Penjelasan Mengenai Stiker, Yuk Simak Selengkapnya Disini

December 21, 2017 43578 Views

Tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya stiker. Ya, benda kecil yang bisa merekat pada suatu permukaan dengan berbagai macam gambar mulai dari yang lucu, unik, sampai yang menyeramkan. Bagi sebagian orang, mengoleksi stiker bisa menjadi sebuah hobi dan kebanggaan tersendiri. Apalagi kalau stiker yang di koleksi merupakan stiker dengan gambar yang langka.

Pada saat masa kanak-kanak dulu pastinya kita seringkali menghabiskan uang untuk membeli stiker hanya untuk sekedar ditempelkan pada mainan maupun pada buku tulis. Namun sekarang ini, selain stiker bergambar, sudah banyak jenis stiker yang ada di dunia.

Berbicara tentang stiker, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang hal-hal yang ada mengenai stiker. Untuk itu, yuk sama-sama kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Stiker

Stiker adalah suatu tampilanberupa gambar maupun tulisan-tulisan atau kata-kata yang di dalamnya terdapat tuturan yang ditujukan bagi pembacanya. Stikerdapat ditempel di mana saja. Kegunaan stiker adalah memberi informasi melalui tuturan di dalamnya. Stiker juga merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digunakan dalam berkomunikasi pasif.

Walaupun tidak banyak informasi yang dapat ditampilkan dalam stiker, media ini banyak diminati. Pada zaman modern ini para pengguna stiker tidak hanya mengunakan stiker sebagai pemanis belaka. Bahan dan jenis stiker beragam tergantung pada tujuan dari pembuatan stiker tersebut. Ada yang menggunakan untuk memperindah suatu tampilan, untuk media promosi, member petunjuk, dan tidak sedikit pengguna stiker memasang stiker sebagai penunjuk identitas.

Di masyarakat banyak dijumpai penggunaan stiker dalam berbagai bentuk dan tujuan. Sebagian dari stiker-stiker tersebut digunakan sebagai label atau tanda suatu barang maupun produk. Hal ini mereka lakukan agar produk atau barang mereka berbeda dengan barang atau produk yang dibuat oleh produsen lain. Selain itu, mereka juga memakai stiker untuk memberi tanda bahwa barang tersebut asli buatan mereka dan bukan bajakankarena mereka ingin para konsumen dapat membedakan mana barang yang asli dan barang yang tiruan. Ini bertujuan untuk menjaga keaslian dan kualitas barang atau produk yang mereka pasarkan. Biasanya stiker yang mereka gunakan memiliki spesifikasi dan desain tertentu yang sulit untuk ditiru atau dipalsukan.

Selain stiker yang tertempel pada produk, ada pula stiker yang digunakan sebagai media promosi. Biasanya stiker ini berlogo dan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada stiker yang berukuran kecil sehingga bisa dengan mudah ditempel di mana saja. Ada stiker yang berukuran sedang dan biasanya memerlukan media temple yang cukup luas, seperti pada dinding, tiang listrik, dan sebagainya.

Stiker promosi ada juga yang berukuran besar dan sering disebut stiker promosi atau brandingsticker. Stiker ini memiliki ukuran yang besar dan biasanya ditempel pada mobil. Penempelan stiker ini
juga beragam. Ada yang ditempel pada kaca-kaca mobil secara penuh dan ada juga yang ditempel pada keseluruhan badan mobil atau body dan kaca mobil, hal ini ditujukan untuk memaksimalkan promosi barang atau produk yang ditawarkan.

Ada juga stiker yang digunakan oleh segelintir orang dalam menunjukkan identitas perkumpulan atau organisasi yang mereka ikuti. Biasanya stiker ini menampilkan nama organisasi dan tidak jarang menambahkan selogan maupun gambar yang berkaitan dengan organisasi atau perkumpulan tersebut. Sebagai contoh stiker partai politik dan stiker komunitas atau geng. Stiker ini biasanya memiliki keunikan dan kekhasan dari segi tulisan dan kebahasaanya. Tidak hanya berupa kata-kata. Dalam beberapa stiker terdapat gambar atau simbol yang berkaitan dengan kata-kata yang tertera dalam stiker tersebut. Gambar yang digunakan beragam. Perpaduan gambar dan tulisan dapat memperjelas maksud dan tujuan stiker tersebut. Keunikan dalam sebuah stiker adalah sebuah karya yang harus dihargai.

