih disarankan untuk menggunakan CD-R atau DVD-R.

Penjelasan Mengenai RAM

Tentunya kita semua seringkali sebelum membeli sebuah smartphone, pastinya kita akan memperhatikan kapasitas RAM yang dimiliki oleh smartphone tersebut. Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan RAM? RAM merupakan sebuah singkatan dari Random Access Memory. RAM adalah sebuah komponen yang terdapat di dalam sebuah komputer atau gadget yang mana dapat mengakses memori secara acak dengan cepat. Terkadang RAM juga disebut sebagai memori utama dalam sebuah perangkat.

Kemampuan RAM yang berguna untuk mengakses data secara acak membuatnya lebih cepat dalam proses menampilkan data. Selain itu RAM juga dapat menyimpan data sementara pada perangkat saat perangkat tersebut menyala dan data belum sempat disimpan pada harddisk. Dapat dikatakan bahwa RAM adalah perangkat memori yang paling cepat dalam suatu komputer dibandingkan dengan jenis perangkat memori lain seperti HDD atau Hard Disk Drive dan SSD atau Solid State Drive.

Meskipun demikian, hal lain yang membedakan RAM dengan perangkat penyimpanan lainnya adalah memori yang disimpan bersifat sementara dan akan hilang secara otomatis jika komputer atau perangkat dimatikan. Faktanya, kapasitas RAM bisa diperbesar untuk menambah kecepatan suatu perangkat komputer atau gadget lain seperti laptop dan smartphone.

Dapat dijelaskan secara umum bahwa saat kita membuka suatu program maka terjadi pemindahan data dari hard disk menuju RAM, mengapa? Karena data pada RAM lebih cepat dan lebih mudah diakses dibandingkan dengan data atau memori pada harddisk. Mengakses data dari RAM tidak memerlukan lag time atau waktu untuk menunggu. Jadi semakin besar RAM dalam sebuah perangkat gadget maka semakin cepat pula data atau memori dalam suatu program bisa diakses.

Jenis – Jenis RAM

Sama halnya seperti ROM, ternyata RAM juga dibagi atas beberapa jenis yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis RAM yang ada, antara lain :

  • DRAM

Jenis RAM yang pertama adalah DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Jenis RAM ini merupakan memori semikonduktor yang memerlukan kapasitor sebagai tumpuan untuk menyegarkan data yang ada di dalamnya. RAM ini memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding EDO RAM. Namun, lebih rendah dibandingkan SRAM. DRAM menggunakan satu transistor dan kapasitor per bit dalam strukturnya. Hal ini membuat RAM ini memiliki kepadatan yang cukup tinggi. DRAM memiliki frekuensi kerja yang bervariasi antara 4,7 Mhz hingga 40 Mhz.

  • SDRAM

Jenis RAM yang selanjutnya adalah SDRAM. SDRAM adalah singkatan dari Sychronous Dynamic Random Access Memory. SDRAM menjadi RAM yang memiliki kecepatan cukup tinggi dibanding jenis-jenis RAM lainnya yakni kecepatan sampai 100 – 133 Mhz. RAM ini banyak digunakan pada tahun 1996 hingga 2003 dan merupakan jenis RAM yang memiliki 168 Pin saluran transfer data. Ciri-ciri RAM ini terdapat dua celah dibagian kakinya. RAM ini akan diletakkan pada slot DIMM/SDRAM di motherboard yang mampu menampung memori mulai 16 MB hingga 1GB.

  • RDRAM

RDRAM merupakan singkatan dari Rambus Dynamic Random Access Memory. Komponen ini diperkenalkan pada tahun 1995 dengan kecepatan 600 Mbytes/sec. Pada tahun 1997, kecepatan RDRAM meningkat hingga 700 MBps, dan tahun 1998 menjadi 1,6 GBps. Tak heran, RAM ini awalnya dikembangkan untuk komputer dengan prosesor Pentium 4 atau untuk keperluan perangkat gaming. Slot memori untuk RDRAM ialah 184 pin.

  • SRAM

SRAM adalah jenis RAM yang berikutnya, yang mana SRAM merupakan singkatan dari Static Random Acess Memory. Jenis RAM ini terbuat dari semacam semi konduktor yang tidak memerlukan kapasitor dan tidak memerlukan penyegaran secara berkala sehingga kinerja bisa lebih cepat. Hal ini disebabkan komponen ini hanya menggunakan transistor tanpa kapasitor. SRAM didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi.

Sayangnya, SRAM memiliki kekurangan yakni biaya produksinya yang mahal. Tak heran, RAM ini hanya tersedia dalam kapasitas kecil dan digunakan untuk bagian yang benar-benar penting. Chip ini sering digunakan untuk chace memori. Kecepatan SRAM mampu mengimbangi kecepatan prosesor 500 MHz atau lebih.

  • EDORAM

EDORAM merupakan singkatan dari Extended Data Out Random Access Memory. RAM ini dikembangkan tahun 1995 dan memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam membaca dan mentransfer data dibandingkan dengan jenis-jenis RAM lain. Slot memori untuk EDORAM ialah 72 pin. Bentuk komponen ini lebih panjang daripada RAM SIMM. Tak heran RAM ini sangat cocok dipasang pada semua komputer Pentium. Selain itu, komponen ini juga cocok untuk dipasang pada komputer dengan bus mencapai 66 Mhz.