Sejarah Perkembangan Stiker

Ide stiker pertama kali digunakan oleh orang Mesir kuno untuk mengiklankan harga produk mereka di pasar. Stiker, sepotong sederhana kertas, menempel pada dinding pasar. Selama abad ke-18, kompetisi di pasar yang begitu tinggi membuat penjual menggunakan kertas warna-warni dan disisipkan dengan permen karet untuk berbagai jenis buah-buahan dan buah peti. Mereka hanya menerapkan pasta karet ke bagian belakang stiker dan membiarkannya kering. Mereka menganggap ini sebagai metode yang baik untuk menarik mata pelanggan.

Kertas perekat pertama ditemukan oleh seorang penemu Inggris, bernama Sir Rowland Hill yang pada tahun 1839 menjadi apa yang kita ketahui hari ini sebagai prangko. Perekat ini dicapai dengan membasahi bagian belakang stiker dan kemudian menerapkan pada amplop. Salah satu versi modern dari stiker diciptakan pada tahun 1935 oleh R. Staton Avery. Sosok yang satu ini menciptakan sebuah mesin yang memproduksi label perekat pada stiker.

Kebanyakan sejarawan yang telah mempelajari subjek ini memperkirakan bahwa awal penggunaan stiker untuk pedagang Eropa bermula di tahun 1880-an. Di daerah pasar yang ramai, vendor mulai berusaha untuk menarik mata pelanggan yang potensial dengan membubuhkan label kertas berwarna cerah untuk peti barang mereka. Tidak jelas apakah label kertas tersebut dicetak pada awalnya, tetapi dalam waktu singkat mereka muncul di iklan barang atau daftar harga.

Label kertas diamankan menggunakan pasta karet – maka benda ini dikenal sebagai stiker. Vendor buah adalah mereka yang pertama untuk menggunakan stiker kertas ini tetapi stiker kemudian segera digunakan untuk menarik perhatian pembeli yang dapat ditemukan pada kotak cerutu, kaleng buah dan stoples permen. Pada pergantian abad stiker merupakan bagian umum dari industri periklanan.

Pada awal 1900-an stiker pasta diciptakan yang dapat diterapkan dan kemudian dikeringkan. Ini kemudian harus dibasahi agar membuat cairan pasta lengket sehingga stiker bisa ditempelkan. Perangko segera menjadi media pertama yang tersedia untuk menggunakan teknik ini. Sementara itu, penggunaan pribadi untuk dekorasi secara bertahap datang ke dunia mode. Stiker yang ditujukan untuk anak-anak dan menampilkan imej hewan ternak dan hewan liar, badut sirkus, anjing dan kucing, mobil dan kereta api yang menjadi populer di tahun 1930-an.

Jenis – Jenis Stiker

Ada banyak jenis stiker yang dibedakan berdasarkan bahannya, berikut ini adalah beberapa jenis stiker berdasarkan bahannya :

1. Stiker Vinyl

Stiker Vinyl merupakan sebuah kertas stiker yang terbuat dari bahan Vinyl atau sebuah plastik lentur. Stiker Vinyl ini memiliki daya tahan yang sangat baik, terutama lebih tahan dengan air dan juga cuaca. Namun sayangnya, jenis kertas stiker ini tidak dapat di print dengan menggunakan printer Inkjet biasa, namun bisa diprint dengan menggunakan Laserjet Print. Untuk jenis kertas stiker ini memiliki permukaan yang glossy dan cocok yang biasanya diaplikasikan untuk stiker outdoor.

2. Stiker Bontaks

Stiker Bontaks merupakan sebuah stiker yang mempunyai tekstur hanya seperti kertas biasa saja namun mempunyai daya rekat yang kuat. Karena stiker Bontaks ini memiliki daya rekatnya yang kuat maka jenis kertas stiker ini biasanya digunakan untuk stiker pada berbagai macam kemasan suatu produk. Jenis kertas stiker bisa dicetak dengan printer Inkjet dan dipotong dengan seukuran kertas HVS terlebih dahulu. Dan untuk menambah daya tahan jenis kertas stiker ini bisa ditambah dengan sebuah proses laminasi.

3. Stiker Chrome

Stiker crome adalah sebuah jenis kertas stiker yang mempunyai lapisan glitter atau bisa dibilang berkilau berkilau. Untuk jenis kertas stiker ini memang tak bisa diprint. Biasanya dipakai untuk scorlet kendaraan bermotor, agar bila terkena goresan tidak langsung mengenai body kendaraan bermotor itu.

4. Stiker HVS

Stiker HVS merupakan jenis kertas Stiker yang memiliki ukuran kertas HVS dan pastinya selalu ada di toko-toko buku. Untuk jenis kertas Stiker ini bisa diprint dengan menggunakan sebuah printer tinta biasa. Untuk jenis stiker HVS ini memiliki daya tahan yang terbatas, dan lemnya juga mudah mengelupas. Karena memang memiliki daya rekat yang kurang. Untuk jenis kertas stiker ini biasanya hanya digunakan untuk mencetak Stiker souvenir saja.

4. Stiker Chromo

Stiker Cromo merupakan sebuah Stiker (dari bahan kertas licin) yang memang bagus untuk dicetak separasi, juga memiliki daya lengket yang bagus biasa digunakan pada label botol, promosi, atau bisa juga stiker Pilkada. Namun untuk stiker jenis ini jika terkena hujan akan cepat luntur. Untuk jenis kertas stiker ini cocok digunakan untuk promosi, tempelan di produk, stiker snack, dan lainnya.

5. Cutting Sticker

Cutting Sticker atau Stiker Potong adalah sebuah jenis sticker yang berbahan plastik bukan kertas berbeda dengan stiker kromo, dan untuk cutting stiker hampir sama dengan stiker vinyl yang bahan dasarnya adalah plastik bukan kertas. Cutting Stiker mempunyai banyak kelebihan yang dimilikinya. Jika kita bandingkan dengan sticker yang lain misalnya sticker digital printing, cutting sticker ini memiliki kelebihan bisa terlihat dari kekuatannya yang lebih tahan lama dan untuk masalah warnanya juga tidak pudar tidur seperti cetakan sticker yang lainnya. Karena dari bahan dasarnya sendiri seperti Oracal itu memiliki ketahanan untuk outdoor atau diluar ruangan bisa sampai 5 tahun, tidak seperti sticker yang lainnya sudah terlihat pudar setalah 1 tahun.

Kegunaan Stiker

Kegunaan atau manfaat stiker bagi kehidupan berbeda-beda tergantung dengan keperluan atau berdasarkan penggunaannya. Berikut adalah manfaat atau kegunaan stiker :

1. Tanda, Bukti diri atau Simbol

Stiker dapat digunakan buat memberikan tanda tentang sesuatu yang telah dilakukan, misalnya pemberian stiker pada mobil yang telah dilakukan inspeksi dan dinyatakan lulus uji emisi, setelah perbaikan dan service atau sebagai tanda spesifik buat memasuki suatu kawasan tertentu. Stiker dapat juga digunakan sebagai simbol dari jenis produk atau yang biasa disebut logo atau emblem pada bidang otomotif baik motor maupun mobil. Suatu organisasi atau serikat juga banyak yang menggunakan stiker yang mereka fungsikan sebagai tanda anggota.

2. Keamanan

Berfungsi untuk menunjukkan bahwa produk yang masih baru belum pernah digunakan atau asli. Dalam dunia otomotif penggunaannya juga dapat sebagai alat keamanan, misalnya pada stiker film buat kaca pelindung matahari.

3. Iklan

Salah satu cara beriklan yang paling mudah, murah dan efisien ialah dengan membuat sebuah stiker yang berisi tanda, simbol atau keterangan tentang sesuatu yang ingin mereka sampaikan kepada orang lain tentang produk sang pengiklan.