Fungsi RAM

Setelah kita sama-sama telah mengetahui pengertian serta jenis-jenis RAM, ada baiknya bagi kita juga mengetahui apa saja fungsi dari RAM. Sama juga halnya seperti ROM, tentunya RAM juga memiliki fungsi yang sudah pasti berguna bagi perangkat komputer ataupun gadget yang kita miliki. Berikut ini adalah fungsinya :

  • Membaca Data

Data yang tersimpan dalam harddisk biasanya akan lebih lama ditampilkan karena bisa dikatakan harddisk adalah perangkat memori yang bekerja dengan lamban. Hal ini dikarenakan dalam harddisk tersimpan banyak data dan diperlukan waktu untuk menemukannya terutama jika data mengalami fragmentasi. Untuk mengurangi kelambatan dalam sebuah proses pemanggilan data, setelah suatu file atau data pertama kali dibuka, data akan dibaca dan disimpan dalam RAM secara sementara sehingga data tersebut akan lebih cepat diakses saat program masih berjalan dan komputer belum dimatikan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa RAM berfungsi dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari solid state drive sehingga data yang sedang dibaca dan dibuka dalam sebuah program akan tetap berjalan dan dapat dibuka kembali dengan cepat saat berpindah dari satu program ke program lainnya selama program tersebut tidak ditutup.

  • Penyimpanan Sementara

Saat dibangku sekolah, pasti sebagian besar kita sudah diajari bahwa RAM merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai media penyimpanan data yang bersifat sementara. Selain membaca data, RAM juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara saat suatu program sedang dijalankan.

Misalnya saat mengetik text pada Microsoft Word atau program lainnya, maka kata-kata yang dituliskan akan tersimpan pada program tersebut meskipun penyimpanan bersifat sementara dan tidak permanen. Dengan menyimpan data secara sementara pada RAM maka program dapat berjalan dengan lebih cepat dan responsive.

Mengingat sifat penyimpanan pada RAM adalah sementara, jangan lupa untuk menyimpan data dalam format yang permanen karena kejadian yang tidak diinginkan misalnya listrik mati atau hal-hal lain bisa menyebabkan data hilang dan tidak bisa diakses kembali.

Perbedaan Antara ROM Dengan RAM

Sebagian dari kita pasti pernah berfikir, sebenarnya apa yang membedakan antara ROM dengan RAM. Seperti yang kita ketahui, ROM dan RAM merupakan dua komponen yang berbeda yang terdapat di dalam sebuah komputer. Dan tentunya juga kedua komponen ini memiliki fungsi yang berbeda pula. Untuk itu, mari kita bahas perbedaan antara kedua komponen ini.

Pertama-tama, dari istilahnya: ROM seperti telah kita bahas adalah “Read-Only Memory”, sedangkan RAM adalah “Random Access Memory”. Sesuai namanya, ROM memuat kode-kode bawaan yang tidak bisa diubah, meskipun terdapat tipe-tipe ROM yang memang didedikasikan kosong untuk bisa diprogram atau diisi oleh user. Berbeda dengan ROM, RAM pada hakikatnya adalah tempat penyimpanan sementara ketika kita menjalankan proses apapun. Data yang ada pada RAM ini dapat diakses seketika kita menjalankan proses tersebut dan bersifat sementara.

Kedua, karena data pada ROM bersifat read-only dan non-volatile, maka data tersebut tetap ada di sana dan bahkan beberapa kode diintegrasikan dengan baterai sehingga tetap berjalan meskipun komputer ataupun laptop kita dalam kondisi mati, sebagai contohnya clock yang ada pada sistem BIOS. Lain halnya dengan ROM, RAM menyimpan data secara sementara dan acak sesuai proses yang sedang kita jalankan. Hal ini berimplikasi hilangnya data jika komputer atau laptop kita matikan.

Sadar atau tidak sadar, ketika kita merasakan komputer atau laptop kita mengalami lag atau melambat, kita melakukan restart atau setidaknya log off atau sign out. Tiga prosedur tersebut, akan membersihkan RAM dari data yang ada di dalamnya sehingga ketika dijalankan lagi kondisi RAM terdapat banyak ruang kosong sehingga aktivitas berkomputer kita lebih mulus.

Ketiga, RAM memungkinkan untuk melakukan pembacaan data secara cepat untuk kepentingan akses aplikasi di dalam komputer dan laptop kita. Sedangkan ROM digunakan untuk menyimpan data-data berkaitan dengan kode booting hardware yang hanya memungkinkan untuk dibaca, tidak untuk di-input atau diubah.

Nah, itulah penjelasan mengenai ROM dan juga RAM. Setelah membaca ulasan di atas, tentunya kita semua jadi memahami bahwa kedua komponen tersebut merupakan komponen yang juga penting yang ada pada komputer maupun gadget yang seringkali kita gunakan di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.