4. Bisnis

Banyak sekarang kita jumpai perusahaan, kios, toko, lapak yang membuat, menyediakan dan menjual sebagai bisnis. Dengan bahan standar yang murah dan mudah didapat, bisnis ini menjanjikan laba yang lumayan bagi para pelaku bisnis stiker.

5. Seni

Stiker juga merupakan suatu hasil seni yang diciptakan melalui kreatifitas pembuatnya. Hasil dari seni ini dapat berupa striping yang digunakan buat menambahkan nilai seni dan estetika pada produk kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil, decals, stciker printing pada kaos, baju, perlengkapan dan perabotan rumah tangga.

6. Dekorasi

Salah satu manfaat stiker ialah sebagai penghias dan pemanis dari sebuah benda, misalnya pada motor dan mobil yang biasa kita sebut dengan decals atau striping body. Dalam dunia otomotif penggunaan stiker merupakan sesuatu yang wajib. Bahkan ada penggemar otomotif yang rela mengeluarkan sejumlah uang buat mendapatkan yang diinginkannya.

Cara Membuat Stiker Sederhana

Nah, untuk kamu yang bingung atau penasaran dengan bagaimana cara untuk membuat stiker, berikut ini telah dirangkum beberapa caranya yang bisa kamu lakukan :

Mengunakan Kertas Stiker

1. Beli kertas stiker

Toko perlengkapan kantor biasanya menjual kertas yang memiliki perekat di satu sisi ini. Kertas ini biasanya dilapisi dengan kertas penahan yang dapat dikelupas saat stiker akan ditempel. Atau, kamu dapat membeli lembaran stiker lengket. Lembaran ini dapat menempelkan gambar ke lem, lalu stiker dikupas sehingga lem akan berpindah ke bagian belakang stiker. Lembaran ini cocok untuk stiker yang menggunakan gambar sudah ada atau sudah dipotong dari majalah.

Belilah kertas yang sesuai dengan spesifikasi pencetak. Jika tidak ada pencetak, kamu masih bisa menggunakan kertas stiker dengan cara menggambar desain sendiri di atas kertas stiker, atau menggunting gambar dari majalah dan buku.

2. Buat desain stiker

  • Desain stiker kamu menggunakan komputer, atau gunakan spidol atau pena untuk menggambanyar langsung di kertas stiker. kamu bisa membuat desain sebesar kertas stiker, misalnya sebesar kertas berukuran letter.
  • Buat desain di komputer menggunakan Adobe Photoshop, Paint, atau program menggambar lainnya. kamu juga bisa menggunakan foto yang kamu miliki atau temukan di internet. Setelah selesai mendesain, cetak desainnya di atas kertas stiker ini.
  • Jika foto atau gambar fisik yang ingin dibuat stiker tersedia, pindailah ke komputer atau unggah foto digital.
  • Sunting foto ini dari Photoshop, Paint, Word, atau Adobe Acrobat, lalu cetak di kertas stiker.
  • Gambarkan langsung desain kamu di atas kertas stiker menggunakan pena, pensil, atau cat. Pastikan kertasnya tidak terlalu basah karena lem perekat bisa rusak.

3. Gunting desain stiker

  • Gunakan gunting untuk memotong desain yang sudah dicetak atau digambar. Gunting dengan bentuk kotak atau ikuti bentuk desainnya. Berikan jarak pinggir setidaknya 0,3 cm untuk mencegah kesalahan potong.
  • Jika kamu menggunakan lembaran stiker lengket, cukup tarik lapisan pelindungnya sehingga bagian lem terlihat.
  • Tempatkan bagian belakang stiker ke lem. Tekan untuk memastikan stiker menyatu dengan lem. Lalu kupas stiker.
  • Lem kini berada di belakang stiker.
  • Tempel stiker di permukaan apa pun. kamu harus segera menggunakan stiker karena tidak ada tutup pelindungnya di bagian belakang.
  • kamu dapat menyisakan sedikit bagian pinggir yang putih di sekitar gambar, atau kamu dapat memotongnya dengan pas. Pembuat stiker yang mahir terkadang tidak membuat bagian pinggir dan memotong menggunakan pisau Exacto.
  • Setelah itu lepas bagian belakang stiker untuk menempelkannya pada suatu benda.

Stiker Selotip Lebar

1. Potong stiker dari majalah atau buat sendiri desain stiker

  • Untuk cara ini, potong desain yang didapat dari memotong majalah ataupun gambar yang dicetak ke kertas dengan tinta antiair. Kamu bisa menggunakan majalah atau buku yang halamannya licin. kamu juga bisa bereksperimen dengan tinta pencetak (printer) untuk mencetak desain dari komputer. Jika kamu mencetak gambar, buat salinan uji terlebih dahulu agar sedikit basah sebelum kamu membuat stiker cetak. Potong gambar dan kata-kata menggunakan gunting.
  • Saat memilih gambar, lihat lebar selotipnya. Setiap stiker harus bisa muat di satu setrip. Gambar dapat seukuran selotip atau lebih kecil.
    Jika ukuran desain lebih besar daripada ukuran selotip, letakkan dua potong selotip yang saling bertumpang-tindih. Sejajarkan selotip-selotip sehingga semua bagian kertas tertutup. Ini mungkin sedikit rumit, dan mungkin lapisan setiap selotip akan bertemu.

2. Tutupi desain stikernya dengan selotip

  • Potong selembar selotip bening yang cukup lebar untuk menutupi seluruh desain stiker. Kemudian tempelkan selotip tersebut ke desain stiker. Tekan selotipnya agar semua lem selotipnya menempel pada kertas desain stiker.
  • Pastikan kamu berhati-hati saat menempel selotip ke desain stiker. Menggerakkan selotip yang mulai menempel dapat membuat gambar robek. Pastikan juga tidak ada gelembung atau kerutan di selotip ketika ditempel.
  • kamu dapat menggunakan selotip dua sisi (double tape). Perekat dua sisi memiliki beberapa bentuk – gulungan, lembaran dan bahkan mesin pembuat stiker, seperti Xyron.
  • Kamu dapat menggunakan Washi Tape. Washi Tape mirip dengan selotip, cocok digunakan untuk stiker karena akan melekat dan mudah dikelupas sesuai yang kamu mau. Untuk stiker yang lebih merekat, gunakan selotip kuat (duct tape). Washi Tape tersedia dalam berbagai warna dan pola.

3. Gosok bagian depan stiker

  • Gunakan koin atau kuku kamu untuk menekan dan menggosok bagian depan stiker agar tinta pada desain stiker menempel pada selotip.
  • Tekan dan gosok terus selama beberapa menit untuk memastikannya benar-benar menempel.

4. Basahi stiker dengan air hangat

  • Basahi stiker satu per satu dengan sisi kertas menghadap ke air hingga kertasnya mulai terlepas dari selotip.
  • Tintanya tidak akan luntur, namun seluruh kertas akan sepenuhnya terlepas. Kamu bisa menggosok menggunakan tangan untuk mempercepat proses ini.
  • Pastikan seluruh permukaan selotip basah, dan jangan memfokus di satu titik permukaan. Jika kamu memfokus hanya di satu titik, hanya bagian itu lah yang akan terlihat.
  • Jika kertas tidak terlepas, terus basahi di bawah air hangat.
  • Cara lainnya adalah dengan menenggelamkan stiker dalam mangkuk air hangat. Tempatkan stiker sepenuhnya di dalam air dan biarkan terendam selama beberapa menit.

5. Tunggu stiker mengering

  • Setelah semua kertas terlepas, biarkan stikernya benar-benar kering sehingga lem pada selotip bisa melekat kembali. Gunakan gunting untuk memotong bagian selotip yang berlebih, lalu tempel stikernya di mana pun kamu mau.

Nah, itulah penjelasan hal-hal yang ada mengenai stiker. Mulai dari pengertiannya, sejarahnya, kegunaan hingga cara membuat stiker sederhana. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.